Showing posts with label wisata religi. Show all posts
Showing posts with label wisata religi. Show all posts

Monday, 26 December 2016

Blogger Trip 2 to Zona Madina Bogor : Menyaksikan Hasil Pemberdayaan Masyarakat

Senangnya hati ini mendapatkan sms dari Dompet Dhuafa bertuliskan : “Assalamualaikum, Selamat Anda lolos menjadi Peserta Blogger Trip 2 Zona Madina Dompet Dhuafa. Konfirmasi kehadiran ke nomor ini. Titik kumpul keberangkatan pukul 08.00 at Carrefour Lebak Bulus”


Kalau tujuannya bukan ke Zona Madina DD, tentunya saya akan berpikir beberapa kali untuk dapat tiba di area Lebak Bulus pada pukul 8 pagi. Alhamdulillah ternyata titik kumpul berubah menjadi Filantrophy Building Dompet Dhuafa Warung Buncit! Yeaaay....kalau disini mah saya sudah sangat familiar daerahnya, jadi jam berapapun oke deh...
Jumat 16 December 2016, jam 08.10 saya tiba di Phylanthropy Building. Ternyata hanya 3 blogger terpilih yang turut Blogger Trip 2, sedangkan 20-an lainnya dari berbagai media cetak dan online. Sekitar jam 10  mobil yang mengantar kami tiba di parkiran Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa yang merupakan bagian dari Zona Madina.

Friday, 28 March 2014

Wisata Masjid Makassar

Longweekend telah tiba...longweekend telah tiba....Hore...hore...horeeee

Longweekend bagi saya sama halnya dengan weekend biasanya. Boleh dikatakan saya adalah orang yang memiliki kekayaan waktu...hehehe udah pernah ngerasa punya uang banyak tapi nggak bisa memanfaatkannya karena nggak punya waktu :) Sekarang sih pintar-pintarnya saya mengatur waktu-lah, jangan kita yang diatur oleh waktu. 
Holiday dan traveling adalah hal yang berbeda bagi saya. Weekend 2 minggu lalu saya traveling ke Makassar. Bukan holiday, makanya waktu rekan kerja saya mengatakan di WA bahwa saya "holiday", saya mengoreksi,"Aku traveling, bukan holiday..." hehehe....karena saat di Makassar saya sempat membalas beberapa SMS dari kantor.
Masih ingat juga khan dengan cerita saya yang saat kebanyakan orang holiday saya justru berkutat menyelesaikan kerjaan??? Ituuuu yang : Christmas Holiday in Bali en Lombok

Laporan perjalanan saya mulai dari "Wisata Masjid Makassar"

Masjid Raya Makassar

November 2009 saya pernah berkunjung ke Masjid Raya Makassar nan mentereng bersama dengan Mr.Ardian Yeeeee....:p Saat itu saya tidak shalat karena sedang berhalangan. Saya naksir loh dengan rumah Allah yang satu ini. Bangunannya keren, dan ada Al Quran yang besaaaaar terpajang di lemari kaca. Al Quran yang diproduksi di Jawa Tengah. Tambah naksir lagi saat saya ketahui bahwa Masjid Raya Makassar diresmikan kembali (setelah renovasi) pada tanggal 27 May 2005 oleh Bapak Jusuf Kalla. Weeeiiii, sama dengan tanggal lahir sayaaaa! *Berkah dah ah :)
Namun foto-foto saya yang dilakukan oleh Mr.Kodok raib entah kemana. Semoga bermanfaat baik bagi yang menemukan dan melihatnya sehingga menambah amalan baik saya, Ya Allah. Amin.
Oleh karenanya saat kembali ke Makassar Maret 2013 saya minta diantar ke masjid ini oleh Mr.Bimo. Jadilah saya diantar Mas Bimo dan Mbak Silpi ke masjid ini. Bareng Mr.Echa juga, teman Bimo saat SMA yang dulu imut seperti anak SD....hahaha...kebetulan dia juga sedang bertugas di Makassar selama 3 bulan. Bahkan Mr.Echa yang memotret saya di masjid ini. Sedangkan Bimo en Silpi shalat Maghrib. Echa udah shalat di rumahnya, sedangkan saya...hiks, lagi-lagi sedang berhalangan.



Masjid Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin atau biasa disebut Masjid Terapung. Ketika saya berkunjung ke Makassar tahun 2009 masjid di Losari ini belum ada. Iyalah, masjid ini baru diresmikan setahun yang lalu. Padahal waktu itu saya hampir setiap sore menikmati sunset di Pantai Losari. Kalau udah ada masjid ini saya pasti nongkrong terus deh di nih masjid. Eh, nggak juga sih, khan waktu itu saya juga lagi halangan. Eaaa, sebenarnya ada berkahnya juga jika saya traveling seringkali bertepatan dengan "halangan" karena berarti "membebaskan" saya untuk berjalan-jalan tanpa harus "laporan" setiap masa waktu shalat datang. Toh, saya musafir dan sedang menggali ilmu yang saya share di (minimal) beberapa blog...hehehe..jadi banyak-banyakin zikir dan doa saja deh selama traveling. 
Masjid ini memiliki jendela-jendela besar yang menghadap ke laut dan pantai. Kebayang deh kalau shalat Shubuh dan Maghrib shalat dan kemudian memandang lepas ke bagian alam ciptaan-Nya. Subhanallah, bagaimana indahnya surga ya? Anna pengeeeeen, Ya Allah....

Monday, 15 August 2011

Tour Mesjid : Kunci Kemakmuran Negeri

Saya @ Masjid Raya Medan Sumatera Utara (February 2011)

Dua tahun lalu saya pernah menuliskan tentang perjalanan mengunjungi 2 mesjid di blog
Cinta Wisata Kita.
Sejak beberapa tahun lalu saya memang menginginkan melaksanakan petualangan beribadah shalat di 99 mesjid di bumi pertiwi ini. Sayang-nya ketika saya berkunjung ke Masjid Raya Medan Sumatera Utara nan indah dan Masjid Besar Makassar Sulawesi Selatan saya sedang berhalangan...nggak bisa shalat disana deh :((

Pada pertengahan Ramadhan ini saya menelusuri 2 laman mengenai perjalanan ke mesjid-mesjid, yakni :
30 Mosques dan Pink Mosques

Monday, 15 November 2010

Story from Arafah

Hari ini, 15 November 2010, jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul dan berdoa bersama di Arafah. Sebuah kenangan yang tergores di pengalaman hidup saya melaksanakan kewajiban yang seumur hidup hanya sekali. Ibadah yang dibanggakan kepada malaikat-Nya...bagi saya itu terjadi sebelas tahun yang lalu. Sebagian kisah akan tertulis di buku saya yang akan terbit, mohon doa-nya atas terbitnya buku ini.

Inilah satu bagian dari cerita di Arafah yang saya alami di tahun 1999 :

-->
PENJUAL MAKANAN DI ARAFAH
Bagi jamaah yang menunaikan ibadah haji di tahun 2006 mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya ketika menjalankan ibadah haji tahun 1999, yakni haji Akbar yang wukuf di Arafah-nya pada hari Jum’at. Suatu keberuntungan tiada tara, namun cobaan sempat mendera jamaah haji dari Indonesia di tahun 2006. Mereka mengalami kelaparan ketika di Arafah dikarenakan pihak catering yang tidak dikordinasi dengan baik. Ya Dhoorru, Semoga rasa lapar yang mereka alami dapat diambil hikmahnya dengan sebaik-baiknya bagi hamba-Mu semua. Termasuk kami yang tidak berada disana saat kejadian.
Memang apa yang kita alami secara pribadi walaupun di satu tempat dan di satu waktu belum berarti sama dengan orang lainnya. Apalagi jika waktunya berbeda. Mendengar dan membaca berita mengenai jama’ah haji Indonesia yang kelaparan di Arafah melempar ingatan saya ketika saya berada di Arafah.
Ketika itu tanggal 8 Dzulhijah. Sore hari rombongan saya bertolak ke Arafah dari Mekkah. Jalanan sudah mulai ramai, namun Alhamdulillah kami yang terbiasa menghadapi kemacetan di Jakarta jadi tidak merasakan bahwa kemacetan sore itu begitu menyiksa. Bahkan kami termasuk yang cepat sampai di Arafah. Tenda jamaah haji Indonesia masih kosong. Kami rombongan pertama yang sampai di tenda tersebut.
Bagaikan petugas inspeksi saya berkeliling di sekitar tenda. Ada rasa ingin jajan seperti kebiasaan di Indonesia apabila sedang berkeliling perumahan. Aaahh...tapi saat ini saya sedang berada di Arafah. Lucu banget kalau tiba – tiba ada tukang jualan berkeliling.
Dan “kelucuan” itu memang terjadi! Begitu saya melintasi pagar kompleks tenda untuk melihat Jabal Rahmah ternyata ada wanita yang sedang berjualan. Berwajah khas Indonesia dan saya melihat keranjang jualannya.
“Gado – gado,Mbak.” Wanita itu menawarkan dagangannya.
“Gado – gado??” Aku balas bertanya. Masih belum percaya. Benarkah saya berada di Arafah?
Setelah diyakinkan oleh wanita itu saya langsung memesan gado – gado lontong dagangannya. Sedap! Penjual gado – gado tersebut berasal dari Madura. Tak seberapa lama temannya yang pedagang makanan khas Indonesia datang. Saya membeli makanan yang dia jual juga. Membungkusnya dan makan di dalam tenda bersama beberapa rekan yang terheran – heran melihat saya membawa makanan khas Indonesia seperti saya baru saja belanja di pasar Indonesia.
Mengingat kejadian yang saya alami sore itu di Arafah saya jadi terheran – heran dengan peristiwa kelaparan yang melanda jamaah haji tahun 2006. Bukankah di Arafah banyak penjual makanan Indonesia dan pedagang itu menjualnya juga dengan harga yang murah??
Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui.