Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, 20 March 2018

Semalam di Johor Bahru Malaysia


Salah satu sudut Komtar JBCC
Setelah menenami seorang teman berfoto-foto ria di Singapore selama 3 hari 2 malam, maka memasuki hari pertama di bulan February 2018 kami melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru Malaysia. Ini  merupakan ke-empat kalinya saya menjejakkan kaki ke negeri jiran Malaysia, 2x di Kuala Lumpur dengan penerbangan Malaysia Airlines dan Garuda Indonesia. 1x di Johor Bahru sekedar menikmati Teh Tarik di negeri asalnya ketika saya stopover di Singapore dengan penerbangan Singapore Airlines. Nah ke-4 kembali saya ke Johor Bahru – bukan sekedar melipir untuk menambah stempel pasport, tetapi kami menginap 1 malam di hotel yang berlokasi di Johor Bahru Malaysia.


Perjalanan Raffles Place – Johor Bahru Sentral City
Sekitar pukul 10an pagi kami berdua naik MRT dari Raffles Place menuju Kranji MRT Station. Sebelumnya kami melakukan top up EZ-Link yang kami miliki. Setidaknya jangan sampai nge-pas deh, maka kami masing-masing melakukan top up SG $ 10. Saya kurang memperhatikan berapa jumlah yang berkurang setelah menempuh perjalanan dari Raffles Place hingga Kranji. Setibanya di Kranji (station MRT yang sangat biasa. Lebih keren  Stasiun CL Pasar Minggu Jakarta...bangga sama negeri sendiri ah!) kami menunggu bis menuju imigrasi Malaysia. Dari situ kami tidak melanjutkan perjalanan dengan bis tersebut, karena hotel kami terletak di area ini.

CIQ Central Hotel Johor Bahru

Ngopi di Lobby Hotel

Sunday, 18 February 2018

Quarters Hostel, Penginapan Strategis di Clarke Quay Singapore

Doc. Quarters
Untuk kedua kalinya saya bermalam di sebuah hostel di Singapore. Jujur saja, sebenarnya saya merasa tidak nyaman menginap di hostel. Namun saya juga merasa "tidak tega" mengajak teman saya sharing di hotel Singapore yang rate perkamarnya rata-rata diatas Rp 1 juta/malam. Memang masih ada hotel di daerah Geylang yang memiliki roomrate tidak berselisih jauh dari hostel, tapi sebisa mungkin saya menghindar dari kawasan tersebut karena ada beberapa pengalaman buruk yang terjadi di daerah tersebut dialami oleh kenalan-kenalan saya dan pengalaman tersebut berdampak buruk ke psikologis anaknya dan lansia yang mereka ajak juga. Apalagi teman saya mengatakan,"Gue percaya sama elo, An karena loe biasa ke Singapore. Dan gw yakin loe gak akan milih hotel di daerah Bang X dan keluarganya ngalamin kejadian yang nggak ngenakin."


Yang akhirnya sempat saya sahutin,"Gue emang udah belasan kali ke Singapore, tapi selalu stay di hotel minimal  berbintang 4." :D Setelah jelajah sana sini melalui dunia maya, akhirnya saya memutuskan untuk memilih Quarters Hostel di kawasan Clark Quay sebagai penginapan kami selama 2 malam. Kami memilih privat room dan melakukan transaksi melalui e-commerce wisata dan lifestyle. 
Source : FB Quarters

Kenapa Saya Memilih Daerah Clarke Quay?
Karena beberapa tahun lalu saya pernah jalan-jalan di arena ini bersama kakak, kakak ipar, keponakan, adik kakak ipar, adik ipar kakak ipar dan keponakan kakak ipar (Hahaha, mulai ribet nih silsilah! :p) . Seingat saya, ketika itu wisata kuliner dan hiburan-nya asyik sekali di area ini. Pengalaman juga dahulu menyusuri Singapore River dengan kapal air  yang melintasi area ini. Foto saya di Singapore River Cruise sedang melintas di patung Merlion ada tuh, tetapi nggak bakal saya tayangkan ke public area karena saya belum menutupi rambut kepala...hihihi...
Kenapa memilih daerah Clarke Quay juga karena lokasinya berada di downtown Singapore. Ke Merlion Park dan Raffless Palace cukup berjalan kaki. Secara teman saya berniat ke Singapore “sekedar” berfoto-foto...hahaha, jadi saya pilih lokasi yang sangat strategis.

Sunday, 11 February 2018

Perencanaan Wisata Singapore dan Johor Bahru Malaysia 2018

Tulisan ini saya tulis sebelum Ibu saya meninggal dunia pada tanggal 29 January 2018. Cerita ketika saya merancang perjalanan ke Singapore dan Johor Bahru Malaysia. Dari pengalaman ini saya “kapok” membeli tiket promo atau penginapan berdiskon yang tidak bisa refund/reschedule. Kenapa? Mungkin di akhir tulisan ini dapat diketahui mengapa saya kapok membeli beraneka dengan “harga khusus”...

Tiket pesawat Cengkareng – Singapore – Cengkareng dan penginapan selama 4 malam sudah terkonfirmasi dan terbayar!
Berawal saat saya dan Erny, teman semasa kuliah di UI yang semula berniat ketemuan di Gramedia untuk membayar starter kit Oriflame ternyata malah tercetus untuk jalan bareng keluar negeri. Latar belakangnya simple banget, yakni pasport kami di tahun 2017 tidak terstempel dari imigrasi negara mana-pun juga. Yo wis-lah, pilih negara yang dekat aja untuk kasih stempel ke pasport...hahaha...Awalnya Erny minta kita ke Turky aja, tetapi uhuk anggaran saya belum sampai ke Turky aaah...Masih ada keperluan lain. Lagipula kalau niat ke Turky atau negeri Eropa lainnya harus direncanakan jauh bulan sebelumnya. Sedangkan Erny minta kami pergi bulan ini juga, malah kalau bisa minggu depan – mumpung dia lagi bisa mengajukan cuti dan kedua anaknya lagi nggak perlu ekstra perhatian. Kalau bulan depan salah satu anak-nya harus sudah mempersiapkan ujian akhir, jadi dia harus mendampingi. Selain itu sang suami sudah mengatakan bahwa ada anggaran untuk jalan-jalan keluar negeri, tapi suaminya pasti lagi sibuk kerja jadi nggak bisa nemenin plesiran keluar negeri. Eeeh, sekitar 3 jam dari ketemuan di Gramedia Matraman itu, Erny kirim text dan foto pasport beserta bukti transfer uang ke rekening saya untuk membeli tiket dan penginapan.
Mendadak jadi “travel consultant” deh nih. Erny tidak menjelaskan detail mengenai travel style yang ia inginkan, ketika saya tanyakan ia hanya menjawab,”Terserah elo deh, Na. Gw percaya sama loe aja, khan elo yang pengalaman jalan-jalan disana...” Yeeey, emang sih daku udah pengalaman banget ke Singapore, tetapi khan selama berkunjung ke Singapore saya menggunakan fasilitas travel yang...penerbangan full serviced (Singapore Airlines atau Garuda), hotel berbintang 4 – 5 (Pernah sekali bintang 3), makan di restaurant full AC dan transport selain MRT, saya nggak segan membayar taksi jika nggak mood naik MRT. Baiklah, daku akan membuat travel planning dengan standard yang sedang-sedang saja...hahaha, pokoknya yang masih terjangkau tapi nggak cari “susah”!

Source : Jetsrar

Penerbangan Jakarta – Singapore
Sebelumnya jika ke Singapore saya selalu menggunakan penerbangan full service (Hanya yang di tahun 2012 saya menggunakan JetStar yang bersyukurnya ontime dan cabin-nya banyak seat kosong. Masih dapat roti dan air mineral juga. Tahun 1995 pernah juga naik airlines Sempati yang sekarang sudah tidak beroperasi) . Kali ini saya mencoba LCC deh – apalagi saya belum pernah menggunakan penerbangan Air Asia. Penasaran, pengen coba... Bersyukur jam yang cocok penerbangannya memang Air Asia yang estimasi time arrival-nya jam 14. Berarti khan pas siang, dan nggak kesorean. Begitu sampai di Singapore kondisi masih terang dan saya juga bisa mencoba naik MRT dari Changi ke penginapan/tengah kota. Selama ini saya selalu naik taksi atau airport transfer dari pihak hotel jika ke tengah kota/hotel.
Pulangnya saya pilih penerbangan Singapore – Jakarta dengan airlines JetStar yang departure time-nya pukul 11. Nggak terlalu pagi dan nggak terlalu siang.
Untuk kedua penerbangan saya tidak melakukan pembelian bagasi dan tidak juga membeli polis asuransi. Hanya 4 malam, jadi saya pikir bawaan kami tidak terlalu banyak-lah, masih bisa ditampung cabin. Lagipula selama ini saya nggak pernah tuh beli bagasi, karena penerbangan saya selama ini memperbolehkan menitip bagasi seberat 20 – 30 kg! Pernah lebih dari segitu, masih nggak dikenakan pembayaran tuh...hihihi...jangan ditiru perbuatan bodoh yang saya lakukan seperti cerita saya disini : Luggage Terbatas?!...Nggak Deh!

Total yang harus kami berdua bayarkan untuk pembelian tiket pesawat Jakarta – Singapore PP adalah Rp 2.282.396 ,- 

Wednesday, 17 January 2018

Kegembiraan di Universal Studio Singapore dan Keceriaan Segera Kembali Ke Singapore

Saya akan ke Singapore kembali ke sekian kalinya  di bulan January – February 2018 . Kali ini berangkatnya bareng rekan kuliah di UI Depok dahulu, dan kami pernah sama-sama 1 kost-an di daerah Kukusan Beji Depok. Ia belum pernah ke Singapore, makanya saya kebagian tugas sebagai travel advisor...hahaha...padahal terakhir ke Singapore bulan Oktober 2012. Sudah lama bangeeet...Itupun bukan saya yang mengatur perjalannya karena ngikut aja sama keluarga kakak.
Sebelum pergi ke Singapore, saya suka nulis-nulis seperti goresan ini – yang tahun 2010 sih asyik-asyik aja karena semuanya diatur oleh Panorama Tours.


Kunjungan ke Singapore nanti, kami tidak berniat masuk ke Universal Studio Singapore karena teman saya ini nggak suka permainan yang memacu adrenalin. Berbeda dengan saya...hehehe...Untungnya tahun 2010 saya sudah masuk ke Universal Studio. Ceritanya saya rangkum di bawah ini. Ketika saya dan Galuh berkunjung ke Universal Studio.


Beyond Imagination : Kegembiraan di Universal Studio Singapore
Pecinta theme park dan film  tentunya pernah mendengar nama ini. Universal Studio Singapore (Biasa disingkat USS) merupakan theme park film pertama di Asia Tenggara. USS  menjadi salah satu andalan Singapore untuk menarik wisatawan Asia Tenggara, terbanyak dari Indonesia!
Kunjungan pertama saya ke USS saat awal  beroperasi di tahun 2010. Pada tulisan ini saya bercerita tentang kunjungan pertama ke USS yang hingga saat ini masih menjadi satu-satunya Universal Studio di Asia Tenggara.
Saya bermimpi ke theme park movies sejak Maret 2010. Ternyata impian itu mewujud dalam waktu singkat padahal dana untuk liburan saat itu hanya cukup untuk liburan ke DUFAN. Beryukur saya memenangkan ‘Essay Writing Contest ‘Share Your Unique Experience in Mal Kelapa Gading’ yang hadiahnya adalah Tour Package to Universal Studio Singapore for 2 persons


Friday, 5 January 2018

Harapan 2018 : Kembali Keliling Dunia

Awal tahun 2018 saya sudah membuat resolusi, masih ada resolusi khusus lagi nih – tepatnya harapan yang harus diputuskan untuk terlaksana kembali di tahun 2018. Lah resolusi lagi dong?! Apapun namanya terserah deh, tetapi yang pasti saya harus ikhtiar untuk mewujudkannya.
Harapan ini adalah harapan saya di dunia traveling, yakni tekad saya untuk berkeliling dunia kembali seperti masa lalu. Loh katanya harus move on dari masa lalu kalau kita ingin terus bahagia? Iyes, ini khan rencana masa depan, dan masa sekarang serta masa depan saya harus lebih baik dari masa lalu. Alhamdulillah masa lalu saya oke banget, hanya merasakan babak belur oleh perbuatan seseorang yang kini sedang menerima segala perbuatannya. Karena dia saya stop keliling dunia setelah ¾ dunia saya telusuri. Eeeeh stop ngebahas hal ini, toch saya sudah memaafkannya dan menerima hasil dari Allah Swt yakni segala rezeki baik dan keberuntungannya dialihkan kepada saya. Lebih baik begitu khan daripada dia harus bayar di akhirat? Ihiiiy.... :D


Tahun 2016 saya sudah memperpanjang pasport. Untuk kesekian kalinya  memiliki pasport, namun 2017 saya tidak dapat kesempatan plesiran ke luar negeri. Bukan masalah dana karena saat itu dana tersedia, tetapi ....ya gitu deh, rezeki khan bukan soal dana saja bukan? Masalah waktu yang belum mengizinkan saya plesiran keluar negeri. Alhamdulillah, tahun 2015 – 2017 saya keliling beberapa daerah di Indonesia. Seperti tekad saya bahwa saya berkeliling dunia harus benar-benar menyusuri semuanya. Sejak tahun 2016 saya juga bertekad untuk “Tour of The Mosque” , melaksanakan shalat di setiap masjid di dunia. So kalau ada pertanyaan berapa propinsi yang pernah kamu datangi? Maka akan kita jawab pasti : 34 propinsi di Indonesia telah saya datangi. Nggak terlalu istimewa, namun saya akan bertanya,”Berapa masjid di dunia ini telah kamu kunjungi dan kamu shalat di dalamnya?” hhhhmmm bukan berarti berlomba-lomba jumlah masjid (tempat ibadah) yach,,,karena apalah arti shalat hanya untuk “memecah record” duniawi. Tetapi Sang Guru – Bapak Ary Ginanjar Agustian mengatakan pada saat saya mengikuti trainingnya di Menara 165 bahwa,”Perjalanan terjauh adalah perjalanan ke dalam hati kita...” Nah, di dalam masjid itu saya bisa melakukan perjalanan ke dalam hati. Dah ah, ntar terlalu dalam ngomongnya....
Kini saya ingin merekap aneka tugas dari keponakan-keponakan saat mereka berkunjung ke berbagai negeri. Keluarga besar saya di tahun 2015 – 2017 pada plesiran keliling dunia. Bahkan mereka sering bertemu tanpa sengaja di airport dengan tujuan berbeda...hahaha....
Nah, ini sebagian “tugas” mereka untuk saya. Saya pikir ini oleh-oleh terbaik dari kerabat atau teman yang bepergian ke suatu tempat. Daripada meminta oleh-oleh yang memberatkan mereka dan menimbulkan mental miskin pada yang meminta oleh-oleh, lebih baik kalian minta didoa-kan agar dapat berkunjung (kembali) ke tempat-tempat tersebut.

Tokyo Motor Show 2017
 
Sebelum move on total dari 2017 ,maka saya kumpulkan dulu yang tercecer dari tahun kmrn. Maklumlaaah, pasport yang udh diperpanjang di thn 2016 terpaksa menganggur tanpa stempel imigrasi negara manapun di thn 2017. Keluarga besar malah ngider2 keliling dunia nyata, saya sibuk ngider2 dunia maya....bahkan kmrn mau ke Dunia Fantasi(Dufan) aja urung dilaksanakan. Dufan aja blm sempet, gmn Tokyo Disneyland yg t shirtnya pernah kami pakai? Saat itu saya masih SMP en Ibu saya yg ngider2 ke Tokyo Disneyland bareng rombongan tour. Kami ditinggal oleh Ibu yg piknik...huuaaa...gpp sih krn kita dpt oleh2 segambreng. Dulu mah belum kena pajak
Thn 2017 keponakan saya ini, yg pertama kali naik pesawat terbang ke Semarang dibayarin Ibu saya (Maksudnya utk ngangkat2 tas kali ya? hehehe ), bulan Oktober 2017 berangkat ke Japan. Tugas negara siiih, tp sbg Youtuber automotif  produktif, nih anak menyempatkan mampir ke Tokyo Motor Show 2017. Daripada nitip oleh2 yang pajaknya aja bikin ehm ,lebih baik Eike tugasin lagi bikin inih...hahaha...tetapi dia nggak mau muka en namanya terekspose. Maklum dah, youtube-nya yg perbulannya sudah menghasilkan belasan juta perbulan aja gak menampilkan wajah en body dia. Waktu daku mau bikin video di bianglala Aeon Cakung, dia sempet bilang,"Waduh,ntar tampang kita ada di youtube-nya Ance deh...pdhl tampang saya aja gak ada di youtube saya loh!"
Oke deh di foto ini cuma ada jempolnya di Tokyo ...Eh dari sini dia bisa beli mobil baru CASH loh...ngumpulin dr setahun nge-yutub yach,Bro? En daku sudah nyoba mobilnya disetirin ke Cakung en ditraktir naik kincir.
31 Desember 2017, keponakan bungsu saya berangkat ke Jepang juga, tetapi gak saya tugasin bikin ini...Ntar aja tugasnya deh, ngajak saya ngider2 naek pesawat terbang disetirin dia Aamiin...* eh udah boleh khan yak tahun 2018 bawa penumpang?

Dari Tokyo Tower

Wednesday, 10 May 2017

Yoga Class Di Best Western Premier The Hive Bersama Wanita Indonesia

Walaupun tidak rutin, tetapi saya suka melakukan aktifitas yoga. Kegiatan yoga pertama yang saya lakukan nggak tanggung-tanggung loh, yakni di Namaste Festival bersama yogi dari berbagai negara. Plis deh, padahal waktu itu senam pagi saja sudah jarang saya lakukan, eh ini kok malah yoga dengan pakarnya yang kaliber international. Namun seperti juga yang dituturkan Ibu Ayu, instruktur yoga di Best Western Premier The Hive, bahwa yoga bukanlah kompetisi. Bukan diperlombakan jago-jagoan gaya. Fokus pada pikiran kita sendiri.

Yoga Class Best Western Premier The Hive
Akan saya ceritakan bahwa pada hari Rabu 26 April 2017 pukul 16.00 saya mendapat keberuntungan dengan diundang oleh Marketing Communications Best Western Premier The Hive Jakarta Timur untuk mengikuti acara Yoga Class kolaborasi BWP The Hive dengan Tabloid Wanita Indonesia.

Sunday, 26 March 2017

#NgopiBarengTiket : Sharing Foto dan Video Sobat Jalan Aussie Banget


Hawa kota Jakarta terasa sejuk sore itu (20 Maret 2017) . Kesejukan yang membekas dari sisa hujan deras siangnya. Dengan semangat 45 saya berangkat menuju kawasan Senayan. Lovely traffic, perjalanan Rawamangun - Senayan hanya sekitar 35 menit dengan menggunakan moda transportasi TransJakarta. Sesuai dengan campaign yang di sebar luaskan dengan berbagai media. (Yuk wisata ke Jakarta ! #KampanyeWisataJakartaTerselubung ! 😆😄😃 )
Saya dan Ignas melangkahkan kaki bersama, masuk ke area acara #NGOPIBARENGTIKET yang berlangsung di 100 Eatary & Bar Hotel Atlet Century Park Senayan. Wah, entahlah sejak kapan nama restaurant ini berubah. Kunjungan saya ke lokasi ini bukan pertama kalinya. Bahkan saya sempat memenangkan food review di restaurant ini, juga saat menginap di hotel kami menikmati breakfast di restaurant ini. Namun dengan nama yang berbeda.
Sebelum acara dimulai, pukul 18 peserta dipersilakan menikmati hidangan makan malam dengan menu buffet. Kebetulan siang ini saya berpuasa, jadi waktunya bertepatan dengan waktu berbuka puasa.

Saturday, 11 March 2017

Wego Hangout : Discover Hong Kong Like a Local

Liiiburaaaaan ke luar negeri ??? Duit dari mana, dari Hong Kong?!!!

Sering banget gak sih kalian dengar sebuah pertanyaan dan dijawabnya dengan balik bertanya," ....dari Hong Kong?!"


Biasanya ini jawaban untuk sebuah hal yang kesannya jauh atau tidak mungkin terjadi. Padahal negara Hong Kong bukan negara di "awang2" bagi kita yang bertempat tinggal di Indonesia. Indonesia itu pasar yang sangat penting  bagi sektor wisata Hong Kong. Wisatawan dari negeri kita ke sana terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, di dominasi oleh keluarga dan generasi muda trendhunter.
Yups, kakak-kakak saya dalam 2 tahun terakhir ini memang berlibur ke Hong Kong bersama keluarganya. Walaupun terkadang tidak lengkap dikarenakan salah 1 ortunya masa liburnya tidak sama dengan anggota keluarga lain. Sahabat saya, bulan January 2017 berlibur ke Hong Kong bersama rekan-rekan kerjanya. Usia mereka antara 33 - 40. Masih termasuk generasi muda trendhunter khan yach??? Usia diatas 40 tahun....ini baru  trendsetter 👩👨😀😂


Saat saya menghadiri Wego Hangout : Discover Hong Kong Like a Local (D'Lab Menteng - Jakarta Pusat , 09/03/2016) Hong Kong Tourism Board baru saja meluncurkan kampanye di Indonesia dengan thema : "Best of All, It's in Hong Kong"
Hong Kong Tourism Board menghadirkan 4 video dalam kampanye yang bertujuan untuk mengangkat keberagaman budaya dan pengalaman berkualitas yang ditawarkan Hong Kong kepada wisatawan seluruh dunia.

Thursday, 12 January 2017

3 Bangunan di Auckland Yang Harus Dikunjungi Pecinta Wisata Sejarah

New Zealand tersohor karena wisata alamnya yang indah? Yess banget! Apalagi sejak shooting film-film kesohor mengambil lokasi di beberapa bagian daerah di New Zealand, negeri Kiwi ini sampai menciptakan kawasan wisata khusus layaknya kampung di film tersebut. Wisata olah raga yang memerlukan adrenalin ekstra juga banyak disediakan oleh negeri ini.
Bersyukurnya saya sudah berkeliling North Island, baik melalui darat maupun udara ketika tinggal disana. Berkeliling di udara dengan pesawat terbang Cessna seharian-nya tanpa membayar loh, karena ketika itu saya diajak oleh rekan Indonesia yang sedang sekolah penerbangan di Flightline Flying School Papakura Auckland. Serunya lagi, saya diperkenankan memegang kemudi diatas pantai PIHA yang ombaknya seksi itu. Horse Riding juga pernah saya lakukan bersama rekan-rekan dan guru dari Kiwi English Academy. Asyiknya maksimal berkuda di New Zealand, saat menyaksikan The Last Samurai dan beberapa film yang berlokasi di NZ asli deh saya merasa kembali ke masa lalu nan indah itu. Berkuda di bukit-bukit hijau dengan domba-domba laksana aksesorisnya. Beraneka aktifitas fisik seringkali saya lakukan bersama rekan-rekan, termasuk trekking di Waitakere, sailing ke Devonport,dll.
Sekarang sudah banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke New Zealand, dari yang luxury style hingga backpackers komplit ramainya! Banyak juga yang menyusuri New Zealand dengan caravan. Tetapi sayangnya saya jarang mendengar atau membaca wisatawan Indonesia yang berkunjung ke tempat bersejarah di negara Hobbit ini.  Padahal banyak tempat yang layak dikunjungi , khususnya bagi pecinta budaya, sejarah atau wisata yang tidak menguras daya tahan fisik. 

Berikut saya tuliskan 3 tempat tersebut yach, yakni :  
Howick Historical Village , Highwic House and Garden dan Ewelme Cottage Parnell
Mohon maaf sebelumnya, karena saya berkunjung kedua (plus 1) tempat ini sudah lebih dari 10 tahun lalu,maka tugas kalian untuk menuliskan kembali pengalaman berkunjung ke ketiga tempat ini dan lainnya. Demikian pula untuk fotonya, saya menggunakan beberapa foto dari berbagai sumber karena  ketika ke sana saya belum berkerudung (Agak gimana gitu kalau majang foto tanpa itu sekarang...hehehe). Doa-kan juga agar saya kembali ke sana dalam waktu dekat :)

Howick Historical Village – A Living History Museum of The Fencible Period
Pic : FB Howick

Tuesday, 11 October 2016

Traveling Membawa Televisi, Why Not?!


Pic : pixabay
Keluarga saya itu kalau berwisata sudah seperti orang yang bedol desa. Bukan sekedar keluarga inti, tetapi lintas silsilah. Bahkan sekarang bisa mencapai 4 generasi – dari balita hingga lansia. Ini sudah merupakan tradisi dari masa Ayah di dunia bersama kami.
Jika bepergian kami selalu menggunakan mobil yang besar, tidak hanya 1 mobil. Seringnya memakai 3 – 4 mobil yang kapasitas banyak. Masing-masing membawa bawaan yang cukup banyak, bahkan saya pernah loh membawa setrikaan ke Bali yang langsung ditertawakan kakak. Maklum dong ya, biarpun liburan pakaian nggak boleh terlihat kucel. Masih bagus loh saya tidak membawa televisi atau kulkas dari rumah...hahaha... 2 perabotan ini lumayan saya perlukan. Seringkali saya perlu menyaksikan acara televisi, terutama acara live macam kompetisi atau kontest seperti Indonesian Idol, Miss Indonesia, dll. Bisa saja sih saya ‘menyaksikan’ acara tersebut di timeline Twitter...tapi nggak ada seru-serunya deh! Nggak bisa menyaksikan mereka secara emosional pula. Jadilah saya mendekap di kamar hotel untuk menyaksikan acara televisi. Seringkali orang tua kami mengomel karena saya malah asyik-asyikan di kamar hotel. “Memang yach bayar hotel sudah mahal-mahal dimanfaatkan untuk leyeh-leyeh sambil nonton tivi? Ngapain kamu ikut wisata kalau hanya  begitu?”

Sunday, 14 February 2016

Ngopi Bareng Tiket.com : Peluang Bisnis Travel Agent Online Untuk Blogger

Semua orang pasti suka traveling. Eeeeh, ternyata belum tentu loh! Kerabat saya ada yang sama sekali nggak suka traveling. Tetapi jangan salah sangka ia belum pernah kemana-mana, karena tempatnya bekerja justru sudah menugaskannya dari Sabang sampai Meurauke. Bahkan ia sudah beberapa kali ke tanah papua. Ternyata ia sering ditugasi juga untuk membeli tiket pesawat dan voucher hotel untuk rekan-rekannya apabila sedang bertugas ke luar kota. Kerabat saya ini freak terhadap IT, baik itu gadget yang dibawa kemanapun ia pergi atau PC di kantornya. Dari sini saya berpikir bahwa orang yang tidak suka traveling ternyata masih dapat menjadi sasaran pasar bagi pelaku bisnis travel agent, apalagi yang online


Thursday, 21 January 2016

Pesiar Gratis 2 Benua, 3 Negara dan 4 Kota

Bibir saya belum kering mengucapkan doa agar terwujud berbagai impian sejak. Serta baru beberapa hari lalu saya posting di [Personal] Doa Saya di Awal 2016 Dari Dunia Maya
Segera Maha Pengabul doa memberikan jalan kepada saya untuk mewujudkan impian dan “ramalan” tersebut dengan diumumkannya acara : The Global 50th Anniversary Cruise Oriflame Sweden dengan kapal pesiar berkelas bintang 6. Mewah??? Pasti! Bahkan dengan cara ini kalian – selama memiliki impian yang besar juga dapat turut serta dalam pesiar ini. Siap??? Mari kita sukses besar bersama.

The Global 50th Anniversary Cruise Oriflame Sweden : Turky - Italia - Yunani


Wednesday, 4 November 2015

SHARP Blogger Camp : Menikmati Udara Sehat,Segar dan Murni di Alam Bebas

Masih berkaitan dengan Hari Blogger Nasional, pada tanggal 31 October - 1 November 2015 Sharp Indonesia dan IdBlogNetwork mengundang 20 Blogger Terpilih untuk mengikuti SHARP Blogger Camp yang di selenggarakan di Panjang Jiwo Resort Jawa Barat. Iiihiiy, akhirnya kesampaian juga niat saya bermalam di resort ini! Sebelumnya saya memang pernah survey ke lokasi ini bersama keluarga besar, dan pada tanggal 25 December 2011 saya, ibu dan kakak ke-3 bersama suami, anak bungsunya berikut sopir  makan siang di restaurant Panjang Jiwo.


Kami berkumpul di Citos, dan naik bis Hiba Utama dari mall di Cilandak itu. Perjalanan lancar, kami tiba di lokasi dan langsung mendapat villa tepat di depan pintu masuk. Sekar Jagad, nama villa tersebut. Berlantai 2 dengan interior ala Eropa country dan vintage berbahan kayu, lengkap dengan fireplace. Saya mendapat kamar di lantai atas dengan AC yang masih berfungsi dengan baik. Sentul kini tidak sesejuk saat saya tinggal di sini. Untungnya sih udara masih lumayan bersih dibandingkan di Jakarta yang polusi-nya ampuuun. Di depan Sekar Jagad terpampang banner diantaranya bertuliskan “Air Purifier Plasmacluster Mosquito catcher dan Mite Catcher”...sumpe dah, perlu saya...penting nih barang buat saya!


Setelah berbagi kamar, kamera dan gadget kami langsung mulai bekerja aktif. Memotret semua yang ada, dan mulai update ke medsos. Sebagian dari kami menikmati hidangan yang tersedia di lantai bawah, sedangkan saya...leyeh-leyeh menikmati suasana di kamar yang pastinya berbeda dengan kamar di Jakarta. Oh ya, waktu membaca itinerary yang dikirimkan oleh IdBlogNetwork, saya langsung menanyakan kondisi-nya loh. Soalnya khan tertulis nama eventnya “Sharp Blogger Camp”...waduh baru “hari kedua” periode bulanan nih, nggak asyik banget kalau harus stay di tenda dalam kondisi seperti ini. Alhamdulillah, terjawab segera sehingga fix saya ikutan. Secara gitu baru 4 hari yang lalu juga saya kemping di tenda bersama blogger lainnya...hehehe.
My Meal - Dinner & BF
Ba’da Maghrib kami menuju ke restaurant dan makan malam ala prasmanan. Makanan khas Indonesia euy! Hanya soup yang tidak saya makan walaupun terlihat menggiurkan, namun melihat ada sosis yang terdapat di soup tersebut saya langsung mengurungkan untuk mengambilnya! Dari meja makan kami menuju ke pendopo yang telah tersusun untuk sharing bersama pihak SHARP Indonesia. Mbak Tia dan Mbak Putri membuka acara dengan dialog segar-nya, kemudian mengundang pihak Sharp Plasmacluster untuk mempresentasikan 2 produk yang baru dilaunching per-20 Oktober 2015, yakni Sharp Air Purifier dengan fitur Mosquito Cather dan Mite Catcher
 
Untuk kedua produk ini akan saya tuliskan lebih detail lagi review produknya, karena saya naksir berat dengan kedua produk tersebut. Sesuai dengan kebutuhan saat ini dan beberapa bulan mendatang untuk My Lovely yang memiliki Ashma, alergi debu dan tidak cocok dengan udara Jakarta yang terpolusi berat... Selain sharing dari SHARP, Mas Kukuh dari IBN juga memberikan sharing di malam itu.
Hari telah melarut, sedangkan dalam 2 bulan terakhir ini saya membiasakan diri tidur sebelum pukul 10 malam (Meskipun jauh tapi My Lovely bakal mencak-mencak kalau mengerti saya tidur lebih dari pukul 11 malam), sehingga dalam kondisi mengantuk-pun saya masih harus mengikuti acara BBQ...hahaha...seru melihat keriuhan para Blogger berdandan ala hantu. Saya-pun turut serta mencemang-cemongkan wajah dan meminta tolong Dita untuk membuat lingkaran hitam di kedua mata saya. Menurutnya sih pensil hitam tersebut untuk make up dekoratif, bersyukur deh saya membawa water micellaire produksi Perancis yang sangat memudahkan untuk menghapus make down tersebut. Langsung deh beli water micellaire tersebut, secara mendapatkannya dari goodiebag event beauty blogger :D 
Sebagian foto dari Mrs.Evi Indrawanto (@eviindrawanto). Thanks,Mbak :)

Keesokan paginya setelah mandi pagi dan sarapan, beberapa blogger memberikan testimonialnya dan di dokumentasikan. Kamar yang saya tempati nggak dapat jatah mencoba produk tersebut jeee, padahal saya pribadi mupeng berat sama produknya. Apalagi kamar salah satu keponakan saya sudah menggunakan AC Sharp berteknologi Plasmacluster, dan keluarga kami memiliki air purifier dari produk “pasaran”. Karena kamar selama event nggak dapat jatah , sehingga saya nggak bisa trial semalaman dan merasakan perpaduan keunggulan produk yang keluarga kami sudah gunakan. Yakin sih produk tersebut memang bermanfaat bagi saya dan khususnya jika My Lovely datang ke Indonesia awal tahun 2016, kebetulan juga di tahun 2015 saya berniat mengganti AC kamar. Yaaa, trial-nya nanti di toko aja deh yaaaa....bobo di toko gituh??? :p Hihihi...makanya pas My Lovely nanya melalui BBM tentang produk tersebut pada pagi hari masih di Panjang Jiwo Resort saya hanya dapat mengatakan “Pokoknya bermanfaat bagi kesehatan dan kenyamanan. Bukan sekedar barang konsumtif!” 

Mosquito Catcher FP-FM40 (Pic : Sharp Indonesia)
Tetapi saya akan mencoba kasih ulasan produknya terlebih dahulu dari yang sudah di-sharing pada malam hari-nya serta berdasarkan brosur yang diberikan kepada kami. Jadi air purifier model FP-FM40 yang memiliki fitur penangkap nyamuk ini merupakan inovasi baru dari teknologi penjernihan udara berbasis plasmacluster yang hanya di miliki SHARP untuk menghadirkan udara sehat, segar dan murni seperti layaknya alam bebas. Ahay, barangkali ini alasan kami menginap di sini, merefleksikan kondisi udara sehat, segar dan alam bebas! Penjernihan udara yang dilakukan SHARP dihasilkan dari interaksi ion positif dan negatif di udara dengan jumlah yang banyak dan seimbang. Plasmacluster bekerja dengan cara menghasilkan Ion Hydrogen (+) dan Oxygen (-) di udara, keduanya akan secara aktif bereaksi saat menempel di permukaan virus, bakteri, dan jamur. Reaksi kedia ion ini akan mengubah mikroba-mikroba tersebut menjadi hidroksil (OH-) yang akan dengan cepat menarik hidrogen (H+) sehingga kembali menjadi uap air (H20) di udara (non-aktif). Untuk mengembangkan produk ini SHARP sampai melakukan riset dengan mempelajari perilaku nyamuk loh, riset-nya bekerja sama dengan Institute for Medical Research Malaysia yang juga merupakan Pusat Kolaborasi WHO untuk binatang parasit (WHO Collaborating Centre for Vector). Sedangkan untuk membuktikan efektivitas produk penjernih udara model FP-FM40,SHARP dan Institut for Medical Research Malaysia melakukan 15 tes di sebuah rumah uji coba. Sekitar 200 nyamuk betina dilepaskan ke dalam ruangan yang sudah dilengkapi oleh 1 unit FP-FM40. Supaya akurat sebuah kotak kertas buatan seukuran sama dengan air purifier diletakkan berseberangan dengan unit FP-FM40. Setelah dinyalakan, nyamuk terperangkap di dalam produk penjernih udara FP-FM40 dikumpulkan dan dihitung. Hasilnya produk ini terbukti mampu mengurangi 91 % nyamuk culex, 73 % nyamuk Aedes dan 72 % lalat.

Pada SHARP Blogger Camp itu kami menyaksikan video riset tersebut, seperti yang ditampilkan dibawah ini



Nah, dari situ menguatkan saya untuk mencoba dan membeli produk ini karena membasmi nyamuk dengan cara ramah lingkungan, tidak menggunakan material berbahaya (no-toxic), tidak menimbulkan bau atau asap yang menyesakkan – bahkan membersihkan udara di ruangan. Sangat bermanfaat bagi bayi saya yang sedang diprogram lahir tahun 2016 - 2017, My Lovely yang memiliki asma dan alergi debu serta serangga (Sampai harus “ngungsi” ke New Zealand...hahaha) sampai Ibu saya yang KTP-nya sudah seumur hidup alias lansia. So produk “lintas generasi” apalagi multifungsi merupakan produk yang teramat sangat saya sukai. 
Ingin lebih tahu tentang produk ini??? Ikuti ulasannya di blog saya :))))


Ini sedikit cerita mengenai Air Purifier Plasmacluster Mosquito Catcher, masih ada lagi Plasmacluster pembasmi tungau (Mite Catcher) EC-HX100. Saya jelaskan di lain waktu yaa...hehehe...kalau beneran udah trial dari toko :D


Sebelum kembali ke Jakarta kami berkumpul di lantai bawah Sekar Jagad. Sharing bagi yang semalam merasakan 2 produk SHARP, serta pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang Twitlive, Instagram dan dress Halloween. Pemenang dress Halloween sih sudah dapat di duga dari semalam...hahaha, emang seru sih. Setelah itu kami diberikan goodiebag oleh pihak SHARP...horeee dapat bantal kecil!!! Saya memang sedang koleksi bantal, dan kami berfoto bersama. Saat matahari meninggi kami-pun kembali ke Jakarta, tepatnya di Citos.

Wednesday, 2 September 2015

Launching #Jalan2Men2015, Web Series Traveling MBDC

Saya mendapatkan info mengenai launching #Jalan2Men dari seseorang di lisf friends FB saya. Sebenarnya saya belum pernah menyaksikan web series produksi MBDC ini. #Jalan2Men, sesuai dengan judul/tagline-nya maka dapat diperkirakan ini serial tentang jalan-jalan/piknik yang menurut sedang trend di kalangan muda Indonesia (Eeeiiit, saya suka travelling sejak masih bayi loh! Alhamdulillah punya ortu yang travelmania sehingga urusan travelling lancar jaya dan menjadi bagian hidup. Lagipula kalangan muda yang sedang gandrung travelling usia berapa sih? Saya mah sampai kapanpun juga Insya Allah travelling teruuuusss....lah hidup ini khan memang perjalanan :))
Kembali berbicara tentang #Jalan2Men tidak bisa lepas dari malesbanget.com , situs yang memiliki serial ini melalui kanal youtube. Maaf, saya diundangnya sebagai penonton, jadi nggak dapat pers release dan konferensi pers-nya...hehehe. Berhubung saat saya tahu ini tentang travelling maka saya sangat berminat sekali hadir. Menambah kekayaan blog saya , Cinta Wisata Kita.
Alhamdulillah, saya ditelpon oleh MBDC, mendapatkan undangan launching #Jalan2Men2015. Saat mendaftar saya boleh mengajak seorang teman. Saya tawarkan ke teman dan 2 keponakan saya, Owien dan Amel. Ternyata yang waktunya cocok adalah Amel, selain itu Amel juga yang pernah menyaksikan dan antusias datang. Bahkan dia nge-fans dengan pemain webseries tersebut, Jebraw dan Naya yang menurutnya sepasang kekasih.

Ceria mendapat 2 undangan/tiket, lolos dari 2000-an pendaftar :D
Informasi nih, ternyata yang submit untuk mengikuti acara launching ini ada 2000-an. Sedangkan yang diundang sesuai kapasitas 1 theater, sekitar 200 orang barangkali. Berarti saya terseleksi dari 2000-an orang dan yang terpilih hanya 10 % dari pendaftar. Waaaw berasa lolos menjadi Miss Indonesia deh sayah :p :p

Ampuuun, kena macet di Mampang dan Gatsu! Dari Pasar Minggu jam 14.30,eh sampai di fX jam 18.00. Amel dengan sabar nyetir menembus kemacetan demi #Jalan2Men2015

#Jalan2Men2015 yang dilaunching malam itu berlokasi di Bali, Lombok dan Sumbawa. Dapat disaksikan Rabu, 2 September 2015 di youtube-nya.

Bersama Mr.Christian Sugiono dan Jebraw


#Jalan2Men2015 memberikan pesan "bukan perjalanan biasa" dikarenakan perjalanan kali ini Jebraw dan Naya memperhatikan anak-anak di daerah setempat. Jebraw mengajar anak-anak di sebuah SD negeri yang...waduuuh, halooo pemerintah RI! Juga bersama dengan seorang asing asal Barcelona mengajak anak-anak bermain bola, memperhatikan kaum jompo dan orang sakit.

Keluar dari theater, Amel diminta pendapatnya oleh seorang cewek
Setelah hadir di launching #Jalan2Men2015 saya akan menyaksikan web series ini. Cukup bayar kuota, maka kita bisa riset untuk perjalanan keliling Indonesia.....
Berhubung di cinema cuma makan popcorn en coke, jadi bubarannya kami makan di Eat & Eat - Emie Udang Medan



Saturday, 29 November 2014

Europe Dreams


Hallo London, Harry Potter, Arsenal, Queen, Beatles...and then U2, Irlandia
Hidup ini penuh keberkahan dari Maha Cinta. Apa yang saya inginkan ternyata DIA mengizinkan untuk saya dapatkan. Sebelum usia 30 tahun semua yang saya inginkan DIA berikan. Astagfirullah...bukan bermaksud riya ya, Sobat :)
Justru sekarang saya sedang kembali menata impian, mengulang apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Yang berbeda adalah kali ini segala hal yang saya impikan semata untuk lebih dekat-dekat-dekat dengan Sang Maha Cinta. Diantara impian yang ingin saya raih adalah mengulang petualangan saya di Benua Biru, Eropa. Sengaja saya menuliskan di blog ini untuk memacu supaya saya segera meraihnya kembali di tahun 2015 - 2017.
Hi Pippi Longstocking, See you in Stockholm :)

Happy Anna...


Dag, Ik ben Anna! Saya pernah belajar di Leiden en Delft. Alhamdulillah deh. Ik houd van jou, Rembrant

I'm 16, going 17....The Sound of Music! Yeaaay, my favorite movie when I was kindergarten!




Tuesday, 7 October 2014

Blogger Gathering : Destination Europe

Bertempat di sebuah tempat makan daerah Kebayoran, Torino Osteria Italiana, European Union in Indonesia mengadakan Blogger Gathering. Saya sebagai pecinta benua biru ini tentunya tidak mau melewati acara tersebut. Saya lebih memilih hadir di event ini daripada mengerjakan tugas wawancara dari tempat saya bekerja - uang mah mudah didapatkan setiap ari namun event tertentu tidak selalu ada :)

Bloggers : Hayo, bisa nebak mana saya dan Owien?

Saya hadir bersama Owien pukul 14.15. Acara dibuka oleh MC tepat pukul 15. On Time! *Secara gitu salah satu pembicaranya adala Mr.Colin Crooks, Wakil Duta Besar Eropa untuk Indonesia, Brunei Darusalam dan ASEAN (Mohon koreksi apabila ada yang harus dibenarkan :))
Sekejap, sekitar 5 menit video diputar : "Europe/Whenever You Are Ready."



Sebagai Pembicara pertama adalah Mr.Colin Crooks yang memberikan informasi mengenai acara "Destination Europe Travel & Culture Fair". Pada acara tanggal 18-19 October 2014 akan hadir 24 negara anggota Uni Eropa yang menyugukan 50 acara pameran dan pertunjukan seni budaya, info beasiswa, kuliner, travel agent, dan hiburan lainnya. Akan ada juga pengundian 8 tiket penerbangan ke Eropa!*cihhuuuuy*
Platinum Sponsor acara ini adalah : Lufthansa, AirFrance, KLM. Gold Sponsors : Mandiri, Turkish Airlines. Silver Sponsors : Lafayete, Telkomsel, Lego, Diageo, Bag's City.
Kebayang seru deh acara-nya. Diselenggarakan di : Balai Kartini Jakarta.

Pembicara berikutnya adalah : Marischka Prudence, Travel Blogger/Writer serta Bunga Manggiasih (Namanya susah banget dibacanya untuk orang Belanda ya?Gimana waktu kuliah di Belanda nih?hihhihi), Penerima Beasiswa Erasmus Mundus Master Programme in Public Policy 2011-2013. Kedua cewek berprestasi ini berbagi pengalaman saat mereka traveling dan belajar di Eropa.

Tanya jawab dibuka 3 bagian, dari pertanyaan pengurusan visa Schengen, makanan halal dan menjalankan ibadah di Eropa dan serba serbi berada di Eropa. Menurut Mr.Wadubes EU, segala hal yang ada di Eropa sama halnya seperti di Indonesia, ada yang murah dan ada yang mahal karena beragamnya Eropa. Kalau mau transportasi murah bisa beli 'Passticket" yang bisa digunakan keliling Eropa. Penginapan murah-pun banyak tersedia di perkotaan Eropa.

Acara ditutup dengan menyantap Pasta dan Pizza, masakan Italia - salah satu negara anggota European Union.

Minat ke Eropa, baik untuk belajar ataupun wisata? Silakan hadir di acara : "Destination Europe 2014" . Nanti kita bisa kopdaran... :)))
Oh ya, Mr.Colin Crooks rekomendasikan kampung halamannya, Irlandia Utara dan kota-kota bersejarah di Eropa untuk kita kunjungi.




Mau Bisnis asal Swedia Eropa? Hubungi saya di 0818477757 (SMS ya kalau belum terjawab :))

Wednesday, 1 October 2014

Menikmati Bisnis Cantik

Akhirnya salah satu leader saya di Batam meraih level 6% di bisnis Oriflame yang kami ikuti. Impiannya memang ingin melanjutkan pendidikan kecantikan international. Semoga saja segera terwujud ya, Jeng :)


Jeng Ely di Batam juga tengah bersiap-siap mengikuti kontes berfoto dengan tas batik yang sudah diperolehnya. Tas batik hadiah promo rekrut bulan September 2014



Di bisnis ini kami dapat melakukannya secara jarak jauh, khususnya kalau kita masih terkoneksi dengan internet/media social. Gadget kita maksimalkan untuk menangkap peluang usaha dan karier yuk! Bisa menambah uang serta merawat diri.


Masih ada kesempatan untuk meraih berbagai kesuksesan, siapapun - dimanapun  dan apapun impian kita. Berkomunitas dengan menjadikan Oriflame sebagai alat menuju impian kita. Yuuuk..hubungi saya di Facebook : http://facebook.com/balqis57



Kalau benar-benar pengeeeen banget start di bisnis ini, silakan kirim copy/scan KTP ke : balqis57@gmail.com atau facebook.com/balqis57

Wednesday, 25 June 2014

Fun Weekend with Yukmakan at Transera Waterpark Bekasi


Kembali yukmakan mengadakan acara seru. Bagi yukmakaners yang beruntung mereka diundang dalam acara tersebut hari Sabtu 7 Juni 2014. Acaranya seru, gratis dan “asyik plus” karena seringkali yukmakaners dilimpahi berbagai hadiah.

 
Di “Fun Weekend with Yukmakan at Trasera Waterpark” saya dan Lia menjadi peserta. Transera Waterpark berada di Timur Jakarta, terletak di dalam Kota Harapan Indah, kota mandiri baru di gerbang Bekasi Barat berbatasan dengan Cakung – Cilincing Jakarta Timur. Kebetulan 7 bulanan yang lalu saya melakukan riset marketing di perumahan ini selama beberapa hari – mengendarai Suzuki Spin sendiri euy dari Pulomas. Janjian dengan beberapa teman di Carrefour-nya, so jadi familiarlah saya dengan perumahan ini karena kami konvoi “blusukan” ke cluster yang ada disana. Nah, makanya dengan yakin saya berangkat ke event ini naik motor berdua Lia. Wuuuih, ternyata busway sekarang sudah sampai di kawasan tersebut. Namanya masih TransJakarta gak ya, mengingat halte-nya sudah masuk ke wilayah Bekasi...hehe. Saya juga merasa dekat dengan kota mandiri baru ini karena jaraknya tidak jauh dari Pulo Gadung,kecamatan tempat saya bermukim :)
Jam 14.47 saya tiba di depan loket masuk Transera Waterpark. Mendaftar ulang di meja panitia, mendapat name tag – keterangan games dan pita yang menandakan kelompok. Saya mendapat kelompok Ungu, Lia kelompok Pink. Dipisah??? Malah seru karena kita jadi berinteraksi dengan orang-orang baru. Sambil menunggu, kami berganti pakaian. Dresscode-nya sih celana pendek,  tapi nggak mungkin kali ye daku bercelana pendek ria :p Pokoke yang enak buat nyebur di air dah, saya pilih semacam celana kaos – bukan pakaian renang muslimah.


First Game – Tanga Looma
Meluncur dari ketinggian dengan menggunakan ban...wuuuiiing, asyiiiik! Persaingan kelompok dengan kecepatan waktu sebagai penilaian utama. Mayan deh untuk saya yang belum sempat warming up harus lari-lari di tangga mencapai ketinggian membawa ban peluncur. Sampai atas malah meluncur ke bawah lagi, disambut teman kelompok yang bersorak sorai menjadi sponsor. Ampun deh, meluncurnya malah asyik tapi yang bikin ngos-ngosan nafas justru lari ke atasnya, Bro! Hohohooho...
Second Game – Ducky Dungs
Saya jadi supporter aja. Dari 7 anggota kelompok hanya diwakili oleh 2 orang.
Games 3 - Crazy Cone
Yiiihaaa, yang ini kusuka. Jadi tuh kita diwajibkan meluncur dari ketinggian, trus meliuk-liuk di tabung peluncur, di dalam tabung tersebut kita diombang-ombing macem kapal kena ombak. Sempat “macet” yang bikin saya en tandemmate saya ndorong-dorong badan agak panik karena khawatir ketubruk yang belakang. Hahaha, ternyata itu memang sengaja dibuat seperti itu. Halaaah...
Tapi beneran deh, saat badan kita rileks dan mengikuti arus saya justru merasa enjoy menikmati wahana ini. Pas mau meluncur sempat ditahan karena mau di-shooting dulu...hahaha...mesem-mesem campur aduk deh di depan camera. Permainan selesai kami berdua malah heran en protes,”Kok udahan sih? Mau lagi dooong....”
Games 4 - Mosi Oa Tunya
Awalnya saya berniat untuk mengikuti semua games yang ada, seberapapun mengerikannya wahana tersebut. Bersyukur dong masih diberi kesehatan prima dari Tuhan, makanya lakukan apa yang kita bisa selagi itu tidak merugikan orang lain dan bermanfaat bagi kita. Buat nambah kekayaan pengalaman pula. Taaaappiiii, di games ke-4 ini kami yang cewek-cewek dari kelompok Ungu terpaksa nggak ikutan! Saya pribadi merasa harus fokus jika bermain di wahana ini, bertumpu ke lengan dan kepala. Haduh, kalau daku nggak fokus khan kepala bisa benjut, sedangkan saya masih menata detak jantung yang tak teratur bukan karena takut, tapi karena lari-lari mendaki ketinggian/tangga sambil membawa ban. Next deh, kalau sudah warming up dan detak jantung lebih teratur saya akan bermain di wahana ini.

Permainan usai...selanjutnya kami berganti baju dengan dresscode putih, shalat Maghrib kemudian memotret Lampion Park untuk di lombakan di Twitter. Lantas berkumpul kembali di Te Ta Cafe. Duduk satu meja bersama kelompok games di wahana waterpark tadi. Serulah karena kita menikmati makan malam dengan sorak sorai dan tawa keceriaan. Yang menjadi pemenang games di waterpark tadi adalah kelompok Pink, kelompoknya Lia. Hihihi, lumayan hadiahnya khan, Li?
Saya nggak menang satu-pun contest malam ini? Aku rapopo...karena sebelumnya saya terlalu sering menang dalam berbagai contest/competisi/games/lomba : )



Acara yang diadakan yukmakan dan pada acara tersebut saya memenang kompetisinya,antara lain :