Showing posts with label Pengajian. Show all posts
Showing posts with label Pengajian. Show all posts

Wednesday, 23 November 2016

SKV Group Berbagi : Aksi Filantropi di Hari Jadi Sang Pendiri

Rasulullah pernah berkata sambil memberi isyarat dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah berdempetan , dan beliau merenggangkan kedua jari lainnya , “Aku dan pengasuh anak yatim berada di surga seperti ini”

Kemudian dari Abu Umamah, Rasulullah berkata,”Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan dan barang siapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh adalah aku bersama di surga seperti ini.” Beliau mensejajarkan dua jarinya.
Lengkapi desain musholah rumahmu dengan ini (Pic.Pribadi)
Masya Allah, betapa indah dan “mudah”-nya kita berdekatan dengan Rasulullah di surga, yaitu dengan berbagi kasih sayang dengan anak-anak yatim. Jika kita mendapatkan kebahagiaan di dunia, maka berbagi adalah cara agar lebih berbahagia – apalagi berbaginya kepada anak-anak yatim. Inilah yang dilakukan oleh SKV Group yang menaungi Bursa Sajadah. Sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi ke-67 pendirinya, H.Syahir Karim Vasandani, SKV Group melakukan kegiatan CSR di 7 kota di Indonesia dengan berbagi keberuntungan dan kebahagiaan ke 8 panti asuhan dan pondok pesantren  yang berada di sekitar lokasi cabang toko Bursa Sajadah. “Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengan memberikan santunan kepada mereka yang kurang mampu.” Demikian ungkapan H.Syahir Karim Vasandani. Sebelumnya SKV Berbagi juga telah memberikan bantuan kepada anak yatim dan hafiz Qur’an di bulan Ramadhan lalu 

Saturday, 3 September 2016

Jihad Selfie Jihad Masa Kini?

Beberapa tahun lalu saya selalu membaca berbagai buku berthema Islam, tanpa melihat aliran atau kelompok manakah penulis/penerbit buku tersebut meyakini. Semakin sering membaca buku-buku tersebut tanpa bimbingan khusus guru, maka saya semakin bingung. Ada yang menuliskan bahwa amalan harus dilakukan dengan lemah lembut, ada pula yang menceritakan bahwa jihad adalah melakukan bom bunuh diri atau melemparkan batu-batu ke musuh hingga sang musuh benjol. Padahal belum tentu korban bom tersebut adalah pribadi yang mendzolimi mereka (Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk berziarah ke Palestina ketika  masih kuliah. Saat itu saya bisa duduk dengan santai bersama tentara2 Israel yang ganteng2 dengan senjata pistolnya ,tetapi mereka sedang menunggu instruksi dari atasannya agar kami mendapat izin melaksanakan ibadah shalat di kompleks Masjidil Aqsa dan Dome of The Rock. Kemudian kami berkunjung ke tempat kelahiran Nabi Isa Almasih di Betlehem yang dijaga oleh tentara muslim Palestina, dan melihat langsung saudara/i Kristiani dari berbagai penjuru dunia melakukan ibadah di gereja tersebut. Kami umat Islam tetap berdoa dan tenang, tidak mengusik mereka yang tengah beribadah di gereja tsb.) .Suatu hari saya juga pernah “diculik” oleh seseorang dan ternyata dipertemukan dengan seseorang yang berpenampilan ala eksekutif central business Jakarta namun menceramahi dengan berbagai tafsir. Ujung-ujungnya saya diajak untuk ba’iat dengan membayar sejumlah uang, dan katanya nggak akan masuk surga orang yang tidak diba’iat bersama kelompok mereka. Yeeee, emang surga situ yang punya?!


Monday, 30 March 2015

Power of Vision : Muda, Kaya dan Penuh Karya



Ada acara keren nih, di Masjid Baitul Ihsan kompleks Bank Indonesia Jakarta Pusat. Anugerah untuk saya karena selama bulan February 2015 hingga awal Maret 2015 saya mondar-mandir ke Bank Indonesia untuk meeting, indepht dan quantitative interview, melakukan evaluasi untuk riset pemasaran Peruri, klien tempat saya bekerja, sehingga masih familiar di benak kondisi masjid ini.
Saya sempat memberi informasi acara tersebut ke beberapa teman,dan mereka berminat hadir. Tetapiiii, ya karena “kurang fokus” maka ada saja alasan yang menghalangi mereka-ada yang kehujanan, ada yang kelupaan dan seribu alasan lain. Alhamdulillah walaupun sama mengalami hujan deras, menembus kemacetan Jakarta serta masih sibuk mengurus perpanjangan keanggotaan Oriflame ternyata saya dapat tiba di lokasi dengan tepat waktu!
Kami mengisi buku tamu, mendapat kupon doorprize dan beberapa lembar pamflet – informasi lembaga dan acara para Pembicara. Acara dibuka tepat pukul 18.30.



Pembicara Pertama : Kak Ridwan Mukri
Ya, saya terbiasa memanggil beliau dengan panggilan “Kak” karena beliau identik dengan ESQ Teens. Asti, keponakan saya merupakan alumni ESQ Teens. Demikian pula dengan saya yang alumni ESQ Executive angkatan 64 hingga Self Control Collaboration. Mudah-mudahan tahun ini saya ikut dalam training ESQ Total Action sehingga bisa “wisuda” deh :D
Jadi bukan baru pertama kali saya memperoleh tebaran ilmu dari Kak Ridwan Mukri. Semoga bertambah berkah ya ilmunya...Aamiin.
Dengan waktu singkat, hanya sampai waktu Isya alias setengah jam Kak Ridwan memaparkan mengenai visi. Apa yang membedakan 2 orang yang awalnya adalah tukang batu, dan dalam 10 tahun berikutnya yang satu menjadi Presiden Direktur dan temannya tetap menjadi tukang batu? Jelas yang membedakan adalah visi yang mereka miliki.
Oleh karenanya kita harus memiliki visi jika ingin kemajuan dalam hidup kita. Apa impian kita? Kita harus tahu , begitu ada ide harus segera dicatat dan wujud-kan!!! Untuk mewujudkan impian maka kita harus memiliki keyakinan pada ALLAH, harus teguh terhadap tujuan, terus memiliki visi dan berusaha mewujudkannya.
3 Visi yang  kita miliki adalah :
  • Jangka Pendek. Lakukan semua hal baik dengan sebaik-baiknya.
  • Sukses Dunia. Dengan menjadi Pengusaha yang baik, Guru yang baik, Dokter yang baik,dll.
  • Visi Terindah : Berjumpa dengan ALLAH di surga. (Aamiin YRA)

Pembicara ke-2 : Ust. Erick Yusuf – Visi Untuk Masa Depan
Ustadz Pembina iHAQi ini langsung membahas mengenai umur, begitu mengetahui bahwa terdapat kata MUDA dalam pembahasan kita malam itu. Alhamdulillah, soal muda itu relatif menurut beliau. Selama ini kita mendefinisikan umur berdasarkan tahun lahir, yakni tahun. Defenisi putaran bumi 1 tahun, Pluto 3 bulan. Di masing-masing planet berbeda lagi putarannya. Hal ini yang menyebabkan usia kita menjadi relatif, satu dengan yang lainnya berbeda. Namun sebenarnya menurut Islam usia kita sama, bahkan usia kita sebenarnya sama dengan Pangeran Diponegoro. Loh bagaimana bisa? Karena saat Nabi Adam AS dicabut tulang rusuknya maka semua ruh jatuh bersamaan, kemudian di hari akhir kita dikumpulkan di padang Masyar. Berdasarkan ini maka semua ruh sama umurnya, yang membedakan umurnya adalah jasad. Nggak ada tuh sesuatu terbaik berdasarkan umur, kecuali bagi kita yang mengamalkan ilmu ALLAH.
Usia semua manusia “sama”, apalagi yang membedakan? Ya tentu-nya karya! Teruslah berkarya tanpa “mengingat” umur kita. Pantang merasa dan mengatakan,”Ah sudahlah, saya sudah tua...” dalam meraih karya. Jadi-lah orang yang penuh visi/avant garde. Bisa melihat jauh ke depan. Visi kita yang bisa menembus dunia. Persiapkan untuk hari esok!
Defenisi ORANG KAYA :
Di dunia : Semua barang yang menempel di badan-nya atau yang digunakannya, misal jam tangan, kacamata, dress, tas, sepatu, dll.
Sedangkan defenisi ORANG KAYA menurut Al Quran adalah : orang yang paling bermanfaat bagi banyak orang lain. Kaya yang sesungguhnya adalah : Berapa banyak yang kita beri, bukan seberapa banyak untuk diri kita sendiri.
Mantap-lah! Semoga saya dan pembaca blog ini berubah ke arah lebih baik dan bermanfaat bagi banyak umat. Aamiin.

Pembicara ke-3 : Mas Setiawan Tiada Tara – Sukses dengan Kreatifitas
Beliau merupakan Motivator Humor Indonesia, menyatakan bahwa walaupun sedang menjadi Pembicara di masjid bukan berarti beliau adalah seorang Ustadz – apalagi Ustadzah.
Tinggal di Jogjakarta, dan ketika orang menanyakan mengapa nama-nya “Tiada Tara” karena ingin melakukan terbaik dan nama marketing. Nama itu adalah brand!
Pintar-pintarlah memilih nama, jangan asal comot nama. Memberi nama anak dari Al Quran bukan berarti baik loh, bisa aja tuh nama anak : Achmad Syaitoni (Diambil dari Al Quran yang berarti setan) atau Jahanam Putra atau Siti Dzolimah (Dari kata Zholim). Wiiidih, salah kaprah, mau memberi nama yang berasal dari Al Quran kok jadinya hantam kromo gini ya? Hehehe...
Banyak ilmu yang dibagikan oleh Mas Setiawan, tetapi saya tidak sempat mencatatnya karena keasyikan tertawa. Bayangkan jika beliau mengatakan bahwa rezeki suami adalah doa istri, oleh karena-nya banyakin istri...hahaha...tapi buru-buru langsung diralat karena khawatir dijegat sama ibu-ibu yang nggak sependapat.
Motto Hidup : “Jadilah orang yang bisa bermanfaat bagi banyak umat”
Tips Sukses :
           Punya visi jelas tujuan hidup untuk apa
           Ibadah tertib
           Muliakan orang tua
           Sinergiskan dengan pasangan
           Banyak syukur
           Banyak silaturahim
           Sedekah
           Kreatif
Pembicara ke-4 : Mr.Ippho Santosa
Bulan lalu – tepatnya tanggal 28 February 2015 My Lovely di negeri seberang mengirim BBM ke saya dan mengatakan sedang menghadiri acara di komunitas muslim Indonesia yang tinggal di negeri itu, salah satu pembicaranya adalah Mr.Ippho Santosa. Saya katakan bahwa beliau bukan Ustadz...hehehe. Mantap khan sekarang, siapapun kita bisa berdakwah sesuai dengan kemampuan kita. Mr Ippho Santosa ini terkenal dengan berbagai buku, diantaranya 7 Keajaiban Rezeki, Moslem Millionaire, dan segala hal mengenai rezeki. Rezeki memang harus kita jemput selagi masih muda, nggak perlu nunggu kalau sampai punya tanggungan deh. Apalagi umroh dan melaksanakan ibadah haji, lebih muda lebih baik. Selagi kuat dan kaya! Ibadah haji merupakan kewajiban, dan sebenarnya kaya juga kewajiban bagi seorang muslim. Memang pasti ada orang miskin di dunia ini , tetapi yang penting yang miskin itu bukan kita! Sama hal-nya dengan orang masuk neraka, pasti ada, tetapi yang penting yang masuk neraka bukan kita! Hukum waris tertahta jelas pembagiannya dalam ayat Al Quran, 90% terjelaskan – tanpa hadist karena sudah jelas. Itu menunjukkan bahwa ALLAH berkehendak kita untuk kaya.
Kamu ingin tahu berapa pendapatan kita? Coba tanyakan pendapatan 10 rekan terdekat kita, kemudian di-total dan bagi rata, maka rata-rata tersebut adalah pendapatan kita. Nah, gimana dong andai beberapa rekan terdekat kita pendapatannya sangat kecil??? Jangan buru-buru kamu depak ya...hehehe, tetapi ada cara untuk membentuk lingkungan, yaitu : Banyak ikut seminar/training dan sejenisnya kemudian bikin komunitas.
Kemudian cara menggerakkan “currency” kita adalah : Usaha (Seperti Rasulullah), Investasi (Seperti bunda Khadijah RA) dan Sedekah.
Masih banyak lagi ilmu yang dibagikan, tetapi yang pasti : Kalau Mau Sukses Jangan Seperti Orang Rata-Rata!!!

Lebih dari pukul 22.00 acara baru selesai. Ketika ingin mengambil sepatu di depan masjid, saya melihat Haris dan Pandu yang sempat menjadi murid-murid saya nan manis. Mereka bersama ibu-nya. Saya langsung menyapa ibu-nya dan kami sempat mengobrol dan setelah itu pulang.
Acara seperti ini tentunya sangat bermanfaat bagi umat, silakan mendaftar di SalingSapa.com untuk bersama dalam kebaikan. 

Wednesday, 18 March 2015

Pengajian Hijabers Community : Indahnya Qiyamul Lail


Dari beberapa taklim yang ada di Jakarta dskt, akhirnya saya memilih untuk hadir ke Pengajian Maret 2015 Hijabers Community. Pertimbangannya materi Qiyamul Lail, pembicara Ustad M.Fatih Karim (Founder @CintaQuranID), lokasi juga relatif mudah di jangkau walaupun nggak terlalu dekat dengan rumah saya, dan saya juga belum pernah singgah beribadah di Masjid Albina Senayan Jakarta Selatan – walaupun seringkali melewati.
Rencana datang ke kajian hari ini bersama Jeng Dian yang tiba-tiba harus masuk kerja (Tapi kami berdua rencana datang ke kajian tempat lain), kemarin di kantor Mbak Yeye juga berminat ikutan setelah saya mention di foto Instagram, sedangkan Lia sehari sebelumnya sudah mengatakan mau istirahat di rumah – menurutnya kepagian...hehehe. Sendirian ke pengajian buat saya justru hal yang menyenangkan, karena niat saya khan untuk meneguk ilmu semata karena Allah. Ssst, bukan bermaksud riya, tapi catatan untuk kalian nih bahwa jika berniat baik lakukanlah walau tanpa ada yang menemani. Allah selalu bersama kita!
Saya tiba di Masjid Albina sudah pukul 10.10, mengisi buku tamu alias registrasi setiap peserta mendapat Voucher Hijabenka @ Rp 100.000 dan Voucher Discount Regular Class Cinta Quran @ Rp 500.000. Alhamdulillah, rezeki wanita sholehah :D Tetapi berhubung saya datang pukul 10.15 saya-pun tak mendapat jatah snack box.

Voucher
 
Baru saja saya duduk di karpet MC membuka acara dengan memanggil Lina dan Adist untuk membacakan ayat beserta terjemahan Surat Al Furqon 63 – 65.
Beberapa menit dari pembacaan Al Quran Ustad Fatih Karim datang dan langsung memberi kajian mengenai Qiyamul Lail.
Arti dari Qiyam adalah Berdiri dan Lail adalah Malam. Pembahasan kali ini mengenai : Apakah Qiyamul Lail, Kendala menjalankannya dan Keuntungan dalam menjalankan Qiyamul Lail.
Ustad Fatih Karim banyak bercerita dengan berbagai kisah nyata yang merupakan manfaat dalam menjalankan orang-orang yang menjalankan shalat sunah ini. Siapakah diantara kita yang tidak memiliki masalah? Semua manusia ciptaan-Nya pasti memiliki masalah, dan mereka menyikapi masalah ini dengan 2 hal, yakni : Semakin dekat dengan Allah atau Semakin jauh dengan Allah. Pasti-lah semua harus mampu menghadapi ujian tersebut. Seorang Rasulullah saja menghadapi ujian kok, bahkan lebih berat daripada manusia biasa. Manusia diberi ujian adalah cara Allah sayang kita.

Keutamaan shalat Qiyamul Lail diantaranya adalah :
  1. Terhindar dari penyakit. Bikin sehat!
  2.  Allah SWT akan mengangkat derajat kemuliaan orang yang gemar melaksanakannya.
Tips dan trik supaya kita bisa melaksanakan shalat Qiyamul Lail :
  1. Jangan tidur terlalu malam. Ternyata tidur lebih awal tuh sunnah loh...
  2. Kurangi makan malam (Horeee,,,kata yang diet! :p)
  3. Mengerti keutamaan Qiyamul Lail
  4. Minta lingkungan kita membiasakan shalat ini (Kalau saya pribadi sih lebih suka sendirian ya, secara ini moment saya untuk curhat privacy kepada-NYA)
  5. Awalnya dicoba 1 malam dalam seminggu, khususnya malam Jumat. Nanti-nanti bisa jadi kebiasaan.
Saat berlangsungnya tanya jawab saya tidak dapat mendengar pertanyaan dan jawaban secara jelas dikarenakan listrik mati sehingga tidak menggunakan microphone. Seusai kajian kami melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah. Saya mencari-cari box untuk sedekah buku, tetapi saya tidak menemukannya. So buku yang niatnya ingin disedekahkan saya bawa pulang kembali deh....

Friday, 13 March 2015

Taklim dan Talkshow : Healthy Go Lucky



Pagi, bersiap-siap ke acara Laiqa Magazine dan Dompet Dhuafa di Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat. Terakhir kali saya menghadiri taklim di masjid ini sekitar 1.5 tahun yang lalu saat Pengajian Hijabers Community.
Saya hadir berdua Lia – temannya yang sebenarnya juga mau hadir, tetapi ternyata ketiduran.
Tema taklim dan talkshow kali ini adalah : Healthy Go Lucky. Thema yang sama dengan bahasan utama Laiqa Magazine terbaru. Suatu thema yang sangat menarik bagi saya, dikarenakan Healthy Life merupakan lifestyle yang sedang saya tekuni 2-3 tahun terakhir ini. Terlambat? Nggak dong ya, Alhamdulillah saya masih sehat di usia dewasa ini. Justru untuk mengungkapkan rasa syukur ini-lah saya perlahan tetapi pasti semakin menjaga kesehatan yang sudah Allah anugerahkan.
So, mari kita simak penuturan Ustadz Rachmad dari Dompet Dhuafa mengenai “Hidup Sehat ala Rasulullah SAW”.
Pada bagian awal Ustadz menanyakan kepada kami berapa kali Rasulullah sakit selama hidupnya? Ternyata Rasulullah hanya mengalami 2x sakit saat beliau hidup di dunia, pertama karena ada yang meracuni daging yang disajikan kepadanya. Kemudian yang kedua menjelang ajalnya. Padahal tuh kita (Kita? Saya nggak loh :p)  yang hidup di masa kini mudah sekali mengalami gangguan kesehatan, misalnya saat pergantian musim banyak diantara kita yang terserang batuk. Nah, karena batuk ini pada minum obat batuk yang ternyata semua obat batuk cair mengandung alkohol yang kadar kehalalannya masih diragukan.

Masalah kesehatan ummat maka kita harus meninjau tentang : Makanan, Minuman dan Obat-obatan kimia sintentik. Hal ini saling berkaitan. Coba kita check apa yang kita makan dan minum serta obat-obatan yang kita konsumsi untuk menjaga atau memulihkan kesehatan. Selain halal tentunya harus thoyib (yang bukan 3 lebaran gak pulang-pulang ;p)
Kalau cinta Allah maka kita harus mengikuti sunah Rasulullah. Minuman yang digemari oleh Rasulullah adalah air ZamZam, maka ikutin deh kebiasaan beliau. Gubrak yak kalau yang di Indonesia dalam sehari-nya harus minum 2.5 liter air ZamZam?? Yaaa, minum saja air putih yang ada dan sudah steril kemudian berdoa sebelum meminumnya. Air putih itu jika di doa-kan akan membentuk molekul yang baik bagi kesehatan loh. 80% unsur cair berada di tubuh kita, oleh karenanya air putih adalah unsur terbaik bagi kesehatan. Rasulullah juga melakukan detoksifikasi. Detoksifikasi cara Rasulullah adalah dengan cara melakukan Bekam. Jujur aja nih, untuk yang satu ini saya belum pernah melakukannya. Catat, dalam waktu dekat saya akan melakukan detoksifikasi dengan cara Rasulullah, yakni Bekam. Insya Allah, saya akan bertambah sehat. Aamiin.
Pak Ustadz juga menjelaskan mengenai produk-produk yang bahannya mengandung hewan babi. Bukan sekedar makanan, tetapi juga beraneka barang yang kita gunakan, misalnya tas, dompet dan sepatu yang dibuat dari kulit babi. Ciri khas dari benda yang menggunakan bahan kulit babi adalah : ada-nya bintik-bintik yang seolah mengelompok masing-masing 3 titik, macam corak bulatan-bulatan gitu deh. Hati-hati! Walaupun kita tidak mengkonsumsi dengan cara dimakan tetapi sebaiknya kita tidak memasukkan unsur ini ke dalam kehidupan kita sehari-hari.
Istilah sains yang digunakan dalam produk babi : Pork, Swine, Hog, Boar (Babi liar...hiii), Lard, Bacon, Ham, Sow, Sow milk, Pig, Porcine.
Yang juga perlu kita awasi adalah beberapa produk makanan dan minuman sudah memiliki logo “halal” tetapi ternyata mengandung hal yang haram. Ternyata masih banyak yang beredar di pasaran! Selalu perhatikan komposisi produk yang kita beli/konsumsi. Check Mulsifiers E-Code for pig fat!

Talkshow Ibu Muda Shireen Sungkar
Pada bagian berikutnya Mrs.Shireen Sungkar, artis sinetron yang baru beberapa bulan lalu melahirkan anak pertamanya hadir. Ia menyampaikan pengalaman menjadi ibu baru, khususnya penanganan kesehatan untuk bayi-nya. Ditanya’in deh mengenai vaksinasi atau imunisasi yang saat ini sedang hip banget diantara umat – antara halal dan haram. Apalagi kita mengetahui bahwa suami-nya, Teuku Wisnu sudah memasuki hidayah dari-NYA sehingga mengenai hal ini mereka sempat “pro dan kontra”. Ternyata Rasulullah memiliki cara khusus untuk menjaga kesehatan bagi bayi yang baru lahir loh!
Ustadz Rahmat menurut saya tidak “terang-terangan” menyatakan mengenai haram atau tidaknya imunisasi, tetapi beliau menyarankan bahwa semua sudah diatur dalam Islam serta menurut Menteri Kesehatan Ibu Nafsiah Mboi bahwa produk farmasi modern yang ada belum bisa mendapatkan sertifikasi halal. Bersyukurlah saya yang dikarunia-kan kesehatan prima oleh Maha Pencipta.

Pembuka dan Penutup Kajian
Jika pada pembukaannya dibuka oleh Mrs Hana F sebagai pihak dari Laiqa Magazine, maka penutupannya pihak Dompet Dhuafa mempresentasikan tentang profile-nya, khususnya mengenai program 1000 PAUD di Indonesia. Saya pribadi mengetahui beraneka ragam kegiatan Dompet Dhuafa sejak lembaga ini berdiri, Alhamdulillah seringkali mendapat undangan event yang diselenggarakan, dan seringkali menyalurkan amanah melalui lembaga ini. Sebelum pulang kami peserta di beri goodie bag berisikan Laiqa Magazine terbaru (Saya sudah beli sebelumnya, maka beberapa hari kemudian saya hibahkan ke teman), voucher hijup.com Rp 50.000, brosur/leaflet Remaja Islam Masjid Cut Meutia dan Dompet Dhuafa plus 1 botol netto 120ml hand body lotion.

Seusai dari Masjid Cut Meutia, saya dan Lia makan siang di Mie Gondangdia Cikini. Pesan dari Mr.*No mention* masuk ke gadget saya, ternyata dia di negeri seberang juga sedang pengajian bersama dengan ustadz yang juga dari Dompet Dhuafa dan seorang "Motivator Rezeki"

Tuesday, 15 April 2014

Longweekend = Silaturahim. Weekday = Ibadah

Longweekend saya gunakan untuk bersilaturahim, sedangkan weekday saya gunakan waktu untuk ibadah - setidaknya untuk sedekah ke masyarakat setempat yang saya singgahi untuk berlibur. Terus kerjaannya apa dong? Kerjaan kita khan sebenarnya IBADAH karena Allah Swt. Iya gak sih? :) Silaturahim juga karena ditugaskan oleh Allah Swt kok. Yaaa, kita hidup di dunia ini khan karena Allah :)
Makanya disaat kebanyakan berlibur untuk "melepaskan diri" dari kepenatan bekerja mencari materi, maka saya lebih memilih longweekend kemarin untuk silaturahim. Alhamdulillah, terasa banget berkahnya. Melimpah rezeki pas sesuai porsi.

Sabtu, 29 Maret 2014 - Deep & Extrem Indonesia 2014
Owien, keponakan saya yang baru menjadi anak yatim (Postingan saya di Perjalanan Terindah ) semalam mengirim sms dan mengajak saya ke Deep & Extreme Indonesia 2014 di JIExpo Kemayoran. Ayuuuuk...jalan bersama anak yatim baru!


Berangkat berempat (Saya, Mba Nana, Owien en Tante E)...wuiiiihi, udah laksana rombongan "Panti Asuhan" nih, secara kami berempat sudah tidak memiliki Ayah. Bahkan Tante E tidak memiliki ayah dan ibu sejak SD. Tetapi kami tetap bersyukur dong, karena ayah kami adalah pria-pria yang bertanggung jawab penuh kasih sayang kepada keluarga sehingga kami merasa lebih beruntung dan diberkahi Allah Swt daripada mereka yang memiliki ayah yang masih hidup namun koruptor, doyan selingkuh atau nggak mampu memberi pendidikan baik bagi keluarganya. Weeeeeiii, bersyukur mboq ya jangan suka membandingkan dengan orang lain :p Jalin silaturahim dan tetap menjaga hati karena Allah Swt yuuuuk! Jangan silaturahim karena "kesepian" ya...hahaha...
FYI nih, Tante E ini (semoga) termasuk "Jomblo Berkah" loh! Beliau diusianya yang sudah kepala 3 status single saat ini merawat dan mengasuh keponakannya (1 tahunan) di Pulau Batam. Pengalaman kerja di perusahaan sudah berderet. Justru kakaknya karena kesibukannya sebagai PNS "terpaksa mempekerjakan" Sang Adik untuk merawat dan mengasuh anak ke-3nya. Wuuuuiiih, berkah banget khan waktu Tante E untuk merawat keponakan serta membantu kakak kandungnya. Barangkali lebih bermanfaat sebagai "jomblo" kalau gini. Allah memang MAHA BAIK! Lihatnya segala hal yang terbaik dari hidup ini :)

Makan siang, Alhamdulillah, dijemput sama New CRV-nya Mba Yoen & her husband. Plus My mom kami berempat lunch di Pondok Pangandaran Kelapa Gading. Ditraktir Mba Yoen. Setelah lunch baru deh saya ketemuan sama Owien, Mba Nana en Tante E di dekat Kalibaru.

Minggu, 30 April 2014 - Tahlilan 40 Hari Wafatnya Ibunda Seorang Teman


Kali ini silaturahimnya di rumah Jeng Yuli. Tahlilan kirim doa untuk Sang Bunda yang mengakhiri dunia fana menuju keabadian super indah di hari yang penuh berkah pula, Jumat 21 February 2014. Alhamdulillah, bisa silaturahim dengan lebih dari 100 orang di Kelapa Gading. Menurut Jeng Yuli , doski memesan120 Nasi Kotak dari katering dekat rumahnya. Tak tersisa, bahkan ada yang prasmanan juga.
FYI lagi nih, Jeng Yuli juga "Jomblo Berkah", di usia dewasanya (kepala "3) beliau dapat menjaga dan merawat Sang Bunda ketika sakit. Bahkan dirinya beberapa kali mengajukan cuti bergantian dengan adiknya. Terlintas dia mengatakan keinginannya untuk menikah, tetapi belum menemukan calon yang tepat. Secara kwalitas Jeng Yuli seorang sarjana, bekerja dan dirinya terawat baik - bahkan termasuk kategori cantik dibanding banyak istri. Tetapi saya ingatkan bahwa justru dengan belum menikahnya maka ia dapat merawat, menjaga dan berbakti kepada Bunda-nya yang sudah tergeletak sakit sejak akhir tahun 2013.
Yakin deh, Jeng, Allah pasti ngasih terbaik dan sekufu untuk umat-NYA. Oleh karenanya kita kasih yang terbaik juga untuk Allah :)
Seusai tahlilan kami berdua melanjutkan chitchat di Bakso Kepala Sapi dekat rumahnya.

Senin, 31 Maret 2014 dan Selasa, 1 April 2014
Silaturahim masih berlanjut....Nanti deh saya lanjutkan ceritanya. Saya mau kerja dulu nih.
Bersyukurlah saya yang beruntun silaturahimnya justru disaat menjadi "single", karena saat berpasangan saya sering merasa silaturahim dengan kerabat terhambat. Allah memang Maha Mengerti yang terbaik bagi kita :)

Wednesday, 6 February 2013

Ada Apa di January 2013 ??

Sebulan berlalu di tahun 2013. Alhamdulillah, sebenarnya saya tidak memiliki resolusi yang spesial di tahun ini. Cuma ada 1 hal yang harus saya raih di tahun 2013 yang akan semakin lebih baik di tahun berikutnya, yakni : KEIKHLASAN (Kepasrahan atau menyerahkan segala pada Mahapencipta Semesta) . Alhamdulillah di tahun sebelum ini saya telah mendapatkan ilmu yang juga tak kalah keren, yakni : BERSYUKUR. Jadi tahun 2013 saya melepaskan aneka impian besar disaat orang tengah berlomba-lomba meraih mimpi. Silakan deh, buat saya "cuma" Ridho Allah kok yang ingin saya gapai - bukan Ridho Irama ;p

Namun saya tetap dong menikmati hidup dengan mengikuti berbagai aktifitas. Alhamdulillah, ini saya syukuri sebagai rezeki khusus dari Maha Pemberi Rezeki. Aktifitas yang saya ikuti selain berbagai rutinitas, antara lain :

1. Pengajian Hijabers Community Jakarta

Dapat informasi ini dari Tias yang memang sedang gemar mengamati aneka kegiatan hijabers, eh saat hari-H justru saya dan Lia yang datang ke lokasi acara. Nggak apa-apa ya,Tias, nexttime kita bisa ikutan lagi. Diselenggarakannya setiap bulan kok :) Di pengajian ini saya juga mendaftar menjadi Anggota Hijabers Community Jakarta.

Foto Seluruh Peserta Pengajian.Hayooo saya yang mana? -Foto dipinjam dari Twitpic @HijabersCommJKT
Liputan Pengajian di Republika 05/02/2013

2.Launching Antologi International 'Simfoni Balqis' : The Brand New You RISKA 

Di hari yang sama, 26 January 2013 saya dan Lia melanjutkan ke Mesjid Agung Sunda Kelapa Menteng. Sempat mampir ke Grand Indonesia untuk makan di Foodlouver.

Saya berniat menghadiri Launching Antologi International - Simfoni Balqis. Tulisan saya terdapat di 2 buku tersebut, tetapi saya belum memiliki bukunya! Ketika pihak Deka Publishing menjawab sms dan mengatakan bahwa launching akan dimulai pukul 21....waduuuh,kelamaan nunggu,apalagi Lia ada tugas bikin tulisan dari tempat kerjanya (BUMN). Saya-pun hanya bertemu sejenak dengan pihak penerbit dan membeli 2 buku Simfoni Balqis.


3. Kontes Karya Tulis 'A Letter To My Self' : A New Year Resolution esensi.co.id


Senin, 28 January 2013 saya mengirimkan tulisan untuk diikut sertakan dalam "Kontes Karya Tulis 'A Letter To My Self' : A New Year Resolution". Resolusi 2013 saya sangat "sederhana" yakni : Ikhlas!
Ikutan kontes ini juga ikhlas kok, nggak berharap untuk menang :)

4.Garuda Resolutions 2013

Nggak punya resolusi di tahun 2013 kok malah ikutan share resolusi???Hehehe...ini justru sisa dari resolusi saya beberapa tahun yang lalu kok, ketika saya masih aktif di komunitas pecinta dunia penerbangan terbesar di Indonesia. Resolusinya juga ada hubungan dengan dunia penerbangan dan wisata. Resolusi atau impian saya yang tercetus di tahun 2006 - 2007!

5.Openrice Gathering ala Penjara

Diundang Openrice untuk hadir kedua kalinya dalam Openrice Gathering.Bersyukur, karena resto konsep penjara pertama di Indonesia ini termasuk dekat dari tempat tinggal saya. Tambah bersyukur karena Jeng Yuli juga diundang di gathering kali ini. Gathering diliput oleh BinusTv, Dreamers Radio plus bonus TransTv yang sedang meliput untuk program Bingkai Berita.

Pemenang Sumpit Openrice dari Hong Kong, Yang posting Twitpic.

Foto di Dalam Penjara