Perempuan dan Media Sosial. Ya,
beberapa tahun belakangan ini kaum
perempuan banyak melakukan aktifitas dengan memanfaatkan media sosialnya.
Mereka menggunakan media sosial untuk melakukan bisnis atau berjualan, membangun
komunitas, mendapatkan berbagai informasi serta pengetahuan dan banyak lagi
aneka kegiatan positif yang perempuan kerjakan dalam bermedia sosial.
Bersyukurlah kita yang memanfaatkan media sosial dengan cerdas positif sehingga
dapat meningkatkan kwalitas diri dengan bermedia sosial.
![]() |
Peserta Seminar dari Bloggercrony Community |
Namun media sosial seperti pisau
bermata dua, yang harus cerdas si penggunanya. Pisau jika penggunanya untuk
memotong makanan atau memotong bahan makanan – tentunya sangat bermanfaat
membantu perempuan di dapur saat sedang membuat hidangan untuk keluarganya. Tetapi
apabila digunakan untuk menyakiti orang atau hewan, tentunya akan mengancam
nyawa alias berbahaya.
Agar bermedia sosial dapat
memberikan manfaat positif kepada perempuan, maka Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Islam Kementrian Agama RI mengadakan Seminar Sehari PENGARUSUTAMAAN
GENDER “Perempuan dan Media Sosial : Peran Perempuan Menghadapi Pengaruh Media
Sosial dalam Menjaga Ketahanan Keluarga” . Seminar Sehari berlangsung pada hari
Kamis 17 Oktober 2019 di Auditorium KH M Rasjidi Kemenag RI Jalan Thamrin No 6
Jakarta. Dihadiri oleh 300 peserta dari Majelis Ta’lim Se-Jabodetabek, Dharma
Wanita Kementrian Agama RI, komunitas Bloggercrony beserta mahasiswa/i
Jabodetabek.
Sambutan dari Direktur Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam, Prof.Dr.H.Muhammadiyah Amin, MA kemudian Ibu Trisna
Willy Lukman Hakim S memberikan edukasinya selaku Arahan Penasihat Dharma
Wanita Kementrian Agama RI. Beliau menyampaikan berbagai data tentang dampak
negatif yang terjadi di Indonesia akibat masyarakat yang tidak cerdas dalam
menggunakan media sosial. Banyak kasus terjadi, khususnya kasus di rumah
tangga. Screenshoot medsos yang dijadikan bukti di pengadulan. Diibaratkan
kasus-kasus tersebut adalah pisau yang digunakan untuk membunuh. Oleh karenanya
agar kasus-kasus tersebut dapat hilang di masyarakat, maka para perempuan harus
cerdas bermedia sosial. Perempuan adalah tiang negara. Jaga kenyamanan keluarga
dengan menjaga privasi mereka di media sosial (termasuk di WA yaa).
Saring Sebelum Sharing. Apabila kita menyebar 1 berita fitnah atau
berita yang belum kita ketahui kebenarannya dan berita tersebut langsung kita
sebar ke media sosial yang dibaca oleh teman atau keluarga kita – kemudian tersebar
lagi oleh mereka. Iiiih, andaikan berita tersebut tidak benar atau fitnah,
apakah kita dapat mempertanggung jawabkan kelak di akhirat? Kebohongan berantai
karena kita tidak mericek kembali kebenaran berita tersebut. Dalam ajaran Islam
(ajaran agama apapun sih...) kita tidak diperbolehkan menyebarkan kebencian,
fitnah atau ghibab sekalipun di dunia maya. Oleh karena itu sebaiknya kita
ricek berita/postingan tersebut sambil belajar lebih baik lagi. Jika dirasa
berita itu memberi manfaat baik bagi masyarakat, maka Insya Allah kita khan
mendapat pahala amalan baik itu. Iya khan???
Prof.Dr.Henry Subiakto, Staf Ahli
Kemkominfo Bidang Hukum memaparkan sisi negatif dari bermedsos, seperti
perekrutan jaringan radikal, pornografi, liberal, serbuan games online yang
membuat kecanduan. Sebagai perempuan Indonesia yang cerdas, kita dapat bersama
melindungi keluarga terhindar dari sisi negatif tersebut. Ingatkan kepada
mereka pula bahwa jejak digital sangat sulit dihapuskan.
Pembahasan Henry Subiakto siang itu diimbangi oleh Erik Mubarok ,
seorang Praktisi Sosial Media (Spesialis General Bisnis Communication dan Story
Teller). Beliau memberikan Tips Membentuk Keluarga Multimedia Berselancar di
Dunia Maya. Di bagian ini Erik Mubarok menampilkan film tentang sisi positif dampak
teknologi digital di dalam keluarga dan pendidikan keluarga. Terlihat hubungan
keluarga yang akrab dalam memanfaatkan teknologi digital ini. Sayangnya session
dari Erik Mubarok ini hanya sebentar, padahal harusnya kami perempuan
senantiasa diberi pemahaman positif dalam melakukan aktivitas digital sehari-hari
terutama di dalam keluarga.
Acara seminar berlangsung hingga
sore hari diselingi oleh persembahan tari daerah Aceh siswa-siswi MAN IC
Serpong serta kesenian Hadroh dari Hadroh Al Banjari.
No comments:
Post a Comment