Showing posts with label Filantropi. Show all posts
Showing posts with label Filantropi. Show all posts

Sunday, 26 May 2019

Hitung Tepat Zakat Dengan Kalkulator Zakat



Setiap bulan Ramadhan umat Muslim senantiasa berlomba-lomba meraih keberkahan dari Allah Swt dengan melakukan apapun yang Allah senangi. Kamu begitu nggak? Kalau saya sih “iya” banget! Kebayang banget deh betapa Allah memberikan kemudahan bagi umat-NYA untuk meraih kekayaan akhirat di bulan nan suci ini. Bulan untuk berinvestasi akhirat. Semaksimal mungkin melakukan segala perbuatan yang Allah senangi.


Apa saja yang menjadi ciri khas di bulan Ramadhan ini? Yang pasti melaksanakan kewajiban berpuasa kemudian shalat Taraweh – baik di masjid maupun di rumah. Lantas apalagi? Bukber? Hahaha...oke, apabila diniatkan untuk menjalin silaturahim dengan teman-teman atau kerabat lainnya. Di akhir Ramadhan umat Islam juga wajib menunaikan zakat fitrah yaa... Zakat fitrah sudah kita lakukan sejak dahulu bukan? Walaupun belum memiliki penghasilan, biasanyanya orang tua akan membayarkan zakat fitrah atas nama kita. Nah, sekarang jika kita telah memiliki penghasilan dan memiliki harta benda – maka kita wajib membayar zakat maal. Pernah khan? Sudah kamu lakukan khan? Zakat maal membuat amal ibadah di bulan Ramadhan semakin maksimal loh!
Apa tuh zakat maal? Zakat yang dibayarkan di mall-mall saat kita bukber atau belanja gituh? Hihihi...yaa bukan kaliii, walaupun memang pada saat ini lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa sudah membuka gerai-nya di banyak mall. Jadi saat ini zakat maal memang dapat dibayarkan di gerai-gerai lembaga filantropi di mall-mall. Jika kamu memiliki penghasilan dan memiliki harta lainnya, maka memiliki kewajiban untuk membayar zakat mall atau zakat kekayaan. Yaaa...Alhamdulillah, Insya Allah alam sadar kita akan terbentuk mengirim vibrasi bahwa kita memang kaya raya jika kita  zakat maal secara rutin di bulan Ramadhan. Aamiin.
Sama halnya dengan ibadah wajib lainnya, maka zakat maal juga memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Ada perhitungannya! Perlu kita ketahui juga bahwa ZAKAT hukumnya WAJIB, berbeda dengan SEDEKAH yang hukumnya SUNAH. Sedekah bisa dibayarkan dengan senyuman, tetapi zakat tidak dapat kita bayarkan hanya dengan senyum-senyum saja.... Zakat adalah kewajiban yang memiliki dampak besar bagi perkembangan bangsa dari sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dll.

Sunday, 24 March 2019

Berkunjung Ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di Karawaci Tangerang

Banyak lokasi dan bidang yang diberdayakan untuk kaum dhuafa, dan lembaga filantropi Islam terbesar di Indonesia adalah Dompet Dhuafa yang melakukan pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan melalui kegiatan filantropis (welas asih) dengan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).
Sudah dua dasawarsa pula saya mengenal Dompet Dhuafa ini. Tidak sekedar menjadi amil zakat, namun kita sering diundang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan, misalnya pengajian selepas kerja, kegiatan seminar, pelatihan, dan lain-lain. Amil zakat tidak sekedar menyalurkan donasi-nya ke Dompet Dhuafa, tetapi mereka juga menjalin silaturahim serta menambah wawasan kepada amil zakat sehingga amil zakat juga dapat menyaksikan secara langsung apa dan bagaimana donasi mereka dikelola oleh Dompet Dhuafa.


Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya dhuafa, disabilitas dan yatim, Dompet Dhuafa mengajak kami untuk menyaksikan Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa yang terletak di area Karawaci Tangerang – Banten. Dalam kunjungan ke sana kami juga disadarkan untuk tidak takut berbagi terhadap sesama, kapanpun dan dimanapun. Dengan semangat tidak takut berbagi maka Dompet Dhuafa mengusung thema “ JanganTakut Berbagi” sebagai tagline menyambut Ramadhan 1440 H.

Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci
Dari Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci ini, kami dapat menyaksikan wujud hasil dari sosok yang selalu berbagi kepada dhuafa , difabel dan anak yatim.  Sosok tersebut adalah Alm.Prof.Drs. Amir Radjab Batubara dan istrinya yang saat aktif bekerja selalu memberikan waktu akhir pekannya untuk mengajar pada anak-anak yatim dan dhuafa di rumahnya. Demikian pula saat  berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia, beliau selalu mencari anak yatim yang dapat dibantu hingga tidak terhitung lagi jumlahnya anak-anak yatim yang beliau sekolahkan diberikan biaya hidup. Yayasan Wakayapa merupakan yayasan milik Bapak Amir Batubara yang dikelola oleh Dompet Dhuafa dan akhirnya menjadi Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci yang telah mencapai 6877 orang penerima manfaat. Lahan dan bangunan diwakafkan di tahun 2011 senilai Rp 60 milyar.


Pada kesempatan hari Kamis siang (21 Maret 2019) para blogger visit ke Institut Kemandirian mendengar cerita kesaksian dari Ustadz Syahroni yang merupakan anak asuh Bapak Amir Batubara. Ustadz Syahroni kini menjadi dosen atau ustadz di sekolah tinggi Islam, beliau bisa berkuliah karena kegiatan wirausahanya yang selalu dimotivasi oleh Bapak Amir Batubara. Diceritakan bahwa Bapak Amir yang seorang banker selalu memotivasi anak-anak asuhnya agar mereka cakap berwirausaha. Pak Amir, penyantun anak yatim agar bebas dari belenggu kemiskinan selalu mendoktrin anak-anak asuhnya untuk membuka usaha sendiri daripada menjadi orang gajian. Menurutnya harta orang gajian dapat dibaca jumlahnya oleh orang lain, tetapi pengusaha tidak dapat dibaca pendapatannya oleh orang lain.

Saturday, 11 August 2018

#KurbanDiKitaAja : Nggak Repot dan Sesuai Panggilan Zaman

Gubernur DKI Anies Baswedan melarang saya dan para tetangga membeli dan berkurban di sekitar rumah kami! Bahkan pedagang hewan kurban dan pengurus masjid perumahan yang setiap tahunnya melaksanakan kegiatan kurban dengan “omzet” senilai ratusan juta tahun ini benar-benar dilarang melaksanakan kegiatan kurban. (Haiiis diskriminasi...orang beribadah kok dilarang? Dan aneka tuduhan lainnya berhamburan jika kita tidak mengerti kebaikan dibalik larangan tersebut). Instruksi gubernur nomor 123 tahun 2017 tentang pengendalian dan pemotongan hewan dengan radius 1 (satu) kilometer dari Equestrian Venues Pulomas dalam rangka dukungan penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018. Yess, bahkan perumahan tempat saya tinggal berhadapan langsung dengan Jakarta International Equestrian Park Pulomas. Pagar rumah keluarga saya hanya sekitar 300 meter dari gerbang Pacuan Kuda Pulomas.
Lantas apakah keluarga kami harus demonstrasi terhadap larangan ini? Oh NO, dan saya bersyukur karena dalam 3 tahun terakhir ini Almarhumah Ibu melaksanakan kurban melalui Dompet Dhuafa.


Sunday, 17 June 2018

Membeli Istana Surga Secara Online di Blibli.com



Bulan Ramadhan 1439 H telah kita lalui dengan keharuan yang mendalam. Bulan penuh rahmat, ampunan yang bahkan di dalamnya terdapat 1 malam yang lebih indah dari malam 1000 bulan telah kita lalui bersama. Insya Allah segala amal ibadah kita selama bulan tersebut diterima Allah Swt dan kita kembali mulia laksana bayi yang terlahir di dunia. Aamiin....
Apa saja yang telah kalian kerjakan di Ramadhan 1439 H? Tentunya kalian sangat memanfaatkan kesempatan dengan segala kebaikan serta berbagi kebahagiaan kepada dunia bukan? Kalau saya sih “yess”. Alhamdulillah, walaupun ini Ramadhan pertama tanpa di Ibu (Karena Ibu saya meninggal dunia di akhir bulan Januari 2018), namun saya sangat memanfaatkan bulan suci ini dengan menebar kebaikan semata karena Allah Swt. Saya harus tetap bahagia walaupun Ibu telah mendahului saya ke alam perjalanan berikutnya menuju pulang ke kampung kami, yaitu kampung akhirat surga nan indah penuh kebahagiaan. Justru saya harus berbagi kebahagiaan ke lebih banyak orang yang merupakan salah satu cara agar saya kembali dipertemukan dalam kebahagiaan bersama kedua orang tua dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami.
Saya berniat untuk membeli istana di surga bagi kedua orang tua dan keluarga lainnya. Terdengar mustahil? Jangankan membeli istana di surga, sedangkan membeli rumah di dunia saja kerepotan menyicil KPR-nya....Itukah yang terlintas di benak sebagian masyarakat kita? Hehehe...padahal untuk membeli istana di surga justru terasa lebih ringan, bahkan membahagiakan diri kita sendiri juga loh!

Dok.repstatic

Membeli Istana di Surga Dengan ZISWAF
ZISWAF seakan merupakan mata uang untuk membeli istana di surga-NYA. Belum tahu apa itu ZISWAF? ZISWAF adalah Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf. Aktifitas filantropi , yakni berdonasi terutama kepada mereka yang berhak memerlukannya. Bersedekah ke pengemis di jalanan atau yang nongkrong di rumah-rumah ibadah dengan wajah memelas? No, BIG NO. Menurut info terpercaya pengemis di jalanan kota-kota besar telah tersistem terorganisir. Pengemis diberi wilayah operasional dan menyetor kepada preman dan oknum tertentu. Seringkali mereka menzhalimi anak-anak, memanfaatkan agar orang-orang kasihan dan memberinya uang. Sudahlah, yang seperti ini, andaipun kita jatuh iba maka yang terbaik adalah memberi mereka makanan dan minuman saja. Jangan uang. Kalau kita terus memberi ke mereka, maka kita memakmurkan preman dan oknum tertentu tadi. Percaya tidak jika ada mereka ada yang memiliki deposito diatas Rp 100 juta, Honda CRV dan masih banyak lagi simbol kemakmuran yang mereka miliki. Hih,mendingan kita bantu pedagang kecil atau penjual jasa deh daripada memberi uang ke pengemis terorganisir ini.
Kalau saya pribadi dan menyarankan agar kita sebaiknya berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya yang secara berkala arus keuangannya di audit oleh lembaga profesional.
Nah inilah yang saya tingkatkan “transaksi”-nya di “Kebaikan Ramadhan”. Berbagi kebahagiaan melalui lembaga-lembaga filantropi terpercaya. Penerima donasi-nya juga pastilah telah disurvey dengan akurat. Masyarakat pra-sejahtera sesungguhnya tanpa drama seperti pengemis jalanan. 

Sunday, 27 May 2018

Berawal dari Zakat Kita Menjadi Kaya dan Sehat

Kopi dan Gula, beralih ke produk pemberdayaan DD. Lebih hemat dan sehat!
Kaya dan sehat adalah impian semua orang yang berada di dunia ini. Semua orang hidup pasti mendambakan hidup kaya lahir bathin dan sehat jasmani rohani. Bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan umat-Nya untuk hidup miskin dan sakit-sakitan. Salah satu buktinya adalah Allah memberikan kewajiban kepada umat-Nya untuk berzakat (Rukun Islam ke-4) dan pergi ke Baitullah menunaikan haji (Rukun Islam ke-5). Rukun Islam ke-1 hingga ke-3 Allah juga seakan menyatakan bahwa hamba-Nya harus memiliki kekayaan bathin dan waktu. Tidak mampu melaksanakan rukun Islam ke-3 berarti kita harus membayar fidyah. Jelas keinginan Sang Mahakaya menginginkan kita untuk kaya dan sehat.
Sayangnya masih banyak orang miskin di Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Kalau menurut Bung Ippho Santosa, Pakar Otak Kanan yang kini sangat mendukung kegiatan wirausaha bersama Dompet Dhuafa, memang banyak orang miskin di Indonesia asalkan bukan kita. Kita harus kaya. Hal yang membuat kita menjadi kaya dan sehat adalah kegiatan zakat, infak dan wakaf (plus sedekah jika kita belum kaya banget secara materi). Tak dapat diingkari, “Perumpamaan orang-orang yang menafkankah hartanya mereka di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus menerus) melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) Lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al-Baqarah : 261)

Monday, 16 April 2018

Idealektika Forum #3 : Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Mungkinkah jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud di tahun 2019? Atau sekedar mimpi di siang hari nan tak berarti? Waaah, saya sebagai warga negara Indonesia yang baik (hhmmm) merasa optimis loh bahwa Seluruh Rakyat Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan dalam ‘Menuju Indonesia Universal Health Coverage 2019’ . Insya Allah...

Pembicara dan Moderator Idealektika Forum #3
Sebelumnya saya ingin bercerita tentang pengalaman keluarga kami dalam mendapatkan  jaminan kesehatan di Indonesia. Tanggal 23 Januari 2018 Ibunda tercinta kami harus dibawa ke rumah sakit, kakak-kakak saya membawa beliau ke Omni Hospital Pulo Mas Jakarta Timur. Rumah sakit ini berjarak hanya sekitar 500 meter dari rumah kami, dan Ibu kami adalah orang yang selalu berupaya agar selalu sehat dengan melakukan tindakan promotif serta preventif. Dengan kesadaran menjaga kesehatannya secara berkala Ibu rutin melakukan check up kesehatan ke Omni Hospital Pulo Mas atau RS Kartika Pulo Mas. Namun beliau sangat menghindari diopname di RS. Prinsipnya jika masih dapat mandi sendiri maka sebaik-baiknya upaya kesehatan yang prima adalah di rumah yang bersih dan terawat. Beliau memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah (dahulu ASKES yang kini berubah menjadi BPJS), tetapi jikalau check up rutin seringkali Ibu tidak menggunakan fasilitas tersebut karena menghindari antrian serta biaya check up-nya diniatkan sebagai sedekah bagi mereka yang benar-benar sakit dan kurang mampu. Pada tanggal 23 Januari 2018  pihak rumah sakit menyarankan kami menggunakan BPJS yang dimiliki oleh Ibu. Pihak rumah sakit benar-benar perhatian dan berupaya yang terbaik bagi kesembuhan beliau. Namun, apa daya ruang ICU di Omni Hospital Pulo Mas sedang penuh. Mereka mengupayakan Ibu kami mendapatkan ruang ICU yang tersedia. Selama di ruangan UGD Ibu mendapatkan pelayanan terbaik dari dokter dan paramedis yang terus memantaunya.. Kami anak-anaknya diperkenankan mendampingi dan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran, tentunya kami tahu diri dengan menjaga ketenangan pasien lainnya. Pukul 3 dini hari Ibu kami berangkat dengan ambulan menuju RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat yang dapat menerima Ibu. Dengan pelayanan yang luar biasa baiknya – dari semua dokter, perawat hingga sopir ambulan dan petugas lainnya benar-benar layak diacungkan jempol! Mobil ambulan-nya juga terlihat canggih, peralatan di dalamnya sudah seperti kamar di ICU. Dokter, perawat dan petugas lain turut mengantar Ibu ke RSPAD dan “menyerah terima-kan” pasien secara profesional. Ketika kami menanyakan berapa yang harus kami bayar, ternyata jawabannya adalah “semua sudah beres” alias 0 rupiah! Bahkan mereka menolak tips sebagai ucapan terima kasih dari kami. Masya Allah...sungguh mulia mereka dan semoga Allah membalas perbuatan tersebut dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Singkat cerita, akhirnya tanggal 29 Januari 2018 waktu Dhuha Ibunda kami menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD. Selama seminggu dalam perawatan kami menyaksikan betapa baik dan komunikatifnya para dokter, perawat dan petugas lainnya (termasuk pihak security) di RSPAD. Kami benar-benar merasakan dan menyaksikan Ibu mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan terbaik dalam upaya kesembuhannya – apalagi RSPAD merupakan rumah sakit kepresidenan dan petinggi Angkatan Darat RI yang tentunya harus optimal memberikan layanan kesehatan bagi pasiennya. Seperti hal-nya di Omni Hospital Pulo Mas, kami tidak dikenakan biaya sepeserpun dari pihak rumah sakit selain untuk jasa ambulan jenazah dari RSPAD ke rumah kami. Jumlahnya juga sangat terjangkau bagi keluarga  yang sudah mempersiapkan dana untuk pengobatan Ibu kami. Masya Allah...Alhamdulillah....
Dari pengalaman ini saya merasa optimis bahwa jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia bukan sekedar mimpi. Asalkan semua rakyat Indonesia patuh terhadap aturan yang berlaku dalam upaya menjaga diri agar senantiasa sehat.


DISKUSI PUBLIK KESEHATAN : IDEALEKTIKA FORUM #3 (Mimpi) Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Peserta Diskusi Kesehatan (Dok.Pribadi)
Pengalaman mendapatkan jaminan kesehatan bagi keluarga tersebut menjadi salah satu alasan kuat saya untuk hadir dalam Idealektika Forum #3 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan IDEAS, IMZ dan Dompet Dhuafa University. Bertempat di Halal Hotel Sofyan Inn Tebet Jakarta Selatan , hari Rabu 11 April 2018 melemparkan saya pada Idealektika Forum di bulan Desember 2018, dimana saya masih memberikan buah naga merah hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa kepada Ibu dan menceritakan mengenai kegiatan Dompet Dhuafa ke beliau. [ Alhamdulillah 3 tahun terakhir ini Ibu mempercayakan Dompet Dhuafa untuk menyalurkan kambing kurban yang beliau donasikan ke pelosok negeri.]
Pada forum ketiga ini narasumber yang hadir adalah : Yusuf Wibisono (Direktur IDEAS), dr. Prasetyo Widi Buwono,Sp.PD-KHOM (Wakil Sekjen PB IDI), Chandra Nurcahyo, SKM (Assisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Primer) dan dr.Rosita Rivai (GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa). Sebagai moderator adalah Sifing Lestari (Pemberdaya Kesehatan Masyarakat) dan keynote speaker adalah Yuli Pujihardi (Direktur DD University)
Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga yang berkomitmen dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan kesenjangan akses kesehatan. Dompet Dhuafa telah membangun berbagai infrastruktur dan layanan kesehatan serta modal social kesehatan di beberapa kota di Indonesia, dari Aceh, Palembang, Makassar, Papua, Kupang dan 11 kota di pulau Jawa. Semua ini diharapkan mampu membantu pemerintah untuk mewujudkan jaminan kesehatan di berbagai pelosok wilayah Indonesia. dr.Rosita Rivai, GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa menuturkan,”Layanan Kesehatan Cuma Cuma sebagai salah satu pemberdayaan kesehatan Dompet Dhuafa telah mencapai jumlah penerima manfaat sebanyak 208.232 jiwa. Intervensi dalam program ini lebih banyak kepada aspek promosi dan preventif, hingga mencapai 61,29% sedangkan kuratif hanya 38,72%. Hal ini tentu sesuai dengan semangat Indonesia Universal Health Coverage yang ke depan akan menitik beratkan pada kesehatan masyarakat.”
Selain LKC Dompet Dhuafa juga membangun model wakaf pemberdayaan kesehatan Rumah Sakit melalui mekanisme wakaf produktif sejumlah 8 RS Dompet Dhuafa di Bogor, Lampung, Jakarta, Bekasi, Jawa Timur.

RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Bogor (Dok.Pribadi)

Sunday, 24 December 2017

Indonesia Poverty Outlook 2018 : Ikhtiar Dompet Dhuafa Dalam Mendorong Infrastruktur Si Miskin

Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta Pusat bertepatan pada tanggal 21 September 2017 diselenggarakan diskusi Indonesia Poverty Outlook 2018 yang mengangkat tema Pembangunan ‘Infrastruktur’ Untuk Si Miskin. Acara diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa bekerjasama dengan IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies).


Pada acara itu saya mendapat kesempatan untuk hadir serta mengikuti diskusi-nya. Sebagai narasumber dalam diskusi adalah :
Dr.Ir. Rachmat Mardiana,MA, Direktur Energi, Telekomunikasi dan Informatika Kementerian PPN/Bappenas yang memaparkan materi “Dampak Pembangunan Infrastrukur Terhadap Pengentasan Kemiskinan”
Prof.Ahmad Erani Yustika, Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang memaparkan materi “Infrastruktur Desa dan Membangun Indonesia dari Pinggir”
Marsudi Nur Wahid, Pemimpin Redaksi Jawa Pos yang memaparkan “Review Pembangunan Infrastruktur Untuk Si Miskin”
Subroto, Redaktur Pelaksana Republika yang memaparkan “3 Tahun Nawacita dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia”
Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS yang memaparkan “Evaluasi dan Prospek Penanggulangan Kemiskinan 2018”

Tuesday, 14 February 2017

RS Aka Medika Dompet Dhuafa Sribhawono, RS Berbasis Wakaf

RS Aka Medika Dompet Dhuafa yang berlokasi di Sribhawono Lampung Timur memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi kalangan tidak mampu, khususnya masyarakat  dan korban kecelakaan di sekitar Lampung Timur. Alhamdulillah, saya bisa menghadiri acara peresmiannya pada hari Sabtu tanggal 21 Januari 2017.
Acara dihadiri oleh berbagai kalangan, diantaranya Bapak Parni Hadi yang pada saat menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Republika beliau menggagas terbentuknya Dompet Dhuafa. Hadir pula Bapak Bambang Widjojanto eks Wakil Ketua KPK.Tentunya juga para undangan, pejabat kesehatan provinsi Lampung dan masyarakat sekitar.

Tari Sambutan Traditional Lampung (Dok.Pribadi)
RS Aka Medika Dompet Dhuafa merupakan rumah sakit kedua yang dimiliki oleh DD. Yang pertama terletak di Zona Madina Parung Bogor Provinsi Jawa Barat. Untuk pembangunan dan operasional layanan kesehatan RS ini berasal dari dana zakat , infak dan sedekah kita semua (Hayoooo, kita sudah membayar ZIS bukan?) 

Monday, 26 December 2016

Blogger Trip 2 to Zona Madina Bogor : Menyaksikan Hasil Pemberdayaan Masyarakat

Senangnya hati ini mendapatkan sms dari Dompet Dhuafa bertuliskan : “Assalamualaikum, Selamat Anda lolos menjadi Peserta Blogger Trip 2 Zona Madina Dompet Dhuafa. Konfirmasi kehadiran ke nomor ini. Titik kumpul keberangkatan pukul 08.00 at Carrefour Lebak Bulus”


Kalau tujuannya bukan ke Zona Madina DD, tentunya saya akan berpikir beberapa kali untuk dapat tiba di area Lebak Bulus pada pukul 8 pagi. Alhamdulillah ternyata titik kumpul berubah menjadi Filantrophy Building Dompet Dhuafa Warung Buncit! Yeaaay....kalau disini mah saya sudah sangat familiar daerahnya, jadi jam berapapun oke deh...
Jumat 16 December 2016, jam 08.10 saya tiba di Phylanthropy Building. Ternyata hanya 3 blogger terpilih yang turut Blogger Trip 2, sedangkan 20-an lainnya dari berbagai media cetak dan online. Sekitar jam 10  mobil yang mengantar kami tiba di parkiran Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa yang merupakan bagian dari Zona Madina.

Wednesday, 23 November 2016

SKV Group Berbagi : Aksi Filantropi di Hari Jadi Sang Pendiri

Rasulullah pernah berkata sambil memberi isyarat dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah berdempetan , dan beliau merenggangkan kedua jari lainnya , “Aku dan pengasuh anak yatim berada di surga seperti ini”

Kemudian dari Abu Umamah, Rasulullah berkata,”Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan dan barang siapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh adalah aku bersama di surga seperti ini.” Beliau mensejajarkan dua jarinya.
Lengkapi desain musholah rumahmu dengan ini (Pic.Pribadi)
Masya Allah, betapa indah dan “mudah”-nya kita berdekatan dengan Rasulullah di surga, yaitu dengan berbagi kasih sayang dengan anak-anak yatim. Jika kita mendapatkan kebahagiaan di dunia, maka berbagi adalah cara agar lebih berbahagia – apalagi berbaginya kepada anak-anak yatim. Inilah yang dilakukan oleh SKV Group yang menaungi Bursa Sajadah. Sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi ke-67 pendirinya, H.Syahir Karim Vasandani, SKV Group melakukan kegiatan CSR di 7 kota di Indonesia dengan berbagi keberuntungan dan kebahagiaan ke 8 panti asuhan dan pondok pesantren  yang berada di sekitar lokasi cabang toko Bursa Sajadah. “Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengan memberikan santunan kepada mereka yang kurang mampu.” Demikian ungkapan H.Syahir Karim Vasandani. Sebelumnya SKV Berbagi juga telah memberikan bantuan kepada anak yatim dan hafiz Qur’an di bulan Ramadhan lalu 

Wednesday, 29 February 2012

Hidup Berkelimpahan Rezeki??!PASTI!!

Satu SMS dari Mbak Darni ,saya mendapatkan informasi mengenai Seminar berthema : MERAIH HIDUP BERKELIMPAHAN REZEKI , diselenggarakan pukul 09.00  Ahad 27 Februari 2012 di Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil Alamin Pondok Kelapa Jakarta Timur. Cool banget ya, seminar motivasi dilakukan di komunitas yatim piatu dan dhuafa. Thema-nya mengenai berkelimpahan rezeki pula. Pasti bukan sekedar "sesuatu" ;-) Tanpa berpikir panjang-pun saya mengutamakan hadir di event yang saya bayangkan sederhana penyelenggaraannya. Undangan dan event lain untuk sementara waktu mengalah dulu deh. Saya penasaran dengan event yang dilaksanakan oleh Yayasan yang biasa mengurus anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Beberapa kali diundang oleh Mbak Darni untuk hadir, tapi selalu tidak bisa datang karena ada undangan lain yang harus saya datangi. 

Oh ya, siapa sih Mbak Darni dan saya bisa kenal sosok beliau dimana?? Alkisah beberapa bulan lalu sdalam perjalanan sepulang dari kantor saya mampir makan malam di salah satu rumah makan di Rawamangun. Saya duduk di kursi teras depan rumah makan tersebut. Saat sedang menikmati Soto Semarang 2 wanita berkerudung menghampiri saya. Sudah saya duga, sebelumnya mereka "ditolak" oleh sepasang kekasih (suami istri??) yang duduk di depan meja saya, mereka menghampiri saya. Nggak ada alasan untuk merasa terganggu, mereka menjelaskan mengenai program yayasan. Hhmmmm, jujur saat itu saya hanya mensedekahkan nominal terkecil yang ada di tas saya, sambil basa-basi berkata : "Maaf ya, Mbak...saya hanya bisa sedekah ala kadarnya." Dan dijawab oleh Mbak Darni,"Ooo...yang terpenting silaturahim-nya,Mbak.Ini saja kami berterimakasih karena Mbak Anna menerima silaturahim kami.". Saya sempat menawarkan mereka untuk makan bersama saya (Alhamdulillah khan, berkah banget makan malam sendirian karena dapat menjalin silaturahim), namun mereka mengatakan bahwa mereka baru saja makan malam. Akhirnya kami bertukar nomer handphone. Beberapa hari kemudian Mbak Darni mengirimkan SMS motivasi dan aneka info kesehatan. Terkadang saya reply, terkadang saya hanya berterima kasih dan mendoakan kebaikan kepadanya yang telah berbagi pengetahuan.
Informasi mengenai Yayasan Rahmatan Lil Alamin dapat didapatkan di websitenya : www.yrla.co.cc

HIDUP BERKELIMPAHAN REZEKI
Siapa yang nggak mau??? Tapi diantara kita pasti ada yang pernah mengeluh akan susahnya hidup atau dengan kejam-nya merendahkan dirinya sendiri. Hoooiii, sadar loe yang merendahkan diri sendiri!!! Kita itu diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling yahud. Manusia diciptakan dari Sari Pati Alam. Segala unsur di semesta ini ada pada diri kita. Unsur tanah, unsur air...apalagi unsur gas! ;-D Jadi sebenarnya gunung dan lautan dapat kita takhlukkan. Demikianlah pemaparan yang dibuka oleh Bapak Agus WS sebagai Motivator hari itu.

Untuk memancing Hidup Berkelimpahan Rezeki kita harus bersinergi dengan beberapa lingkar Pengaruh, yaitu :
  1. Lingkar Diri (QS 13:11 , QS 31:14 , QS 17:23)
  2. Lingkar Keluarga (QS 30:21 , QS 31:14)
  3. Lingkar Sesama (QS 3:104 , QS 7:58 QS 7:96)
  4. Lingkar Semesta (Keharmonisan alam dan manusia. Alam merespon segala hal yang kita inginkan)
  5. Lingkar Pencipta (QS 2:186)

THE LAW OF ATTRACTION (Hukum Tarik Menarik)


Berulangkali saya membaca atau mendengar mengenai The Law of Attraction , walaupun prakteknya seringkali saya kerjakan ketika saat saya masih duduk di bangku TK. Do you believe sejak TK atau awal SD saya seringkali menyimpan uang Monopoli, bermain Monopoli dan seolah saya membayangkan bahwa property atau wilayah yang ada di board permainan tersebut benar-benar ada di alam nyata. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat berkunjung ke wilayah-wilayah yang tertulis di board Monopoli tersebut ;-)
Pada seminar kali ini saya mendengar penjabaran dari sudut pandang Al Quran. Walaupun saya telah membaca buku The Secret versi Al Quran , untuk menambah ilmu yang segera diaplikasikan dalam hidup nan indah ini maka saya kembali mendengarkan penjabarannya.
Misalnya : Mengenai keselarasan terdapat dalam QS 3:112 , Keajaiban Memberi QS 2:261. Dari sinilah kita yakin bahwa Allah Swt telah menjanjikan hidup kita berkelimpahan rezeki. Kita pasti dan harus kaya raya dengan kelimpahan rezeki yang diberkahi-NYA! Itu pasti, janji Allah pasti benar. Kita harus menciptakan media untuk rezeki tersebut, dan media yang paling ideal adalah menjadi PENGUSAHA.Yang harus kita ketahui adalah bahwa Nabi Muhammad SAW lebih lama jadi Pengusaha Kaya dibandingkan jadi Nabi. Pasangan Nabi Muhammad SAW dan Ibunda Khadijah RA adalah pasangan kaya raya dan konglomerat. Kalau kita hanya menjadi pegawai...rezeki kita khan "tetap", kalau Allah mau memberikan rezeki yang beeeuuusaaar ke pegawai kok agak "riskan" ya?? Nanti bisa menimbulkan fitnah suap. Kalau jadi Pengusaha khan rezeki halalnya dari berbagai arah.

Sekilas Pak Agus bercerita tentang Bapak Purdi E.Chandra, Founder Entrepreneurship University yang minggu sebelumnya (Sabtu, 18 February 2012) seminarnya saya hadiri juga di Hotel Grand Kemang. Sedekah pemilik lebih dari 1000 lembaga belajar ini memang luar biasa.


Mari kita selalu ACTION yang juga merupakan pengaplikasian QS 35:29 sehingga menjadi PEMENANG yang merupakan pengaplikasian QS 60 dan QS 58:21


Di akhir acara Sang Superstar alias 10 Anak Yatim hadir mendoakan kami yang hadir di ruang tersebut, dan juga para donatur yang tidak hadir hari itu. Alhamdulillah, getaran seperti yang tervisualisai sangat terasa saat kita berdoa bersama para anak yatim tersebut. Acara selesai pada pukul 12-an, bersamaan dengan waktu shalat Zhuhur. Beberapa hadirin menuju meja panitia yang menerima dan mendata hadirin yang ingin bersedekah. Subhanallah , saya melihat beberapa diantaranya memberikan sedekah dengan cash enam digit. Yakin berkah ya ;-) Sejenak saya bertegur sapa dengan Mbak Darni,"Insya Allah seminar akan diadakan rutin sebulan sekali." Katanya. Insya Allah saya akan mengajak teman-teman yang ingin berkelimpahan rezeki dan sukses.

Aktivasi EQ
  • Lakukan segala sesuatu yang kita cintai
  • Lakukan segala sesuatu karena panggilan jiwa, bukan panggilan kerja, sepenuh hati ,bukan sepenuh gaji
  • Berdoa sebelum tidur (Aktivasi alam bawah sadar)

Tuesday, 31 January 2012

Mukena 10 Ribu Kebaikan Beribu-Ribu


Disela menikmati ‘me time’ petang hari di Mall Kelapa Gading saya bergegas menyeberang jalan samping Mall Kelapa Gading 5 menuju Mesjid Al Musyawarah. Waktu telah menunjukkan pukul 17 lewat sekian menit. “Nyambung shalat Maghrib aaah.” Kata saya dalam hati, tentunya dengan perasaan merekah karena akan berkomunikasi dengan Yang Maha Pengasih dan Penyayang ;-D

Setelah menitipkan sepatu yang dibeli dengan harga Ro 400rb-an di penitipan resmi mesjid saya langsung menuju ruang wudhu yang bersih dan semerbak harum. Nyamannya lagi, di atas deretan kran air yang mengalir lancer berderet pula gantungan tas/pakaian/jilbab/assesoris (pokoknya apa aja bisa digantung,asalkan jangan ngegantung temen disitu ya ;-p). Alhamdulillah ya, jadi kita yang mengambil air wudhu nggak akan kebingungan meletakkan tas, jilbab atau jam tangan. 


Setelah bersih-bersih menujulah saya ke bangunan utama mesjid. Saya cukup familiar dengan mesjid ini sejak lebih dari 10 tahun yang lalu – nyaman, bersih dan fasilitas lengkap! Pokoknya asyik banget deh untuk bermesraan dengan Sang Tercinta. Mukena yang ada di mesjid tersebut-pun biasanya banyak dan terawat bersih plus rapi. Kali ini saya meraih satu diantara yang tergantung rapih dengan hanger dari lemari kaca yang terdapat di space shalat wanita. Tanpa sengaja saya melihat tulisan bordir yang terdapat di mukena,”Mukena 10ribu….”
Di jeda shalat saya mencatat account twitter dan nomer hape yang terukir bordir pada mukena yang saya kenakan.Tercantum juga nama donaturnya : salah satu usaha dawet khas Jawa Tengah. Keesokan harinya  saya browsing melalui PC dan follow @mukena10ribu. Alhamdulillah, admin account sangat komunikatif dan tanggap akan keinginan saya untuk menjadi aktifis di “komunitas” ini. Padahal saya kurang mengerti hal apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi aktifis disini. Yaaa, hal yang paling minim adalah menyisihkan jajan Rp 10.000 ,- setiap Jumat. Hal yang sangat mudah untuk memberi manfaat bagi banyak masyarakat khan tuh??? Apalagi dari hal yang mudah (bahkan ala kadarnya) itu kita tetap bisa “menghadap” kepada Sang Pemberi Rezeki. Bayangin, kita sedang kedatangan tamu bulanan nih –nggak bisa menunaikan ritual shalat – namun entah di mushalah/mesjid daerah mana ternyata ada yang mengenakan mukena yang dibeli dari uang yang kita sedekahkan. Cool banget gak siieeyh?? Padahal kita aja belum tentu pernah menghadap Sang Pengasih dari daerah tersebut. Soalnya @mukena10ribu menyampaikan amanah ke seluruh Indonesia! 
Let’s see, melalui sedekah betapa kecilnya dunia.
Insya Allah dengan minimal  Rp 10.000 saja kita akan mendapatkan berkah dunia akhirat beribu kali lipat sesuai dengan janji Sang Pemberi Rezeki. Masih nggak mampu sedekah minimal Rp 10.000?? Iih,kasihan deh loe…hahaha,just kidding. Kalau emang sampai segitunya, mudah-mudahan diberi rezeki oleh-NYA ya, en belajar berwirausaha dung. Jadi Tukang Cuci gituh…hehe,bisa berawal menjadi #Relawan di @mukena10ribu. Kamu jelajah mushalah/mesjid yang layak untuk dititipi mukena deh,kemudian jadilah #Relawan.
Sebenarnya Mesjid Al Musyawarah di Kelapa Gading merupakan mesjid besar dan yang shalat di di mesjid ini (khususnya wanita) mayoritas dari kaum berada. Seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa mukena disini juga terawat (bersih,rapih dan harum). Tapi kenapa ada mukena dari @mukena10ribu ada disini ya??? Alhamdulillah dengan adanya mukena di mesjid besar,bersih dengan fasilitas lengkap ini ternyata justru saya mengetahui keberadaan “aksi” ini. Saya rasa ada benarnya juga menyumbangkan mukena ke mesjid “berpunya”, walaupun nggak perlu sampai 3 mukena. Sedekahkan saja 1 mukena ke mesjid besar/bagus untuk dititipkan ke pengurus mesjid. Insya Allah seperti saya dapat mengetahui keberadaan @mukena10rib u dari bordir yang terdapat di mukena. Nggak perlu besar-besar sih tulisannya supaya nggak seperti spanduk promosi berjalan…hehehe. Urusan cuci mencuci atau merawat, sepertinya pengurus mesjid melakukan sendiri deh. Mesjid seperti ini biasanya telah memiliki pengurus mesjid yang professional (Apalagi mesjid di ITC Cempaka Mas…waaaw, sampai ada laundry room-nya untuk mencuci mukena-mukena yang ada disana. Mukena untuk anak-anak juga tersedia!)