Sunday, 26 December 2010

4 Days in Singapore : Christmas


Tepat sebulan sebelum perayaan Christmas - 25 November 2010 - suasana Christmas sudah terlihat berpendar di negeri seberang. Shine stars nan gemerlap, virtual menghiasi malam di seluruh penjuru Singapore. Changi International Airport - Orchard Road hingga Vivo City di pinggir harbour, semua sudah menyambut perayaan umat Kristiani yang di beberapa negara sudah menganggap sebagai perayaan international - walaupun penganut agama lain. Pernah saya disapa ramah oleh resepsionis hotel di New Zealand dengan : "How was your Christmas yesterday?!" padahal sih sudah jelas jilbab panjang bertahta di sekujur kepala , dada dan punggung saya ;-)


Christmas tahun ini di Jakarta, saya merasa tidak seramai tahun sebelumnya. Siang hari saya witness alias menemani Interviewer saya mewawancara satu responden di Ciputat. Huuuaaadooow, kesannya susah banget sih hari Sabtu - tanggal merah pula tapi masih disibukkan oleh pekerjaan...hahaha...Lumayanlah hasilnya mudah-mudahan bisa buat plesiran ke Finlandia pada Christmas tahun 2011 ;-)


Malam-nya saya sempat mampir ke MKG 3 membeli Chicken Karage di Doner Kebab dan Sushi of The Day seharga Rp 22.000 net di Ichiban Sushi. Dinikmati di rumah karena MKG penuh dengan pengunjung dan di stage Christmas ada Delon si Indonesia Idol yang mengalunkan aneka lagu bernada Christmas.


Terlepas dari keyakinan saya sekarang, saya menggemari suasana Christmas...Toch kita harus menjaga dunia ini agar selalu menjaga kedamaian, kelestarian dan yang pasti wajib BERSILATURAHIM sesama manusia ciptaan-NYA.


Suasana Chritmas @ Vivo City

Thursday, 23 December 2010

4 Days in Singapore : Singapore Flyer




Pernah melihat kincir di berbagai tempat hiburan semacam theme park? Kalau saya sih sering....*huh gitu aja sombong! hahaha...maklum deh, sepertinya waktu kecil taman ria isinya cuma kincir, komidi puter and bom bom car! Sejak kecil saya bermain kincir di taman ria bersama keluarga...sering banget. Terakhir naik kincir tahun lalu di TransStudio Makassar Sulawesi Selatan yang view-nya hanya 'mentok tembok'.
Nah waktu saya ke Singapore November 2010 karena keterbatasan waktu tidak sempat menikmati keindahan Singapore dengan kincir raksasa alias SINGAPORE FLYER World's Largest Giant Observation Wheel... Maklumlaaaah, namanya juga traveler gratisan! Traveler gratisan tapi ogah berbackpacker ria ;-p
Mampir ke area ini juga tidak sengaja, karena ketika akan berangkat ke Jurong kami di drop di lobby Singapore Flyer. Lah sepengetahuan saya sih jam 8 pagi loket belum dibuka, dan ongkos untuk menikmati pemandangan dari wahana ini selama 30 menit adalah SGD $ 29.50/orang. Saudara yang saat itu bersama saya ekspresi-nya sudah mengatakan,"Iiih, mendingan uangnya untuk nambah-nambah beli tas brand limited edition di butik dah!" hahaha...Saya mikirnya,"Waduh,suasananya lagi kurang romantis nih! Dan keburu gak ya karena jam 12-an kami udah janjian dengan Galuh yang pagi itu lagi jadi Solo Shopper di Orchard Road?"



Kalau di kincir taman ria atau theme park kita paling cuma bisa duduk manis sambil celingak-celinguk dan dagdagdag ke orang-orang di bawah, sedangkan di Singapore Flyer kita bisa ngopi-ngopi! Bahkan kalau berminat Sky Dining Flight...biiiisssaaaa banget! Dinner bersama pasangan kita membayar SGD 249 dikasih waktu 1 jam beromantis ria dengan pasangan dengan 3 course Fine Dining Menu. Wuuuww, tahun 2011 ah daku harus mendapatkan paket ini! *Mr. A, let's go there, Hon! Kalau mau menikmati Cocktail or Champagne juga bisa dengan dana SGD 69...tapi kutakmau dah karena haraaaam! Whahaha, child sih disediakan Moctails dengan harga SGD $48.30...tapi yang beneeer ajah, mosoq daku mau sok jadi child. Lah tapi khan saya gak boleh minum Cocktail yang beralkohol ituh! Ya sutraaalaaah SKY DINING aja deh dengan Mr.A ;-)

Monday, 13 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (VI)

Detik terkahir berada di USS kami kembali menyisir area ini. Sementara tidak ada wahana di Madagascar yang kami taksir, tetapi kami sangat menggemari tokoh-tokoh yang ada di film tersebut , khusus-nya si Penguins . Wuuuiiii kerinduan saya akan hewan imut ini (yang pernah saya ceritakan DISINI) akhirnya terpenuhi di USS. Kami langsung menyeruak diantara gerombolan orang yang sedang menyaksikan atraksi mereka yang lucu. Dasar memang jodoh, dengan mudahnya kami tepat berdiri diantara antrian hewan lucu ini....Thanks GOD!



Selain itu di USS saya juga dapat bersua dengan 'Pangeran Kodok Durhaka'...hahaha. Udah dikutuk jadi Kodok, eh masih dikutuk jadi batu pula ;-p Betapa malang-nya nasib-mu, Sang Pangeran! Ngalahin Malin Kundang dah, Malin Kundang aja nggak dikutuk jadi Kodok ;-p



Di area New York kami-pun tidak melewatkan atraksi special efek pembuatan film dengan latar New York City. Wahana bernama Lights, Camera, Action!™ hosted by Steven Spielberg sungguh sayang untuk dilewati. Ada spesial efek petir, angin ribut, kebakaran...yang semuanya berbeda dengan atraksi debus! *halah! Keluar dari wahana ini saya membayangkan suatu saat film yang saya buat akan mendapatkan piala Oscar...duh semoga mimpi itu melaju bersama pelangi!


Atas : Di "tempatnya" Steven Spielberg"
Bawah : Bersama Oscar Award yang kuraih ;-D


Menjelang Maghrib kami keluar dari USS. Seorang nenek petugas menanyakan apakah kami akan kembali lagi masuk ke area USS. Kami cengar cengir ragu dan menjawab,"Yes, maybe...". Pergelangan tangan Galuh di-stempel, menyusul saya yang kemudian menyodorkan tangan bagian dalam. Namun ...kok nggak ada tintanya?! Saya bertanya kepada nenek petugas tersebut. Galuh langsung melihat ke pergelangan tangannya yang juga masih "kosong". Nenek itu menjelaskan kepada kami sambil mengambil alat mirip stempel dan menyinari pergelangan tangan kami satu persatu...whahahaha...ternyata sinar itu seperti sinar laser berwarna biru keungunan (seperti sinar deteksi uang asli/palsu). Begitu disinari di pergelangan tangan saya terdapat tulisan 'DONKEY'. Bwahahaha...norak banget dah guuuueee...guuuee pikir bakalan distempel dengan tinta biasa seperi di Dufan yang biasanya sering membuat kotor.
Weeddeeh, bertahan berapa lama nih tulisan? Kalau berbulan-bulan bisa masuk gratis ke USS dilain waktu dong? *ih ngarep! Hehehe, or jangan-jangan bulan depan tulisannya diganti 'FROG' atau lainnyaa? ;-D

Kami masih sempat menikmati suasana Vivo City menjelang malam hari, masih sempat belanja di Vivo City - kemudian dengan naik MRT kami menuju China Town. Saya membeli aneka souvenir untuk oleh-oleh yang standard, Galuh mencari Nasi Bebek - namun akhirnya malah beli dompet gantungan kunci mobil di OG. Katanya sih dompet kunci mobil di OG banyak alternatif pilihan model dan harganya-pun (kalau dirupiahkan) "cuma" beberapa ratus ribu rupiah. Dari China Town kami kembali ke hotel dengan naik taksi. Makan malam di rumah makan depan hotel.

Saturday, 11 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (V)



Berjumpa Dengan Kembaran

Sorry, Jack...bukan daku berniat narsis jika memberi sub-judul seperti diatas. Bukan pula berniat congkak, sombong atau berbangga hati - namun karena tidak akan ada hukuman denda di Singapore ini jika saya mengakui bahwa saya adalah kembaran Marilyn Monroe maka saya bebas mengakui ini semua ;-p Hihihi... Oke-lah saya juga akan "mengadopsi" Galuh sebagai kembaran dari Beety Boop yang juga merupakan tokoh animasi favorite-nya. Dia sempat kegirangan melihat Silver Screen Collectibles menyediakan aneka collectible tentang Betty Boop di area Hollywood.
Sedangkan saya, sejak datang ke USS saya sudah kasak kusuk mencari 'Marilyn Monroe KW1 'di arena Hollywood and New York.


Stores yang menjual aneka merchand Betty Boop

Kami bertemu mereka justru ketika ingin keluar dari USS. Lucu-nya 'Marilyn Monroe KW1' ini sempat ngibrit lantaran kehujanan...hehehe, emang sempat hujan sih. Akhirnya pemotretan-pun dilakukan di 'emperan' jalan yang beratap dan bercanopi. Sayang banget, kami bertemu dan berfoto bareng justru saat sudah lusuh lantaran diujlak ujluk oleh aneka wahana! Sedangkan kedua 'KW1' tersebut justru baru saja dandan dan masih fresh! Kalau kami dandan dan sejak awal, pasti kami lebih cantik daripada mereka ;-p Hahaha...awwwaaas, Aaaan, jangan kelewat narsis! Oke deh, saya menyatakan saja bahwa jika mereka tidak berdandan dan diujlak ujluk oleh aneka wahana di USS pasti mereka lebih awut-awutan daripada kami...hihihii..;p
Ketika sedang mengantri berfoto dengan Betty Boob kami juga melihat Denny Malik, aktor Indonesia yang multitalen itu loh. Bahkan keesokan hari-nya Galuh melihat Denny Malik kembali di Lucky Plaza...hihihi, berarti beneran yang kami lihat adalah Denny Malik. Kirain sih ada 'Denny Malik KW1' juga di USS ;-)) Eh, barusan Mas Tunggal nelp en bilang mau ke Singapore tanggal 26 December 2010, en dikatakan gurunya Sekar di SMA 28 Jakarta untuk bidang EO-nya adalah Denny Malik. Langsung aja aku bilang kalau kami ketemu Denny Malik di USS...hehehe

Hiii...sungguh, bukan ini kembaran kami!


Btw, prediksi Galuh yang menyatakan bahwa kami pasti gak akan cukup jika hanya 3 jam di USS ternyata benar! Kami sampai di Vivo City menjelang Maghrib...saudara kami yang menanti-pun sudah ngedeprok di kursi tunggu Vivo City dengan aneka goodie bag yang berisikan aneka tas branded belanjaannya...hahaha...

Friday, 10 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (IV)




Memandang area Far Far Away™ dan melintasi gerbangnya kita seakan memasuki negeri dongeng. Memang iya seeeh!Memasuki dunia peri, tapi mohon dicatat sekali lagi : peri disini adalah peri tua cantik! Nenek Peri nan Cantik, Anggun, Berwibawa dan Sabar. Hohoho...saya benar-benar tidak melihat diskriminasi usia di USS. Baik petugas dan pengunjung semua berbaur dalam berbagai usia ;-) Berbeda khan kalau di Indonesia, yang kalau usia beranjak tua justru "diperankan" sebagai Mak Lampir or Nenek Sihir! ;-p Perawan dijadikan Kuntilanak...weedeeeh!!


Proud to be GRANDMA (Hi Kany & Hana...let's see your Grandma!) @ Magic Potion Spin™


Balik ke area ini, di area ini terdapat koleksi DreamWorks Animation terbesar di dunia...yyyiiipppiii...Shrek 4-D Adventure™ . Antri yang sanagt panjang, namun karena teratur dan antriannya berpendingin jadi kami merasa nyaman saja. Nggak rugi-lah pas kena semprotan air dari si donkey dan kejatuhan laba-laba...hahaha, walaupun saya sempat ngomel-ngomel! Ngomel-ngomelnya sih sambil ketawa kegirangan (Lah kenapa tuh?!).

Enchanted Airways™ membawa kami terbang laksana di negeri dongeng. Yiiihhaaa...roaller coaster dengan bentuk naga di cerita-cerita dongeng. Ah, saya benar-benar menikmati penerbangan ini...hihihi, biarpun sempat bingung mau pegangan kemana saat roaller coaster meluncur dengan derasnya.

Di area ini Galuh mulai kelaparan. Awalnya mau beli cemilan tetapi akhirnya malah membeli paket makanan seperti Wrap Chicken (rasanya sih berbeda dengan di Oasis Spice Cafe - Ancient Egypt), patato Chips plus Lemon Tea seharga SIN $ 9-an dollar di Friar's. Asyiknya juga di semua tempat makan di USS semua menyatakan halal or tidaknya makanan/minuman yang mereka jual. Menambah kenyamanan kita yang muslim untuk menyantapnya khan? ;-)


Wajah Galuh yang kelaparan @ Friar's

Thursday, 9 December 2010

Nonton Harry Potter 7 di Plaza Singapura


@ Dhoby Ghaut MRT Station menuju USS
Nama-nya ngingetin nama tokoh di film  juga,,hehe,,
Dari Bugis Juction saya dan kedua saudara saya naik taksi menuju hotel. Mereka hanya mengambil tas yang telah beranak pinak di Orchard Road kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara dengan taksi yang mengantar kami dari Bugis Junction. Saya masih semalam lagi di Singapore. Kala itu waktu menunjukkan pukul setengah lima-an sore.
Saya menyalakan tv flat yang bertengger di dinding kamar. Sekian menit saya berpikir,"Halah , mosoq sih saya nangkring doang di kamar??? Tapi kalau jalan-jalan di Orchard Road juga bikin mupeng melihat aneka barang branded yang harganya dibawah harga pasaran di Jakarta...". Kalau menghubungi kenalan, teman atau network yang tinggal di Singapore...wah, waktunya tanggung banget! Kalau mau ketemuan sama mereka sih nggak cukup hanya sejam atau dua jam.
Saya-pun segera action melakukan niat sebelum pergi ke sini, yakni nonton bioskop di Singapore! Belasan kali ke Singapore namun tak sekalipun saya menonton di cinema. The Straits Times yang kemarin diberikan oleh hotel saya sambar, langsung saya buka lembar iklan bioskop. Ada 2 pilihan yang waktu putarnya cocok, yakni Plaza Singapura dan Marina Square. Pilihan jatuh pada Plaza Singapura , cukup jalan kaki dari hotel saya menginap.
Meluncurlah saya ke Sommerset MRT Station. Loh, kok kesana? Katanya bisa cukup dengan berjalan kaki? Iya, tapi kali ini saya bermaksud menukarkan 3 kartu MRT dengan uang SGD 3. Lumayan untuk tambah2 tiket nonton! Huhuhu...kok perhitungan banget sih?! ;p Setelah mendapatkan 3 logam krincingan tersebut saya melanjutkan ke Plaza Singapura yang terletak di samping istana dan diseberang Dhoby Ghaut MRT Station.
Suasana Christmas sudah terasa sangat di sepanjang Orchard Road hingga seluruh Singapore. Antrian cinema juga puaaanjang dan tertib. Tak seperti di 21, XXI atau Blitz ketika membeli tiket saya tidak mengerti konfigurasi seat, sehingga pasrah aja deh dikasih seat mana saja. Waktu petugas loket mengatakan bahwa saya mendapatkan seat nomor 4 dari belakang sih oke-oke aja. Lah bukannya itu seat ideal kalau kita nonton di cinema Jakarta?
Weaaalaaah, ternyata saya dapat seat di ujung dekat jalan! Tapi oke kok karena layar di Golden Village (Nama cinema di lantai 7 Plaza Singapura) lebaaar...
Harga tiket yang SGD 10 saat weekend ternyata lebih murah daripada nonton 3D film yang sama di Blitz MOI Kelapa Gading yang Rp 70.000,- saat weekend, atau di Satin Lounge-nya Blitz Grand Indonesia yang Rp 80.000 ,- Kalau "terjemahin" Plasa Singapura khan sama dengan Mall of Indonesia dan Grand Indonesia. Keeerreeen, berarti tingkat kemakmuran orang Indonesia dan Singapore lebih baik Indonesia dong ya kalau ukurannya dari harga tiket nonton ;-p ;-p
Nikmat banget deh memandang wajah Daniel Radclieff tanpa ada gangguan dari pihak manapun juga. Teks-nya Mandarin, so good practice juga nih...secara saya udah lama nggak denger bulek Inggris ngomong - not American yaa.... ;-)

Wednesday, 8 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (III)

Entah mengapa saya dan Galuh tak terlalu antusias ketika memasuki area The Lost World™ . Mungkin karena yang memenuhi area tersebut adalah anak-anak. Lagipula...hari gini kok masih ada Dinosaurus?? Hihihi...kalau mummies khan emang masih ada ;-D Bukan karena itu ding, tapi permainan yang begitu "menubruk" pandangan kami saat memasuki area tersebut adalah Dino-Soarin’™ yang anak kecil aja bisa...hehe, lebih menantang nyebrang di depan kantor saya kalee...

Nah, sebenarnya kami tertarik dengan Jurassic Park Rapids
Adventure™ , tapi dalam papan warning mengancam bahwa kami harus siap-siap basah kuyup jika bermain di wahana ini. Iiih, maleeeess...kite mah masih mau poto-poto bergaya okeh dung! Apalagi belum sempet ketemu kembaran saya di masa lalu, Marilyn Monroe ;-p So kami buru-buru pindah ketempat lain...hahaha, sebenarnya Galuh udah persiapkan topi untuk basah-basahan waktu aku kasih informasi bahwa ada wahana di USS yang bikin kita basah kuyup. Tapi berhubung dia udah ber-blow ria dengan hair dyer di bathroom hotel - jadinya dia gak sudi harus nge-blow rambutnya lagi. Malah mungkin sebelum ke Singapore dia udah ke salon dulu untuk nge-catok rambutnya. Sebelum bertolak dari hotel dia sempat minta pendapat saya,"Che', apa aku bawa shower cap dari kamar mandi hotel ya?!" Syeeet daaah...hahaha...
Area ini sempat kami skip, walau akhirnya kita beberapa kali balik untuk mengecek antrian wahana Canopy Flyer™. Kami tertarik dengan wahana ini-pun saat diluar area, karena kelihatan asyik. Jadi inilah satu-satu-nya wahana di area ini yang kita coba, setelah agak ilfil melihat wahana WaterWorld™ didominasi oleh para manula ;-D
Masih sempat kami kembali ke area ini saat ingin kembali ke Vivo City untuk menikmati Jurassic Park Rapids Adventure™ . Yaaa...karena udah mau balik gak apa-lah berbasah-basah ria, tapi melihat time antrian yang 80 menit kami-pun ngeloyor pergiii...nexttime ajah dah!

Friday, 3 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (II)

Ancient Egypt (Source: Resorts World Sentosa Singapore)

ANCIENT EGYPT
Akhirnya kami berdua menemukan wahana terfavorit!
"Wiih, Egyt emang aaaajjjiiib!" seru kami berdua setelah menikmati wahana Revenge of the Mummy™. Begitu memasuki pintu kami harus melewati lorong panjang dengan berserakan peti mati, plus diiringi oleh suara-suara mengerikan. Saya dan Galuh saling berdempetan. Hahaha, saya khawatir bakalan kaget andai tiba-tiba peti-peti tersebut mendadak terbuka dan keluarlah mummies iseng dari dalamnya. Tetapi peti-peti tersebut bergeming. Saya sempat berkomentar,"Iiih, ini mungkin seperti rumah miring di Dufan yang nggak ada apa-apa-nya.". Tetapi (lagi) kok nggak sampai-sampai di luar sih? Saya dan Galuh mempersilakan pasangan kekasih di belakang kami mendahului kami. Hihihi...biar kalau ada mummi iseng kami nggak duluan kaget!
Sumpee daaah, nih wahana asyiiik banget! Unpredictable pokoke. Bukan rumah hantu biasa dan bukan roller coaster biasa. Awalnya sih kita disuguhi hal-hal yang menyeramkan seperti di rumah hantu-nya Dufan zaman dulu kala gituh, tapi tiba-tiba aneka animasi dan warrior mummies muncul menyerang kita, katanya sih mau bales dendam. Waduh, Mak, bukan sekedar tidak menduga track roller coaster yang siap meluncur. Dikejar hantu mah udah biasa...tapi kalau depan belakang di hadang warrior mummies yang kalap. Gimane dung?! Aaah,pokoknya asyik dah...hehehe. Bikin saya bertakbir dan berzikir..."Duh Gusti, kalau aku bisa selamat dari tempat ini hamba akan sedekah deh sama tukang odong-odong or anaknya tukang ojeg!" .
Begitu selesai kami beramai-ramai tepuk tangan, begitu pula dengan nenek petugas yang menanyakan keadaan kami. Hahaha...emang sih wahana wisata macam ini sebaiknya yang bertugas adalah nenek-nenek, lebih ngemong and care dengan tulus ;-)


Jiaaah..nih cewek nantangin gue berantem! @ Revenge of the Mummy
Setelah itu, masih di area Ancient Egypt kami kembali antri di Treasure Hunters™. Nah, ini benar-benar rileks...mungkin lebih santai dibandingkan odong2nya Hana ;-D
Ketika kami sudah menyelesaikan aneka permainan di USS, Galuh maksa-maksa saya untuk masuk lagi ke
Revenge of the Mummy™. Bukan karena takut, tapi saya benar-benar merasa perut ini penuh karena Galuh mengajaknya saat saya sedang makan di Oasis Spice Cafe yang Wrap Chicken-nya segede belalai gajah! Huuh, bisa keluar semua dari perut kalau saya nekad main lagi di wahana ini. Akhirnya sebelum pulang, Galuh dengan manyun dan menggerutu : "Apa enaknya teriak-teriak sendirian?" sambil masuk ke wahana ini sendirian, saya yang masih kekenyangan menunggu di luar sambil menjaga tas-nya. Nggak lama kemudian dia keluar dengan cengar cengir kegirangan...hehehe.
"Waaaww...ada Cobra nongol!" @ Treasure Hunters

Wednesday, 1 December 2010

4 Days in Singapore : Universal Studio (I)

Pagi itu, 26 November 2010, saya bangun di Deluxe Room Orchard Grand Court Hotel dengan gairah tersendiri. Rencana ke UNIVERSAL Studio Singapore....cihuy! Saya dan Galuh berkemas, setelah menghabiskan breakfast saya dan Galuh langsung meluncur ke Sommerset MRT Station. Transit di satu station hingga dalam beberapa menit kami tiba di Harbourfront – Vivo City. Membeli Sentosa Pass, sesegera mungkin kami berdua meluncur dengan monorail ke Resort World Sentosa.


Kami berdua janjian di Vivo City untuk lunch dengan my Sis yang akan berwisata belanja disana. Yakin pas jam makan siang kita sudah puas bermain di Universal Studio Singapore??? Kalau menurut info dari travel agent Jakarta sih permainannya hanya sedikit, luasan DUFAN dan ketika si orang travel kesana hanya diperlukan waktu 3 jam – itupun hujan sehingga berteduh dulu. Versi-nya Galuh sih nggak yakin jam makan siang kita sudah selesai menikmati wahana yang ada. Yang pasti waktu di nota pembelian Sentosa Pass menunjukkan 09:48 waktu Singapore. Kita buktikan saja prediksi siapa yang tepat ;-) - Hhmmm...orang travel agent itu mengatakan berdasarkan pengalaman dan bukan prediksi!
Wuiii...rasanya girang banget melihat bola khas USS nyata di depan mata! En berjubel manusia bergantian berfoto ria disana. Untuk berfoto ria di depan bola USS pengunjung tidak perlu masuk ke area Universal Studio pertama di Asia Tenggara ini. Makanya jangan terlalu percaya sama orang yang udah pamer-pamer foto di depan USS dan ngaku pernah bermain disini...hehehe. Masuk ke area-nya weekday per-orangnya dikenakan tiket seharga SIN $ 66. Kalau saya dan Galuh sudah membawa tiket tersebut dari Jakarta..(Tiket gratisan dari Panorama Tour and Mall Kelapa Gading ;-) Kalau ada yang glamour gratis, ngapa'in harus yang murah susah? hehe). Menurut info sih banyak pengunjung yang kehabisan tiket jika membeli langsung di tempat.

Masuk ke gapura USS kami ditanya asal negara kami dan ditanya berapa orang yang bersama kami, kemudian kami ditunjukkan sebuah antrian yang ternyata tempat pemeriksaan karcis sekaligus penukaran voucher , SIN $ 5 for meal dan SIN $ 5 for store. Lumaaayaaannn....;-)
Memasuki USS kanan kiri kami aneka stores bergaya Amerika,memang itu wahana Hollywood dan New York. Kami berdua menetapkan diri mencoba semua wahana yang memacu adrenaline! Di area ini kami belum menemukan sesuatu yang special selain pengunjung yang sudah sibuk berfoto ria. Galuh udah protes,"Foto-foto-nya nanti dulu deh, pokoknya kita cari permainan yang seru dulu..!" Seeep daaah!!!

Sci-Fi City
Battlestar Galactica™ : Sumpe dah, nih wahana benar-benar bikin kita berdua "mupeng" beraaatt! Terbagi 2 permainan, yang satu bernama Human en satu-nya lagi Cyclon. Sayangnya ketika kami datang kedua-nya sedang ditutup alias tidak jalan...huhuhuks...


Dengan background wahana yang bikin kami mupeng!
Battlestar Galactica™
Di area ini kami berdua hanya bisa menikmati Accelerator™. Sempat saya komentarin,"Ini sih berasa-an naik odong-odongnya Hana...hehehe." (Hana saudara kami berusia 1 tahun 2 bulan yang lagi hobby berat naik Odong-odong di rumah neneknya di Pondok Gede).

Tapi oke-lah untuk pemanasan. Kalau langsung naik Human or Cyclon barangkali kita langsung kejang-kejang dan bisa 'histeris' begitu melihat 'komidi puter' di wahana Madagascar ;-D
Setelah bermain 'Odong2 ala USS' kami berdua melanjutkan perjalanan ke area berikutnya...



bersambung...

Sunday, 28 November 2010

3 Malam di Singapore : Back to Indonesia

Alhamdulillah...akhirnya tertanggal 26 November 2010 keinginan saya terpenuhi. Keinginan untuk berkunjung ke 'movie world' pertama di Asia Tenggara. Keinginan tersebut tercetuskan disini . Saya menuliskannya 'movie world', tepatnya sih bernama : Universal Studio Singapore. Hehehe, maklum dong ketika saya menuliskannya salah satu tempat wisata kebanggaan Singapore tersebut baru dibuka 9 hari sebelumnya (18 Maret 2010).
Cerita mengenai kunjungan ke Singapore (khususnya ke Universal Studio Singapore) akan saya tulis sesegera mungkin deh. Baru beberapa jam mendarat di Bandara Soekarno Hatta, en masih "ditunggu" oleh laporan pekerjaan nih ;-( Iiih, bulan December 2010 off dari aneka kerjaan dari pihak lain aaah! Mendingan jualan dulu, dapat uangnya juga lebih lumayan untuk plesiran bulan Februari 2011.
Sekilas saja nih saya cerita mengenai hari ini. Pukul 05.15 waktu Singapore saya bangun tidur. Semalam 2 saudara sudah kembali ke Jakarta dengan Lion Air, sedangkan penerbangan saya siang ini, pukul 12.30 by Garuda. Breakfast kali ini juga sendirian di Crystal Cafe. Menu pagi ini yang saya lahap adalah Nasi Lemak yang dilengkapi dengan Kacang Ikan Bilis ,Omelet Onion plus sambal. Babak keduanya saya melahap Cornflake plus milk. Minumnya cukup air putih. Nggak terlalu banyak dibandingkan kemarin, karena beberapa jam lagi saya akan makan di pesawat terbang. Balik ke kamar dan baca-baca The Sunday Times yang digeletakkan di depan pintu kamar tadi pagi.

Transfer to Changi Airport
Jam 8an saya sudah menghubungi Ms.Alise dan Ms.Melisa menanyakan sopir yang akan mengantar ke bandara. Memang sih penerbangan masih beberapa jam lagi, tapi saya senang banget nongkrong di Changi International Airport - jadi saya ingin berlama-lama disana. Tetapi Ms.Alise mengatakan bahwa saya akan dijemput pukul 10.Huu...cuma sebentar dong saya bercengkerama dengan Changi? ;-(
Tepat jam 10 shutle wisatawan datang ke Orchard Grand Court Hotel tempat saya bermalam. Ternyata sudah ada 2 ibu dari Indonesia berada di shutle tersebut. Hehehe, ternyata mereka adalah 2 cewek yang kemarin tour ke Jurong Bird Park bersama kami, dan turun bersama kami di Grand Hyatt Orchard Road. Melihat koper yang mereka bawa...aammmpuuun, belanjaannya berapa kilo tuh?! Sepertinya 50 kilo-an aja sih ada. Secara kemarin begitu turun dari bis wisata seusai tour half day saya lihat mereka langsung menuju etalase salah satu brand. Bahkan My Sis sempat membisiki saya,"Tas cewek ini harganya 8 juta tuh,merk-nya Loewe. Aku punya, belinya waktu ke Eropa."
Oke-lah belanjaan saya kali ini 'kalah pamor' dari mereka, tapi begitu di Changi saya turun di Terminal 1 dan sang driver mengatakan ke mereka bahwa pesawat yang saya naiki adalah Garuda (Full service euy!Kok gue sekarang bangga ya sama airline milik bangsa ini!?Padahal dulu nih airline selalu menjadi alternatif terakhir jika saya ke luar negeri), sedangkan mereka naik Sriwijaya Air.
Saya langsung ke antrian check in counter Garuda. Tiket pesawat, pasport dan GFF Card saya persiapkan. Diantrian depan dan belakang saya orang-orang Indonesia. Terutama yang antri di belakang saya, belanjaan-nya bujubuneng...mereka seperti-nya keluarga. Si cewek nanya ke yang cowok tentang GFF Card yang saya pegang. Dengan "songong"-nya tuh cowok bilang bahwa kartu tersebut nggak ada manfaat apa-apa. Si cewek nambahin kalau toh mereka jarang naik Garuda. Duuuh, member-nya di LCC ya, Ci' ?!
Tak lama dari berkomentar demikian, tiba-tiba petugas check in counter Executive Class menghampiri saya dan meminta saya ke counter khusus penumpang Executive Class. Membuat beberapa penumpang, termasuk orang-orang di belakang tadi yang ngomongin GFF Card beraut ekspresi bertanya-tanya. Hihihi...sorry ya, Guys, saya duluan.....
Mungkinkah hal tersebut karena petugas melihat saya memegang GFF Card? Tapi yang jelas, saya ingin mengatakan ke cowok di belakang saya itu,"Ini loh salah satu manfaat GFF Card.." hehehe...

On The Flight
Kapten yang membawa pesawat yang saya tumpangi sempat lewat di depan saya. Pesawat take off dengan ontime! Namun dikatakan cuaca tidak bagus. Pesawat sempat menghentak 2x saat menembus awan, sehingga membuat para penumpang berteriak - teriak. Saya yang duduk di seat 28A (Pilih belakang nggak masalah, asalkan near window) justru terdiam. Serasa masih berada di Universal Studio nih...hahaha...dan saya sungguh percaya dengan keahlian sang kapten. Oh ya, kali ini kami lebih banyak dilayani oleh Pramugara. Yang menghidangkan makanan di dalam penerbangan juga pramugara-nya. Sempat melihat pramugari-nya pada saat di pintu pesawat dan saat ia menutup laci-laci cabin.
Menu makan siang kali ini adalah Ayam dan Nasi Putih, Salad Tomat Paprika Salada berbumbu lada hitam, roti tawar and butter plus cake yang ditaburi almond. Minumnya saya minta Coke. Pada saat akan take off lagi-lagi kami diberi Orange Juice. Saya-pun menikmati hidangan makan siang itu diiringi suara Afgan dari Inflight Entertaintment yang saya pasang. Weeeiii, pulang pergi diiringi Afgan...hahaha. Sementara anak kecil di sebelah kanan saya menyaksikan film kartun.

Welcome to Home
Baru kali ini saya pulang dan pergi ke dan dari airport dalam perjalanan luar negeri tanpa ada yang mengantar dan menjemput. Banyak sih yang menawarkan ingin mengantar dan menjemput, tapi saya pikir lebih praktis naik Damri dari/ke Rawamangun. Toh setiap hari saya juga ke Rawamangun, dan baru sekali ini pula saya pergi ke luar negeri dengan bawa-an yang super minim. Hari ini pula ada arisan keluarga di rumah Mas Tunggal - jadi lebih baik saya pulang naik Damri aja deh daripada "merusak" acara keluarga.
Nah, begitu keluar dari ruang kedatangan tiba-tiba ada yang memanggil saya. Ternyata ibu yang tadi bareng ke airport dengan saya.Dia nanya,"Pulang kemana, Mbak?" Saya menjawab sambil melambaikan tangan. Baru beberapa langkah tiba-tiba ada yang mencolek...ternyata Tary, rekan penulis yang dulu aktifis FLP dan sekarang kerja di TransTV. Dia akan menjemput ibu-nya yang pulang dari tanah suci. Yup tadi memang di Imigrasi Counter saya barengan dengan rombongan haji. Sejenak kami ber-chit chat ria...
Alhamdulillah dengan selamat saya tiba di rumah. Dari Terminal Rawamangun naik taksi ke rumah, cuma habis Rp 15.000 ,-

Monday, 15 November 2010

Story from Arafah

Hari ini, 15 November 2010, jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul dan berdoa bersama di Arafah. Sebuah kenangan yang tergores di pengalaman hidup saya melaksanakan kewajiban yang seumur hidup hanya sekali. Ibadah yang dibanggakan kepada malaikat-Nya...bagi saya itu terjadi sebelas tahun yang lalu. Sebagian kisah akan tertulis di buku saya yang akan terbit, mohon doa-nya atas terbitnya buku ini.

Inilah satu bagian dari cerita di Arafah yang saya alami di tahun 1999 :

-->
PENJUAL MAKANAN DI ARAFAH
Bagi jamaah yang menunaikan ibadah haji di tahun 2006 mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya ketika menjalankan ibadah haji tahun 1999, yakni haji Akbar yang wukuf di Arafah-nya pada hari Jum’at. Suatu keberuntungan tiada tara, namun cobaan sempat mendera jamaah haji dari Indonesia di tahun 2006. Mereka mengalami kelaparan ketika di Arafah dikarenakan pihak catering yang tidak dikordinasi dengan baik. Ya Dhoorru, Semoga rasa lapar yang mereka alami dapat diambil hikmahnya dengan sebaik-baiknya bagi hamba-Mu semua. Termasuk kami yang tidak berada disana saat kejadian.
Memang apa yang kita alami secara pribadi walaupun di satu tempat dan di satu waktu belum berarti sama dengan orang lainnya. Apalagi jika waktunya berbeda. Mendengar dan membaca berita mengenai jama’ah haji Indonesia yang kelaparan di Arafah melempar ingatan saya ketika saya berada di Arafah.
Ketika itu tanggal 8 Dzulhijah. Sore hari rombongan saya bertolak ke Arafah dari Mekkah. Jalanan sudah mulai ramai, namun Alhamdulillah kami yang terbiasa menghadapi kemacetan di Jakarta jadi tidak merasakan bahwa kemacetan sore itu begitu menyiksa. Bahkan kami termasuk yang cepat sampai di Arafah. Tenda jamaah haji Indonesia masih kosong. Kami rombongan pertama yang sampai di tenda tersebut.
Bagaikan petugas inspeksi saya berkeliling di sekitar tenda. Ada rasa ingin jajan seperti kebiasaan di Indonesia apabila sedang berkeliling perumahan. Aaahh...tapi saat ini saya sedang berada di Arafah. Lucu banget kalau tiba – tiba ada tukang jualan berkeliling.
Dan “kelucuan” itu memang terjadi! Begitu saya melintasi pagar kompleks tenda untuk melihat Jabal Rahmah ternyata ada wanita yang sedang berjualan. Berwajah khas Indonesia dan saya melihat keranjang jualannya.
“Gado – gado,Mbak.” Wanita itu menawarkan dagangannya.
“Gado – gado??” Aku balas bertanya. Masih belum percaya. Benarkah saya berada di Arafah?
Setelah diyakinkan oleh wanita itu saya langsung memesan gado – gado lontong dagangannya. Sedap! Penjual gado – gado tersebut berasal dari Madura. Tak seberapa lama temannya yang pedagang makanan khas Indonesia datang. Saya membeli makanan yang dia jual juga. Membungkusnya dan makan di dalam tenda bersama beberapa rekan yang terheran – heran melihat saya membawa makanan khas Indonesia seperti saya baru saja belanja di pasar Indonesia.
Mengingat kejadian yang saya alami sore itu di Arafah saya jadi terheran – heran dengan peristiwa kelaparan yang melanda jamaah haji tahun 2006. Bukankah di Arafah banyak penjual makanan Indonesia dan pedagang itu menjualnya juga dengan harga yang murah??
Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui.

Thursday, 4 November 2010

Flight Okay.Hotel???



Tadi siang pihak travel agent menghubungi saya lagi untuk konfirmasi flight ke Singapore bulan ini. Akhirnya dapet juga...;-) Hari ini juga saya melepaskan project Asuransi yang sejak 27 July 2010 membuat saya sulit “bernafas” (aiih, lebay!). Taraaaa, selain akan menggunakan penerbangan full service alias Garuda Indonesia (yang emailnya beberapa kali masuk ke inbox saya, mengingatkan bahwa poin GFF saya akan hangus jika tidak digunakan di tahun ini) saya juga mendapat keberuntungan upgrade kamar hotel. Hotel yang beberapa hari lalu saya ceritakan sudah fullbooked karena saya terlalu mepet reservation-nya, jadi saya dialihkan ke hotel yang lebih dekat dengan Orchard Road! Kamarnya juga di-upgrade ke Deluxe Room...hmmm harga promo-nya saja saya lihat untuk permalamnya : Sin $ 219.54 (Single) dan Sin $ 239.68 (Twin/Double).

Foto - foto ini adalah fasilitas yang disediakan oleh hotel yang sedang di-on request oleh pihak travel untuk saya. Kalau melihat dari website-nya saya lebih sreg dengan hotel yang saya ceritakan di SINI, tetapi oke-lah kalau ternyata yang nanti lebih dekat dengan Orchard Road dan MRT terdekatnya adalah Sommerset – yang berarti dekat juga dengan Phoenix Hotel, tempat saya menginap beberapa tahun yang lalu dan saya ceritakan di SINI.

Tadi sih baru konfirmasi penerbangan. Entahlah dengan hotel-nya apakah sudah konfirmasi atau harus “dipindahkan” lagi. Yang pasti dipindahkan-nya juga di hotel berbintang 4 dong ;-)

Oh ya,akhirnya saya ke Singapore-nya gak jadi dengan Amel, karena dia masih harus ulangan umum di tanggal keberangkatan. Insya Allah jadi perginya dengan seorang teman, penulis dan penerjemah yang baru beberapa bulan ini pulang dari Perancis setelah menyelesaikan master-nya dari Erasmus Mundus.