Wednesday, 26 February 2014

Malam Puncak Miss Indonesia 2014


Seperti tahun lalu, saya mendadak mendapat undangan acara Malam Puncak Miss Indonesia 2014 - Senin 17 February 2014. Sehari sebelumnya saya memang sempat mengatakan bahwa saya berminat menyaksikan acara tersebut secara "live". Ada Donnie "ADA Band" Sibarani dan Afgan euuuy!!!

Yang ada waktu, silakan mampir di "Malam Puncak Miss Indonesia 2013" :)
Sayangnya di tahun 2014 posisi duduk saya kurang tepat untuk memotret stage, selain saya tidak membawa kamera. Maklum mendadak, lah saya di kasih kabar saat mendapat undangan saat saya sedang melaksanakan "Mistery Shopper Project" dari Research Marketing Company.
Makanya saya juga tahun ini agak gimana gitu karena tidak mengikuti dresscode : Elegan Formal. Berdekatan dengan Miss Indonesia 2013 - Vania Larrisa yang juga Miss World 2013 kategori Talent berkat suara seriosa yang Tuhan berikan kepadanya, saya nggak mengajaknya berfoto bersama. Padahal dia sedang "santai" menunggu penampilan di akhir acara. Tentunya Miss Indonesia 2013 dress up lengkap dengan mahkota Miss Indonesia. Beuuuh, bisa "drop" dah saya kalau foto berdua dia :p

Malam itu saya datang ke lokasi acara dari Kebon Jeruk naik Honda Brio yang dikendarai oleh sopir keluarga kakak saya. Di Brio hanya saya dan sopir, sedangkan kakak bersama dengan beberapa "anak-anak"-nya naik mobil kantor di depan mobil yang saya naiki. Alhamdulillah gak kena macet.
Mbak Nana (Kakak ke-5 saya) dan Mulia menyusul ke JIExpo Kemayoran naik bajaj dari daerah Senen - rumah kakak saya tinggal. Mereka berdua sih sesuai dengan dresscode...hahaha...Kakak saya malah pakek kebaya :)

Miss Pacuan Kuda di Tahun Kuda :D

Malam Puncak Miss Indonesia 2014 saya tidak sempat memotret Miss World 2013 - Megan Young dari Philipina yang dinobatkan sebagai Miss World di Bali I.N.D.O.N.E.S.I.A. Sayang banget acara sebesar itu tidak diselenggarakan di Sentul Convention Centre Bogor. Khan biar Justine Beiber terbuka wawasannya bahwa tempat yang dia katakan "negeri antah berantah" itu adalah tempat berkumpulnya wanita muda terseleksi dari seluruh jagad!

15 Terbaik Miss Indonesia 2014

4 "Miss Indonesia" yang saya unggulkan (Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Papua Barat) semuanya masuk dalam 7 terbaik. Yang 3 Tebaik adalah : Miss Sulawesi Barat, Miss Papua Barat dan Miss Jawa Timur. Terlihat kami banyak yang terpana saat yang terpilih menjadi Miss Indonesia 2014 adalah Miss Sulawesi Barat, karena kami - barangkali 3/4 undangan menjagokan Miss Papua Barat ketika sudah diumumkan 2 besar. Yaaa...kita nggak ngerti sih bagaimana kemampuan Miss Sulawesi Barat ketika masa karantina. Tetapi saat di stage malam itu penampilan Miss Papua Barat sungguh mengesankan kami. Lagipula mbok ya sekali-sekali Indonesia menampilkan karakter lain dari "wajah" Indonesia. Kebayang deh kalau Miss Papua Barat yang dikirim ke ajang Miss World 2014 mewakili Indonesia - Raja Ampat semakin tersohor. Luar biasa khan Indonesia-ku ini :)

Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya foto lagi dgn Donnie Sibarani di Bakmi GK. Beberapa tahun lalu saya sering nongkrong dgn Donnie di seputaran Tebet,Cilandak,Rawamangun,Kelapa Gading bareng dengan Bang Ronald Sibarani en Mas Alief. Udah lama gak nenggak klorofil bareng,Don! Hahaha....

Friday, 21 February 2014

[IRC 2014] Resensi Non Fiksi : 69 Single Aphrodite The Beauty of Independent Woman


Judul buku   : 69 Single Aphrodite - The Beauty of Independent Woman
Penulis        : Aranda Ara & Reza Syariati
Penerbit      : Warmedia (Cetakan Pertama, Desember 2013)
Halaman     : 221 Halaman

Sesuai dengan judul bukunya, di awal halaman tercantum daftar isi. Uniknya daftar isi 69 Single Aphrodite : The Beauty of Independent Woman ini full colours dengan kertas mengkilat. Yang sungguh saya yang wanita saja mengatakan bahwa semua woman single di buku ini semuanya memiliki paras cantik dan menarik. Setelah membuka lembar demi lembar, walaupun hanya skimming maka dapat terbaca secara pasti mereka memiliki prestasi tinggi serta ekonomi yang mapan. 
Lantas dengan kehampir sempurnaan itu mengapa mereka masih single? Terlalu pilih-pilih dalam memilih suami barangkali ya? Yaaa iya-lah, naik ojek or taksi saja kita pilih-pilih yang pengendaranya gak ugal-ugalan agar selamat sampai tujuan walaupun dalam hati sudah berdoa :)
Di prolog buku Penulis menguraikan perspektif tentang wanita, baik secara sosiologis maupun psikologis, dan hal ini menjadi alasan mengapa buku ini ditulis.
Buku ini merupakan rangkaian awal dari Women Series mengenai 69 wanita lajang dengan berbagai pilihan hidup - mulai dari pengusaha, marketing, dosen, desainer, pengacara, atlet, chef, DJ, model, penulis, penyanyi, politisi, presenter dan lainnya. Boleh dikatakan pendidikan mereka sangat tinggi dari berbagai universitas di Indonesia maupun di luar negeri. Bercerita pula tentang bagaimana wanita mengaktualisasikan dirinya bersama keluarga dan lingkungan sosialnya. 69 wanita ini bukan hanya dari kalangan public figure, namun yang pasti mereka berprestasi dan memiliki fisik yang cantik menarik. Usia-pun beragam, minimal 23 tahun.
Sayangnya cerita mereka kurang terlalu banyak, masing-masing Independent Woman ini hanya mendapat 2 - 4 halaman kisahnya. Harusnya prestasi dan kontribusi positif mereka ke masyarakat bisa digali lagi lebih mendalam, khususnya kehidupan pribadi mereka dengan keluarga lainnya. Hal ini dapat meluruskan pandangan masyarakat yang sering mendesak anaknya yang belum menikah untuk "menikah asal-asalan" dan akhirnya justru melahirkan masyarakat sampah yang tidak memiliki kwalitas.Berkah menjadi wanita lajang khan salah satunya adalah mereka bisa lebih berbakti kepada orang tua atau masyarakat sekitarnya. Itu-lah undangan mereka ke surga :)
Ada statement 1 Single Aphrodite yang saya sukai di buku ini, yakni : Mematuhi perintah ibu adalah hal mulia, tetapi mengorbankan cinta seorang wanita juga bukanlah cara yang beradab (hal 66). Jleb banget khan tuh untuk cowok2 yg nurut sama emaknya untuk dijodohin tapi sempet macarin cewek! Gak punya sikap dan dzolim! Kalau memang sudah ada tanda bakal dijodohin sama ibu-nya, ya jangan nge-zholimin perasaan orang lain dong. Sabar ya, Mbak, cepat atau lambat Allah akan membalas ke-dzaliman pria yang tidak punya sikap itu kok :)

Membaca buku ini saya semakin menemukan kekuatan wanita lajang dalam menjalani hidupnya. Mereka bukan wanita yang sengaja menghindari lembaga pernikahan nan suci. Tetapi mereka lebih cerdas dalam mengisi waktu dan mencapai tujuan hidup mereka :)

Berminat untuk menceritakan keberkahan Anda sebagai wanita lajang? Silakan jika itu dapat bermanfaat dan menginspirasi banyak umat, syaratnya : kamu wanita lajang yang memiliki segudang aktifitas, baik bisnis maupun karir, usia 23 - 50 tahun, good looking, mempunyai achievement di profesinya masing-masing dan ingin berbagi ke masyarakat tentang kehidupan menjadi Independent Woman.


From : Timeline Cita Cinta - Majalah Dwi Mingguan Wanita (Jumat, 21/02/2014)


Thursday, 20 February 2014

Plagiat...Oh Plagiat...

Beberapa hari ini lagi ramai dibicarakan mengenai "plagiat". Bapak DR.Anggito A dituding melakukan plagiat. Salah satu beritanya ada di Kompas.  Sebenarnya apa sih definisi plagiat? 

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
(Ini saya ambil dari id.wikipedia.org. Tuh saya bilang ya, berarti definisi plagiat ini saya tidak sedang menjadi Plagiator :D)

Mengapa tiba-tiba saya menuliskan tentang Plagiat or Plagiator di blog ini? Karena beberapa hari yang lalu saya sudah berpesan ke keponakan saya untuk menghubungi anak kandung Bapak Anggito A yang secara ksatria mengundurkan diri dari UGM - walaupun beliau boleh dikatakan "kesandung" dalam hal ini.
Mengapa saya berpesan ke keponakan saya untuk menghubungi anak kandung Bapak Anggito A? Karena sebelum berita ini ramai dibicarakan saya akan mengajak "kerjasama" dalam urusan naskah saya mengenai tanah suci. Dengan Bapak Anggito-pun saya pernah bertemu langsung di SMA Taruna Nusantara Magelang. Saya menengok keponakan, dan beliau menengok ke anaknya. Cerita saya ke Magelang nih....

Bpk Anggito, saya, anak Bpk Anggito dan Keponakan saya


Berbicara mengenai plagiat juga nih. Beberapa hari lalu saya mengikuti lomba blog. Setelah saya posting dan memasukkan link ke list peserta lomba blog, keesokan harinya saya melihat seseorang posting dan mendaftar lomba blog yang sama. Doh! Kalimat yang dia tulis memang berbeda, soal sumber juga saya ada yang mengutip dari media lain. Namun saya melihat dengan matahati bahwa postingannya setipe - bahkan menjiplak dari ide saya. Saya membaca postingannya yang lain. Doh! Ternyata nih orang yang menang juara pertama dalam lomba blog beberapa bulan lalu. Yang konsepnya juga mengambil dari konsep tulisan saya. Awalnya saya tidak peduli, toh selama ini saya nge-blog bukan maksud berharap dibaca orang banyak - apalagi berharap menang dalam suatu lomba. *Nggak berharap saja udah sering menang kok!hehe, karena saya menulis dari hati dan saya senang. Nggak ada yang baca juga saya nggak pernah mempermasalahkan. Berpartisipasi dalam lomba juga tidak memaksakan diri. Yaaa walaupun jika tulisan saya bermanfaat bagi banyak umat, maka saya lebih bersyukur lagi.
Alhamdulillah, juri lomba beberapa hari lalu itu menilai secara profesional. Si plagiat ide itu sama sekali tidak menang dalam lomba blog tersebut. Saya menang 2 kategori, yakni : Pemenang Hiburan dan Penghargaan khusus Foto. Sedangkan juara 1 - 3 memang tulisannya orisinil dan pastinya bagus.
So buat apa sih ngebela-belain jadi "plagiator ide" dalam suatu lomba? Ngincer hadiah? Ketenaran? Iiiih....nyantai aja :p


Wednesday, 19 February 2014

[IRC 2014] Novel : Blackjack


http://1.bp.blogspot.com/-hmZnpJSSyOo/Uoga39OwN5I/AAAAAAAACbs/YvYiAnG8pN0/s1600/novel+black+jack.jpg
Saat Mencintai Seseorang Sama Dengan Berjudi
Judul Novel : Blackjack
Penulis : Clara Ng & Felice Cahyadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Girang banget waktu menemukan novel dengan thema perjudian. Aaaah masa lalu....hahaha. Dunia Blackjack pernah akrab mewarnai masa lalu saya. Kalau lihat tampilan saya sekarang (atau bahkan dahulu) nggak ada yang percaya khaaaan? Makanya don’t judge the book by its  cover. Baca dong...baca setiap bab hingga mendalam :D Masih nggak percaya bahwa saya mantan penjudi??? Nanti deh ya saya perlihatkan membercard dari kasino terbesar di luar negeri sonoh (Huuus,  ini aib yang harus ditutupi!)
Tapiii sekarang saya sudah tobat kok! Lagipula saya kalau nge-bet di meja kasino nggak sampai tekor, kalau udah menang saya langsung ngeloyor. Bandar-nya sampai sebel sambil bersyukur kaliiii, bersyukur karena gak saya bikin tekor :D

99,9 % kisah ini (mungkin) pernah terjadi di tempat lain, pada zaman yang berbeda, pada dunia yang tak lagi sama.

Membaca novel ini memang seakan melempar saya ke masa lalu yang menurut saya konyol  namun penuh hikmah yang buaaanyak banget di dapat dan bertubi-tubi saya syukuri sampai detik ini. Novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Sebelum membaca bab pertama buku ini maka kita akan membaca kalimat diatas. Ya, kisah seorang gadis muda – mahasiswi cantik dan baik hati yang kuliah di luar negeri bernama Ashlyn. Berpacaran dengan mahasiswa asal Indonesia. Si cowok ini punya hutang ngejublek.
Hutang Jaeed yang ngejublek dengan banyak mahasiswa Indonesia serta mahasiswa asing lainnya teramat sangat merepotkan Ashlyn, sang kekasih. Berulangkali Ashlyn ditipu dengan sandiwara ala drama oleh Jaeed. Dari alasan Jaeed memiliki masalah dengan chavas sampai harus dioperasi di rumah sakit. Bahkan Jaeed seringkali menggunakan nama Ashlyn untuk meminjam uang ke mahasiswa Indonesia lainnya.
Tetapi dasar Ashlyn yang cinta mati dengan cowok doyan judi ini, maka dia seringkali lari dari kenyataan – dalam artian walaupun beberapa kali dia melihat kenyataan namun alam sadarnya berusaha menyangkal kenyataan bahwa si cowok yang dicintainya banyak memanfaatkan dirinya.

Novel merupakan kolaborasi dari 2 penulis senior dan junior, Clara Ng dan Felice Cahyadi. Nulis resensi novel ini dari sudut teknis penulisan??? Hhhmmmm, apa sih yang kurang dari ilmu kepenulisan Cik Clara Ng? Barangkali sama dengan kita membacanya, mengalir, maka Penulis senior yang tulisannya sudah saya gemari sejak awal beliau menulis novel pertamanya menulis seakan tanpa guncangan – terus mengalir sehingga dalam sekejap saya sudah selesai membacanya. Penggunaan bahasa dalam novel ini juga membantu mengalirkan kita dalam membacanya, dikarenakan tidak ada catatan kaki dan tidak bercampur baur antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Total menggunakan bahasa Indonesia. Editingnya juga rapi.
Oh, barangkali 1 hal yang menjadi ganjalan saya pribadi, yakni saat bermain judi (khususnya Blackjack) di kasino. Di novel ini saya menangkap bahwa saat permainan berlangsung antara Ashlyn dan Jaeed saling berkomunikasi. Sedangkan yang saya alami selama bermain blackjack di kasino, para pemain tidak diperbolehkan berkomunikasi apabila salah satu atau keduanya duduk di “kursi resmi” meja selama permainan berlangsung.

Kisah ini bersetting 2 kota di Inggris, Newcastle dan London.Walaupun background tempat dari Newcastle dan London tidak tertulis secara detail saya sebagai pembaca tetap merasakan suasana negeri Lady Diana and Kate Midleton ini. Nggak masalah juga sih nggak secara detail menjelaskan mengenai tempat yang ada disono, toh buku ini bukan buku traveling :D
Yang jadi pertanyaan saya tentang telepon umum. Khan ada cerita tentang Ashlyn yang menunggu telepon dari sahabatnya, Adel. Daripada menunggu panggilan telepon berjam-jam dan “ngamuk” karena sambungan telepon terputus, kenapa Ashlyn tidak melakukan collect call saja?? (Hihihi...collect call merupakan kebiasaan saya saat mau menghubungi keluarga di Indonesia tetapi ogah beli phonecard/pulsa ! :p)
Sampul buku mengesankan novel terjemahan, bersetting Australia karena mirip-mirip Harbour Bridge gitu. Kalau di Inggris khan harusnya Big Ben yak?! Hhmmm, nanti saya googling lagi deh apakah di Newcastle terdapat Harbour Bridge semacam di Sydney atau Auckland.

Blackjack memberi warna lain bagi novel karya penulis Indonesia yang saat ini beredar. Tetap berthema romansa, kisah cinta sepasang manusia yang dilanda cinta. Walaupun demikian kisah ini juga membuka mata masyarakat Indonesia bahwa kenyataan kisah kelabu cinta tidak harus mengenai perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga or penganiayaan oleh pacar ,rebutan harta dan foya-foya. Jaeed yang suka berjudi tidak menggunakan uang yang di dapat dari menipu itu untuk berfoya-foya main perempuan atau narkoba. Feeling saya sih Jaeed sebenarnya memang cinta dengan Ashlyn kok, tetapi dia tidak cerdas strategi dalam berjudi saja (#eh!) .
Kisah novel ini juga memberi pandangan bahwa seorang penjudi bukan berarti harus menggunakan narkoba atau mabok-mabokan seperti yang ada di film-film Indonesia, karena di sebuah kasino resmi dipastikan memiliki aturan yang ketat. Untuk masuk ke kasino tersebut saja kita tidak diperkenankan membawa minuman keras atau benda berbahaya lain. Namun demikian bukan berarti pula “mengajarkan” ke pembaca bahwa “oke-oke aja loe pacaran sama penjudi”. (Loe boleh nekad pacaran sama penjudi yang di depan loe bersikap romantis dan perhatian, tapi loe mau gak uang kuliah en sewa kamar tempat loe berteduh kepakek untuk berjudi sampek loe jadi gelandangan di Inggris seperti Ashlyn?)
Pesan moral cerpen ini lumayan kuat kok, bagi saya pribadi juga membaca siratan di kisah ini, salah satunya adalah bahwa : Mencintai Seseorang atau sesuatu adalah sama dengan permainan judi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam kisah cinta kita. Demikian pula saat bermain judi di kasino kita tidak tahu di mana roulette atau slot machine akan berhenti, kita tidak tahu kartu apa yang akan diberikan ke kita oleh bandar dan kartu apa yang di pegang oleh bandar. Bahkan bandar-pun tidak mengerti kartu apa yang akan dia berikan ke pemain dan tidak mengerti pula kartu apa yang dia pegang. Semua-nya hanya Mahacinta yang mengetahui. Oleh karenanya mencintai Mahacinta dulu yuuuuk.... :D

Akhir cerita (barangkali) bagi sebagian orang akan berpendapat terkesan dipaksakan. Namun menurut saya hal itu mungkin saja terjadi kok, karena khan bisa saja Jaeed masih terus memantau keberadaan Ashlyn melalui sosial media. Hari gini gitu loh, kalau nyari orang berpendidikan pastinya melalui internet terlebih dahulu...hehehe.
Dah ya, saya bikin resensi-nya sengaja nggak “runut” , supaya kalian baca sendiri novelnya. Kalau saya bikin resensinya secara runut khan malah jadi spoiller...hehehe. (Anna R.Nawaning S , Twitter : @balqis57)

Saturday, 1 February 2014

Resensi Fiksi : Mahameru.Bersamamu

MAHAMERU. BERSAMAMU.
Penulis    : Ken Ariestyani
Penerbit  : Grasindo (September 2013)

Judul novel ini : Mahameru.Bersamamu.
Kesan saya setelah membaca novel ini : Tanpamu. Kuingat Masa Lalu Ketika Bersamamu.
Membaca novel Mahameru.Bersamamu. membuat kerinduan saya terhadap kegemaran lama saya kembali hadir. Kegemaran? Entahlah apakah saya gemar mendaki gunung, walau dulu saya menjabat ketua pecinta alam di SMA serta pernah menjuarai lomba kebut gunung, hikking dan trekking. Menyaksikan puncak gunung sesungguhnya di tahun 2011, romantisnya penerbangan nan menawan itu J
Mahameru. Bersamamu. Debut pertama di dunia fiksi penerbitan bagi Ken Ariestyani yang awalnya seorang Jurnalis, profesi pengantar ke tempat-tempat eksotis di Indonesia. Barangkali boleh dikatakan buku ini merupakan semi fiksi. Di dekat ISBN tertulis bahwa buku ini masuk kategori Memoar. Tetapi buku ini saya ambil dari deretan kategori novel di salah satu toko buku terbesar di Indonesia, di Jakarta Timur.

Cerita Mahameru.Bersamamu.
Seorang gadis usia 30-an jenuh akan pertanyaan mengenai pasangan hidup. Sampai akhirnya dia memiliki mimpi yang sederhana : Seorang pria mewujudkan lirik lagu Janji Suci-nya Yovi and Nuno di Mahameru.
Sang gadis mengikuti kelompok pendakian ke Mahameru pada malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Hebat sekali ya, padahal itu khan puncak gunung tertinggi di Jawa. Saya tidak tahu pasti apakah kisah ini nyata dan penulis terinspirasi dengan film yang pada saat itu tengah booming, film yang bersetting Mahameru dan terkesan mendaki Mahameru ibarat dari Blok M menuju Gunung Sahari dengan melalui jalur Busway :D
Jadi seusai membaca novel ini saya merasa novel ini bisa “meluruskan” anggapan bahwa mencapai Mahameru memerlukan perjuangan tersendiri.
Jujur saja, saat membaca buku ini saya tidak merasakan “kegalauan” seorang gadis berusia tigapuluhan yang mendambakan pasangan hidupnya sambil berpetualang di alam bebas. Suasana dan peristiwa yang tertulis justru apa yang saya rasakan saat saya masih SMP – SMA. Apa karena saya merasakan cinta yang lebih dari sekedar “Janji Suci”-nya Yovie en Nuno??
Tetapi novel ini sangat cocok untuk wanita usia berapapun yang senang berpetualang . Penulisannya lugas dan tetap memiliki unsur romantis. Percaya deh, mendaki gunung sambil jatuh cinta itu indah bangeeet....

MahaMERU aku cinta kamu, karena MAHApencipta-mu.

* Saya juga punya kisah pribadi berkaitan dengan Mahameru loh , nih : Penerbangan Menawan di Hari Kasih Sayang 

Beli buku2 ini tgl 03/01/2014 di Gramedia Matraman sebagai investasi mewujudkan impian learning centre terbaik di dunia

Menyambut Tahun Kuda di Pacuan Kuda

Tahun baru or "lebaran" China. Di darah saya memang mengalir keturunan China, tapi paling tinggal 3 tetes...hehehe...Merayakan Imlek??? Sejak saya kecil tetangga kami di daerah Senen Jakarta Pusat sering mengirimkan kue Kranjang dan beberapa kue lainnya ke keluarga kami.
Kini saya bertempat tinggal "dikepung" warga keturunan China. Kanan - kiri - belakang dan seberang rumah keluarga kami adalah keturunan China, termasuk Pak RT kami :)

Model : Hana Sadewa yang awalnya susah dipanggil2in, tp begitu saya bawa kamera trus ngomong,"Sini, Mamik Anna foto ya."...eh dia lgs gaya. Minta difoto lagi pulak saat saya udah selesai motret. Sorry ya, Han....camera-nya lowbatt :D
Menyambut tahun Kuda Kayu alias 2014 Masehi justru rumah kami yang di datangi banyak tamu. Hampir 200an orang bertamu ke rumah keluarga besar kami, setelah mereka melaksanakan shalat Jumat. Jadilah di jalan depan rumah saya berderet mobil para tamu. Alhamdulillah, tetangga sebelah kanan merayakan Imlek-nya justru hari Sabtu - kalau barengan hari Jum'at sih mending saya jadi tukang parkir aja yak? ;p Sebenarnya kami merayakan ultahnya Seno ke-17 tahun. Ultahnya sih tanggal 28 January, tapi makan-makannya tanggal 31 January - pas tanggal merah. Jadi yang datang dari beragam usia, dari usia 77 tahun sampai 1 tahun. Urusan konsumsi kami nggak mau repot...hahaha, jadi pesan catering - praktis, gak resek nyuci piring and selesai kumpul-kumpul ruangan sudah beres kembali :)


Pokoknya imlek tahun ini ramai-lah di kehidupan keluarga saya. Bahkan Bimo dari Makassar Sulawesi Selatan meluangkan waktu untuk hadir , sebelum ke airport untuk kembali ke Makassar. Saya jadi inget waktu Imlek "sendirian" di Surabaya tahun 2011, walaupun asyik juga sih imlekan saat itu. Khan sambil menjajal SURABAYA HERITAGE TRACK ke klenteng tertua di Surabaya. Asyeeeekkk...



Selamat datang tahun kuda di Pacuan Kuda. Yup, kami merayakannya di rumah keluarga besar di Pacuan Kuda :) Saya menyukai karakter kuda, bayangin kalau kita kuat maka di sebutnya tenaga kuda. Hewan ini dapat menjadi alat transportasi. Bahkan olahraga berkuda menjadi salah satu olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Aaaah, saya jadi teringat berkuda di New Zealand. Saya mau lagiiiii.......

Eh iya, baru inget deh kalau tahun 2012 saya en keluarga juga "Imlek Holiday"" di ""Ancol Superblock" - stay 2 malam di Mercure Hotel. Saya posting juga kok di blog "Cinta Wisata Kita"