Showing posts with label Pondok Indah Mal. Show all posts
Showing posts with label Pondok Indah Mal. Show all posts

Wednesday, 28 October 2015

Breast Cancer Awareness Campaign : Pink Tidak Hanya Identik di Bulan February

Warna pink identik dengan bulan February karena konon itulah bulan kasih sayang. Tetapi keidentikkan pink di bulan February sudah tidak mendominasi lagi, karena sesungguhnya ada bulan yang lebih menunjukkan kasih sayang lebih luas, yakni PINKOCTOBER! Bulan October merupakan bulan "Breast Cancer Awareness" di seluruh dunia. Di bulan ini sebagai wanita  baik hati, cantik fisik dan hati, tidak sombong dan rajin menabung dapat dipastikan memiliki kepedulian terhadap penyakit kanker payudara.


Kepedulian terhadap kanker payudara tidak saja dilakukan oleh perorangan, namun berbagai lembaga - baik profit maupun non-profit banyak yang melakukan aksi "Breast Cancer Awareness Champaign". Seperti hal-nya yang dilakukan oleh PT.Pulau Mahoni  . Produk Clinique mengundang Beauty Blogger untuk hadir dalam acara di Pondok Indah Mall.
Pada dasarnya saya sudah peduli dengan penyakit kanker sejak akil baliq. Mengapa?? Karena Ayah saya meninggal dunia melalui penyakit kanker paru-paru. Beberapa Bibi dari pihak Ayah meninggal dunia karena kanker payudara, bahkan sepupu saya diantaranya pernah melalui tahap operasi "cikal bakal" kanker payudara. Menyeramkah kanker itu??? Aaaah, sekarang mah nggak tuh kalau menyaksikan keberadaan para survivors. Itu penilaian saya ketika hadir memenuhi undangan Clinique pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015. Hadir dengan kesadaran penuh bahwa saya memiliki genetik kanker, bertekad peduli dengan penyakit ini sehingga saya memilih undangan ini dibandingkan event lainnya yang juga saya dapatkan.

"Cancer is still a word that strikes fear into people's hearts, producing a deep sense of powerlessness. 
But today it is possiple to find out through a blood test whether you are highly susceptible to breast and ovarian cancer, and then take action." 
("My Medical Choice" by Angelina Jolie, The New York Times - 14 Mei 2013)


LET’S DEFEAT BREAST CANCER

WE’RE STRONGER TOGETHER


Beauty Bloggers siang itu mengikuti talkshow “Pentingnya dukungan keluarga dan medis bagi Penderita Kanker” sekaligus “Mengetahui dan Mencegah Breast Cancer Sejak Usia Dini” dengan pembicara Dr.Roys Pengayoman, SpB dari Siloam Hospitals Simatupang. Juga 2 narasumber survivor kanker payudara dari Cancer Information and Support Centre.

Talkshow dipandu oleh MC dan artis, Cici Panda. Sebelumnya hadirin di hibur oleh penampilan akuistik dari grup band yang semua anggotanya pria. Sempat air mata saya menitik saat mereka membawakan lagu berjudul “Bunda” yang dipopulerkan oleh Bunda Melly Guslow. Karena teringat adik dari my lovely yang meninggal dunia melalui kanker darah (leukimia) saat berusia 25-26 tahun dan anaknya masih 6 bulan.

Dr.Roys dan 2 narasumber berbicara dalam talkshow tersebut dengan santai. Mereka berbagi pengalaman, tidak ada nada “berat”, menyeramkan atau sedih dengan membicarakan tentang kanker payurada ini. Intinya siapapun dapat terkena kanker payudara walaupun lifestyle kita sudah masuk kategori lifestyle yang sehat. Narasumber pertama mengetahui dirinya kanker payudara saat meraba payudaranya dan merasa ada benjolan. Berhubung ketika itu dirinya masih bekerja aktif dan memiliki asuransi kesehatan maka secepatnya memeriksakan diri. Dan benar, dirinya dinyatakan kanker payudara stadium 2,5. Demikian juga narasumber yang lain diketahui kanker payudara saat dinyatakan kanker payudara stadium 2,5. Mereka tidak langsung down, justru mereka berusaha tenang, menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Penyembuh dan pastinya mereka melakukan penyembuhan dengan cara medis sesuai prosedur sehingga akhirnya sampai 6 tahun sejak mereka dinyatakan kanker payudara mereka tetap dapat hidup dengan segar.

Sedangkan Dr.Roys menjelaskan mengenai mutasi gen BRCA dan pemeriksaannya pada kanker payudara. Beliau menjelaskan penyebab kanker, khususnya dari faktor genetik. Gen yang termutasi dapat diwariskan oleh orang tua ke anaknya. Tidak saja diwariskan oleh orang tua kandung, bisa saja hal tersebut diwariskan dari kakek,buyut,canggah. Segera lebih memperhatikan kesehatan apabila diantara kerabat sedarah (bibi,paman) ada yang terkena penyakit kanker. Jika sudah sampai terdeteksi kanker maka jangan menggunakan pengobatan non medis tanpa sepengetahuan dokter. 

Terdiagnosa kanker? Bukan alasan untuk bersedih. Lihatlah mereka yang bisa menang melawan kanker, ceria menari di mall :)

Dalam brosur/pamflet (dirilis oleh The Estee Lauder Companies : Breast Cancer Awareness Campaign, Supporting education and medical research) yang dibagikan kepada undangan dijelaskan 8 cara untuk melawan kanker payudara, yakni :

  • Periksa payudara secara rutin dan laporkan perubahan apapun kepada dokter.
  • Berkonsultasilah secara rutin dengan dokter untuk pemeriksaan payudara di saat Anda berusia 20-an dan 30-an.
  • Lakukan mamografi setiap tahun di mulai sejak usia 40 tahun atau lebih awal jika Anda berisiko tinggi.
  • Makanlah buah-buahan dan sayuran yang mengandung serat dan kaya akan antioksidan.
  • Jagalah berat badan ideal. Berat badan berlebih menambah resiko.
  • Batasilah asupan alkohol (Note : Waah, kalau saya sih nggak membatasi asupannya, tetapi memang menjauhi sejauh-jauhnya..hahaha)
  • Hindari merokok dan berhentilah jika Anda merokok (Note : Kalau saya menghindari rokok, bukan sekedar menghindari merokok. Jauh-jauh deh dari orang yang sudah kelihatan memegang rokok! Loh kalau mau naik taksi terus lihat driver-nya merokok, maka saya lebih baik menunggu taksi lainnya kok.)
  • Lakukan olah raga paling tidak 45 menit setiap hari.

Silakan mempelajari lebih lanjut di cancer.org


Bersyukurlah dengan menceritakan 3 hal ke temanmu tentang Kanker Payudara, yakni :
  • Setiap wanita dapat terkena kanker payudara – bahkan mereka yang tidak memiliki sejarah kanker payudara dalam keluarga
  • Faktor terpenting untuk kanker payudara adalah wanita dan pertambahan usia. Tetapi pria juga dapat mengalami kanker payudara walaupun prosentase-nya hanya 1 
  • Wanita yang terdiagnosa kanker payudara stadium dini, ketika kanker masih kecil dan belum menyebar mempunyai harapan tinggi untuk sembuh. Lakukan mamografi. Tidak perlu terlalu galau jika terdiagnosa kanker payudara karena ketenangan diri sangat membantu pemulihan, seperti yang terjadi pada salah 1 ibu yang hadir dalam talkshow. Beliau terdiagnosa kanker payudara stadium 4 beberapa tahun lalu, namun bersyukur beliau masih dapat hadir dalam kondisi yang lincah.
Sore itu kami menyaksikan film pendek animasi ‘Kalahkan Kanker dengan Sadari’. Sadari merupakan singkatan perikSA payuDAra sendiRI. Film animasi dengan pemeran beberapa bra yang berdialog menyita perhatian pengunjung Pondok Indah Mal yang ramai...hihihi...tambah semangat deh kampanye-nya. Kalau kamu berminat menyaksikan film tersebut silakan kunjungi : www.kalahkankanker.com



Catatan tambahan dari talkshow tersebut selain yang dipaparkan diatas adalah :
  • Hindari makanan goreng-gorengan , pilih makanan yang di rebus atau di kukus. Di bakar masih oke deh... (Note yang saya peroleh dari web National Geographic Indonesia, bahwa memasak dengan 4 sendok minyak zaitun bisa mengurangi resiko kanker payudara. Dr Miguel Angel Martines-Gonzales, peneliti dari University of Navarra Spanyol mengatakan bahwa zat yang terkadung dalam minyak zaitun dapat mencegah berkembangnya sel kanker dan juga mematikan sel-sel yang tidak normal).
  • Jangan melakukan pengobatan alternatif tanpa pantauan dokter karena masing-masing orang memiliki kondisi yang berbeda. Apalagi kalau pengobatannya sampai dipijat-pijat tuh. Bisa jadi justru menyebabkan penyebaran sel kanker.
  • Memperbaiki gaya hidup dengan diet sehat dan menenangkan pikiran. Jangan panik, dekatkan diri kepada Maha Penyembuh.
  • Secara rutin melakukan deteksi dini kanker payudara, yakni : SADARI, USG Mammae, atau Mammografi, serta melakukan deteksi dini kanker ovarium yakni pemeriksaan darah CA-125 dan USG transvaginal.
Seusai talkshow ini saya semakin optimis menghadapi hidup sambil menjaga kesehatan. So bulan Oktober merupakan bulan PINK – warna identik dengan kasih sayang dan bukan bulan yang menyeramkan karena Hallowen.

Usai talkshow, Beauty Bloggers diberi goodiebag berisikan produk dari Clinique, Estee Lauder dan Lab Series Skincare for Men

Ciptakan Indonesia menjadi salah satu negara tersehat di dunia yuk, salah satunya action dalam “Breast Cancer Awareness Campaign”.

Reportase dan rangkaian tulisan ini saya ikut sertakan dalam “Give Away Kampanye #finishthefight #gopink #breastcancerawareness” dengan niat agar kesadaran masyarakat (khususnya wanita di Indonesia) lebih memperhatikan kesehatan diri dan orang-orang tercintanya.

http://www.indahnuria.com/2015/10/giveaways-kampanye-finishthefight.html?m=0

Monday, 28 November 2011

Sehari "Bersama" Fimela.com

Sabtu, 26 November 2011 jam 9 pagi saya sudah nangkring di Pondok Indah Mall. Kesannya mau buka toko atau bersih-bersih sebelum mall buka ya? Padahal sih hari itu saya mendapat undangan Nobar Arisan 2 dari Fimela.com!


Undangan hanya berlaku untuk 1 orang, tetapi di tempat yang sama Ika juga menang tiket nobar dari salah satu optik...so akhirnya kami nonton ramai-ramai. Saking ramainya kami nonton di baris ke-3 (J). Banyak banget pemenang kuis dari berbagai media, mereka banyak meletakkan banner. Tapi saya tidak melihat banner Fimela.com. Yang pasti mereka sedang sibuk dengan event Fimela Fest-nya dong ;-)

Usai menyaksikan Arisan 2 : Ika, Widya, Zulma, Anna, Dina (Pukul 14:26 masih di PIM)

Film Arisan 2 bercerita tentang tokoh-tokoh Arisan 1 memasuki usia 40 tahun. Hidup dimulai dari usia 40 tahun. Sebenarnya memasuki usia 40 tahun merupakan puncak kebahagiaan dan ketenangan seseorang, namun ...sayangnya, para tokoh film Arisan 2 justru menggapainya dengan segala hal yang semu. Katanya sih film ini menggambarkan kehidupan sosialita di Jakarta. Aaah, tapi saya yakin itu hanya minoritas karena saya (Alhamdulillah) masih lebih banyak menemukan lingkungan kaya raya yang baik, terpelajar, telah menemukan tujuan hidupnya  ;-)

Dari PIM kami berempat (minus Dina) meluncur ke Grand Indonesia. Sempat papasan dengan mobil penganten istana loh ;-D Eh di Atrium Grand Indonesia ada Mrs.Indy Barends dan Bapak Surya Saputra - si Nino di film Arisan...hahaha...kali ini dengan batik-nya kebapak-an sekali lowh...hihihi,jadi inget ekspresinya saat di film tadi. Itu waktu dia ngelempar air/pasir ke arah Rachel Maryam. Khan "Ibu Legislatif" ini sempat komentar,"Emang di rombongan kita ada cowoknya?" (yaa...tepatnya saya kurang ingat,tapi artinya gitu deh..! ;-D)

Pukul 16.12 : Berpose di depan drop Fimela House, sebelum mengikuti writing workshop

Writing Workshop: "BEING A WRITER: A CRISIS PROOF JOB"!
@ Fimela House
Ratusan tulisan saya memang telah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik, bahkan belasan buku telah terbit (baik solo maupun anthology), namun sudah seharusnya sebagai Penulis saya terus menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu - ilmu baru di dunia kepenulisan yang terus berkembang. 
Apalagi kali ini yang menjadi pembicaranya adalah : Mr.Salman Aristo, Scenario Writer yang kondang itu ;-) Yang pasti beliau sangat dapat hidup senang dari menulis.
 Mr.Salman Aristo menebar ilmu dalam event-nya Fimela.com
Nah benar khan, pada workshop ini saya bisa memperoleh pengetahuan mengenai 'Writer's Management' ;-) Karena selama mendengarkan share Mr.Salman saya tidak "sempat" menulis maka saya memotret keterangan tentang Writer's Management (Beuh, situ itu Penulis atau Fotografer sih? ;-p). Oh ya, ini berbeda dengan Writer Agency ya.
Keuntungan bergabung dengan Writer's Management

Yang kurang dari event ini adalah : waktu! Sebenarnya ini bukan workshop, tapi semacam talkshow karena berlangsungnya hanya sekitar 2 jam. Bermanfaat sekali acara ini. Semoga dilain waktu Fimela.com dapat mengadakan dengan waktu yang lebih panjang lagi...hehehe...
Fashion Show : Ground Zero 1.1
@ Atrium Grand Indonesia

Yiippiii banget deh, sekitar pukul 19.30 kami dapat menyaksikan fashion show karya alumni ESMOD. Rancangan alumni dan peragawati-nya juga para mahasiswi ESMOD tahun 1 dan 2. Bikin jadi pengen sekolah fashion lagi nih ;-)

Parade karya di akhir fashion show

20.20 : Tas karya ESMOD yang hasilnya untuk program charity #Read2Share
Sebenarnya usai fashion show Esmod akan tampil grup musik yang saya sukai, tapi karena sudah malam dan keesokan pagi-nya masih ada acara yang harus saya ikuti, jadinya kami segera meninggalkan arena acara Fimela Fest @ Grand Indonesia. 

Saturday, 8 May 2010

[Kuliner] Kopi, Satu Kekayaan Negeri

Phuiiiwh...akhirnya selesai juga project mengenai Kopi dari Markplus yang pernah Anna ceritakan disini. Ini project...ya tentang Kuliner (khan tentang kopi alias beverage), ya traveling (ngikutin responden weekdays and weekend – termasuk ke coffeeshop) plus ya kerja juga (emang tugas Observer dari riset Field Markplus). Ya jadi camera person (handycam plus camdig pocket and prosumer), sekaligus wawancara ala reporter liputan (full MP3 recording). Recruiter, Interviewer, Team Leader, Observer, Caller...dalam project Raflesia ini Anna melakukan tugas – tugas tersebut. Gubrak dah, kesannya multitalenta sekaleee....;-p
Jadi teringat film ‘Coffee and Allah’ yang Anna tonton di Blitz Grand Indonesia event JIFFEST 2009.Film New Zealand yang meraih beberapa penghargaan. Tentang seorang muslimah Ethiopia yang tinggal di Mt.Albert (dekat kampusku euy! Cuma berseberangan jalan dengan Great North Road juga udah sampai tempat tinggalku di Point Chevalier Road).

When a cup of coffee is a gift from Allah.An Ethiopian Muslim woman's appetite for coffee, Islam and a good game of badminton.
2008 64th Venice Film Festival
2008 52nd Valladolid International Film Festival
2008 28th Louis Vuitton Hawaii International Film Festival
2008 Winner of Best Short Film- 28th Louis Vuitton Hawaii International Film Festival
2008 51st San Francisco International Film Festival
http://www.nzfilm.co.nz/filmcatalogue/Films/Coffee___Allah.aspx

Akhirnya Anna “make movie” about coffee juga deh karena project ini. “Menceritakan” tentang 2 orang, pertama masuk kategori ‘Social Coffee Drinker’ dan seorang lagi masuk ‘Coffee Connoiseur’. Karena project ini pula, Anna yang semula masuk dalam kategori ‘Heavy Coffee Drinker’ – walau hanya kopi instan dan 3 in 1, akhirnya menjadi ‘Coffee Connoiseur’ yang menemukan keindahan dalam seni dunia perkopian, khususnya kopi Indonesia. Do you know that Indonesia has the most expensive coffee in the world!



Rabu malam, 28 April 2010 Anna sempat minta antar Amel untuk melengkapi data mengenai kopi ini di Pondok Indah Mall 1. Bertemu dengan 1 partisipan. Kami menikmati Kopi Lanang yang dibuatnya dengan cara yang unik,menu khas dan unggulan dari ‘Tator Boutique Coffee’ yang pemiliknya sama dengan Wardjok Asli. Anna jadi ingat saat berkumpul dan membahas sesuatu dengan Rinaldi, Pak Bram, Pak Aswin, Mas Eko, Rian, Diah dan Monik (pilot cewek Air Asia) di Tator Dharmawangsa Square. Serta teringat tanggal 9 November 2009 usai menonton di Mall Ratu Indah bersama Ardian Yunianto, rekan-rekan Ardian Yunianto melanjutkan stay di Tator Coffee Mall Ratu Indah Makassar, sedangkan Anna lebih memilih melanjutkan perjalanan ke TransStudio Makassar. Ah andai mengerti kalau di cafe tersebut terdapat minuman favorit yang penyajiannya unik dan kopi tersebut berasal dari daerah dekat sana (Toraja), tentu Anna akan sejenak menikmati kopi tersebut. Setelah Anna mencobanya...hhmmm dashsyat! Huuh, kenapa waktu di Makassar Anna nggak keliling kafe atau warung kopi menikmati kekhasan kopi Sulawesi ya? ;-)

Proses penyajiannya ,seperti yang Anna dapatkan di web Tator dan Anna amati secara langsung adalah :
Waiter membawa alat yang disebut : Sypon. Alat ini berasal dari Jepang, dengan harga berkisar Rp 1,2 juta perunit-nya. Namun alat ini bukan berarti populer di Jepang.
Sypon tersusun dari sepasang labu kaca berukuran kecil yang dapat disusun atas bawah pada sebuah penyangga dari baja stainless. Labu yang berada di bagian atas disebut dengan 'upper', sedangkan bagian bawah disebut dengan 'lower'. Dibawah 'lower' terdapat semacam kompor kecil berbahan bakar spiritus yang mudah terbakar, apinya berwarna biru. Alat semacam kompor tersebut berfungsi untuk memanaskan air yang dituangkan di labu 'lower'.
Bubuk Kopi Toraja yang disajikan kepada Responden dituang di labu 'upper'. Bagi yang ingin kental dipilih takaran reguler, sedangkan yang ingin sedikit lebih kental dipilih medium strong. Saat itu Responden memilih medium strong.
Setelah air yang terdapat di labu 'lower' panas, maka air terserap ke atas menuju labu 'upper' hingga melarutkan bubuk kopi Toraja biji Tunggal tersebut. Pemanas air atau kompor disingkirkan ketika air di labu 'lower' habis terserap, lalu dengan sendirinya larutan kopi dan air di labu 'upper' turun ke labu 'lower' sebagai larutan yang telah tersaring. Dan itulah saripati dari Kopi Toraja yang memiliki manfaat bagi vitalitas , khususnya bagi pria. Untuk menyajikan kopi tersebut ke dalam cangkir memiliki teknik tersendiri pula, yakni larutan kopi di labu dituang ke dalam cangkir berukuran 50ml dengan memberi jarak yang cukup jauh antara kedua wadah saat penuangan. Hal tersebut berguna supaya aroma kopi Toraja yang khas tersebut bisa keluar dan menyebar keharuman aromanya. Kemudian Responden menaburkan brown sugar dan creamer ke cangkir yang telah dituangkan kopi tersebut.

Aaah, betapa kaya-nya bumi Indonesia-ku, baik alam maupun aneka tradisi-nya.So hanya katak kampung dalam tempurung yang menyatakan bahwa saya 'luar negeri minded' ;D