Saturday, 27 December 2014

Mengarungi Liburan Impian

Igloo Glass, Kakslauttanen Arctic Resort (Sumber : Website)
Bersyukur bagi saya memiliki seorang Ayah yang gemar berwisata sehingga kebiasaan ini menurun kepada  anak-anaknya. Tercapai sudah sekitar ¾ dunia saya kelilingi. Menjelang 2015 saya memiliki resolusi untuk mengulang perjalanan  mengarungi dunia, melengkapi jejak di negeri yang belum pernah saya kunjungi, menambah badge dan memberi pin pada peta di berbagai aplikasi perjalanan, misalnya Tripadvisor, Foursquare, Swarm dan lain-nya! Tiada “pilih kasih”, dimanapun tempat tersebut, apakah di dalam atau di luar negeri siap saya sambangi. Disanalah saya akan bersujud mencium bumi yang diciptakan oleh Maha Pencipta. Hingga dunia fana ini saya tinggalkan menuju tujuan akhir, karena kehidupan di dunia ini sebenarnya adalah sebuah perjalanan....

Tekad ke Karimun Jawa telah ada sejak dahulu, tetapi Maha Pencipta belum mengizinkan saya menjejakkan kaki di Karimun Jawa, padahal berulang kali saya sudah berada di Jepara dan Semarang yang merupakan dermaga penyeberangan menuju kepulauan tersebut. Terakhir kali ke Jepara tahun 2011 dan sama hal-nya dengan sebelumnya, penyeberangan ditiadakan karena buruknya cuaca. Lihatlah foto ini, betapa besar-nya angin disana - mendung mencekam hingga kapal ferry besar juga harus bersandar tak beroperasi hingga beberapa hari.
Cinta Wisata Kita adalah nama blog saya yang berisikan tentang perjalanan wisata di Indonesia. Berbagai cerita pengalaman perjalanan di dalam negeri saya posting di blog ini. Karena terlalu kaya-nya negeri kita maka belum terlalu banyak tempat saya eksplorasi. Tekad saya jika berlibur bukan sekedar berkunjung ke tempat wisata yang terkenal atau mainstream. Bahkan jika memungkinkan saya berniat untuk mengunjungi seluruh kelurahan yang ada di Indonesia, sehingga untuk membuat sebuah “travelogue” maka saya akan membuatnya berdasarkan kelurahannya. Tentunya tidak cukup hanya sekali atau dua kali berkunjung ke 1 provinsi. Tercatat saya telah belasan kali berkunjung ke pulau Bali ,berkeliling di pulau Jawa, serta 2 kali berkunjung ke pulau Batam, NTB dan Sulawesi Selatan. Saat berkunjung ke Makassar saya berusaha berkunjung ke pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitarnya, seperti Pulau Khayangan, Pulau Lae Lae dan Pulau Samalona. Bahkan saya mengharuskan berwisata ke semua icon Indonesia, salah satu-nya adalah Bumi Khatulistiwa – Pontianak. Maha Pemberi telah memberikan saya kesempatan untuk mengunjungi apa yang telah saya sebutkan. Lantas apalagi liburan impian di dalam negeri? Aaaah, semua kelurahan akan saya sambangi, bahkan saya akan mendaki gunung, beterbangan di udara serta menyelami lautan. Tentunya dengan mendapatkan PPL (Private Pilot Licence) dan sertifikat diving terlebih dahulu...sssttt selama ini saya baru memiliki kesempatan snorkeling di dekat Pulau Peucang Ujung Kulon serta memandang keindahan isi laut dari perahu yang memiliki kaca transparan. Ada satu rahasia, yakni saat ini saya sedang menjadi “kuis hunter” yang hadiahnya berlibur ke RAJA AMPAT....Yeeeaaaay!! Raja Ampat Papua, Kawah Ijen Jawa Timur, Karimun Jawa Jawa Tengah dan Pulau Buton Sulawesi Tenggara adalah daerah yang tengah saya bidik untuk saya kunjungi di tahun 2015-2017.

Never Ending Journey. Impian perjalanan ini terus berlanjut...hingga dalam periode 5 tahun ke depan saya bertekad untuk mewujudkannya. Mengulang perjalanan saya keliling Europe Dreams (Khususnya Scandinavia, bermalam di Igloo Glass, napak tilas film The Sound of The Music) dan melengkapi jejak untuk berwisata atau sekedar singgah di negeri yang belum pernah saya kunjungi disekitar-nya. Selain itu saya akan berlibur ke berbagai negara di Kepulauan Pacific, seperti : Samoa, Tonga, New Caledonia, Cook Islands, Fiji, Niue, Tahiti, Tokelai, Tuvalu, Kiribati dan tentunya juga South Island New Zealand – negeri dimana saya pernah tinggal. Ketika di NZ saya banyak bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang berasal dari negera kepulauan Pacific tersebut. Sedangkan di South Island saya akan melakukan wisata udara – berkeliling pulau dengan menggunakan helicopter atau pesawat terbang propeller. Hal yang pernah saya alami di masa lalu, berkeliling North Island NZ dengan pesawat terbang Cessna dan dengan “gaya”-nya saya diperkenankan untuk mengendalikan kemudi di atas lautan Piha dan sekitar lokasi shooting Lord of The Rings *Sayangnya saat itu film fantasy ini belum diproduksi. Ada lagi yang akan saya lakukan di liburan impian di NZ? Berjalan menyusuri Fox Glacier Terminal Face Walk, Franz Josef, Budgy Jumping/skydiving dan Hobbiton.

(Pic : Website Royal Caribbean)

Berpesiar dengan Kapal Pesiar Mewah...Mengarungi samudera juga merupakan liburan impian saya. Khusus mengarungi samudera saya ingin melakukannya dengan kapal pesiar di kawasan Asia – khususnya ASEAN. Menyusuri lautan Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja. Di Thailand ketika kapal bersandar di dermaga, saya akan “berlari” menuju Phi Phi Island – menapak tilasi pengalaman Leonardo di Caprio ketika shooting di sana. Menurut informasi Phi Phi Island merupakan Thailand's Island Superstar. Jadi harus saya kunjungi dooong.... :) *Berasa Superstar amat yak? :p

Semua style wisata akan saya lakukan nanti, karena ini merupakan salah satu wujud saya mensyukuri keindahan ciptaan-NYA. Sebenarnya tulisan ini merupakan resolusi tahun 2015 - 2017, kebetulan ada lomba "Liburan Impianmu" di @diTravelia sampai akhir December 2014, jadi sekalian saya ikut sertakan deh ya :)

Friday, 12 December 2014

Cinta di Layar Lebar

Dapat rezeki nobar lagi! Kali ini dari Grazia Magazine di Plasa Senayan XXI, film Supernova yang bukunya telah saya baca awal terbit, bahkan ikut bedah bukunya juga di Binus Kebon Jeruk dengan Penulis-nya, Dee Lestari. Waktu ke Bedah Buku di-temanin Bimo, dan nobar kali ini Jeng Yuli yang saya ajak. 


Ketika membaca sekilas buku-nya saya langsung “nyangkut” di tokoh Diva, tetapi di film saya justru “tidak menemukan” tokoh satu ini. Pada film saya tidak melihat karakter yang kuat pada diri Diva. Sayangnya saya tidak membaca ulang novel tersebut sebelum menonton, sehingga selain tidak mengingat karakter para tokoh dan jalan cerita-nya saya juga tidak terlalu “mudeng” dengan novel tersebut.
Jika pikiran-mu “hitam dan putih” maka seolah kamu akan merasa turbulensi. Gimana nggak, kalau pada karakter orang-orangnya akan kita lihat seorang istri selingkuh yang begitu dicintai oleh suami-nya, pengusaha pria sukses dengan status belum menikah tapi “main” dengan istri pria lain, dan 2 mahasiswa universitas papan atas di USA – bahkan yang seorang adalah mahasiswa Kedokteran – mereka sepasang sesama jenis. Supernova? Seorang pelacur bertarif tinggi merangkap pragawati.
Terlepas dari cerita dan novel-nya, saya merasa terhibur dengan film ini dikarenakan visualisasi animasi-nya keren. Masih jarang film Indonesia dewasa yang menampilkan animasi serapih ini. Selain itu tempat shooting-nya keren-keren, Bo’! Informasinya shooting dilakukan di Washington, Jakarta, Bali, Medan, Madura dan Labuhan Bajo. Nggak hanya alam-nya yang indah, tetapi berbagai property (baca : gedung/bangunan) yang tervisualisasi di film ini keren bangetz!
Visualisasi pada film terasa halus, tidak ada kekerasan atau adegan yang “tidak diharapkan”. Misalnya saat adegan orang yang bunuh diri, nggak terlihat tuh mata mendelik atau cipratan darah kemana-mana.
Durasi film sempat bikin tubuh belakang saya pegal...hihihi, ini sih karena kursi di PS memang nggak nyaman. Sebagai orang yang nongkrongnya di bioskop, saya lumayan ngerti deh karakter setiap bioskop di Jakarta :D


Kukejar Film Indonesia Ke Kelapa Gading
Sama seperti 2 bulan lalu, nobar 3 Nafas Likas yang saya pergi bersama Lia, ketika itu kami melanjutkan menonton Haji Backpackers ke Atrium XXI. Nah, kali ini saya dan Yuli lanjut ke Gading 21. Siang ini kami menyaksikan “Kukejar Cinta Ke Negeri Cina”. Saya baru ngerti kalau film ini diadaptasi dari novel-nya Ninit Yunita. Pemain-nya yang saya “kenal” hanya Adipati Dolken, Ray Sahetapi, Jaja Miharja dan Meriam Belina *haiiiis, beda angkatan jauh loh daku dengan 3 nama terakhir, walaupun daku saat SMA pernah bermain film sebagai figuran bersama Meriam Belina di Ancol :D . Sedangkan Jeng Yuli , selain 3 nama tadi, hanya mengetahui Ernest Prakasa yang katanya Pelawak di Stand Up Comedy. Jeng Yuli malah gak “kenal” Adipati Dolken. Kalau wajah pemain lainnya saya merasa nggak asing-tapi gak ingat nama mereka. Maklum-lah kalau sedang berkunjung di rumah kakak saya di Pasar Minggu atau di hotel, saya khan suka nonton FTV. Jadi, sepertinya pemain di film ini kebanyakan pemain FTV.


Cerita-nya (biarpun adaptasi novel) tetap mirip FTV. Tetapi saya suka! Pertama suka-nya karena setting film ini di Semarang – Jawa Tengah. Kekayaan wisata Semarang tergambar di film ini. Sam Pho Kong, Klenteng di Pecinan, Lawang Sewu dan Tugu Muda, Masjid Abdurahman sampai Masjid Agung Jawa Tengah terlihat jelas – bahkan film seakan menerangkan bahwa sebenarnya pelaut Cina yang datang ke Semarang itu mayoritas Muslim.
Adegan Jia Li mengagumi Masjid Agung Demak sebenarnya juga bisa menjelaskan bahwa Wali Songo memiliki keterkaitan dengan negeri Cina, bahkan ibu Raden Patah adalah putri  berasal dari Cina yang kemudian menurunkan putri-putri priyayi Jawa salah satu-nya adalah saya.* *Bener ini, kenapa dicoret?! :p
Nah yang paling saya sukaaaa adalah film ini menyampaikan pesan bahwa segala kecintaan di dunia ini harus bersumber dari Maha Cinta, yakni Allah Swt. Keputusan apapun yang harus kita ambil harus-lah karena Allah Swt. Memang sih, karena keterbatasan durasi maka kurang rasional kalau proses menemukan cinta sejati bisa secepat itu sehingga terkesan dipaksakan – balik jadi FTV banget kalau gini. Namun toch hati milik Allah bukan tidak mungkin dibolak balik-NYA dengan secepat-cepatnya. Lagipula sepatutnya saya sebagai penggemar film Indonesia menghargai usaha pembuat film dan semua yang terlibat dalam film ini. Semoga dicatat malaikat pencatat kebaikan sebagai ibadah berkampanye : Cinta Allah diatas segalanya.

7/24 Film Indonesia
 
Keesokan sore-nya saya dan Jeng Yuli kembali ke Gading 21. Kali ini menyaksikan film 7/24 yang diperan utamakan oleh Lukman Sardi dan Dian Sastrowardoyo. Nggak ngira kalau Husein Alatas alias Runner Up Indonesian Idol 2014 ikutan berperan di film ini. Huseeeeiiin....Rock Yoooouuuu!!!!
Ya film ini diproduksi oleh MNC Pictures. Termasuk hemat nih biaya produksi-nya karena dilakukan hanya di beberapa tempat, antara lain Rumah Sakit (Itu-pun mayoritas hanya 1 kamar), tempat shooting (Sepertinya di RCTI Studio deh) dan di rumah mungil sederhana namun cantik. Banyak produk MNC grup turut serta dalam frame, antara lain RCTI, Koran Sindo, High End Magazine, Okezone...hhhmmm apalagi ya? Asuransi yang digunakan sih Tokio Marine, bukan MNC Life...hehehe...
Konflik film ini adalah karier dan komunikasi di 5 tahun pernikahan. Cukup “berkelas” deh konflik dan pemecahannya.
Yang ngeselin justru salah 1 penonton tuh. Ada yang bawa anak kecil berusia sekitar 5 tahun yang berisik dan lari-larian. Hadeeuuuh itu tuh ortu udah bisa ngedidik anaknya belum sih??!!....Jadi ingat masa kecil saya yang selalu ditinggal di rumah jika kedua orang tua saya ke bioskop. Ya, kedua orang tua saya juga hobby nonton ke bioskop, dan beliau selalu tidak membenarkan saya untuk ikut jika menonton film 13 tahun keatas....Pokoknya anak kecil nggak diajak ke bioskop (kecuali nonton film anak-anak) atau bezoek orang sakit di RS  dan tidak boleh ikut ke acara resmi orang tua-nya!

Saturday, 29 November 2014

Europe Dreams


Hallo London, Harry Potter, Arsenal, Queen, Beatles...and then U2, Irlandia
Hidup ini penuh keberkahan dari Maha Cinta. Apa yang saya inginkan ternyata DIA mengizinkan untuk saya dapatkan. Sebelum usia 30 tahun semua yang saya inginkan DIA berikan. Astagfirullah...bukan bermaksud riya ya, Sobat :)
Justru sekarang saya sedang kembali menata impian, mengulang apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Yang berbeda adalah kali ini segala hal yang saya impikan semata untuk lebih dekat-dekat-dekat dengan Sang Maha Cinta. Diantara impian yang ingin saya raih adalah mengulang petualangan saya di Benua Biru, Eropa. Sengaja saya menuliskan di blog ini untuk memacu supaya saya segera meraihnya kembali di tahun 2015 - 2017.
Hi Pippi Longstocking, See you in Stockholm :)

Happy Anna...


Dag, Ik ben Anna! Saya pernah belajar di Leiden en Delft. Alhamdulillah deh. Ik houd van jou, Rembrant

I'm 16, going 17....The Sound of Music! Yeaaay, my favorite movie when I was kindergarten!




Bi Oil : Discover My HAPPY Skin


Happy!!...Sudah lebih dari 2 minggu saya memiliki cara untuk memanjakan tubuh. Berawal dari kehadiran ke event Cosmopolitan Magazine dan Bio Oil di Mandarin Hotel saya mengetahui adanya produk ini. Tetapi karena mencoba hanya seulas dengan produk yang diedarkan oleh SPG-nya saya belum dapat dorongan untuk membeli produk. Apalagi awalnya yang saya ketahui Bio Oil sekedar untuk menghilangkan stretch mark yang biasa timbul ketika wanita hamil. Merasa belum memerlukan, walaupun anak "segerobak" saya belum pernah hamil dan tidak memiliki masalah stretch mark! *Sok banget ya, padahal punya banyak bekas luka gigitan nyamuk tuh :D

Eh kok ya diundang kembali pada event roadshow Bio Oil di Kota Kasablanka tanggal 8 November 2014. Nggak ada salahnya deh datang supaya menambah wawasan, apalagi beberapa kerabat dekat sedang ada yang hamil,,,khan bisa mereferensikan ke mereka jika saya memang yakin produknya baik.
Kota Kasablanka bukanlah hal yang asing buat saya, karena kantor pusat tempat saya beraktifitas berada di area ini. Berasa menjadi “tuan rumah” deh gitu. Teman saya yang ketika di Hotel Mandarin tidak mendapat undangan kali ini.



Begitu datang kami dipersilakan melakukan “Skin Check” dengan alat yang disediakan. Beberapa kali saya pernah melakukan “skin check”, hasilnya selalu berbeda. Dari situ saya berkesimpulan bahwa kondisi kulit kita tergantung oleh bagaimana kita merawatnya. Kalau kita lagi gencar merawat setiap hari dan konsumsi makanan yang sehat, pasti hasil skin check-nya baik. Begitu pula sebaliknya.
Acara dibuka dengan penampilan beberapa dancers yang mempresentasikan Bio Oil. Kemudian pemaparan dari Ibu Tiara Dwijayanti Lestari (Corporate Spokeperson PT.Radiant Sentral Nutrindo), Ibu Nurhayati (Product Manager PT.Radiant Sentral Nutrindo) ,Ibu dr.Eliza Miranda,SpKK, serta testimonial dari 2 artis dan model, Safina Hasan dan Endhita - para ibu yang melahirkan di usia akhir 30-an.

Melumuri Tubuh Dengan Bio Oil
Dari berbagai pengetahuan dan wawasan tersebut saya berkesimpulan bahwa efek samping negatif penggunaan Bio Oil sangat minim. Nggak perlu sampai kulit kita bermasalah berat, seperti stretch mark atau luka parah untuk membuat kulit kita happy khan? Hal ini menyebabkan saya tidak peduli dengan aturan pemakaian yang mencantumkan bahwa penggunaan Bio Oil adalah 2x sehari.*Yang penting kulit happy...hihihi. Siang hari saya bawa jika bekerja/bepergian, apabila kulit sudah merasa tidak nyaman karena paparan sinar matahari atau AC maka saya akan mengoleskan Bio-Oil ke kulit.
Untuk pemakaian di wajah, saya hanya menggunakan di malam hari karena Bio Oil tidak semenyerap di kulit tubuh. Kalau kulit terkesan  kering saya oleskan tipis-tipis di pagi hari setelah mandi sebelum pemakaian krim pagi. 

Pemakaian di Bekas Luka
Saya menggunakannya lebih dari 2x sehari! Saya merasa dapat memanjakan tubuh dengan penggunaan Bio Oil sesuka hati. Saya gunakan setelah shalat dan ketika saya merasa kulit  membutuhkannya. Bukan hanya di gunakan di perut dan wajah, tetapi saya melumurinya ke seluruh tubuh dan memijatnya berputar dengan jemari – sesuai yang diinstruksikan pada acara roadshow. Perhatian lebih saya berikan kepada bekas luka...hhmm kasih tauk gak ya di daerah mana saja-nya? Hehehe...diantaranya di betis karena “tekanan” kaos kaki sehingga menimbulkan beberapa garis hitam, di perut yakni bekas “tekanan” karet pakaian dalam, area “bikini line”, paha serta flek hitam bekas jerawat. Apalagi saya belum sempat melakukan perawatan badan di spa bulan ini, sehingga saya merasa pemakaian Bio Oil sementara dapat meng-cover kegiatan di spa :) 
Tipe luka yang ada di tubuh saya adalah : BEKAS LUKA UMUM – Bekas luka ini muncul meradang dan gelap pada awalnya, tapi menjadi datar dan pucat dari waktu ke waktu sehingga bekas luka berbentuk garis halus. Lumayanlah, tidak separah tipe : Bekas Luka Atrofik, Hipertrofik, Keloid, Kontraktur atau peregangan kulit – stretch marks (Striae)

Walaupun botolnya di arahkan ke bawah, cairan Bio Oil tidak langsung tumpah. Nggak perlu khawatir minyaknya mengotori tempat tidur atau meja kerja jika posisi botol "jumpalitan". Lebih hemat dalam pemakaian juga :) - Foto Pribadi

Hasil dari pemakaian Bio Oil selama 2 minggu : Khususnya begitu bangun dari tidur saya merasakan kulit saya lebih lembut dan ringan. Warna bekas luka menipis walaupun tidak drastis penipisannya – ya iyalah, saya cukup tahu diri kok, karena penggunaan yang maksimal khan minimal 3 bulan. Tetapi saya merasakan penipisan bekas luka tersebut tanpa pengelupasan yang “keras”, justru kulit  terasa lembut di sekitar bekas luka tersebut.
Hasil terpenting yang saya dapatkan dalam penggunaan Bio Oil selama 2 minggu ini adalah saya memiliki 'Happy Skin' . Merasa comfort dan confidence dengan kondisi kulit saya. Semoga saja dalam waktu 3 bulan pemakaian yang teratur akan benar-benar saya dapatkan kulit yang sehat terawat tanpa bekas luka atau "cacat" :)

KEMASAN
Desain-nya sederhana, namun terkesan segar karena perpaduan warna putih dan orange-nya selaras dan gak “neko-neko”. Penjelasan yang tertera di kemasan jelas, sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tetapi nomor izin kesehatan-nya dari RI nggak terlihat jelas. Lebih baik lagi jika logo sertifikasi halal tercantum pada kemasan. Bio Oil juga sudah mendapat sertifikasi halal international loh!


KEHARUMAN
Saya sangat menyukai keharuman Bio Oil yang lembut, aromanya perpaduan dari keharuman baby oil, musk dan minyak telon. Lembut menenangkan dan hal ini menyebabkan saya senang mengoleskan Bio Oil sebelum saya tidur malam.

DISCOVER YOUR HAPPY SKIN
  • Mengandung bahan PureCellin Oil yang mengubah konsistensi formulasi secara keseluruhan . Terbukti pada saat saya menggunakannya tidak ‘pliket’ (lengket) pada kain, dan pastinya tidak meninggalkan noda pada pakaian atau sprei dan sarung bantal kulit. Kemudian juga ringan, nggak macam menggunakan minyak sayur di badan. Hanya beberapa detik terserap di kulit. Oleh karena-nya segera saya akan memanggil tukang pijat langganan dan massage oil-nya menggunakan Bio Oil.Hasil akhir setiap individu bervariasi , tergantung amal perbuatan individu tersebut. Sesuai dengan pemaparan Ibu Nurhayatini, Product Manager PT.Radiant Sentral Nutrindo,"Bio Oil dikenal sebagai "dry oil" yang dapat menyerap cepat sehingga tidak terasa berminyak ketuka kita aplikasikan.Mempunyai teroobosan bahan aktif PurCellin Oil yang dipadukan dengan campuran unik minyak dari tumbuh-tumbuhan alami yang di ekstrak dan minyak essensial alami seperti Lavender, Kalendula, Rosemary dan Kamomil untuk penyerapan lebih cepat di jaringan kulit." 
  • Bio Oil bukanlah krim/lotion pemutih. Jujur deh, saya sudah jenuh dengan produk yang kampanye-nya dapat memutihkan kulit – bahkan dikatakan kulit kita dapat seputih salju atau seputih artis Jepang/Korea. Kulit sehat khan bukan monopoli kulit yang berwarna putih ya? Kulit sehat itu yang terawat, halus, lembut , cerah dan kenyal sesuai usia. Sesuai usia lebih baik daripada “awet muda” loh!! Aneh jika ada seorang wanita yang berusia 70 tahun tetapi maksain diri seperti wanita usia 25 tahun. Oleh karenanya Bio Oil sudah tepat menampilkan public figur yang bukan gadis remaja untuk memberi testimonial, seperti Endhita, Fira Basuki dan Safina yang usianya memasuki kepala 4,. Warna kulit mereka-pun tidak putih seperti salju, tetapi sehat terawat tanpa jerawat, merata serta halus tanpa keriput. Kulit cerah bukan berarti putih, contohnya Endhita yang warna kulitnya cenderung gelap justru terkesan cerah eksotis. Gak ngerti ini ada hubungannya dengan warna kulit atau tidak, tetapi Bio Oil berasal dari Afrika Selatan yang warna kulit penduduknya beragam.
  • Bio Oil merupakan anggota "Beauty Without Cruelty". Rencananya pada Mothers Day yang akan tiba beberapa hari lagi saya akan menghadiahkan Ibu yang sudah berusia 70 tahun dengan Bio Oil Hampers. Tempo hari beliau minta dibelikan lotion untuk kulitnya yang sudah mengering, dan sama dengan anak-anaknya beliau masih senang dipijat atau memanjakan diri ke spa :) Saya yakin produk Bio Oil aman bagi segala usia, termasuk pemakaian bagi lansia.
  • Keunggulan lainnya, silakan buktikan sendiri :) Dapat di beli di Guardian seharga @ Rp 120.000 ,-/60 ml. Informasi tentang produk, perusahaan atau penghargaan yang pernah diraih, kamu dapat check di : bio-oil.com

Dengan Bio Oil, Discover Your Happy Skin ... :)


*Sumber foto & Referensi :
Ms.Melisa J.G Hoesain
Digital Strategist ID COMM for Bio-Oil
PT. INDO DHARMA KOMUNIKA

Thursday, 13 November 2014

Body Treatment at ZEN Family Spa

Body care di spa adalah satu kenikmatan hidup di dunia yang sangat saya syukuri. Rasanya jadi cewek paling beruntung di dunia deh saat berada di spa atau treatment oleh therapist yang oke banget.

Dok.FB Zen

Balinese Relaxation Massage
Tanggal 3 November (Senin) saya mendapat tugas wawancara di Jln.Wolter Monginsidi yang letaknya hanya beberapa meter dari salah satu cabang ZEN Family Spa! Sebelum berangkat saya reservasi. Siiip, seusai wawancara di NGO saya langsung menuju lokasi bermanja diri!
Masuk ke spa tersebut disambut desk penerima tamu. Setelah men-check buku reservasi 2 petugas memproses, tak lama saya datang muncul 2 ibu cantik pelanggan yang datang terpisah. Saya dipersilakan memilih oil-nya, ada 4 oil tersedia dengan aroma : Sandalwood, Lavender, Jasmine, Lemon Grass. Saya memilih Sandalwood...supaya teringat aroma sabun buatan Fiji yang seringkali saya pakai di Auckland dulu.
Kami bertiga menunggu dipanggil di ruang tunggu  mungil dan banyak bahan bacaan. (Lebih senang ruang tunggu yang tenang dan tidak ada televisi). Oh ya, saat menunggu kami telah menukar sepatu dengan “sandal hotel”.
Tak lama, seorang Therapist memanggil nomer saya (07). Saya masuk ke pintu bertuliskan Balinese Massage.Suasana Bali dengan musik traditional-nya menyambut tamu begitu melalui pintu. Saya menapaki lorong bilik yang jalan setapaknya menyerupai taman di daerah Bali. Hilanglah terik matahari, polusi udara dan suara serta kemacetan Jakarta di ruangan tersebut. Saya masuk ke bilik bernomer 7, dan segera mengganti pakaian dengan kimono batik plus celana disposable yang sudah disediakan.

Pertama duduk, kaki dicuci dengan aer kembang. Telapakan disikat. Setelah pembersihan kaki, baru deh tiduran di bed khusus untuk therapy. Yang di bagian kepala-nya ada lobang tuh, sehingga begitu  tengkurap maka kita menghirup aromatherapy yang menenangkan.
Pijatnya dominan memakai jempol, telapak tangan secara penuh serta siku therapist-nya. Mendorong telapakan, pantat, perut secara keseluruhan. Tekanannya cukup, tidak sakit. Ada perbedaan dengan pijat Jawa. Waktu saya tinggal di Bali Cuma sempat pijat sama “Mbok2” Bali yang dipanggil ke rumah. Saya tidak ingat pijat ala mana yang dia pakai. Yang saya ingat waktu itu saya jejeritan kesakitan...hehehe...
Di ZEN Family Spa mata dimasker dengan kapas penyegar timun ketika dipijat menghadap atas. Rileks. Di akhir “ritual” ini adalah totok wajah. Waaaii, asyeeek,pdhl belum ada 2 minggu saya juga totok wajah di Duren Sawit barengan 2 kakak dan ibu saya. Yup, keluarga saya memang “Massage Adict” dan doyan ke salon or spa. Apalagi kakak saya pertama, begitu pensiun dari PNS kerja-nya nge-spa melulu barengan ibu. Nyetir mobil sendiri pulak! Kebayang deh lihat nenek2 kerja-nya ke spa mulu :D
Setelah 90 menit saya menuju shower room. Mandi. Sweegeeeeuuuur tenan, apalagi begitu kembali ke kamar sudah tersuguh secangkir Jahe.
Indulgence Foot Relaxing
Kunjungan berikutnya (11 November 2014) ke ZEN Family Spa yang terletak di Jl.Pakubuwono VI. Masih di wilayah Kebayoran Baru, tapi akses-nya lebih merepotkan bagi saya. 
Dengan perjalanan yang tidak semudah ke Jl.Gunawarman akhirnya saya tiba di lokasi. Bangunan dari luar lebih kental nuansa interior Bali-nya, begitu membuka pintu kaca langsung dihadapkan meja penerima tamu. Mbak Resepsionist-nya menyambut ramah dengan senyuman yang tidak artificial :D Setelah mendapat gantungan kunci bernomer 19 saya menunggu di ruang tunggu. Ganti sepatu dengan sandal hotel bertuliskan nama ZEN Family Spa. Ruang tunggu-nya hanya “kotakan” kecil dengan 2 sofa. Hanya tersedia beberapa majalah yang ditata kurang menarik. Untungnya seorang Mbak petugas menawari saya minum, sehingga saya langsung memesan air putih. Lagi gak mau minum macem-macem setelah berjalan kaki!


Muncul Therapist menangkupkan ke dua tangannya di dada,”Selamat siang,Bu.Refleksi kaki?” . Saya tercengang, therapist-nya cowok! Dia juga sepertinya tercengang melihat tamu-nya berjilbab “konvensional”...yup saat itu saya memang menggunakan jilbab paris tanpa dimodel-modelin, menutup dada en macam Ustadzah dah! Duh, saya langsung melirik tas transparant berisikan celana pendek.
Saya bukan tipikal cewek yang “ekstrem” menolak therapist cowok kok. Beberapa kali saya refleksi dengan therapist cowok di tempat lain. Tetapi sebaiknya Mbak penerima tamu konfirmasi ke saya sebelumnya atau jika ada menawarkan pilihan kepada saya yang berkerudung apakah saya ingin di-refleksi oleh therapist cowok atau cewek.
Jika saya pergi ke tempat refleksi bersama kakak atau saudara saya memang terkadang saya di-refleksi oleh therapist cowok. Tapi kalau ke spa sendirian seperti saat ini....kok risih yak? :D Saya nggak protes-lah, toch pikiran saya positif! :)
Saya tidak jadi mengganti dengan celana pendek. Celana panjang saya tarik aja. Toh saat di refleksi menggunakan selimut dan handuk. Di ruangan telah ada beberapa tamu yang hampir selesai di-treatment.
Awalnya kaki di cuci, di rendam dan disikat. Kemudian menuju sofa yang berjejer. Sofa atau kursi dibuat senyaman mungkin, semi posisi tidur. Di tengkuk diletakkan bantal hangat. Wohooo, Mas Therapist-nya refleksi-nya pas banget tekanannya. Mantap,  tapi nggak sakit. Nah, ini salah satu yang bikin saya yakin di-therapy oleh therapist cowok. Ruangan luas dengan musik Bali serta therapist yang profesional...benar-benar saya nikmati. 

Suasana tenang, damai alias tidak full dengan gosip ala salon lebay!
Layanan unggulan Baliness Massage dengan suasana seperti di Bali.
Peralatan dan ruangan bersih.
Bisa disejajarkan dengan pelayanan hotel berbintang 4-5.*Memang ada cabang di Padma Hotel Bandung :)
Pasti saya berminat kembali , barangkali mencoba untuk melakukan treatment Royal Touch.

 

Beneran deh tag dari ZEN Family Spa  :
 “Spa Can Be Everywhere, But The Best Spa Comes From The Best Therapist”

Sumber foto : FB ZEN Family Spa & Reflexology

Sunday, 2 November 2014

Financial Planning Specialist : Profesi Baru Bergengsi di Industri Asuransi


Great Eastern Life Indonesia mengundang Bloggers untuk menghadiri acara FPS Media Workshop – Financial Planning Specialist : The Next Big Thing in Insurance Business. Bertempat di Mercantile Atletic Club Jakarta, kami para Bloggers mendapat tambahan pengetahuan tentang sebuah karir di dunia asuransi. Sebuah profesi yang bermasa depan cerah sebagai : Financial Planning Specialist.

“Aaah, itu sih cerita lama! Saya setiap kali melamar di perusahaan asuransi ujung-ujungnya pasti jadi agen asuransi. Nawar-nawarin premi sampai kehabisan ongkos untuk transport, pulsa nelpon calon nasabah, bahkan untuk nongkrong di cafe nunggu prospek yang sialnya setelah ditunggu lama mereka nggak muncul juga. Keburu uang saya habis untuk pengeluaran ngeprospek orang dong.”

Hayooo, siapa tuh yang langsung nyeletuk seperti itu sebelum kabar baik ini saya ceritakan kepada kalian? Awalnya saya juga menduga seperti itu kok, tetapi pencerahan segera datang bertepatan dengan Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2014.

Tentang Great Eastern Life

Sebelum berbicara mengenai FPS mari kita mengenal Great Eastern Life terlebih dahulu. PT.Great Eastern Life Indonesia adalah bagian dari Great Eastern Holdings Ltd, group asuransi tertua dan termapan di Singapore dan Malaysia. Group ini juga beroperasi di Vietnam, Brunei dan bekerjasama di China membuka kantor perwakilan di Myanmar.
Melalui 3 saluran distribusi yang sukses dan berupa satu kesatuan, yakni : Agency, Bancassurance dan perusahaan penasehat keuangan, Great Eastern Financial Advisor (Posisi FPS berada di sini)
Great Eastern Life memiliki aliansi strategis ekslusif untuk bancassurance dengan Bank OCBC NISP.
. Seringkali meraih berbagai penghargaan di bidang financial, seperti : Best Life Insurance Company 2013 pada Indonesia Insurance award 2013,dll. Great Eastern Life pula merupakan Pelopor Profesi Financial Planning Spesialist!






Nah, sekarang mari kita berbicara mengenai profesi Financial Planning Specialist atau disingkat dengan FPS. Great Eastern Life Indonesia resmi meluncurkan platform FPS sebagai bagian jangka panjang dari Great Easteren Life Agency Strategy. Pada awal terbentuknya (tahun 2013) hanya memiliki 20 FPS, dan terus menerus meningkat hingga lebih dari 300-an di tahun 2014. Nah, jika benar-benar konsisten, maka akan terbentuk Group Insurance yang "eksis" pada tahun 2018.


Untuk mencapai target tersebut di tahun 2018 Great Eastern Indonesia Life memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia untuk berperan serta dan menjadikan FPS sebagai profesi. Prospek menjadi FPS benar-benar menjanjikan masa depan yang cerah, ini merupakan profesi baru dan bergengsi. Apalagi dilihat dari segi pendapatan. Pendapatannya mampu menyaingi profesi dokter, arsitek dan lainnya. Bahkan sama seperti profesi dokter yang bisa sekaligus menjadi pengusaha (Kalau dokter khan bisa menjadi pengusaha juga andai dokter tersebut membuka klinik yang di kelolanya bersama management-nya sendiri), profesi FPS juga dapat mengantar kita sebagai PENGUSAHA setelah 2 tahun kita bergabung sebagai FPS.
Setelah 2 tahun seorang yang telah bergabung di Great Eastern Life Indonesia dapat memilih, apakah kita ingin menjadi seorang Profesional atau Pengusaha.



Ini-lah yang membedakan FPS Program dari Great Eastern Life Indonesia dengan tranditional Agent Asuransi di berbagai perusahaan asuransi di Indonesia. Di Indonesia Great Eastern Life  merupakan perusahaan asuransi jiwa yang menawarkan program FPS ini. Padahal di berbagai negara besar profesi FPS sudah berkembang sehingga profesi FPS merupakan profesi bergensi di masa yang akan datang.
Jadi nggak perlu khawatir kamu akan kehabisan ongkos atau biaya operational lainnya untuk memprospek jika berprofesi sebagai FPS. Karena setiap bulannya sebagai FPS akan mendapatkan pendapatan tetap dan terus berkarir di kantor.


Perbedaan Financial Planning Specialist dengan profesi agen Asuransi pada umumnya, antara lain :
  • FPS mendapat fixed income
  • FPS mendapatkan Variable Compensation (Commision, Quarterly Production Bonus,dll)
  • FPS memberikan Konsultasi Perencanaan Keuangan
  • FPS mendapatkan Enhanced Training Program
  • FPS memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai Profesional Certification (ChFC, CFP,RFP)
  • FPS menawarkan Overseas Training Convention
  • FPS menawarkan menjadi profesional di industri asuransi atau pengusaha di dunia keuangan ,dll


Syarat menjadi Financial Planning Specialist adalah :
  • Pria atau Wanita
  • Berusia 25 - 35 tahun
  • S1 segala jurusan
  • Pengalaman 2 tahun di dunia perbankan/keuangan
Beberapa waktu yang lalu saya mendengar "keluhan" dari seorang berprofesi Financial Planning Consultant yang merasa kesal dengan Traditional Insurance Agent yang menyatakan diri-nya sebagai "Financial Planning" dikarenakan untuk menjadi "Financial Planning" tidak sekedar menjadi agen asuransi. Nah, tenaaaang, di Great Eastern Life Insurance inilah kita bisa mencapai gelar dan profesi "Financial Planning Spesialist" dengan berbagai fasilitas yang telah saya sebutkan diatas.

PASAR LIFE INSURANCE DI INDONESIA

Sebagai FPS kalian tidak perlu khawatir akan pasar life Insurance di Indonesia. Pada saat FPS Media Workshop Mr.Albert Koh ChFC,CLU,IARFC,FTC memaparkan berbagai hal yang mendasari FPS ini “terbentuk” di Indonesia.
Beliau sebagai konsultan Great Eastern Holdings dan bergabung di Great Eastern Life Indonesia sejak February 2013 menjelaskan (diantaranya)  apa yang terjadi di Indonesia. Seperti :
  • Pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas menengah yang pertumbuhannya sampai mencapai 170 juta di tahun 2030. Hal ini tentu-nya akan merubah lifestyle serta menciptakan pasar yang lebih luas (Sumber : Mc Kinsey 2012).
  • Kenaikan upah minimum, yang biasa kita kenal dengan UMR yang semula Rp 1.5 juta menjadi Rp 2.2 juta sejak 2013. Kenaikan upah minimum ini mencapai 30 % dari selam 2010 hingga 2013
    Dari berbagai data statistik (khususnya pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup) yang terjadi di Indonesia, maka diperlukan perencana keuangan dan life insurance semakin meningkat maka FPS menjadi profesi yang sangat dibutuhkan dan bermasa depan cerah. FPS berbeda dengan Agent Asuransi biasa :) Siap melamar menjadi Financial Planning Specialist? Silakan kirimkan lamaran kamu melalui online :) * Pekerjaannya FULLTIME dan FULLHEART yaaa :) Kabar gembiranya lagi nih, pemerintah Indonesia tidak membuka pendaftaran CPNS dalam 5 tahun ini, justru inilah kesempatan kita untuk belajar dan bekerja bersama Great Eastern Life Indonesia yang telah menyusun sistem untuk kesuksesan FPS dalam kurun waktu 2 tahun :) Suuukseeeesss....GOOD LUCK!



Foto/ilustrasi : Materi FPS Media Workshop, 27 October 2014 & FB Grat Eastern Life Indonesia

Friday, 31 October 2014

Resensi Novel : Rindu by Tere Liye : Pada Sebuah Kapal


Setiap perjalanan selalu disertai oleh pertanyaan-pertanyaan.
Di zaman itu, naik haji adalah perjalanan berbulan-bulan. Penuh perjuangan, penuh air mata keharuan, pun air mata keinsyafan. Mengorbankan waktu, harta, bahkan dalam banyak kasus, juga nyawa. Jamaah yang menyadari benar apa pertanyaannya, atau hanya tersirat dalam doa-doa. (Halaman 222)


Judul Buku : Rindu
Penulis : Tere Liye
Editor : Andriyati
Penerbit : Penerbit Republika
Halaman : ii + 544 halaman
Cetakan Pertama : Oktober 2014


TENTANG PERJALANAN KITA, ANNA
“Berlatar” sebuah perjalanan suci, mengarungi samudera, melintasi benua hingga tiba pada tujuan yang sesungguhnya adalah klimaks perjalanan umat Nabi Muhammad hidup di dunia. Perjalanan terindah ke rumah MahaPemilik dunia, sungguh tiada yang dapat menandingi kebahagiaan serta keberkahan perjalanan yang merupakan aplikasi rukun Islam ke-5. Bersyukur saya telah menempuh perjalanan itu lebih dari 9 tahun yang lalu, menjadi jamaah haji termuda di rombongan kami. Nama panggilan saya : ANNA. Ya, sama dengan tokoh termuda di novel ini yang juga menjadi jamaah termuda di kapal BLITAR HOLLAND. Tetapi sarana transportasi kami berdua ke tanah suci berbeda, saya dengan pesawat terbang dari Soekarno-Hatta Cengkareng bersama rombongan yang baru beberapa hari kenalan dan kami dalam perjalanan hanya duduk, shalat, membaca dan makan di seat pesawat terbang. Sedangkan Anna dalam novel ini melakukan perjalanan ke tanah suci dengan kapal laut dari pelabuhan Makassar Sulawesi bersama ayahnya (DAENG ANDIPATI), Ibu kandungnya, Kakak Kandungnya (ELSA) dan Bik Ijah. Dalam perjalanan suci ini Anna memiliki aktifitas yang banyak di atas kapal, seperti mengaji, sekolah, makan di kantin, silaturahim dengan penghuni kabin lainnya. Mereka memerlukan waktu berbulan-bulan untuk tiba di Jeddah Saudi Arabia. Sedangkan saya hanya memerlukan waktu tidak sampai 1 hari 1 malam dalam perjalanan. Ah, nikmat mana yang dapat kamu dustakan, Anna?

Namun, sungguh, novel ini bukanlah cerita tentang apa dan bagaimana melaksanakan ibadah haji. Justru cerita adalah dari masa lalu ke tokoh-tokoh yang di dalamnya. 

KARAKTER TOKOH
  • Ahmad Karaeng : Seorang Ulama ternama di kala itu. Penduduk Makassar hingga Pare Pare memanggilnya Gurutta. Masih kokoh dan kuat di usia-nya yang 75 tahun, bahkan pihak penjajah masih gentar kepadanya. Beliau masih terbilang keturunan Raja Gowa pertama yang memeluk Islam, Sultan Alauddin. Pernah belajar Di Aceh, Yaman dan Dasmaskus. Menetap di Eropa dua tahun lamanya. Usia 45 tahun barulah kembali ke Makassar menjadi imam Masjid Katangka.
  • Daeng Andipati : Pria Bugis yang sukses sebagai saudagar, muda, kaya raya, pintar dan baik hati. Bersekolah di Rotterdam School of Commerce. Ayah dari Anna dan Elsa
  • Ambo Uleng : Pemuda asal Pare Pare pendiam, yang melamar pekerjaan di Blitar Holland dengan alasan pergi sejauh-jauhnya. Pria Bugis yang benar-benar berjiwa Pelaut Sejati.
  • Bundo Upe & Suami : Wanita China berusia 40 tahun yang menjadi guru mengaji dalam perjalanan. Belajar mengaji/agama saat usia 35 tahun. Suaminya begitu sabar memperhatikannya.
  • Mbah Kakung & Mbah Putri : Pasangan sejati yang keromantisannya selalu membuat iri penumpang lainnya. Berusia 80 tahun, Mbah Kakung merupakan "musuh" Anna selama di perjalanan dikarenakan pendengaran Mbah Kakung terkikis oleh usia-nya.
  • Anna dan Elsa : Kakak beradik yang mendominasi adegan dalam novel. Mereka berperan mencairkan suasana yang ada di tengah permasalah dan kisah kelam tokoh lainnya, walaupun mereka tidak menyadari akan hal itu. Tetapi kebayang “garing” deh andai kedua tokoh ini ditiadakan. Berasa baca kisah nyata kepediah ala majalah wanita dewasa barangkali :D
  • Tokoh pelengkap lainnya : Kapten Phillips, Sersan Lukas, Chef Lars, Ruben si Boatswain, Guru Soerjadiningrat dan Mangkoesoebroto.


           
PADA SEBUAH KAPAL
Bermula di suatu pagi di penghujung tahun 1938. Tepatnya tanggal 1 Desember 1938, berteatan dengan 9 Syawal 1357 H sebuah kapal uap besar dengan cat hitam pekat merapat di Pelabuhan Makassar. Kapal uap yang memiliki panjang 136 meter, dengan lebar 16 meter.Itulah salah satu kapal uap kargo terbesar di zaman itu, berkeliling dunia, dibuat di Eropa tahun 1923. Dimiliki oleh salah satu perusahaan logistik dan transportasi besar asal Belanda, Koninklijke Rotterdam.
(Saat membaca bagian mengenai kapal ini visualisasi saya terlempar tanggal 18 Maret 2014, saat itu saya berada di perairan Makassar – dari Pelabuhan Makassar menuju Pulau Lae Lae dan Samalona berpapasan dengan kapal besar seperti tertulis di novel ini. Di perahu saya bersama beberapa pria Bugis. Ternyata pengalaman ini membantu saya lebih meresapi cerita).

Pada perjalanan haji tahun 1938 M BLITAR HOLLAND melakukan perjalanan berawal dari :

  • Ternate (Naiklah penumpang calon jemaah haji, diantaranya dari Kesultanan Ternate)
  • Makassar (Diantara penumpang adalah : Daeng Andipati dan keluarga, Ahmad Karaeng Katangka – dikenal dengan Gurutta, Ambo Uleng, Bonda Upe dan suami )
  • Surabaya (Sepertinya 2 guru : Soerjadiningrat dan Mangoenkoesoemo naik dari pelabuhan kota Pahlawan)
  • Semarang (Diantara penumpang adalah : Sepasang lansia romantis yang dipanggil Eyang Kakung dan Eyang Putri oleh penumpang lainnya bersama anak sulung mereka yang berusia 50 tahun)
  •  Batavia
  • Lampung (Ssssttt keluarga Bakrie ada yang naik kapal ini loh.Apakah ini kerabat Bapak Aburizal Bakrie yang Ketua Golkar itu-kah?)
  • Bengkulu
  • Padang – Sumatera Barat
  • Aceh – Serambi Mekkah
  • Colombo – Srilanka (Ini diluar Hindia Belanda)
  • Jeddah (Tujuan akhir dari penumpang calon Jemaah haji, kemudian kapal melanjutkan perjalanannya ke Rotterdam hingga beberapa bulan kemudian - tahun 1939 kapal Blitar Holland kembali menjemput para jamaah yang sudah menundaikan ibadah haji, kembali ke tanah air)

Awalnya saya menduga konflik cerita novel bermula dari kisah Anna yang terlepas dari ayahnya ketika kapal berlabuh di Surabaya. Mereka berbelanja baju di Pasar Turi dan mengalami masalah karena kobaran semangat kepahlawanan arek Suroboyo. Ternyata ini hanya sekedar "intro" dalam kisah sesungguhnya.
Sesungguhnya 5 kisah dalam perjalanan panjang menuju Tanah Suci terdapat pada “Rindu”, yakni :
1.      Kisah tentang masa lalu yang memilukan
2.      Kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi
3.      Kehilangan kekasih hati
4.      Cinta sejati
5.      Kemunafikan

  • Jika saya menceritakan semua kisah di novel Rindu maka akan suliit menghindari dari "spoiler". Oleh karena-nya saya hanya mengurai isi novel, serta pelajaran-pelajaran yang terdapat di dalamnya. Dari semua kisah bersumber dari bathin masa lalu para tokoh yang mengalaminya, yang menjadi mediator dalam penyelesaian masalah adalah : Gurutta yang sebenarnya juga terjebak dalam "kemunafikan".
  • Pada seperempat buku saya sebagai pembaca mengalami kebosanan dikarenakan penulis nampak seolah mengulur-ulur waktu dalam penulisan. Rutinitas kegiatan Anna dan Elsa terlalu mendominasi cerita hampir di setengah novel. Tetapi saya tidak ingin langsung menutup buku dan menunda membacanya. Saya justru penasaran, bertanya dalam hati, sebenarnya apa sih yang diceritakan oleh Penulis. So lanjutlah saya membaca novel bersampul putih ini. 
  • Di Batavia , di sebuah warung soto baru-lah kisah sesungguhnya muncul. Terkuak-lah masalalu Bundo Upe yang memilukan. Bundo Upe yang masih merasakan kepedihan bertahun-tahun, disaat kini banyak murid-murid-nya mengagumi kecantikan dan kepandaiannya mengaji. Kisah pilu-nya terjadi di Batavia.

"Kita tidak bisa melakukan itu,Upe. Tidak bisa. Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi.Berdiri gagah.Mulailah dengan damai menerima masa lalumu.Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Dengan kau menerimanya, perlahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebi bahagia." (halaman 312)


  • Banyak hal yang dapat menjadikan pelajaran bagi kehidupan pembaca dari novel Rindu. Diantaranya ya dari dialog/nasehat Gurutta kepada mereka yang memiliki kisah-kisah tersebut. Ini-lah salah satu kelebihan novel selain pada awal cerita kita tidak dapat menebak cerita berikutnya sehingga "memaksa" kita untuk terus melanjutkan membacanya.
  • Banyak unsur rasa terdapat dalam novel Rindu,seperti : kesedihan, kegembiraan, sakit, kematian, kelahiran, pemakaman,heroik,horor, misteri hampir semua terwakili. Hampir semua-nya  bersetting di 1 lokasi, yakni : Blitar Holland. Yang diluar Blitar Holland adalah kejadian awal terkuaknya misteri masa lalu Bundo Upe dan kejadian heroik Ambo Uleng terhadap Anna di Pasar Turi Surabaya .
  • Tanpa testimonial, tanpa gambar/lukisan dan tanpa mini resensi pada cover membuat kita calon pembaca tidak memperoleh clue jalan cerita novel. Good job!! Saya justru "sedih" saat membaca resensi dari pembaca  di internet yang dapat membuat calon pembaca seperti saya urung melanjutkan novel dikarenakan resensi mereka mengupas tuntas cerita. 
  • Walaupun tidak banyak penulis mencantumkan beberapa kalimat berbahasa Belanda. Namun beberapa kata dalam bahasa Belanda ada yang tidak umum saya temukan selama saya belajar bahasa Belanda saat di Leiden dan Delft, diantaranya : "Makassarsche Courant" (hal.4). Sepengetahuan saya kata "koran" dalam bahasa Belanda adalah "de krant". Eh, saya coba googling ternyata ada koran masa lalu yang bernama "Makassarche Courant" ya? :)
  • Novel ini menambah wawasan dan pengetahuan sejarah, misalnya : sejarah trem di Surabaya (hal.123), cara pemakaman di lautan (hal.432)
  • Tidak banyak editan yang salah dalam novel ini, hanya sekedar di hal.402 kata "adalah" ditulis dua kali, hal 518 kata "Iia" seharusnya Dia. Yang sedikit "fatal" kesalahan tahun di hal.322 tertulis 12 Desember 2013.
  • Pada "Epilog" tertulis "...menjemput penumpang perjalanan pulang menuju Banda Aceh hingga Makassar." Lantas jamaah haji yang dari Ternate bagaimana tuh? Nggak dipulangin Disuruh berenang dari Makassar ya? hehehe,,,

Tuesday, 7 October 2014

Blogger Gathering : Destination Europe

Bertempat di sebuah tempat makan daerah Kebayoran, Torino Osteria Italiana, European Union in Indonesia mengadakan Blogger Gathering. Saya sebagai pecinta benua biru ini tentunya tidak mau melewati acara tersebut. Saya lebih memilih hadir di event ini daripada mengerjakan tugas wawancara dari tempat saya bekerja - uang mah mudah didapatkan setiap ari namun event tertentu tidak selalu ada :)

Bloggers : Hayo, bisa nebak mana saya dan Owien?

Saya hadir bersama Owien pukul 14.15. Acara dibuka oleh MC tepat pukul 15. On Time! *Secara gitu salah satu pembicaranya adala Mr.Colin Crooks, Wakil Duta Besar Eropa untuk Indonesia, Brunei Darusalam dan ASEAN (Mohon koreksi apabila ada yang harus dibenarkan :))
Sekejap, sekitar 5 menit video diputar : "Europe/Whenever You Are Ready."



Sebagai Pembicara pertama adalah Mr.Colin Crooks yang memberikan informasi mengenai acara "Destination Europe Travel & Culture Fair". Pada acara tanggal 18-19 October 2014 akan hadir 24 negara anggota Uni Eropa yang menyugukan 50 acara pameran dan pertunjukan seni budaya, info beasiswa, kuliner, travel agent, dan hiburan lainnya. Akan ada juga pengundian 8 tiket penerbangan ke Eropa!*cihhuuuuy*
Platinum Sponsor acara ini adalah : Lufthansa, AirFrance, KLM. Gold Sponsors : Mandiri, Turkish Airlines. Silver Sponsors : Lafayete, Telkomsel, Lego, Diageo, Bag's City.
Kebayang seru deh acara-nya. Diselenggarakan di : Balai Kartini Jakarta.

Pembicara berikutnya adalah : Marischka Prudence, Travel Blogger/Writer serta Bunga Manggiasih (Namanya susah banget dibacanya untuk orang Belanda ya?Gimana waktu kuliah di Belanda nih?hihhihi), Penerima Beasiswa Erasmus Mundus Master Programme in Public Policy 2011-2013. Kedua cewek berprestasi ini berbagi pengalaman saat mereka traveling dan belajar di Eropa.

Tanya jawab dibuka 3 bagian, dari pertanyaan pengurusan visa Schengen, makanan halal dan menjalankan ibadah di Eropa dan serba serbi berada di Eropa. Menurut Mr.Wadubes EU, segala hal yang ada di Eropa sama halnya seperti di Indonesia, ada yang murah dan ada yang mahal karena beragamnya Eropa. Kalau mau transportasi murah bisa beli 'Passticket" yang bisa digunakan keliling Eropa. Penginapan murah-pun banyak tersedia di perkotaan Eropa.

Acara ditutup dengan menyantap Pasta dan Pizza, masakan Italia - salah satu negara anggota European Union.

Minat ke Eropa, baik untuk belajar ataupun wisata? Silakan hadir di acara : "Destination Europe 2014" . Nanti kita bisa kopdaran... :)))
Oh ya, Mr.Colin Crooks rekomendasikan kampung halamannya, Irlandia Utara dan kota-kota bersejarah di Eropa untuk kita kunjungi.




Mau Bisnis asal Swedia Eropa? Hubungi saya di 0818477757 (SMS ya kalau belum terjawab :))

Wednesday, 1 October 2014

Menikmati Bisnis Cantik

Akhirnya salah satu leader saya di Batam meraih level 6% di bisnis Oriflame yang kami ikuti. Impiannya memang ingin melanjutkan pendidikan kecantikan international. Semoga saja segera terwujud ya, Jeng :)


Jeng Ely di Batam juga tengah bersiap-siap mengikuti kontes berfoto dengan tas batik yang sudah diperolehnya. Tas batik hadiah promo rekrut bulan September 2014



Di bisnis ini kami dapat melakukannya secara jarak jauh, khususnya kalau kita masih terkoneksi dengan internet/media social. Gadget kita maksimalkan untuk menangkap peluang usaha dan karier yuk! Bisa menambah uang serta merawat diri.


Masih ada kesempatan untuk meraih berbagai kesuksesan, siapapun - dimanapun  dan apapun impian kita. Berkomunitas dengan menjadikan Oriflame sebagai alat menuju impian kita. Yuuuk..hubungi saya di Facebook : http://facebook.com/balqis57



Kalau benar-benar pengeeeen banget start di bisnis ini, silakan kirim copy/scan KTP ke : balqis57@gmail.com atau facebook.com/balqis57

Friday, 26 September 2014

Kaya Raya di IIMS 2014

Keluaran terbaru dari Honda yang baru launching saat IIMS 2014. Doakan dalam waktu 2-3 tahun lagi saya mengendarai Honda baru pribadi ya. Di keluarga saya sih udah ada 6 Honda, 1 Accord, 1 Brio, 2 CRV dan 2 Jazz - bawaan kakak dan keponakan saya.
Salah satu perusahaan tempat saya beraktifitas mendapat project di Indonesia International Motor Show 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat. Huaaa daku pengen ngekut! Tapi saya masih pegang beberapa project dan juga yang ikutan di project tersebut adalah cewek-cewek usia 18-21 tahun gitu deh, yang mau pakek rok mini dan full makeup! Sedangkan usia-ku khan masih 17 (ngibul...ngibul....#AmbulanModeOn). Standard SPG or "Pretty"-nya di stand pameran mobil dah!
Alhamdulillah...rezeki gak kemane, semua dibolehkan bermimpi tanpa mengenal fisik-apalagi usia. Impian kecil saya-pun terwujud di masa "uzur" seperti sekarang, yakni impian "jaga stand pameran mobil"...hihihihi....Akhirnya saya-pun bisa bekerja di stand mobil pada saat pameran.

Aaaaa, saya berasa kaya raya dah di pameran terbesar di Indonesia ini. Aneka mobil bisa saya "nikmati"...eeaaa!!! Saya nggak bikin review tentang aneka kendaraan tersebut yak, karena mereka nggak "hire" saya untuk menulis review atau jualan mobil tersebut. Perusahaan tempat bernaung sih dikontrak oleh Toyota, dan di IIMS 2014 ini saya mendaftar menjadi "Toyota True Friend", ngumpulin banyak point euy!! Dapat duit pula...dudududu...*nyanyi

Keponakan saya komentar,"Weeei, orang kaya raya setiap hari ke IIMS!" hihihi...Lebih kaya mana ya sama dia yang bela-belain terbang dari Makassar setiap tahunnya untuk datang ke IIMS? :) *Tiket masuk IIMS 2014 @ Rp 40.000 untuk hari Senin sampai Kamis dan @ Rp 60.000 untuk hari Jumat,Sabtu dan Minggu. Saya mah gak bayar, dibayarin kantor. Gak gratis ya karena saya khan juga harus kerja untuk mendapatkan tiket masuk tersebut :)

Wohooo..berasa SPG Toyota Syariah yak :p
Kalau Toyota di keluarga besar saya punya 4, yakni 2 Innova, 1 Altis dan 1 Yaris

Setelah IIMS 2014 pula akan bertambah 1 mobil baru berwarna biru di garasi rumah karena Ibu saya sejak beberapa waktu yang lalu merengek-rengek minta mobil baru, bahkan mintanya mobil Mercedez...huaaaa, beli mobil kecil Jepang aja ya,Mak, supaya daku bisa bawa-bawa untuk beraktifitas.

Saturday, 13 September 2014

Resensi Novel : Pondok Baca Kembali Ke Semarang



 
Beberapa tahun saya tidak membaca karya “Eyang Putri” Nh. Dini, Penulis/Pengarang senior wanita terkemuka di Indonesia. “Terpaksa” saya mengimbuhi kata “Eyang Putri” pada beliau dikarenakan usia-nya memang yang sudah memasuki masa sepuh, namun dalam buku ini disebutkan cucu beliau hanya memanggilnya dengan nama “Dini”, demikian pula dengan menantu-nya yang memanggil hanya dengan nama, tanpa embel-embel Grandma, Memee atau Nenek (halaman 153 alinea pertama). Suatu hal yang lazim di beberapa negara, sama hal-nya dengan saya ketika homestay di rumah sepasang kakek dan nenek berusia 70-an di New Zealand, saya memanggil mereka dengan menyebut nama – tanpa ada embel-embel lainnya. Demikian pula dengan Eyang Dini (maaf ya, Bu, karena saya sedang di Indonesia maka saya menyebut dengan Eyang justru karena rasa hormat saya terhadap karya-karya Ibu Dini J) yang memiliki menantu warna negara Canada, imigran asal Italia.

Kembali Ke Semarang
Menurut saya pribadi, boleh dikatakan buku “Pondok Baca Kembali ke Semarang” merupakan kisah Nh.Dini memasuki masa pensiun, khususnya pensiun sebagai Ibu Rumah Tangga. Beliau kembali ke kota kelahiran dimana kedua orang tuanya juga dimakamkan setelah berkeliling dunia mendampingi sang suami yang bertugas sebagai diplomat. Setelah bercerai beliau menetap di Semarang, ke Kampung Sekayu dan mendirikan taman bacaan yang dinamakan “Pondok Baca Nh.Dini”. Terkesan beliau menempuh hidup baru, hidup mandiri yang justru lebih bermanfaat bagi lingkungannya di masa paska pernikahan.
Apakah kita akan mengira bahwa beliau kesepian seperti yang dikatakan oleh seseorang? Orang itu mengatakan,”Waaaah, Mbak Dini tentu kesepian hidup semacam ini!” . Kalimat yang menggelikan bagi Nh.Dini (Juga bagi saya :D). Beliau menuliskan pada halaman 16 - 17 : Bagaimana mungkin aku kesepian?! Memang betul aku hidup sendirian, tapi aku tidak pernah merasa kesepian. Yang pertama ialah Tuhan Yang Maha Besar selalu beruntun kusebut berselingan dengan percakapanku bersama tanaman-tanaman di halamanku. Yang kedua adalah kehadiran Kapten-ku yang tidak pernah terlepas dari batinku. Keduanya merupakan “teman” utama, disusul oleh waktu-waktu mengarang, dimana otak dan jantungku dalam keadaan aktif sepenuh-penuhnya. Bagaimana mungkin kesepian menguasaiku Rasa sepi itu bahkan tidak pernah berkesempatan mengusikku walau ‘hanya’ menyelinap sekalipun! Beberapa teman dan saudara bergantian menelepon, atau datang, bahkan selalu ada yang kemudian mengajakku keluar makan bersama atau menonton bioskop.
Benar banget!!! Membaca buku ini saya justru merasakan keberkahan hidup Nh.Dini dimasa “sendiri”-nya. Beliau membuka PB sehingga lingkungannya mencintai kegiatan membaca dan mengerjakan latihan bahasa. Dunia kepenulisan tentunya tidak ditinggalkan oleh beliau, bahkan terus beliau kerjakan. Selain itu beliau juga aktif di kegiatan social tingkat internasional. Bahkan tidak segan mereka mengangkat anak asuh yang juga dapat membantu mengurusi pondok baca-nya.
Beliau memang seorang Pengarang , namun banyak karya-nya yang terbaca bahwa tulisan tersebut adalah kisah nyata hidupnya. Seperti yang tertulis di buku ini.

Nh.Dini , Pengarang Intelektual dari Semarang
Tulisan beliau terbaca “realistis”, apa adanya, tanpa harus didramatisir atau dipaksakan puitis. Namun tetap berbobot. Sebenarnya sangat perlu dibaca bagi kaum muda yang berminat belajar menulis. Kita nggak dibuat mengerutkan kening berpikir keras dengan membaca tulisannya. Hal yang awam akan beliau jabarkan hingga menambah wawasan pembacanya.
Contohnya dalam buku ini, beliau menjelaskan mengenai Rotary Club Semarang, organisasi sosial yang diikuti. Pada bab 3 (halaman 67) dijelaskan RCS yang diberi nama Kunthi. Siapa dan mengapa nama Kunthi yang diberikan kepada RCS? Pembaca akan mendapatkan penjelasnya di bab ini.
Selain itu bab 11 (halaman 224) juga dijelaskan tentang Plan International Kupang Barat – Nusa Tenggara Timur.
Pengalaman beliau membagikan ilmu di dunia literasi sering dilakukan di berbagai universtitas ternama di seluruh dunia. Memang beliau adalah Penulis wanita cerdas & berinteletual tinggi walaupun pendidikannya di perguruan tinggi formal tidak tinggi. Beliau “hanya” pernah bekerja di ketinggian bumi sebagai Pramugari. Dalam buku ini beliau bercerita tentang titel akademisnya yang diragukan oleh peserta ceramahnya. Halaman 211 : Pada suatu waktu, disaat aku sedang menggelar sajian ceramah di Kongres Nasional Geriatri, aku mendengar bisikan seorang hadirin yang bertanya kepada dosen disampingnya, apa gelar perguruan tinggi yang kumiliki.
Hingga beliau terpaksa menghentikan penyajian makalahnya kemudian berkata kepada sang dosen dan si penanya. “Ya, Mbak,benar saya tidak mempunyai gelar universitas apa-apa. Tapi kalau terpaksa saya harus memuaskan Anda, saya juga mempunyai huruf yang bisa dianggap gelar, ialah Nh singkatan dari Nurhayati, Anda tahu apa nama arti tersebut? ARTINYA ADALAH TUBUH YANG DIBERI CAHAYA, ATAU HAYAT YANG DIKARUNIAI WAHYU OLEH Yang Maha Kuasa. Saya tidak bersekolah bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar seperti Drs, Dra, Ir atau SH. Tetapi buku hasil karangan saya yang diterbitkan sudah berjumlah lebih dari sepuluh judul. Saya yakin, pasti melebihi jumlah tesis atau hasil penelitian yang diterbitkan para sarjana di manapun di Indonesia....” (Halaman 211-212)

Bapaknya merupakan orang pertama dalam keluarga yang mempercayai bakatnya sebagai Penulis. (Hal 131) Dimasa itu, kata ‘pujangga’ ialah penunjukan profesi yang kukagumi itu terdengar amat menyanjung, sekaligus membebani pundakku sebagai seorang anak praremaka. Benarkaj aku, yang hanya menulis beberapa syair, surat-surat yang tidak dikirim dan tembang Kinanthi atau Dandanggula bisa disebut sebagai ‘pengarang’? Karena bagiku di waktu itu, pengarang adalah seseorang yang menghasilkan buku-buku bacaan hebat yang tersimpan rapi di dalam lemari Bapak atau yang namanya tercantum di majalah-majalah kegemaaran kedua orang tuaku.

Kelebihan buku ini :
·         Bagus sekali untuk calon penulis atau penulis pemula
·         Sangat layak dibaca untuk para akademisi sebagai pembuka wawassan tanpa harus mengerutkan kening
·         Covernya unik, terkesan buku anak dari judul dan desainnya.
Kekurangan buku ini :
Halaaah,siapa loe,An?! Berani-beraninya cari kekurangan buku karya Sang Penulis legenda favorit kita... :D
Bersyukur sekitar tahun 2002-2003 di Taman Ismail Marzuki Jakarta saya pernah bertemu dan hadir dalam acara kepenulisan berbobot yang dihadiri oleh hampir seluruh penulis wanita Indonesia di segala generasi. Betapa bijak dan cerdasnya Eyang Dini menanggapi seorang muda yang “mengkritik tulisan” secara tajam karena ketidak mengertiannya orang muda tersebut J