Setelah menenami seorang teman
berfoto-foto ria di Singapore selama 3 hari 2 malam, maka memasuki hari pertama
di bulan February 2018 kami melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru Malaysia.
Inimerupakan ke-empat kalinya saya
menjejakkan kaki ke negeri jiran Malaysia, 2x di Kuala Lumpur dengan
penerbangan Malaysia Airlines dan Garuda Indonesia. 1x di Johor Bahru sekedar
menikmati Teh Tarik di negeri asalnya ketika saya stopover di Singapore dengan
penerbangan Singapore Airlines. Nah ke-4 kembali saya ke Johor Bahru – bukan
sekedar melipir untuk menambah stempel pasport, tetapi kami menginap 1 malam di
hotel yang berlokasi di Johor Bahru Malaysia.
Perjalanan Raffles Place – Johor Bahru Sentral City
Sekitar pukul 10an pagi kami berdua
naik MRT dari Raffles Place menuju Kranji MRT Station. Sebelumnya kami
melakukan top up EZ-Link yang kami miliki. Setidaknya jangan sampai nge-pas
deh, maka kami masing-masing melakukan top up SG $ 10. Saya kurang
memperhatikan berapa jumlah yang berkurang setelah menempuh perjalanan dari
Raffles Place hingga Kranji. Setibanya di Kranji (station MRT yang sangat biasa. Lebih kerenStasiun CL Pasar
Minggu Jakarta...bangga sama negeri sendiri ah!) kami menunggu bis menuju
imigrasi Malaysia. Dari situ kami tidak melanjutkan perjalanan dengan bis
tersebut, karena hotel kami terletak di area ini.
Untuk kedua kalinya saya bermalam
di sebuah hostel di Singapore. Jujur saja, sebenarnya saya merasa tidak nyaman
menginap di hostel. Namun saya juga merasa "tidak tega" mengajak
teman saya sharing di hotel Singapore yang rate perkamarnya rata-rata diatas Rp
1 juta/malam. Memang masih ada hotel di daerah Geylang yang memiliki roomrate
tidak berselisih jauh dari hostel, tapi sebisa mungkin saya menghindar dari
kawasan tersebut karena ada beberapa pengalaman buruk yang terjadi di daerah
tersebut dialami oleh kenalan-kenalan saya dan pengalaman tersebut berdampak
buruk ke psikologis anaknya dan lansia yang mereka ajak juga. Apalagi teman
saya mengatakan,"Gue percaya sama elo, An karena loe biasa ke Singapore.
Dan gw yakin loe gak akan milih hotel di daerah Bang X dan keluarganya ngalamin
kejadian yang nggak ngenakin."
Yang akhirnya sempat saya
sahutin,"Gue emang udah belasan kali ke Singapore, tapi selalu stay di
hotel minimalberbintang 4." :D
Setelah jelajah sana sini melalui dunia maya, akhirnya saya memutuskan untuk
memilih Quarters Hostel di kawasan Clark Quay sebagai penginapan kami selama 2
malam. Kami memilih privat room dan melakukan transaksi melalui e-commerce
wisata dan lifestyle.
Source : FB Quarters
Kenapa Saya Memilih Daerah Clarke Quay?
Karena beberapa tahun lalu saya
pernah jalan-jalan di arena ini bersama kakak, kakak ipar, keponakan, adik
kakak ipar, adik ipar kakak ipar dan keponakan kakak ipar (Hahaha, mulai ribet
nih silsilah! :p) . Seingat saya, ketika itu wisata kuliner dan hiburan-nya
asyik sekali di area ini. Pengalaman juga dahulu menyusuri Singapore River
dengan kapal airyang melintasi area
ini. Foto saya di Singapore River Cruise sedang melintas di patung Merlion ada
tuh, tetapi nggak bakal saya tayangkan ke public area karena saya belum
menutupi rambut kepala...hihihi...
Kenapa memilih daerah Clarke Quay
juga karena lokasinya berada di downtown Singapore. Ke Merlion Park dan
Raffless Palace cukup berjalan kaki. Secara teman saya berniat ke Singapore
“sekedar” berfoto-foto...hahaha, jadi saya pilih lokasi yang sangat strategis.
Tulisan ini saya tulis sebelum
Ibu saya meninggal dunia pada tanggal 29 January 2018. Cerita ketika saya
merancang perjalanan ke Singapore dan Johor Bahru Malaysia. Dari pengalaman ini
saya “kapok” membeli tiket promo atau penginapan berdiskon yang tidak bisa
refund/reschedule. Kenapa? Mungkin di akhir tulisan ini dapat diketahui mengapa
saya kapok membeli beraneka dengan “harga khusus”...
Tiket pesawat Cengkareng –
Singapore – Cengkareng dan penginapan selama 4 malam sudah terkonfirmasi dan
terbayar!
Berawal saat saya dan Erny, teman
semasa kuliah di UI yang semula berniat ketemuan di Gramedia untuk membayar
starter kit Oriflame ternyata malah tercetus untuk jalan bareng keluar negeri.
Latar belakangnya simple banget, yakni pasport kami di tahun 2017 tidak
terstempel dari imigrasi negara mana-pun juga. Yo wis-lah, pilih negara yang
dekat aja untuk kasih stempel ke pasport...hahaha...Awalnya Erny minta kita ke
Turky aja, tetapi uhuk anggaran saya belum sampai ke Turky aaah...Masih ada
keperluan lain. Lagipula kalau niat ke Turky atau negeri Eropa lainnya harus
direncanakan jauh bulan sebelumnya. Sedangkan Erny minta kami pergi bulan ini
juga, malah kalau bisa minggu depan – mumpung dia lagi bisa mengajukan cuti dan
kedua anaknya lagi nggak perlu ekstra perhatian. Kalau bulan depan salah satu
anak-nya harus sudah mempersiapkan ujian akhir, jadi dia harus mendampingi.
Selain itu sang suami sudah mengatakan bahwa ada anggaran untuk jalan-jalan
keluar negeri, tapi suaminya pasti lagi sibuk kerja jadi nggak bisa nemenin
plesiran keluar negeri. Eeeh, sekitar 3 jam dari ketemuan di Gramedia Matraman
itu, Erny kirim text dan foto pasport beserta bukti transfer uang ke rekening
saya untuk membeli tiket dan penginapan.
Mendadak jadi “travel consultant”
deh nih. Erny tidak menjelaskan detail mengenai travel style yang ia inginkan,
ketika saya tanyakan ia hanya menjawab,”Terserah elo deh, Na. Gw percaya sama
loe aja, khan elo yang pengalaman jalan-jalan disana...” Yeeey, emang sih daku
udah pengalaman banget ke Singapore, tetapi khan selama berkunjung ke Singapore
saya menggunakan fasilitas travel yang...penerbangan full serviced (Singapore
Airlines atau Garuda), hotel berbintang 4 – 5 (Pernah sekali bintang 3), makan
di restaurant full AC dan transport selain MRT, saya nggak segan membayar taksi
jika nggak mood naik MRT. Baiklah, daku akan membuat travel planning dengan
standard yang sedang-sedang saja...hahaha, pokoknya yang masih terjangkau tapi
nggak cari “susah”!
Source : Jetsrar
Penerbangan Jakarta – Singapore
Sebelumnya jika ke Singapore saya
selalu menggunakan penerbangan full service (Hanya yang di tahun 2012 saya
menggunakan JetStar yang bersyukurnya ontime dan cabin-nya banyak seat kosong.
Masih dapat roti dan air mineral juga. Tahun 1995 pernah juga naik airlines Sempati
yang sekarang sudah tidak beroperasi) . Kali ini saya mencoba LCC deh – apalagi
saya belum pernah menggunakan penerbangan Air Asia. Penasaran, pengen coba...
Bersyukur jam yang cocok penerbangannya memang Air Asia yang estimasi time
arrival-nya jam 14. Berarti khan pas siang, dan nggak kesorean. Begitu sampai
di Singapore kondisi masih terang dan saya juga bisa mencoba naik MRT dari
Changi ke penginapan/tengah kota. Selama ini saya selalu naik taksi atau
airport transfer dari pihak hotel jika ke tengah kota/hotel.
Pulangnya saya pilih penerbangan
Singapore – Jakarta dengan airlines JetStar yang departure time-nya pukul 11.
Nggak terlalu pagi dan nggak terlalu siang.
Untuk kedua penerbangan saya
tidak melakukan pembelian bagasi dan tidak juga membeli polis asuransi. Hanya 4
malam, jadi saya pikir bawaan kami tidak terlalu banyak-lah, masih bisa
ditampung cabin. Lagipula selama ini saya nggak pernah tuh beli bagasi, karena
penerbangan saya selama ini memperbolehkan menitip bagasi seberat 20 – 30 kg!
Pernah lebih dari segitu, masih nggak dikenakan pembayaran
tuh...hihihi...jangan ditiru perbuatan bodoh yang saya lakukan seperti cerita
saya disini : Luggage Terbatas?!...Nggak Deh!
Total yang harus kami berdua bayarkan untuk pembelian tiket pesawat
Jakarta – Singapore PP adalah Rp 2.282.396 ,-
Saya akan ke Singapore kembali
ke sekian kalinyadi bulan January –
February 2018 . Kali ini berangkatnya bareng rekan kuliah di UI Depok dahulu,
dan kami pernah sama-sama 1 kost-an di daerah Kukusan Beji Depok. Ia belum
pernah ke Singapore, makanya saya kebagian tugas sebagai travel
advisor...hahaha...padahal terakhir ke Singapore bulan Oktober 2012. Sudah lama
bangeeet...Itupun bukan saya yang mengatur perjalannya karena ngikut aja sama
keluarga kakak.
Sebelum pergi ke Singapore, saya
suka nulis-nulis seperti goresan ini – yang tahun 2010 sih asyik-asyik aja
karena semuanya diatur oleh Panorama Tours.
Kunjungan ke Singapore nanti,
kami tidak berniat masuk ke Universal Studio Singapore karena teman saya ini
nggak suka permainan yang memacu adrenalin. Berbeda dengan
saya...hehehe...Untungnya tahun 2010 saya sudah masuk ke Universal Studio.
Ceritanya saya rangkum di bawah ini. Ketika saya dan Galuh berkunjung ke
Universal Studio.
Beyond Imagination : Kegembiraan di Universal Studio Singapore
Pecinta theme park dan filmtentunya
pernah mendengar nama ini. Universal Studio Singapore (Biasa disingkat
USS) merupakan theme park
film pertama di Asia Tenggara. USSmenjadi salah satu andalan Singapore untuk menarik wisatawan Asia
Tenggara, terbanyak dari Indonesia!
Kunjungan pertama saya ke USS
saat awalberoperasi di tahun 2010. Pada
tulisan ini saya bercerita tentang kunjungan pertama ke USS yang hingga saat
ini masih menjadi satu-satunya Universal Studio di Asia Tenggara.
Saya bermimpi ke theme park movies sejak Maret 2010. Ternyata
impian itu mewujud dalam waktu singkat padahal dana untuk liburan saat itu hanya
cukup untuk liburan ke DUFAN. Beryukur saya memenangkan ‘Essay Writing Contest ‘Share Your Unique Experience in Mal Kelapa
Gading’ yang hadiahnya adalah Tour
Package to Universal Studio Singapore for 2 persons.
Awal tahun 2018 saya sudah
membuat resolusi, masih ada resolusi khusus lagi nih – tepatnya harapan yang
harus diputuskan untuk terlaksana kembali di tahun 2018. Lah resolusi lagi
dong?! Apapun namanya terserah deh, tetapi yang pasti saya harus ikhtiar untuk
mewujudkannya.
Harapan ini adalah harapan saya
di dunia traveling, yakni tekad saya untuk berkeliling dunia kembali seperti
masa lalu. Loh katanya harus move on dari masa lalu kalau kita ingin terus
bahagia? Iyes, ini khan rencana masa depan, dan masa sekarang serta masa depan
saya harus lebih baik dari masa lalu. Alhamdulillah masa lalu saya oke banget,
hanya merasakan babak belur oleh perbuatan seseorang yang kini sedang menerima
segala perbuatannya. Karena dia saya stop keliling dunia setelah ¾ dunia saya
telusuri. Eeeeh stop ngebahas hal ini, toch saya sudah memaafkannya dan
menerima hasil dari Allah Swt yakni segala rezeki baik dan keberuntungannya
dialihkan kepada saya. Lebih baik begitu khan daripada dia harus bayar di
akhirat? Ihiiiy.... :D
Tahun 2016 saya sudah
memperpanjang pasport. Untuk kesekian kalinya memiliki pasport, namun 2017 saya tidak dapat
kesempatan plesiran ke luar negeri. Bukan masalah dana karena saat itu dana
tersedia, tetapi ....ya gitu deh, rezeki khan bukan soal dana saja bukan?
Masalah waktu yang belum mengizinkan saya plesiran keluar negeri.
Alhamdulillah, tahun 2015 – 2017 saya keliling beberapa daerah di Indonesia.
Seperti tekad saya bahwa saya berkeliling dunia harus benar-benar menyusuri
semuanya. Sejak tahun 2016 saya juga bertekad untuk “Tour of The Mosque” ,
melaksanakan shalat di setiap masjid di dunia. So kalau ada pertanyaan berapa
propinsi yang pernah kamu datangi? Maka akan kita jawab pasti : 34 propinsi di
Indonesia telah saya datangi. Nggak terlalu istimewa, namun saya akan bertanya,”Berapa
masjid di dunia ini telah kamu kunjungi dan kamu shalat di dalamnya?” hhhhmmm
bukan berarti berlomba-lomba jumlah masjid (tempat ibadah) yach,,,karena apalah
arti shalat hanya untuk “memecah record” duniawi. Tetapi Sang Guru – Bapak Ary
Ginanjar Agustian mengatakan pada saat saya mengikuti trainingnya di Menara 165
bahwa,”Perjalanan terjauh adalah perjalanan ke dalam hati kita...” Nah, di
dalam masjid itu saya bisa melakukan perjalanan ke dalam hati. Dah ah, ntar
terlalu dalam ngomongnya....
Kini saya ingin merekap aneka
tugas dari keponakan-keponakan saat mereka berkunjung ke berbagai negeri. Keluarga
besar saya di tahun 2015 – 2017 pada plesiran keliling dunia. Bahkan mereka
sering bertemu tanpa sengaja di airport dengan tujuan berbeda...hahaha....
Nah, ini sebagian “tugas” mereka
untuk saya. Saya pikir ini oleh-oleh terbaik dari kerabat atau teman yang
bepergian ke suatu tempat. Daripada meminta oleh-oleh yang memberatkan mereka
dan menimbulkan mental miskin pada yang meminta oleh-oleh, lebih baik kalian minta didoa-kan agar dapat
berkunjung (kembali) ke tempat-tempat tersebut.
Tokyo Motor Show 2017
Sebelum move on total dari 2017
,maka saya kumpulkan dulu yang tercecer dari tahun kmrn. Maklumlaaah, pasport
yang udh diperpanjang di thn 2016 terpaksa menganggur tanpa stempel imigrasi
negara manapun di thn 2017. Keluarga besar malah ngider2 keliling dunia nyata,
saya sibuk ngider2 dunia maya....bahkan kmrn mau ke Dunia Fantasi(Dufan) aja
urung dilaksanakan. Dufan aja blm sempet, gmn Tokyo Disneyland yg t shirtnya
pernah kami pakai? Saat itu saya masih SMP en Ibu saya yg ngider2 ke Tokyo
Disneyland bareng rombongan tour. Kami ditinggal oleh Ibu yg
piknik...huuaaa...gpp sih krn kita dpt oleh2 segambreng. Dulu mah belum kena
pajak
Thn 2017 keponakan saya ini, yg
pertama kali naik pesawat terbang ke Semarang dibayarin Ibu saya (Maksudnya utk
ngangkat2 tas kali ya? hehehe ), bulan Oktober 2017 berangkat ke Japan. Tugas negara
siiih, tp sbg Youtuber automotifproduktif, nih anak menyempatkan mampir ke Tokyo Motor Show 2017. Daripada
nitip oleh2 yang pajaknya aja bikin ehm ,lebih baik Eike tugasin lagi bikin
inih...hahaha...tetapi dia nggak mau muka en namanya terekspose. Maklum dah,
youtube-nya yg perbulannya sudah menghasilkan belasan juta perbulan aja gak
menampilkan wajah en body dia. Waktu daku mau bikin video di bianglala Aeon
Cakung, dia sempet bilang,"Waduh,ntar tampang kita ada di youtube-nya Ance
deh...pdhl tampang saya aja gak ada di youtube saya loh!"
Oke deh di foto ini cuma ada
jempolnya di Tokyo ...Eh dari sini dia bisa beli mobil baru CASH loh...ngumpulin dr
setahun nge-yutub yach,Bro? En daku sudah nyoba mobilnya disetirin ke Cakung en
ditraktir naik kincir.
31 Desember 2017, keponakan
bungsu saya berangkat ke Jepang juga, tetapi gak saya tugasin bikin ini...Ntar
aja tugasnya deh, ngajak saya ngider2 naek pesawat terbang disetirin dia ✈
Aamiin...* eh udah boleh khan yak tahun 2018 bawa penumpang?
Walaupun tidak rutin, tetapi saya
suka melakukan aktifitas yoga. Kegiatan yoga pertama yang saya lakukan nggak
tanggung-tanggung loh, yakni di Namaste Festival bersama yogi dari berbagai
negara. Plis deh, padahal waktu itu senam pagi saja sudah jarang saya lakukan,
eh ini kok malah yoga dengan pakarnya yang kaliber international. Namun seperti
juga yang dituturkan Ibu Ayu, instruktur yoga di Best Western Premier The Hive,
bahwa yoga bukanlah kompetisi. Bukan diperlombakan jago-jagoan gaya. Fokus pada
pikiran kita sendiri.
Yoga Class Best Western Premier The Hive
Akan saya ceritakan bahwa pada
hari Rabu 26 April 2017 pukul 16.00 saya mendapat keberuntungan dengan diundang
oleh Marketing Communications Best Western Premier The Hive Jakarta Timur untuk
mengikuti acara Yoga Class kolaborasi BWP The Hive dengan Tabloid Wanita
Indonesia.
Hawa kota Jakarta terasa sejuk sore itu (20
Maret 2017) . Kesejukan yang membekas dari sisa hujan deras siangnya. Dengan
semangat 45 saya berangkat menuju kawasan Senayan. Lovely traffic, perjalanan Rawamangun - Senayan hanya sekitar 35
menit dengan menggunakan moda transportasi TransJakarta. Sesuai dengan campaign
yang di sebar luaskan dengan berbagai media. (Yuk wisata ke Jakarta ! #KampanyeWisataJakartaTerselubung
! 😆😄😃 )
Saya dan Ignas melangkahkan kaki bersama,
masuk ke area acara #NGOPIBARENGTIKET yang berlangsung di 100 Eatary & Bar
Hotel Atlet Century Park Senayan. Wah, entahlah sejak kapan nama restaurant ini
berubah. Kunjungan saya ke lokasi ini bukan pertama kalinya. Bahkan saya sempat
memenangkan food review di restaurant ini, juga saat menginap di hotel kami
menikmati breakfast di restaurant ini. Namun dengan nama yang berbeda.
Sebelum acara dimulai, pukul 18 peserta
dipersilakan menikmati hidangan makan malam dengan menu buffet. Kebetulan siang
ini saya berpuasa, jadi waktunya bertepatan dengan waktu berbuka puasa.
Liiiburaaaaan ke luar negeri ??? Duit dari
mana, dari Hong Kong?!!!
Sering banget gak sih kalian dengar sebuah
pertanyaan dan dijawabnya dengan balik bertanya," ....dari Hong
Kong?!"
Biasanya ini jawaban untuk sebuah hal yang
kesannya jauh atau tidak mungkin terjadi. Padahal negara Hong Kong bukan negara
di "awang2" bagi kita yang bertempat tinggal di Indonesia. Indonesia
itu pasar yang sangat pentingbagi
sektor wisata Hong Kong. Wisatawan dari negeri kita ke sana terus menerus
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, di dominasi oleh keluarga dan
generasi muda trendhunter.
Saat saya menghadiri Wego Hangout : Discover Hong Kong
Like a Local (D'Lab Menteng - Jakarta Pusat , 09/03/2016) Hong
Kong Tourism Board baru saja meluncurkan kampanye di Indonesia dengan
thema : "Best of All, It's in Hong Kong"
Hong Kong
TourismBoard menghadirkan 4 video dalam
kampanye yang bertujuan untuk mengangkat keberagaman budaya dan pengalaman
berkualitas yang ditawarkan Hong Kong kepada wisatawan seluruh dunia.
New Zealand tersohor karena
wisata alamnya yang indah? Yess banget! Apalagi sejak shooting film-film
kesohor mengambil lokasi di beberapa bagian daerah di New Zealand, negeri Kiwi
ini sampai menciptakan kawasan wisata khusus layaknya kampung di film tersebut.
Wisata olah raga yang memerlukan adrenalin ekstra juga banyak disediakan oleh
negeri ini.
Bersyukurnya saya sudah
berkeliling North Island, baik melalui darat maupun udara ketika tinggal
disana. Berkeliling di udara dengan pesawat terbang Cessna seharian-nya tanpa
membayar loh, karena ketika itu saya diajak oleh rekan Indonesia yang sedang
sekolah penerbangan di Flightline Flying School Papakura Auckland. Serunya
lagi, saya diperkenankan memegang kemudi diatas pantai PIHA yang ombaknya seksi
itu. Horse Riding juga pernah saya lakukan bersama rekan-rekan dan guru dari
Kiwi English Academy. Asyiknya maksimal berkuda di New Zealand, saat
menyaksikan The Last Samurai dan beberapa film yang berlokasi di NZ asli deh
saya merasa kembali ke masa lalu nan indah itu. Berkuda di bukit-bukit hijau
dengan domba-domba laksana aksesorisnya. Beraneka aktifitas fisik seringkali
saya lakukan bersama rekan-rekan, termasuk trekking
di Waitakere, sailing ke Devonport,dll.
Sekarang sudah banyak wisatawan
Indonesia yang berkunjung ke New Zealand, dari yang luxury style hingga backpackers
komplit ramainya! Banyak juga yang menyusuri New Zealand dengan caravan. Tetapi
sayangnya saya jarang mendengar atau membaca wisatawan Indonesia yang
berkunjung ke tempat bersejarah di negara Hobbit ini.Padahal banyak tempat yang layak dikunjungi ,
khususnya bagi pecinta budaya, sejarah atau wisata yang tidak menguras daya
tahan fisik.
Berikut saya tuliskan 3 tempat
tersebut yach, yakni :
Howick Historical Village , Highwic
House and Garden dan Ewelme Cottage Parnell.
Mohon maaf
sebelumnya, karena saya berkunjung kedua (plus 1) tempat ini sudah lebih dari
10 tahun lalu,maka tugas kalian untuk menuliskan kembali pengalaman berkunjung
ke ketiga tempat ini dan lainnya. Demikian pula untuk fotonya, saya menggunakan beberapa foto dari berbagai sumber karena ketika ke sana saya belum berkerudung (Agak gimana gitu kalau majang foto tanpa itu sekarang...hehehe). Doa-kan juga agar saya kembali ke sana dalam
waktu dekat :)
Howick Historical Village – A
Living History Museum of The Fencible Period
Keluarga saya itu kalau berwisata sudah seperti orang yang
bedol desa. Bukan sekedar keluarga inti, tetapi lintas silsilah. Bahkan
sekarang bisa mencapai 4 generasi – dari balita hingga lansia. Ini sudah
merupakan tradisi dari masa Ayah di dunia bersama kami.
Jika bepergian kami selalu menggunakan mobil yang besar,
tidak hanya 1 mobil. Seringnya memakai 3 – 4 mobil yang kapasitas banyak.
Masing-masing membawa bawaan yang cukup banyak, bahkan saya pernah loh membawa
setrikaan ke Bali yang langsung ditertawakan kakak. Maklum dong ya, biarpun
liburan pakaian nggak boleh terlihat kucel. Masih bagus loh saya tidak membawa
televisi atau kulkas dari rumah...hahaha... 2 perabotan ini lumayan saya
perlukan. Seringkali saya perlu menyaksikan acara televisi, terutama acara live
macam kompetisi atau kontest seperti Indonesian Idol, Miss Indonesia, dll. Bisa
saja sih saya ‘menyaksikan’ acara tersebut di timeline Twitter...tapi nggak ada seru-serunya deh! Nggak bisa
menyaksikan mereka secara emosional pula. Jadilah saya mendekap di kamar hotel
untuk menyaksikan acara televisi. Seringkali orang tua kami mengomel karena
saya malah asyik-asyikan di kamar hotel. “Memang yach bayar hotel sudah
mahal-mahal dimanfaatkan untuk leyeh-leyeh sambil nonton tivi? Ngapain kamu
ikut wisata kalau hanya begitu?”
Semua orang pasti suka traveling.
Eeeeh, ternyata belum tentu loh! Kerabat saya ada yang sama sekali nggak suka
traveling. Tetapi jangan salah sangka ia belum pernah kemana-mana, karena
tempatnya bekerja justru sudah menugaskannya dari Sabang sampai Meurauke.
Bahkan ia sudah beberapa kali ke tanah papua. Ternyata ia sering ditugasi juga
untuk membeli tiket pesawat dan voucher hotel untuk rekan-rekannya apabila
sedang bertugas ke luar kota. Kerabat saya ini freak terhadap IT, baik itu gadget yang dibawa kemanapun ia pergi
atau PC di kantornya. Dari sini saya berpikir bahwa orang yang tidak suka
traveling ternyata masih dapat menjadi sasaran pasar bagi pelaku bisnis travel
agent, apalagi yang online.
Segera Maha Pengabul doa
memberikan jalan kepada saya untuk mewujudkan impian dan “ramalan” tersebut
dengan diumumkannya acara : The Global 50th Anniversary Cruise Oriflame Sweden
dengan kapal pesiar berkelas bintang 6. Mewah??? Pasti! Bahkan dengan cara ini
kalian – selama memiliki impian yang besar juga dapat turut serta dalam pesiar
ini. Siap??? Mari kita sukses besar bersama.
The Global 50th Anniversary Cruise Oriflame Sweden : Turky - Italia - Yunani
Masih berkaitan dengan Hari
Blogger Nasional, pada tanggal 31 October - 1 November 2015 Sharp Indonesia dan
IdBlogNetwork mengundang 20 Blogger Terpilih untuk mengikuti SHARP Blogger Camp
yang di selenggarakan di Panjang Jiwo Resort Jawa Barat. Iiihiiy, akhirnya
kesampaian juga niat saya bermalam di resort ini! Sebelumnya saya memang pernah
survey ke lokasi ini bersama keluarga besar, dan pada tanggal 25 December 2011
saya, ibu dan kakak ke-3 bersama suami, anak bungsunya berikut sopirmakan siang di restaurant Panjang Jiwo.
Kami berkumpul di Citos, dan naik
bis Hiba Utama dari mall di Cilandak itu. Perjalanan lancar, kami tiba di
lokasi dan langsung mendapat villa tepat di depan pintu masuk. Sekar Jagad,
nama villa tersebut. Berlantai 2 dengan interior ala Eropa country dan vintage
berbahan kayu, lengkap dengan fireplace. Saya mendapat kamar di lantai atas
dengan AC yang masih berfungsi dengan baik. Sentul kini tidak sesejuk saat saya
tinggal di sini. Untungnya sih udara masih lumayan bersih dibandingkan di Jakarta
yang polusi-nya ampuuun. Di depan Sekar Jagad terpampang banner diantaranya
bertuliskan “Air Purifier Plasmacluster
Mosquito catcher dan Mite Catcher”...sumpe dah, perlu saya...penting nih
barang buat saya!
Setelah berbagi kamar, kamera dan
gadget kami langsung mulai bekerja aktif. Memotret semua yang ada, dan mulai
update ke medsos. Sebagian dari kami menikmati hidangan yang tersedia di
lantai bawah, sedangkan saya...leyeh-leyeh menikmati suasana di kamar yang
pastinya berbeda dengan kamar di Jakarta. Oh ya, waktu membaca itinerary yang
dikirimkan oleh IdBlogNetwork, saya langsung menanyakan kondisi-nya loh.
Soalnya khan tertulis nama eventnya “Sharp Blogger Camp”...waduh baru “hari
kedua” periode bulanan nih, nggak asyik banget kalau harus stay di tenda dalam
kondisi seperti ini. Alhamdulillah, terjawab segera sehingga fix saya ikutan.
Secara gitu baru 4 hari yang lalu juga saya kemping di tenda bersama blogger
lainnya...hehehe.
My Meal - Dinner & BF
Ba’da Maghrib kami menuju ke
restaurant dan makan malam ala prasmanan. Makanan khas Indonesia euy! Hanya
soup yang tidak saya makan walaupun terlihat menggiurkan, namun melihat ada
sosis yang terdapat di soup tersebut saya langsung mengurungkan untuk
mengambilnya! Dari meja makan kami menuju ke pendopo yang telah tersusun untuk sharing
bersama pihak SHARP Indonesia. Mbak Tia dan Mbak Putri membuka acara dengan
dialog segar-nya, kemudian mengundang pihak Sharp Plasmacluster untuk
mempresentasikan 2 produk yang baru dilaunching per-20 Oktober 2015, yakni Sharp Air Purifier dengan fitur Mosquito
Cather dan Mite Catcher.
Untuk kedua produk ini akan saya tuliskan lebih
detail lagi review produknya, karena saya naksir berat dengan kedua produk
tersebut. Sesuai dengan kebutuhan saat ini dan beberapa bulan mendatang untuk
My Lovely yang memiliki Ashma, alergi debu dan tidak cocok dengan udara Jakarta
yang terpolusi berat... Selain sharing dari SHARP, Mas Kukuh dari IBN juga
memberikan sharing di malam itu.
Hari telah melarut, sedangkan
dalam 2 bulan terakhir ini saya membiasakan diri tidur sebelum pukul 10 malam
(Meskipun jauh tapi My Lovely bakal mencak-mencak kalau mengerti saya tidur
lebih dari pukul 11 malam), sehingga dalam kondisi mengantuk-pun saya masih
harus mengikuti acara BBQ...hahaha...seru melihat keriuhan para Blogger
berdandan ala hantu. Saya-pun turut serta mencemang-cemongkan wajah dan meminta
tolong Dita untuk membuat lingkaran hitam di kedua mata saya. Menurutnya sih
pensil hitam tersebut untuk make up dekoratif, bersyukur deh saya membawa water micellaire produksi Perancis yang
sangat memudahkan untuk menghapus make down tersebut. Langsung deh beli water micellaire tersebut, secara
mendapatkannya dari goodiebag event
beauty blogger :D
Sebagian foto dari Mrs.Evi Indrawanto (@eviindrawanto). Thanks,Mbak :)
Keesokan paginya setelah mandi
pagi dan sarapan, beberapa blogger memberikan testimonialnya dan di
dokumentasikan. Kamar yang saya tempati nggak dapat jatah mencoba produk
tersebut jeee, padahal saya pribadi mupeng berat sama produknya. Apalagi kamar
salah satu keponakan saya sudah menggunakan AC Sharp berteknologi
Plasmacluster, dan keluarga kami memiliki air
purifier dari produk “pasaran”. Karena kamar selama event nggak dapat jatah , sehingga saya nggak bisa trial semalaman dan merasakan perpaduan
keunggulan produk yang keluarga kami sudah gunakan. Yakin sih produk tersebut
memang bermanfaat bagi saya dan khususnya jika My Lovely datang ke Indonesia
awal tahun 2016, kebetulan juga di tahun 2015 saya berniat mengganti AC kamar.
Yaaa, trial-nya nanti di toko aja deh yaaaa....bobo di toko gituh??? :p
Hihihi...makanya pas My Lovely nanya melalui BBM tentang produk tersebut pada pagi hari
masih di Panjang Jiwo Resort saya hanya dapat mengatakan “Pokoknya bermanfaat
bagi kesehatan dan kenyamanan. Bukan sekedar barang konsumtif!”
Mosquito Catcher FP-FM40 (Pic : Sharp Indonesia)
Tetapi saya akan mencoba kasih
ulasan produknya terlebih dahulu dari yang sudah di-sharing pada malam hari-nya
serta berdasarkan brosur yang diberikan kepada kami. Jadi air purifier model
FP-FM40 yang memiliki fitur penangkap nyamuk ini merupakan inovasi baru dari
teknologi penjernihan udara berbasis plasmacluster yang hanya di miliki SHARP
untuk menghadirkan udara sehat, segar dan murni seperti layaknya alam bebas.
Ahay, barangkali ini alasan kami menginap di sini, merefleksikan kondisi udara
sehat, segar dan alam bebas! Penjernihan udara yang dilakukan SHARP dihasilkan
dari interaksi ion positif dan negatif di udara dengan jumlah yang banyak dan
seimbang. Plasmacluster bekerja dengan cara menghasilkan Ion Hydrogen (+) dan Oxygen
(-) di udara, keduanya akan secara aktif bereaksi saat menempel di permukaan
virus, bakteri, dan jamur. Reaksi kedia ion ini akan mengubah mikroba-mikroba
tersebut menjadi hidroksil (OH-) yang akan dengan cepat menarik hidrogen (H+)
sehingga kembali menjadi uap air (H20) di udara (non-aktif). Untuk
mengembangkan produk ini SHARP sampai melakukan riset dengan mempelajari
perilaku nyamuk loh, riset-nya bekerja sama dengan Institute for Medical
Research Malaysia yang juga merupakan Pusat Kolaborasi WHO untuk binatang
parasit (WHO Collaborating Centre for Vector). Sedangkan untuk membuktikan
efektivitas produk penjernih udara model FP-FM40,SHARP dan Institut for Medical
Research Malaysia melakukan 15 tes di sebuah rumah uji coba. Sekitar 200 nyamuk
betina dilepaskan ke dalam ruangan yang sudah dilengkapi oleh 1 unit FP-FM40.
Supaya akurat sebuah kotak kertas buatan seukuran sama dengan air purifier
diletakkan berseberangan dengan unit FP-FM40. Setelah dinyalakan, nyamuk
terperangkap di dalam produk penjernih udara FP-FM40 dikumpulkan dan dihitung.
Hasilnya produk ini terbukti mampu mengurangi 91 % nyamuk culex, 73 % nyamuk
Aedes dan 72 % lalat.
Pada SHARP Blogger Camp itu kami menyaksikan video riset tersebut, seperti yang ditampilkan dibawah ini
Nah, dari situ menguatkan saya
untuk mencoba dan membeli produk ini karena membasmi nyamuk dengan cara ramah
lingkungan, tidak menggunakan material berbahaya (no-toxic), tidak menimbulkan
bau atau asap yang menyesakkan – bahkan membersihkan udara di ruangan. Sangat
bermanfaat bagi bayi saya yang sedang diprogram lahir tahun 2016 - 2017, My Lovely
yang memiliki asma dan alergi debu serta serangga (Sampai harus “ngungsi” ke
New Zealand...hahaha) sampai Ibu saya yang KTP-nya sudah seumur hidup alias
lansia. So produk “lintas generasi” apalagi multifungsi merupakan produk yang
teramat sangat saya sukai.
Ingin lebih tahu tentang produk ini??? Ikuti ulasannya di blog saya :))))
Ini sedikit cerita mengenai Air Purifier Plasmacluster Mosquito Catcher,
masih ada lagi Plasmacluster pembasmi tungau (Mite Catcher) EC-HX100. Saya jelaskan di lain waktu
yaa...hehehe...kalau beneran udah trial dari toko :D
Sebelum kembali ke Jakarta kami
berkumpul di lantai bawah Sekar Jagad. Sharing bagi yang semalam merasakan 2
produk SHARP, serta pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang Twitlive,
Instagram dan dress Halloween. Pemenang dress Halloween sih sudah dapat di duga
dari semalam...hahaha, emang seru sih. Setelah itu kami diberikan goodiebag
oleh pihak SHARP...horeee dapat bantal kecil!!! Saya memang sedang koleksi
bantal, dan kami berfoto bersama. Saat matahari meninggi kami-pun kembali ke
Jakarta, tepatnya di Citos.
Saya mendapatkan info mengenai launching #Jalan2Men dari seseorang di lisf friends FB saya. Sebenarnya saya belum pernah menyaksikan web series produksi MBDC ini. #Jalan2Men, sesuai dengan judul/tagline-nya maka dapat diperkirakan ini serial tentang jalan-jalan/piknik yang menurut sedang trend di kalangan muda Indonesia (Eeeiiit, saya suka travelling sejak masih bayi loh! Alhamdulillah punya ortu yang travelmania sehingga urusan travelling lancar jaya dan menjadi bagian hidup. Lagipula kalangan muda yang sedang gandrung travelling usia berapa sih? Saya mah sampai kapanpun juga Insya Allah travelling teruuuusss....lah hidup ini khan memang perjalanan :))
Kembali berbicara tentang #Jalan2Men tidak bisa lepas dari malesbanget.com , situs yang memiliki serial ini melalui kanal youtube. Maaf, saya diundangnya sebagai penonton, jadi nggak dapat pers release dan konferensi pers-nya...hehehe. Berhubung saat saya tahu ini tentang travelling maka saya sangat berminat sekali hadir. Menambah kekayaan blog saya , Cinta Wisata Kita.
Alhamdulillah, saya ditelpon oleh MBDC, mendapatkan undangan launching #Jalan2Men2015. Saat mendaftar saya boleh mengajak seorang teman. Saya tawarkan ke teman dan 2 keponakan saya, Owien dan Amel. Ternyata yang waktunya cocok adalah Amel, selain itu Amel juga yang pernah menyaksikan dan antusias datang. Bahkan dia nge-fans dengan pemain webseries tersebut, Jebraw dan Naya yang menurutnya sepasang kekasih.
Ceria mendapat 2 undangan/tiket, lolos dari 2000-an pendaftar :D
Informasi nih, ternyata yang submit untuk mengikuti acara launching ini ada 2000-an. Sedangkan yang diundang sesuai kapasitas 1 theater, sekitar 200 orang barangkali. Berarti saya terseleksi dari 2000-an orang dan yang terpilih hanya 10 % dari pendaftar. Waaaw berasa lolos menjadi Miss Indonesia deh sayah :p :p
Ampuuun, kena macet di Mampang dan Gatsu! Dari Pasar Minggu jam 14.30,eh sampai di fX jam 18.00. Amel dengan sabar nyetir menembus kemacetan demi #Jalan2Men2015
#Jalan2Men2015 yang dilaunching malam itu berlokasi di Bali, Lombok dan Sumbawa. Dapat disaksikan Rabu, 2 September 2015 di youtube-nya.
Bersama Mr.Christian Sugiono dan Jebraw
#Jalan2Men2015 memberikan pesan "bukan perjalanan biasa" dikarenakan perjalanan kali ini Jebraw dan Naya memperhatikan anak-anak di daerah setempat. Jebraw mengajar anak-anak di sebuah SD negeri yang...waduuuh, halooo pemerintah RI! Juga bersama dengan seorang asing asal Barcelona mengajak anak-anak bermain bola, memperhatikan kaum jompo dan orang sakit.
Keluar dari theater, Amel diminta pendapatnya oleh seorang cewek
Setelah hadir di launching #Jalan2Men2015 saya akan menyaksikan web series ini. Cukup bayar kuota, maka kita bisa riset untuk perjalanan keliling Indonesia.....
Berhubung di cinema cuma makan popcorn en coke, jadi bubarannya kami makan di Eat & Eat - Emie Udang Medan
Hallo London, Harry Potter, Arsenal, Queen, Beatles...and then U2, Irlandia
Hidup ini penuh keberkahan dari Maha Cinta. Apa yang saya inginkan ternyata DIA mengizinkan untuk saya dapatkan. Sebelum usia 30 tahun semua yang saya inginkan DIA berikan. Astagfirullah...bukan bermaksud riya ya, Sobat :)
Justru sekarang saya sedang kembali menata impian, mengulang apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Yang berbeda adalah kali ini segala hal yang saya impikan semata untuk lebih dekat-dekat-dekat dengan Sang Maha Cinta. Diantara impian yang ingin saya raih adalah mengulang petualangan saya di Benua Biru, Eropa. Sengaja saya menuliskan di blog ini untuk memacu supaya saya segera meraihnya kembali di tahun 2015 - 2017.
Hi Pippi Longstocking, See you in Stockholm :)
Happy Anna...
Dag, Ik ben Anna! Saya pernah belajar di Leiden en Delft. Alhamdulillah deh. Ik houd van jou, Rembrant
I'm 16, going 17....The Sound of Music! Yeaaay, my favorite movie when I was kindergarten!
Bertempat di sebuah tempat makan daerah Kebayoran, Torino Osteria Italiana, European Union in Indonesia mengadakan Blogger Gathering. Saya sebagai pecinta benua biru ini tentunya tidak mau melewati acara tersebut. Saya lebih memilih hadir di event ini daripada mengerjakan tugas wawancara dari tempat saya bekerja - uang mah mudah didapatkan setiap ari namun event tertentu tidak selalu ada :)
Bloggers : Hayo, bisa nebak mana saya dan Owien?
Saya hadir bersama Owien pukul 14.15. Acara dibuka oleh MC tepat pukul 15. On Time! *Secara gitu salah satu pembicaranya adala Mr.Colin Crooks, Wakil Duta Besar Eropa untuk Indonesia, Brunei Darusalam dan ASEAN (Mohon koreksi apabila ada yang harus dibenarkan :))
Sekejap, sekitar 5 menit video diputar : "Europe/Whenever You Are Ready."
Sebagai Pembicara pertama adalah Mr.Colin Crooks yang memberikan informasi mengenai acara "Destination Europe Travel & Culture Fair". Pada acara tanggal 18-19 October 2014 akan hadir 24 negara anggota Uni Eropa yang menyugukan 50 acara pameran dan pertunjukan seni budaya, info beasiswa, kuliner, travel agent, dan hiburan lainnya. Akan ada juga pengundian 8 tiket penerbangan ke Eropa!*cihhuuuuy*
Platinum Sponsor acara ini adalah : Lufthansa, AirFrance, KLM. Gold Sponsors : Mandiri, Turkish Airlines. Silver Sponsors : Lafayete, Telkomsel, Lego, Diageo, Bag's City.
Kebayang seru deh acara-nya. Diselenggarakan di : Balai Kartini Jakarta.
Pembicara berikutnya adalah : Marischka Prudence, Travel Blogger/Writer serta Bunga Manggiasih (Namanya susah banget dibacanya untuk orang Belanda ya?Gimana waktu kuliah di Belanda nih?hihhihi), Penerima Beasiswa Erasmus Mundus Master Programme in Public Policy 2011-2013. Kedua cewek berprestasi ini berbagi pengalaman saat mereka traveling dan belajar di Eropa.
Tanya jawab dibuka 3 bagian, dari pertanyaan pengurusan visa Schengen, makanan halal dan menjalankan ibadah di Eropa dan serba serbi berada di Eropa. Menurut Mr.Wadubes EU, segala hal yang ada di Eropa sama halnya seperti di Indonesia, ada yang murah dan ada yang mahal karena beragamnya Eropa. Kalau mau transportasi murah bisa beli 'Passticket" yang bisa digunakan keliling Eropa. Penginapan murah-pun banyak tersedia di perkotaan Eropa.
Acara ditutup dengan menyantap Pasta dan Pizza, masakan Italia - salah satu negara anggota European Union.
Minat ke Eropa, baik untuk belajar ataupun wisata? Silakan hadir di acara : "Destination Europe 2014" . Nanti kita bisa kopdaran... :)))
Oh ya, Mr.Colin Crooks rekomendasikan kampung halamannya, Irlandia Utara dan kota-kota bersejarah di Eropa untuk kita kunjungi.
Mau Bisnis asal Swedia Eropa? Hubungi saya di 0818477757 (SMS ya kalau belum terjawab :))
Akhirnya salah satu leader saya di Batam meraih level 6% di bisnis Oriflame yang kami ikuti. Impiannya memang ingin melanjutkan pendidikan kecantikan international. Semoga saja segera terwujud ya, Jeng :)
Jeng Ely di Batam juga tengah bersiap-siap mengikuti kontes berfoto dengan tas batik yang sudah diperolehnya. Tas batik hadiah promo rekrut bulan September 2014
Di bisnis ini kami dapat melakukannya secara jarak jauh, khususnya kalau kita masih terkoneksi dengan internet/media social. Gadget kita maksimalkan untuk menangkap peluang usaha dan karier yuk! Bisa menambah uang serta merawat diri.
Masih ada kesempatan untuk meraih berbagai kesuksesan, siapapun - dimanapun dan apapun impian kita. Berkomunitas dengan menjadikan Oriflame sebagai alat menuju impian kita. Yuuuk..hubungi saya di Facebook : http://facebook.com/balqis57
Kalau benar-benar pengeeeen banget start di bisnis ini, silakan kirim copy/scan KTP ke : balqis57@gmail.com atau facebook.com/balqis57
Kembali yukmakan
mengadakan acara seru. Bagi yukmakaners yang beruntung mereka diundang dalam
acara tersebut hari Sabtu 7 Juni 2014. Acaranya seru, gratis dan “asyik plus”
karena seringkali yukmakaners dilimpahi berbagai hadiah.
Di “Fun Weekend
with Yukmakan at Trasera Waterpark” saya dan Lia menjadi peserta. Transera
Waterpark berada di Timur Jakarta, terletak di dalam Kota Harapan Indah, kota
mandiri baru di gerbang Bekasi Barat berbatasan dengan Cakung – Cilincing
Jakarta Timur. Kebetulan 7 bulanan yang lalu saya melakukan riset marketing di
perumahan ini selama beberapa hari – mengendarai Suzuki Spin sendiri euy dari
Pulomas. Janjian dengan beberapa teman di Carrefour-nya, so jadi familiarlah
saya dengan perumahan ini karena kami konvoi “blusukan” ke cluster yang ada
disana. Nah, makanya dengan yakin saya berangkat ke event ini naik motor berdua
Lia. Wuuuih, ternyata busway sekarang sudah sampai di kawasan tersebut. Namanya
masih TransJakarta gak ya, mengingat halte-nya sudah masuk ke wilayah
Bekasi...hehe. Saya juga merasa dekat dengan kota mandiri baru ini karena
jaraknya tidak jauh dari Pulo Gadung,kecamatan tempat saya bermukim :)
Jam 14.47 saya tiba
di depan loket masuk Transera Waterpark. Mendaftar ulang di meja panitia,
mendapat name tag – keterangan games dan pita yang menandakan kelompok. Saya
mendapat kelompok Ungu, Lia kelompok Pink. Dipisah??? Malah seru karena kita
jadi berinteraksi dengan orang-orang baru. Sambil menunggu, kami berganti pakaian.
Dresscode-nya sih celana pendek,tapi
nggak mungkin kali ye daku bercelana pendek ria :p Pokoke yang enak buat nyebur
di air dah, saya pilih semacam celana kaos – bukan pakaian renang muslimah.
First Game – Tanga Looma
Meluncur dari
ketinggian dengan menggunakan ban...wuuuiiing, asyiiiik! Persaingan kelompok
dengan kecepatan waktu sebagai penilaian utama. Mayan deh untuk saya yang belum
sempat warming up harus lari-lari di tangga mencapai ketinggian membawa ban
peluncur. Sampai atas malah meluncur ke bawah lagi, disambut teman kelompok
yang bersorak sorai menjadi sponsor. Ampun deh, meluncurnya malah asyik tapi
yang bikin ngos-ngosan nafas justru lari ke atasnya, Bro! Hohohooho...
Second Game – Ducky Dungs
Saya jadi supporter
aja. Dari 7 anggota kelompok hanya diwakili oleh 2 orang.
Games 3 - Crazy Cone
Yiiihaaa, yang ini
kusuka. Jadi tuh kita diwajibkan meluncur dari ketinggian, trus meliuk-liuk di
tabung peluncur, di dalam tabung tersebut kita diombang-ombing macem kapal kena
ombak. Sempat “macet” yang bikin saya en tandemmate saya ndorong-dorong badan
agak panik karena khawatir ketubruk yang belakang. Hahaha, ternyata itu memang
sengaja dibuat seperti itu. Halaaah...
Tapi beneran deh,
saat badan kita rileks dan mengikuti arus saya justru merasa enjoy menikmati
wahana ini. Pas mau meluncur sempat ditahan karena mau di-shooting
dulu...hahaha...mesem-mesem campur aduk deh di depan camera. Permainan selesai
kami berdua malah heran en protes,”Kok udahan sih? Mau lagi dooong....”
Games 4 - Mosi Oa Tunya
Awalnya saya
berniat untuk mengikuti semua games yang ada, seberapapun mengerikannya wahana
tersebut. Bersyukur dong masih diberi kesehatan prima dari Tuhan, makanya
lakukan apa yang kita bisa selagi itu tidak merugikan orang lain dan bermanfaat
bagi kita. Buat nambah kekayaan pengalaman pula. Taaaappiiii, di games ke-4 ini
kami yang cewek-cewek dari kelompok Ungu terpaksa nggak ikutan! Saya pribadi
merasa harus fokus jika bermain di wahana ini, bertumpu ke lengan dan kepala.
Haduh, kalau daku nggak fokus khan kepala bisa benjut, sedangkan saya masih
menata detak jantung yang tak teratur bukan karena takut, tapi karena lari-lari
mendaki ketinggian/tangga sambil membawa ban. Next deh, kalau sudah warming up
dan detak jantung lebih teratur saya akan bermain di wahana ini.
Permainan
usai...selanjutnya kami berganti baju dengan dresscode putih, shalat Maghrib
kemudian memotret Lampion Park untuk di lombakan di Twitter. Lantas berkumpul
kembali di Te Ta Cafe. Duduk satu meja bersama kelompok games di wahana
waterpark tadi. Serulah karena kita menikmati makan malam dengan sorak sorai
dan tawa keceriaan. Yang menjadi pemenang games di waterpark tadi adalah
kelompok Pink, kelompoknya Lia. Hihihi, lumayan hadiahnya khan, Li?
Saya nggak menang
satu-pun contest malam ini? Aku rapopo...karena sebelumnya saya terlalu sering menang
dalam berbagai contest/competisi/games/lomba : )
Acara yang diadakan yukmakan dan pada acara tersebut
saya memenang kompetisinya,antara lain :