Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Tuesday, 12 April 2016

Belajar Personal Finance dan Travel Writing di Care Day Sisternet

Setelah mengikuti kelas Menulis Konten Viral bersama Ollie di Tier Space yang diselenggarakan oleh Sisternet pada hari Rabu, 30 Maret 2016 maka menangguk ilmu saya lanjutkan di event Care Day Sisternet yang berlangsung Sabtu, 2 April 2016 di The 101 Dharmawangsa Hotel. 
Peserta Workshop Menulis Konten Viral (Dok.Sisternet)
Sisters diperkenankan memilih salah satu kelas, yakni : Personal Finance 1.0 oleh Sister Ligwina Hananto , Founder dan CEO QM Financial serta kelas berikutnya adalah Travel Writing 1.0 oleh Amalla Vesta, Founder @LiburanLokal, Travel Consultant & Writer sekaligus Senior Manager Digital Communication Garuda Indonesia. Setelah menghadiri kelas-kelas tersebut maka Sister mengikuti Training of Trainers oleh QM Trainer – QM Financial, dengan maksud seluruh Sisters yang telah mendapatkan ilmu pada Care Day segera melakukan Giving Back Workshop alias membagikan ilmu yang telah di dapat ke wanita-wanita di sekitar kita.

Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi saya yang memiliki pengalaman mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak dan mengajar SMA Persamaan mata pelajaran bahasa Inggris dan Tata Negara bagi Assisten Rumah Tangga yang akan mengikuti ujian paket C dengan dana dari satu LSM yang fokus mengurusi tenaga kerja wanita, khususnya assisten rumah tangga. Murid saya lebih dari 20 orang perkelas-nya. Di program Sisternet juga di sarankan untuk berbagi ilmu dengan 20 wanita lainnya. 

Awesome Sisters - Sisternet Care Day Batch 1

Sunday, 1 November 2015

Berbagi Sehat Lestari Bersama Daihatsu dan Bekasi Berkebun

Berkebun di halaman rumah? Masih ada waktukah kita di tengah aktifitas kota kekinian yang semuanya berpacu dengan persaingan? Sebenarnya sih masih ada jika kita melihat aktifitas rekan-rekan di Bekasi Berkebun dan mengetahui manfaat dari berkebun di halaman rumah.


Kokgituya.com mengajak 45 bloggers terpilih untuk melakukan kegiatan berkebun bertitel “Kokgituya.com Piknik Bareng Bekasi Berkebun” di rumah dinas Wakil Walikota Bekasi - Bapak Ahmad Syaikhu pada hari Ahad, 18 Oktober 2015. 
Bapak Wakil Walikota yang satu ini emang oke deh, karena membuka rumah dinasnya bagi berbagai komunitas untuk memanfaatkan secara positif. Dalam kata sambutannya beliau juga mengatakan : “Teman-teman Bekasi Berkebun fokus pada pemanfaatan lahan kosong untuk berkebun. Nah, blogger tinggal nulis agar masyarakat teredukasi soal city farming,”(sumber : http://ahmadsyaikhu.com/read/2015/10/19/blogger-ngumpul-bareng-di-rumah-dinas-wawali/ )

Penyerahan t-shirt KokGituYa.com kepada Bapak Ahmad Syaikhu
Selain berkebun juga diadakan sharing dengan Rumah Harapan yang siang itu diwakili oleh Ibu Pritha Wibisono yang berbagi cerita mengenai adik-adik, keponakan-keponakan dan anak-anak kita yang terkena kanker namun senantiasa ceria. Bayangkan mereka masih di bawah umur dan sudah mengidap kanker-bahkan banyak yang stadium tinggi. Oleh karenanya kita yang berusia produktif serta sehat, alangkah mulia jika kita berbagi dan peduli dengan mereka. Salah satu cara adalah melakukan donor darah, peduli dan memberi kasih sayang kepada mereka. Tidak memiliki banyak waktu untuk ber-silaturahim secara langsung dengan mereka? Doa-kan mereka, lakukan aksi walaupun melalui media sosial atau dunia maya yang berada di genggaman tangan dan rawat bumi yang kita tinggali bersama. Yang ini kalian pasti bisa dong...tentunya juga dengan berkebun!
Daihatsu Indonesia  melalui Head of Promotions Department-nya, Bapak Eko Priyanto menjelaskan mengenai kepedulian dan komitmen bagi para blogger dengan membuat KokGituYa.com yang menjadi tempat berkumpulnya blogger serta sebagai pendongkrak traffic visitor bagi blog milik blogger di platform masing-masing. Dijelaskan pula program CSR dari PT Astra Daihatsu Indonesia yang kesemua-nya pasti bermanfaat bagi lingkungan.  Oh ya, saya juga hadir dalam launching KokGituYa.com yang diadakan di Mal Kelapa Gading, ceritanya bisa dibaca di SINI

Mari Berbagi Lestari Bersama Daihatsu dan Bekasi Berkebun
Sebelum matahari terik, dikarenakan waktu yang baik untuk menanam adalah sebelum pukul 9 pagi, maka blogger langsung diajak menuju halaman depan rumah untuk diberi pengarahan mengenai pengetahuan dasar berkebun. Berbagai perlengkapan berkebun telah tersedia di mobil Daihatsu Granmax yang saya ketahui sangat sering digunakan untuk "moko" alias mobil toko, kali ini digunakan untuk berkebun. Ternyata sangat multifungsi produktif jenis Daihatsu yang satu ini...hehehe

Biasanya "moko", dan kali ini Granmax berfungsi sebagai "mobun" alias mobil berkebun
3 hal yang perlu diperhatikan dalam bercocok tanam adalah : 
  1. Sinar Matahari
  2. Sirkulasi Udara
  3. Media Tanam

Manfaat berkebun :
  • Dengan berkebun kita telah berbagi lestari, menyatu dengan alam. Melestarikan bumi ciptaan-Nya.
  • Bermanfaat bagi kesehatan. Ternyata melakukan bercocok tanam, seperti memotong tanaman, menyiram, merapikan pot dan memberi pupuk dapat membakar 280-380 kalori yang jumlah kalorinya sama dengan berlari 30 menit sejauh 2,5 km atau melakukan kegiatan seks selama 3 jam.
  • Menghindari stress. Penat bekerja di tengah kota? Coba deh tenangkan diri dengan menanam.
  • Menghemat pengeluaran dapur. Tidak perlu membeli cabe, tomat,bawang,bayam dan berbagai keperluan memasak yang bisa kita tanam sendiri di halaman atau pot di rumah.
  • Mendapatkan aneka bumbu atau sayur yang organik, terbebas dari pestisida yang membuat sehat. Pupuk memang diperlukan, namun sebaik-baiknya adalah menjauhi pupuk atau pestisida kimiawi agar tubuh tidak tercemar.
  • Menambah keasrian rumah. Indah khan andai di rumah kita banyak ditumbuhi aneka tanaman?
  • Memberikan kontribusi angin kepada lingkungan. Wuiii, sejuknya semilir angin... adeeem. Setelah "berkontribusi" mencemarkan kota dengan kendaraan yang kita naiki saat beraktifitas sehari-hari maka kini waktunya kita memberikan kontribusi agar lingkungan menjadi "adem", bersihkan lingkungan dengan tanaman-tanaman yang kita tanam.
Jenis tanaman apa saja yang bisa kita tanam di halaman rumah?
Cabai , Bayam, Tomat, Kangkung ,Kacang Panjang ,Bunga Matahari, Bawang, Seledri, dll. Jenis tanaman ini masa panennya tidak memerlukan waktu yang lama, contohnya bayam yang hanya memerlukan waktu 1 - 3 minggu, kacang panjang hanya 1-2 bulan dan cabe sekitar 3-4 bulan yang bisa panen kembali secara berkala.
Beberapa Bibit Tanaman Yang diberikan kepada Blogger KokGituYa.com

Keren khan manfaat dari berkebun? Mari kita lakukan sejak sekarang! Tidak ada istilah "tangan panas" dalam berkebun, tetapi jika kita sering gagal dalam menanam tumbuhan hal itu disebabkan kita belum mengerti cara menanam yang baik. Jika ingin menambah manfaat berkebun, silakan bergabung di komunitas Bekasi Berkebun, silakan kunjungi website-nya di : Bekasi Berkebun

Blogger KokGituYa.com dan Bekasi Berkebun (Pic : Daihatsu Indonesia)

Monday, 25 June 2012

Cinta #JakartaBanget

Ini cerita tentang Jakarta. Bukan sekedar Jakarta yang biasa. Ini memang cerita tentang Jakarta yang luar biasa. 47 Penulis bersatu untuk mengekspresikan kisah mereka tentang Jakarta, berbagi kepada sesama dan pada saat mereka telah disatukan dalam sebuah buku #JakartaBanget mereka berkumpul di Museum Fatahillah . Salah satu diantara mereka adalah : Saya yang  terus bersyukur bahwa saya lahir dan memiliki banyak cinta di Jakarta. Saya yang pernah bertahun tinggal dan mencintai beberapa kota di dunia tetap memiliki keyakinan bahwa kota kelahiran saya memiliki banyak keragaman yang tidak akan pernah dimiliki oleh kota mana-pun di dunia.Saya yang mengirimkan naskah untuk antologi ini tanpa memikirkan bahwa naskah saya harus terpilih di dalam buku , karena menulis adalah sebagian nafas.Selain itu yang utama adalah sebagai ungkapan cinta kepada Jakarta yang kerap "dizhalimi" oleh penduduknya sendiri (Bahkan penduduk tidak resmi!), serta saya ingin berkontribusi kepada para disable bersama rekan-rekan berhati mulia di Rotary Batavia Jakarta. Jadi lolos atau tidak lolos-nya naskah saya bukanlah suatu hal yang penting, karena itu urusan Tuhan yang bersedia atau tidaknya menerima amal saya tersebut :)
Bahkan saya tidak tahu pasti ini naskah saya  keberapa yang diterbitkan dalam buku. Tulisan saya yang dimuat di media mencapai ratusan, dan yang masuk dalam buku antologi bersama berjumlah belasan. Hampir semuanya (antologi) untuk amal kepada dhuafa dan kesehatan kalangan tak mampu secara ekonomi untuk berobat. Beberapa buku diantara yang memuat tulisan saya tidak saya miliki.Bertambah lagi PR untuk membuat portfolio karya :) Rasa bahagia begitu mengetahui bahwa tulisan saya masuk dalam antologi ini justru karena saya dapat masuk dalam sejarah Rotary Batavia Jakarta, komunitas berhati mulia - mereka yang di dalamnya masih memiliki kekayaan hati untuk berbagi kepada sesama. Itulah berkah dan anugerah sesungguhnya!


Saya menjejakkan kaki di pelataran Museum Fatahillah bersama Mpok Yuli. Sebenarnya ibu saya yang baru pulih kesehatannya ingin datang juga, tetapi kalau beliau ikut serta maka kami harus menggunakan mobil pribadi. Sedangkan saya bertekad untuk menikmati perjalanan menuju daerah Kota Lama dengan menggunakan TransJakarta. Dress ala None Jakarta telah saya siapkan di goodiebag. Tetapi karena acara yang sudah dimulai pas saya mengisi absen dan saya tanya ke panitia bahwa tidak semua hadirin mengenakan dresscode maka saya tidak jadi mengganti dress tersebut. Saya tidak memiliki ambisi untuk mendapatkan hadiah Dresscode Terbaik, namun semampu mungkin saya akan mematuhi dresscode setiap kali saya hadir dalam suatu acara. Aaaah, barangkali dress ala None Jakarta itu akan saya gunakan saat mengikuti Pilkada Juli nanti.*bakal bengong gak ya para security di lingkungan rumah saya? :)

Memasuki salah satu ruang di Museum Fatahillah kami disambut oleh senyuman sumringah Sang Presiden Rotary Batavia , Mpok Ira Latief. Dua Abang MC  , si "Banci Tampil" dan si "Pacar", telah bercuap-cuap di hadapan yang hadir.Interaksi mereka yang terkesan ringan namun memotivasi dan menginspirasi saya untuk lebih mengenal sejarah kota dimana Ayahanda tercinta dimakam-kan.
Mpok Angkie yang datangnya berbarengan waktu dengan saya dan Mpok Yuli membacakan puisinya.Ini kali ke-dua saya menyaksikan performance Mpok Angkie setelah sebelumnya melihatnya di Malam Penobatan FFF 2008 di Upper Room belakang Hotel Nikko (sekarang Pullman).


Treasure Hunt Museum Sejarah Jakarta
Kami dibagi menjadi 4 kelompok untuk mengikuti Treasure Hunt. Saya masuk kelompok 'Gambang Kromong" bersama Mpok Asta Dewanti (Si ABJ), Abang Dokter Randhy (Siapa Mau Senyumkan Jakarta??), Mpok Ratna Indahswari (Surat Untuk Pak Gubernur). Non penulis : Mpok Yuli dan Sang Suami ABJ :)
Dimulai tiap kelompok menciptakan YelYel kemudian menyusun Puzzle kertas bergambar petunjuk kemana kami harus menemukan post pertama.


Yeaaay...Finally We find it!
Ada 5 post yang harus kami datangi, berakhir di Meriam si Jagur yang terkenal itu.Untuk mendapatkan post 2 (Petunjuknya Duit) membuat kami harus naik turun tangga beberapa kali. Mpok Yuli ngomong,"Untung loe gak jadi ganti kaen Betawi (Baju ala None), kalau jadi khan repot tuh..." Saya nggak sependapat,"Nggak masalah kalau pakek kaen Betawi. Modelnya khan sarung, jadi gue masih bisa bebas kesana kemari bergerak. Lagipula kalau pakek baju None Betawi foto-foto gue khan bakal keren. Nuansa-nya beda kalau foto di museum!" *Tetap yak pikirannya foto-foto? ;p Kalau pakek kebaya encim jadul khan udah kesampe'an waktu Adventure Culinary 2012.
Dari Treasure Hunt ini terpilih 1 pemenang, yaitu kelompok 'Abang None' yang anggota-nya, antara lain Mpok Angkie, Abang Leo yang kontestan AFI Indosiar (Welcome to the City of Dream) dan Abang Ferry Guntoro (Tempat Suci di Pasar Baru), salah satu founder "Love Our Heritage" *Bang, kapan-kapan ajak ane jalan-jalan ke kuburan dwuoong ;-D. Oh so sorry, Abang yang berbaju merah di kelompok ini saya nggak ingat nama-nya karena kami nggak berkenalan langsung :D
Hohoho, kelompok bolehlah menang, tetapi saat Abang MC menanyakan tentang patung dewa yang namanya menjadi nama brand yang sangat di-hunting oleh sosialita , mereka menampakkan raut kebingungan. Hahaha, saya en Mpok Yuli sampai gemas en cekikikan,"Hihihi...duh,mosoq sih pada nggak ngerti? Padahal sebelum nama-nama Belanda itu meluncur di pikiran, kita malah "kesangkut" sama nama dewa ini." Yup, HERMES , patung yang berada di Museum Fatahillah ini ketika saya masih kecil dan melewati Harmoni saya akan mengatakan,"Itu cowok mau maen bowling..."
Mpok Yuli menjawab pertanyaan tersebut begitu disodorkan microphone. Abang MC sampai ngeledek ke kelompok 'Abang None' : "Maklum soalnya kantongnya belum sampek kebeli tuh brand..." Hahaha, kalau cuma scarft-nya saja sih saya masih mampu deh, tapi kalau untuk beli yang Birkin kok mendingan uangnya saya jadikan untuk membuka toko (lagi) ya, dan uangnya dimanfaatin untuk mereka yang produktif dan berkreasi.
Mau membela diri nih : Kelompok Gambang Kromong nggak sampai duluan ke tempat semula lebih cepat karena kami khan ingin belajar dan menguasai sejarah Jakarta loooowwwh, jadi kami nggak buru-buru kembali ke tempat acara ;D


Best Dress and Best Twitpic
Mudah ditebak siapa yang menjadi Best Dress dan Best Twitpic siang itu. Tapi kok yang menang Mpok-nya saja? Yang Abang-nya nggak ada yang menang nih? :)
Untuk Best Dress ala None Jakarta pemenangnya : Mpok Lia LMB (Aku, Jakarta dan Metromini). Dress ala Cewek Jakarta Modern : Mpok Asta (Si AJB).
Sedangkan yang mendapatkan Best Twitpic : Mpok Elisa Koraag (Cinta Terlarang),masuknya di kategori Fiksi, tapi sebenarnya kisahnya Non Fiksi yang dituturkan menjadi Cerpen. Mendengar kisah cinta Mama Icha ini saya jadi ingin menyanyikan Peri Cintaku-nya Marcell deh ...;D
Setelah acara selesai, kami foto bersama di dekat patung Hermes. Kemudian 'booksigning' :)

Saya sering mendengarkan suara Abang Farid Ardian di UFm, dan saya nggak pernah ngira kalau akhirnya tulisan kami bisa diterbitkan dalam satu buku.
Foto diambil dari @Rotary_Batavia

  • Sehari sebelumnya ,bertepatan ulang tahun Jakarta buku #JakartaBanget 'dimasyarakatkan' ke beberapa media,diantaranya : UFm Radio , MNC News Indovision, SmartFm.
  • Sponsor launching Buku Jakarta Banget adalah : Museum Fatahillah Jakarta, Caring Colours (Saya pernah masuk sebagai 10 Terbaik Caring Colours Care Your Dream 2007  loh ;D , en February 2012 ikutan lagi event Happy Valentine with Caring Colours) , D'Marco Cafe (Sumpee dah, di MKG saya dan Mpok Yuli ngaduk-aduk goodiebag kami berdua , mencari voucher untuk makan disana.*A Confession of Banci Voucher ;-p ), Blitz Megaplex (Saya member Blitz loh *sombong,walau bukan yang gold ;D Terakhir nonton Soegija di Blitz MOI) , Royal Garden Spa (Cihhuuuy, jam istirahat kerja bisa Totok Wajah di dekat kantor ;p) and Seven Eleven (Tempat nemenin keponakan-keponakan beli minuman khas-nya...Sluuuurrp)
  • Mau beli bukunya??? Silakan ke tokonya SINI. Beritanya sudah ada penerbit major yang naksir nih :)
  • Yeaaay...tepat banget tulisan saya di buku ini diletakkan di halaman 57!!! Ini nomer rumah keluarga besar saya di Jakarta, nomer plat mobil pribadi semua yang lelaki tercinta saya belikan untuk keluarga kami...pokoknya hampir semua nickname saya di internet juga bernomer 57 :) Maju ...57 Maju!


Friday, 25 May 2012

Happy Hour CosmopolitanFm with Body Shop


Yeaayyy, setelah "dimanjakan" oleh CosmopolitanFm dengan event Fun With Your Heels, kali ini saya merasa dihadiahkan dengan event CosmopolitanFm yang bekerja sama dengan Body Shop, salah satu produk favorit saya dan my mantan sejak lebih dari 17 tahun yang lalu.
Kali ini (Rabu,16 Mei 2012) Body Shop memperkenalkan New Moisture White Shiso yang berfungsi untuk menghilangkan bintik hitam dan kulit kusam.Walaupun sudah belasan tahun mengenal dan menggunakan (random) Body Shop, namun saya belum merasa familiar dengan produk skincare yang untuk orang dewasa. Yup, Moisture White Shiso ini diperuntukkan bagi wanita berusia lebih dari 25 tahun ke atas. Yang usia masih dibawah 25 tahun gak usah macem-macem dulu deh, gunakan saja produk perawatan "biasa", misalnya : roll on deodorant, bathshop, shampo,dll.
Yang saya suka dari produk Body Shop (selain karena rekomendasi mantan saya ;-p) adalah : Support Community Fair Trade dan "tidak ada ukuran" untuk seseorang menjadi cantik. Tidak perlu putih dan langsing untuk menjadi cantik. Juga peduli dengan lingkungan!


Saat mendaftar ulang kami diberi angket,pulpen CosmopolitanFm dan voucher yang bisa kami tukarkan dengan goodiebag seusai acara.Ketika kami (Saya, Widya and Mpok Dina) duduk makanan sudah terhidang, diantaranya Bebek Panggang, Udang Mayo, Sapo Seafood, Sapi Lada Hitam...hmmm,apalagi yak,,,lupa saya. Tapi yang pasti makanannya mantap kok! ;)  *Tuh fotonya diatas...

Talkshow kali ini berlangsung on air, disiarkan langsung kepada Cosmoners yang sedang mendengarkan CosmopolitanFm. 



Marcell yang perform malam itu membawakan 4 lagu (Peri Cintaku, Firasat, Tak Terganti and Mau Dibawa Kemana). Hehehe, lagu Peri Cintaku itu khan "soundtrack" kisah saya tahun lalu. Tahun lalu pula saya menyaksikan Marcell live di salah 1 cafe di Margo City.Sekarang sih udah nggak-laaah.Soalnya kata Pak Ustadz nanti pasti ada pengganti yang mirip dengan dia,eh ternyata bener loh...saya dapat penggantinya yang mirip dengan "dia". Dia siapa? Ustadz itu? Ya kagak, maksudnya cowok yang beda iman dengan saya, tapi saya-nya sih ogah-ogahan karena saya khan mau-nya sama "dia". Daripada bikin galau mendingan gak usah...hehehe...
Waktu Marcell menyanyikan lagu Firasat, Dina bilang judulnya "Cepat Pulang"....hahaha,gara-gara keseringan disuruh cepat pulang sama nyokap ya,Din???

Yeay, Dina dapat doorprize Parfum Body Shop

Disela-sela talkshow juga diadakan Beauty Demo menggunakan Moisture Shiso. Saya sih nggak ikutan lantaran udah malem, jadi gak perlu dimake over deh, nanti khan langsung pulang en bobo. Walaupun sebenarnya penasaran juga dengan produk baru ini ;-) Pulangnya kami dikasih goodiebag, isi-nya tas CosmopolitanFm, sample Moisture White Shiso Serum yang hanya bisa dipakek 2x, sample White Musk (Yeeaaay, one of my favorite....)

Monday, 13 February 2012

#akberdepok06 : TV Production 101


Pernah dengar tentang Akademi Berbagi? Kalau belum pernah dengar, silakan check website-nya : AKADEMI BERBAGI
Nah, tanggal 12 February 2012 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti salah satu kelas yang menjadi minat saya - hhmmm sebenarnya materi kelas yang diselenggarakan oleh Akademi Berbagi merupakan minat saya. Boleh dikatakan hal tersebut merupakan passion saya. Ahad, 12 February 2012 berlangsung di Akber Depok kelas TV Production dengan Ibu Guru, Sita Sidharta. Bagi pecinta dunia tulis menulis dan broadcasting di Indonesia pasti kenallah nama ibu yang satu ini :)



Saya datang tepat saat kelas dimulai. Sebagai pembukaan peserta dijelaskan mengenai Sekilas Sejarah Televisi. TV pertama berada di Eropa tahun 1925, kemudian Amerika nggak mau kalah - menyatakan bahwa telah ditemukan pesawat televisi di tahun 1927. Tahun 1934 Vladimir Aworykin mengembangkan. Kemudian tanggal 2 November 1936 muncullah station BBC, menyusul ABC, CBS dan NBC mengudara di tahun 1948. Sedangkan TVRI, station televisi pertama Indonesia mengudara di tahun 1965. Beuh,ketinggalan banget yak?

Program siaran tipi terbagi 2, yakni : News and Non-News. Siang itu kami dijelaskan mengenai salah satu bagian dari Non-News, lebih tepatnya Program Drama. Deeeebz...AC mati, OHP gelap. Kena pemadaman bergilir ,Bo'. Buka jendela deh ;-D
Materi slide-nya nanti silakan dilihat di Akber Depok seandainya sudah di-upload ya ;-) Yang barangkali nggak ditulis di slide adalah durasi shooting sinetron. Untuk memproduksi sinetron masa tayang 1 jam (potong iklan jadi hanya 43 menit) maka diperlukan 1 minggu untuk shooting. Sedangkan untuk durasi setengah jam rata-rata diperlukan 3 hari shooting.
So far kalau di Indonesia saya termasuk orang yang jarang nonton tipi, tetapi setelah dipikir-pikir...kita nggak bisa "menolak perkembangan" masa sekarang. Nggak pernah nonton tivi jadi kurang update dengan lingkungan. Bukannya sebaiknya kita justru tergerak melakukan perubahan yang baik, nggak sekedar ngomel-ngomel dengan acara tivi yang kurang mendidiklah - nggak logislah - presenternya begolah - produksinya nggak kreatiflah! Lebih baik kita melakukan perubahan : Aktif menyaksikan tivi dan protes ke station tivi tersebut andai melihat tayangan yang siarannya nggak banget ;-D Kalau kita nggak nonton tivi en cuek...nanti dipikirnya kita suka dengan program tersebut, akhirnya program yang "nggak banget" tersebut terus ditayangkan dan akhirnya nggak ada arah perbaikan untuk masyarakat deh :(


Kelas yang berlangsung selama 2 jam ditutup dengan makan siang bersama di Buku Cafe. Siang itu ada Volunteer Akademi Berbagi yang mentraktir peserta untuk makan siang. Terima kasih ya, Hamba Allah yang nggak mau disebut namanya :) Jadi inget saat kuliah di UI deh, saya sering dibayarin makan siang sama orang tapi nggak ngerti siapa yang ngebayarin. Saat mau bayar ,eh katanya udah ada yang ngebayarin. Sampai saat ini nggak ngerti juga siapa yang sering ngebayarin saya. Emang ya, masih banyak orang yang mau berbagi tanpa pamrih dari orang lain :) Semoga Tuhan membalas kebaikan tersebut dengan sebaik-baiknya.