Friday, 26 September 2014

Kaya Raya di IIMS 2014

Keluaran terbaru dari Honda yang baru launching saat IIMS 2014. Doakan dalam waktu 2-3 tahun lagi saya mengendarai Honda baru pribadi ya. Di keluarga saya sih udah ada 6 Honda, 1 Accord, 1 Brio, 2 CRV dan 2 Jazz - bawaan kakak dan keponakan saya.
Salah satu perusahaan tempat saya beraktifitas mendapat project di Indonesia International Motor Show 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat. Huaaa daku pengen ngekut! Tapi saya masih pegang beberapa project dan juga yang ikutan di project tersebut adalah cewek-cewek usia 18-21 tahun gitu deh, yang mau pakek rok mini dan full makeup! Sedangkan usia-ku khan masih 17 (ngibul...ngibul....#AmbulanModeOn). Standard SPG or "Pretty"-nya di stand pameran mobil dah!
Alhamdulillah...rezeki gak kemane, semua dibolehkan bermimpi tanpa mengenal fisik-apalagi usia. Impian kecil saya-pun terwujud di masa "uzur" seperti sekarang, yakni impian "jaga stand pameran mobil"...hihihihi....Akhirnya saya-pun bisa bekerja di stand mobil pada saat pameran.

Aaaaa, saya berasa kaya raya dah di pameran terbesar di Indonesia ini. Aneka mobil bisa saya "nikmati"...eeaaa!!! Saya nggak bikin review tentang aneka kendaraan tersebut yak, karena mereka nggak "hire" saya untuk menulis review atau jualan mobil tersebut. Perusahaan tempat bernaung sih dikontrak oleh Toyota, dan di IIMS 2014 ini saya mendaftar menjadi "Toyota True Friend", ngumpulin banyak point euy!! Dapat duit pula...dudududu...*nyanyi

Keponakan saya komentar,"Weeei, orang kaya raya setiap hari ke IIMS!" hihihi...Lebih kaya mana ya sama dia yang bela-belain terbang dari Makassar setiap tahunnya untuk datang ke IIMS? :) *Tiket masuk IIMS 2014 @ Rp 40.000 untuk hari Senin sampai Kamis dan @ Rp 60.000 untuk hari Jumat,Sabtu dan Minggu. Saya mah gak bayar, dibayarin kantor. Gak gratis ya karena saya khan juga harus kerja untuk mendapatkan tiket masuk tersebut :)

Wohooo..berasa SPG Toyota Syariah yak :p
Kalau Toyota di keluarga besar saya punya 4, yakni 2 Innova, 1 Altis dan 1 Yaris

Setelah IIMS 2014 pula akan bertambah 1 mobil baru berwarna biru di garasi rumah karena Ibu saya sejak beberapa waktu yang lalu merengek-rengek minta mobil baru, bahkan mintanya mobil Mercedez...huaaaa, beli mobil kecil Jepang aja ya,Mak, supaya daku bisa bawa-bawa untuk beraktifitas.

Saturday, 13 September 2014

Resensi Novel : Pondok Baca Kembali Ke Semarang



Beberapa tahun saya tidak membaca karya “Eyang Putri” Nh. Dini, Penulis/Pengarang senior wanita terkemuka di Indonesia. “Terpaksa” saya mengimbuhi kata “Eyang Putri” pada beliau dikarenakan usia-nya memang yang sudah memasuki masa sepuh, namun dalam buku ini disebutkan cucu beliau hanya memanggilnya dengan nama “Dini”, demikian pula dengan menantu-nya yang memanggil hanya dengan nama, tanpa embel-embel Grandma, Memee atau Nenek (halaman 153 alinea pertama). Suatu hal yang lazim di beberapa negara, sama hal-nya dengan saya ketika homestay di rumah sepasang kakek dan nenek berusia 70-an di New Zealand, saya memanggil mereka dengan menyebut nama – tanpa ada embel-embel lainnya. Demikian pula dengan Eyang Dini (maaf ya, Bu, karena saya sedang di Indonesia maka saya menyebut dengan Eyang justru karena rasa hormat saya terhadap karya-karya Ibu Dini J) yang memiliki menantu warna negara Canada, imigran asal Italia.

Kembali Ke Semarang
Menurut saya pribadi, boleh dikatakan buku “Pondok Baca Kembali ke Semarang” merupakan kisah Nh.Dini memasuki masa pensiun, khususnya pensiun sebagai Ibu Rumah Tangga. Beliau kembali ke kota kelahiran dimana kedua orang tuanya juga dimakamkan setelah berkeliling dunia mendampingi sang suami yang bertugas sebagai diplomat. Setelah bercerai beliau menetap di Semarang, ke Kampung Sekayu dan mendirikan taman bacaan yang dinamakan “Pondok Baca Nh.Dini”. Terkesan beliau menempuh hidup baru, hidup mandiri yang justru lebih bermanfaat bagi lingkungannya di masa paska pernikahan.
Apakah kita akan mengira bahwa beliau kesepian seperti yang dikatakan oleh seseorang? Orang itu mengatakan,”Waaaah, Mbak Dini tentu kesepian hidup semacam ini!” . Kalimat yang menggelikan bagi Nh.Dini (Juga bagi saya :D). Beliau menuliskan pada halaman 16 - 17 : Bagaimana mungkin aku kesepian?! Memang betul aku hidup sendirian, tapi aku tidak pernah merasa kesepian. Yang pertama ialah Tuhan Yang Maha Besar selalu beruntun kusebut berselingan dengan percakapanku bersama tanaman-tanaman di halamanku. Yang kedua adalah kehadiran Kapten-ku yang tidak pernah terlepas dari batinku. Keduanya merupakan “teman” utama, disusul oleh waktu-waktu mengarang, dimana otak dan jantungku dalam keadaan aktif sepenuh-penuhnya. Bagaimana mungkin kesepian menguasaiku Rasa sepi itu bahkan tidak pernah berkesempatan mengusikku walau ‘hanya’ menyelinap sekalipun! Beberapa teman dan saudara bergantian menelepon, atau datang, bahkan selalu ada yang kemudian mengajakku keluar makan bersama atau menonton bioskop.
Benar banget!!! Membaca buku ini saya justru merasakan keberkahan hidup Nh.Dini dimasa “sendiri”-nya. Beliau membuka PB sehingga lingkungannya mencintai kegiatan membaca dan mengerjakan latihan bahasa. Dunia kepenulisan tentunya tidak ditinggalkan oleh beliau, bahkan terus beliau kerjakan. Selain itu beliau juga aktif di kegiatan social tingkat internasional. Bahkan tidak segan mereka mengangkat anak asuh yang juga dapat membantu mengurusi pondok baca-nya.
Beliau memang seorang Pengarang , namun banyak karya-nya yang terbaca bahwa tulisan tersebut adalah kisah nyata hidupnya. Seperti yang tertulis di buku ini.

Nh.Dini , Pengarang Intelektual dari Semarang
Tulisan beliau terbaca “realistis”, apa adanya, tanpa harus didramatisir atau dipaksakan puitis. Namun tetap berbobot. Sebenarnya sangat perlu dibaca bagi kaum muda yang berminat belajar menulis. Kita nggak dibuat mengerutkan kening berpikir keras dengan membaca tulisannya. Hal yang awam akan beliau jabarkan hingga menambah wawasan pembacanya.
Contohnya dalam buku ini, beliau menjelaskan mengenai Rotary Club Semarang, organisasi sosial yang diikuti. Pada bab 3 (halaman 67) dijelaskan RCS yang diberi nama Kunthi. Siapa dan mengapa nama Kunthi yang diberikan kepada RCS? Pembaca akan mendapatkan penjelasnya di bab ini.
Selain itu bab 11 (halaman 224) juga dijelaskan tentang Plan International Kupang Barat – Nusa Tenggara Timur.
Pengalaman beliau membagikan ilmu di dunia literasi sering dilakukan di berbagai universtitas ternama di seluruh dunia. Memang beliau adalah Penulis wanita cerdas & berinteletual tinggi walaupun pendidikannya di perguruan tinggi formal tidak tinggi. Beliau “hanya” pernah bekerja di ketinggian bumi sebagai Pramugari. Dalam buku ini beliau bercerita tentang titel akademisnya yang diragukan oleh peserta ceramahnya. Halaman 211 : Pada suatu waktu, disaat aku sedang menggelar sajian ceramah di Kongres Nasional Geriatri, aku mendengar bisikan seorang hadirin yang bertanya kepada dosen disampingnya, apa gelar perguruan tinggi yang kumiliki.
Hingga beliau terpaksa menghentikan penyajian makalahnya kemudian berkata kepada sang dosen dan si penanya. “Ya, Mbak,benar saya tidak mempunyai gelar universitas apa-apa. Tapi kalau terpaksa saya harus memuaskan Anda, saya juga mempunyai huruf yang bisa dianggap gelar, ialah Nh singkatan dari Nurhayati, Anda tahu apa nama arti tersebut? ARTINYA ADALAH TUBUH YANG DIBERI CAHAYA, ATAU HAYAT YANG DIKARUNIAI WAHYU OLEH Yang Maha Kuasa. Saya tidak bersekolah bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar seperti Drs, Dra, Ir atau SH. Tetapi buku hasil karangan saya yang diterbitkan sudah berjumlah lebih dari sepuluh judul. Saya yakin, pasti melebihi jumlah tesis atau hasil penelitian yang diterbitkan para sarjana di manapun di Indonesia....” (Halaman 211-212)

Bapaknya merupakan orang pertama dalam keluarga yang mempercayai bakatnya sebagai Penulis. (Hal 131) Dimasa itu, kata ‘pujangga’ ialah penunjukan profesi yang kukagumi itu terdengar amat menyanjung, sekaligus membebani pundakku sebagai seorang anak praremaka. Benarkaj aku, yang hanya menulis beberapa syair, surat-surat yang tidak dikirim dan tembang Kinanthi atau Dandanggula bisa disebut sebagai ‘pengarang’? Karena bagiku di waktu itu, pengarang adalah seseorang yang menghasilkan buku-buku bacaan hebat yang tersimpan rapi di dalam lemari Bapak atau yang namanya tercantum di majalah-majalah kegemaaran kedua orang tuaku.

Kelebihan buku ini :
·         Bagus sekali untuk calon penulis atau penulis pemula
·         Sangat layak dibaca untuk para akademisi sebagai pembuka wawassan tanpa harus mengerutkan kening
·         Covernya unik, terkesan buku anak dari judul dan desainnya.
Kekurangan buku ini :
Halaaah,siapa loe,An?! Berani-beraninya cari kekurangan buku karya Sang Penulis legenda favorit kita... :D
Bersyukur sekitar tahun 2002-2003 di Taman Ismail Marzuki Jakarta saya pernah bertemu dan hadir dalam acara kepenulisan berbobot yang dihadiri oleh hampir seluruh penulis wanita Indonesia di segala generasi. Betapa bijak dan cerdasnya Eyang Dini menanggapi seorang muda yang “mengkritik tulisan” secara tajam karena ketidak mengertiannya orang muda tersebut J

Wednesday, 25 June 2014

Fun Weekend with Yukmakan at Transera Waterpark Bekasi


Kembali yukmakan mengadakan acara seru. Bagi yukmakaners yang beruntung mereka diundang dalam acara tersebut hari Sabtu 7 Juni 2014. Acaranya seru, gratis dan “asyik plus” karena seringkali yukmakaners dilimpahi berbagai hadiah.

 
Di “Fun Weekend with Yukmakan at Trasera Waterpark” saya dan Lia menjadi peserta. Transera Waterpark berada di Timur Jakarta, terletak di dalam Kota Harapan Indah, kota mandiri baru di gerbang Bekasi Barat berbatasan dengan Cakung – Cilincing Jakarta Timur. Kebetulan 7 bulanan yang lalu saya melakukan riset marketing di perumahan ini selama beberapa hari – mengendarai Suzuki Spin sendiri euy dari Pulomas. Janjian dengan beberapa teman di Carrefour-nya, so jadi familiarlah saya dengan perumahan ini karena kami konvoi “blusukan” ke cluster yang ada disana. Nah, makanya dengan yakin saya berangkat ke event ini naik motor berdua Lia. Wuuuih, ternyata busway sekarang sudah sampai di kawasan tersebut. Namanya masih TransJakarta gak ya, mengingat halte-nya sudah masuk ke wilayah Bekasi...hehe. Saya juga merasa dekat dengan kota mandiri baru ini karena jaraknya tidak jauh dari Pulo Gadung,kecamatan tempat saya bermukim :)
Jam 14.47 saya tiba di depan loket masuk Transera Waterpark. Mendaftar ulang di meja panitia, mendapat name tag – keterangan games dan pita yang menandakan kelompok. Saya mendapat kelompok Ungu, Lia kelompok Pink. Dipisah??? Malah seru karena kita jadi berinteraksi dengan orang-orang baru. Sambil menunggu, kami berganti pakaian. Dresscode-nya sih celana pendek,  tapi nggak mungkin kali ye daku bercelana pendek ria :p Pokoke yang enak buat nyebur di air dah, saya pilih semacam celana kaos – bukan pakaian renang muslimah.


First Game – Tanga Looma
Meluncur dari ketinggian dengan menggunakan ban...wuuuiiing, asyiiiik! Persaingan kelompok dengan kecepatan waktu sebagai penilaian utama. Mayan deh untuk saya yang belum sempat warming up harus lari-lari di tangga mencapai ketinggian membawa ban peluncur. Sampai atas malah meluncur ke bawah lagi, disambut teman kelompok yang bersorak sorai menjadi sponsor. Ampun deh, meluncurnya malah asyik tapi yang bikin ngos-ngosan nafas justru lari ke atasnya, Bro! Hohohooho...
Second Game – Ducky Dungs
Saya jadi supporter aja. Dari 7 anggota kelompok hanya diwakili oleh 2 orang.
Games 3 - Crazy Cone
Yiiihaaa, yang ini kusuka. Jadi tuh kita diwajibkan meluncur dari ketinggian, trus meliuk-liuk di tabung peluncur, di dalam tabung tersebut kita diombang-ombing macem kapal kena ombak. Sempat “macet” yang bikin saya en tandemmate saya ndorong-dorong badan agak panik karena khawatir ketubruk yang belakang. Hahaha, ternyata itu memang sengaja dibuat seperti itu. Halaaah...
Tapi beneran deh, saat badan kita rileks dan mengikuti arus saya justru merasa enjoy menikmati wahana ini. Pas mau meluncur sempat ditahan karena mau di-shooting dulu...hahaha...mesem-mesem campur aduk deh di depan camera. Permainan selesai kami berdua malah heran en protes,”Kok udahan sih? Mau lagi dooong....”
Games 4 - Mosi Oa Tunya
Awalnya saya berniat untuk mengikuti semua games yang ada, seberapapun mengerikannya wahana tersebut. Bersyukur dong masih diberi kesehatan prima dari Tuhan, makanya lakukan apa yang kita bisa selagi itu tidak merugikan orang lain dan bermanfaat bagi kita. Buat nambah kekayaan pengalaman pula. Taaaappiiii, di games ke-4 ini kami yang cewek-cewek dari kelompok Ungu terpaksa nggak ikutan! Saya pribadi merasa harus fokus jika bermain di wahana ini, bertumpu ke lengan dan kepala. Haduh, kalau daku nggak fokus khan kepala bisa benjut, sedangkan saya masih menata detak jantung yang tak teratur bukan karena takut, tapi karena lari-lari mendaki ketinggian/tangga sambil membawa ban. Next deh, kalau sudah warming up dan detak jantung lebih teratur saya akan bermain di wahana ini.

Permainan usai...selanjutnya kami berganti baju dengan dresscode putih, shalat Maghrib kemudian memotret Lampion Park untuk di lombakan di Twitter. Lantas berkumpul kembali di Te Ta Cafe. Duduk satu meja bersama kelompok games di wahana waterpark tadi. Serulah karena kita menikmati makan malam dengan sorak sorai dan tawa keceriaan. Yang menjadi pemenang games di waterpark tadi adalah kelompok Pink, kelompoknya Lia. Hihihi, lumayan hadiahnya khan, Li?
Saya nggak menang satu-pun contest malam ini? Aku rapopo...karena sebelumnya saya terlalu sering menang dalam berbagai contest/competisi/games/lomba : )



Acara yang diadakan yukmakan dan pada acara tersebut saya memenang kompetisinya,antara lain :

Tuesday, 22 April 2014

[IRC 2014] Novel : Menanti Cinta


Judul Novel     :           Menanti Cinta
Penulis             :           Adam Aksara
Penerbit          :           Mozaik Indie Publisher (Malang Jawa Timur, February 2014)

Tokoh utama :
Alex, seorang profesor pada bidang kimia, dosen universitas, penulis, ahli kimia dan mermiliki lebih dari seratus penemuan produk barinya di bidang kimia. Secara fisik ia memang tidak dapat berdiri dan berjalan tegak dengan kedua kaki-nya dikarenakan penyakit yang menerpanya saat kecil. Namun dia-lah yang mengantar kakak-kakaknya menjadi pengusaha kaya raya – bahkan masuk dalam jajaran pengusaha kaya dunia.
Claire, seorang gadis anak dari pelacur yang keberadaan ayahnya tidak diketahui. Memiliki ibu durhaka, ayah tiri kejam yang sering mencoba melakukan pelecehan seksual terhadapnya, serta adik tiri berusia 5 tahun yang akan dijual oleh ibu dan ayah kandung-nya. Sifat dan sikap Claire bertolak belakang dari ibu-nya yang masih suka meminta uang kepada anaknya untuk membeli minuman beralkohol. Claire menafkahi keluarga dengan bekerja di rumah makan burger, dan sekaligus menjadi mahasiswi fakultas keperawatan di universitas negeri.

Setting Lokasi :
Dalam novel ini sama sekali tidak dijelaskan kota mana yang menjadi setting dari cerita. Penggambaran lokasi hanya ditulis secara umum, seperti : universitas, perpustakaan, kedai burger, rumah. Tidak jelas di kota mana, bahkan jika penulis tidak menulis nama Alex secara lengkap maka dapat saja pembaca mengambil kesimpulan bahwa lokasi novel ini bukan di Indonesia. Barangkali bagi penulis hal ini tidak terlalu penting, padahal hal ini dapat memperkuat karakter novel sehingga pembaca dapat lebih larut lagi ke cerita tanpa “diberi tugas” membayangkan di kota mana peristiwa kisah Alex – Claire berlangsung. Sedangkan pemberian nama Claire sepertinya “kurang lazim” diberikan oleh seorang pelacur di Indonesia dengan tingkat perekonomian yang rendah, namun ternyata hal ini terjawab di akhir cerita mengapa tokoh wanita di novel ini seperti nama orang asing.

Seperti Film
Membaca novel ini, dari awal hingga akhir saya merasakan sedang menyaksikan film drama cinta yang tidak monoton. Bukan sekedar cinta-cintaan antara anak sekolahan atau cinta-cintaan ala mahasiswa-mahasiswi yang gitu-gitu aja. Hubungan cinta antara tokoh Alex dan Claire terasa unik dan membawa nuansa baru dalam kisah cerita cinta.
Jika saja cerita novel ini di film-kan sepertinya sang penulis skenario tidak akan mengalami kesulitan untuk menuliskannya kembali ke bentuk skenario.
Tuturan tulisan di novel terasa teratur dan membuat pembaca larut tanpa harus berpikir keras. Asyiklah kalau untuk membaca untuk “hiburan” dan saat kita sedang jatuh cinta dengan lawan jenis. Membuat pembaca nggak larut dalam kegalauan cinta semu.
Cerita akhirnya nggak mudah ditebak, walaupun pada saat awal-awal kisah perjumpaan Alex dan Claire kita pasti akan menebak dengan tepat.

Covel Novel
Mengingatkan kita pada novel-novel yang hits 20 tahunan yang lalu, yang diterbitkan oleh penerbit besar di Indonesia. Membuat penasaran bagi pembaca yang memilih suatu buku dari covernya. Tetapi judul novelnya kurang terasa “cetar”. Untunglah tulisan pada cover : “Cinta Tak Pernah Membebani...Ia meringankan yang memilikinya...” lumayan membantu lebih menarik.

Tuesday, 15 April 2014

Longweekend = Silaturahim. Weekday = Ibadah

Longweekend saya gunakan untuk bersilaturahim, sedangkan weekday saya gunakan waktu untuk ibadah - setidaknya untuk sedekah ke masyarakat setempat yang saya singgahi untuk berlibur. Terus kerjaannya apa dong? Kerjaan kita khan sebenarnya IBADAH karena Allah Swt. Iya gak sih? :) Silaturahim juga karena ditugaskan oleh Allah Swt kok. Yaaa, kita hidup di dunia ini khan karena Allah :)
Makanya disaat kebanyakan berlibur untuk "melepaskan diri" dari kepenatan bekerja mencari materi, maka saya lebih memilih longweekend kemarin untuk silaturahim. Alhamdulillah, terasa banget berkahnya. Melimpah rezeki pas sesuai porsi.

Sabtu, 29 Maret 2014 - Deep & Extrem Indonesia 2014
Owien, keponakan saya yang baru menjadi anak yatim (Postingan saya di Perjalanan Terindah ) semalam mengirim sms dan mengajak saya ke Deep & Extreme Indonesia 2014 di JIExpo Kemayoran. Ayuuuuk...jalan bersama anak yatim baru!


Berangkat berempat (Saya, Mba Nana, Owien en Tante E)...wuiiiihi, udah laksana rombongan "Panti Asuhan" nih, secara kami berempat sudah tidak memiliki Ayah. Bahkan Tante E tidak memiliki ayah dan ibu sejak SD. Tetapi kami tetap bersyukur dong, karena ayah kami adalah pria-pria yang bertanggung jawab penuh kasih sayang kepada keluarga sehingga kami merasa lebih beruntung dan diberkahi Allah Swt daripada mereka yang memiliki ayah yang masih hidup namun koruptor, doyan selingkuh atau nggak mampu memberi pendidikan baik bagi keluarganya. Weeeeeiii, bersyukur mboq ya jangan suka membandingkan dengan orang lain :p Jalin silaturahim dan tetap menjaga hati karena Allah Swt yuuuuk! Jangan silaturahim karena "kesepian" ya...hahaha...
FYI nih, Tante E ini (semoga) termasuk "Jomblo Berkah" loh! Beliau diusianya yang sudah kepala 3 status single saat ini merawat dan mengasuh keponakannya (1 tahunan) di Pulau Batam. Pengalaman kerja di perusahaan sudah berderet. Justru kakaknya karena kesibukannya sebagai PNS "terpaksa mempekerjakan" Sang Adik untuk merawat dan mengasuh anak ke-3nya. Wuuuuiiih, berkah banget khan waktu Tante E untuk merawat keponakan serta membantu kakak kandungnya. Barangkali lebih bermanfaat sebagai "jomblo" kalau gini. Allah memang MAHA BAIK! Lihatnya segala hal yang terbaik dari hidup ini :)

Makan siang, Alhamdulillah, dijemput sama New CRV-nya Mba Yoen & her husband. Plus My mom kami berempat lunch di Pondok Pangandaran Kelapa Gading. Ditraktir Mba Yoen. Setelah lunch baru deh saya ketemuan sama Owien, Mba Nana en Tante E di dekat Kalibaru.

Minggu, 30 April 2014 - Tahlilan 40 Hari Wafatnya Ibunda Seorang Teman


Kali ini silaturahimnya di rumah Jeng Yuli. Tahlilan kirim doa untuk Sang Bunda yang mengakhiri dunia fana menuju keabadian super indah di hari yang penuh berkah pula, Jumat 21 February 2014. Alhamdulillah, bisa silaturahim dengan lebih dari 100 orang di Kelapa Gading. Menurut Jeng Yuli , doski memesan120 Nasi Kotak dari katering dekat rumahnya. Tak tersisa, bahkan ada yang prasmanan juga.
FYI lagi nih, Jeng Yuli juga "Jomblo Berkah", di usia dewasanya (kepala "3) beliau dapat menjaga dan merawat Sang Bunda ketika sakit. Bahkan dirinya beberapa kali mengajukan cuti bergantian dengan adiknya. Terlintas dia mengatakan keinginannya untuk menikah, tetapi belum menemukan calon yang tepat. Secara kwalitas Jeng Yuli seorang sarjana, bekerja dan dirinya terawat baik - bahkan termasuk kategori cantik dibanding banyak istri. Tetapi saya ingatkan bahwa justru dengan belum menikahnya maka ia dapat merawat, menjaga dan berbakti kepada Bunda-nya yang sudah tergeletak sakit sejak akhir tahun 2013.
Yakin deh, Jeng, Allah pasti ngasih terbaik dan sekufu untuk umat-NYA. Oleh karenanya kita kasih yang terbaik juga untuk Allah :)
Seusai tahlilan kami berdua melanjutkan chitchat di Bakso Kepala Sapi dekat rumahnya.

Senin, 31 Maret 2014 dan Selasa, 1 April 2014
Silaturahim masih berlanjut....Nanti deh saya lanjutkan ceritanya. Saya mau kerja dulu nih.
Bersyukurlah saya yang beruntun silaturahimnya justru disaat menjadi "single", karena saat berpasangan saya sering merasa silaturahim dengan kerabat terhambat. Allah memang Maha Mengerti yang terbaik bagi kita :)

Friday, 28 March 2014

Wisata Masjid Makassar

Longweekend telah tiba...longweekend telah tiba....Hore...hore...horeeee

Longweekend bagi saya sama halnya dengan weekend biasanya. Boleh dikatakan saya adalah orang yang memiliki kekayaan waktu...hehehe udah pernah ngerasa punya uang banyak tapi nggak bisa memanfaatkannya karena nggak punya waktu :) Sekarang sih pintar-pintarnya saya mengatur waktu-lah, jangan kita yang diatur oleh waktu. 
Holiday dan traveling adalah hal yang berbeda bagi saya. Weekend 2 minggu lalu saya traveling ke Makassar. Bukan holiday, makanya waktu rekan kerja saya mengatakan di WA bahwa saya "holiday", saya mengoreksi,"Aku traveling, bukan holiday..." hehehe....karena saat di Makassar saya sempat membalas beberapa SMS dari kantor.
Masih ingat juga khan dengan cerita saya yang saat kebanyakan orang holiday saya justru berkutat menyelesaikan kerjaan??? Ituuuu yang : Christmas Holiday in Bali en Lombok

Laporan perjalanan saya mulai dari "Wisata Masjid Makassar"

Masjid Raya Makassar

November 2009 saya pernah berkunjung ke Masjid Raya Makassar nan mentereng bersama dengan Mr.Ardian Yeeeee....:p Saat itu saya tidak shalat karena sedang berhalangan. Saya naksir loh dengan rumah Allah yang satu ini. Bangunannya keren, dan ada Al Quran yang besaaaaar terpajang di lemari kaca. Al Quran yang diproduksi di Jawa Tengah. Tambah naksir lagi saat saya ketahui bahwa Masjid Raya Makassar diresmikan kembali (setelah renovasi) pada tanggal 27 May 2005 oleh Bapak Jusuf Kalla. Weeeiiii, sama dengan tanggal lahir sayaaaa! *Berkah dah ah :)
Namun foto-foto saya yang dilakukan oleh Mr.Kodok raib entah kemana. Semoga bermanfaat baik bagi yang menemukan dan melihatnya sehingga menambah amalan baik saya, Ya Allah. Amin.
Oleh karenanya saat kembali ke Makassar Maret 2013 saya minta diantar ke masjid ini oleh Mr.Bimo. Jadilah saya diantar Mas Bimo dan Mbak Silpi ke masjid ini. Bareng Mr.Echa juga, teman Bimo saat SMA yang dulu imut seperti anak SD....hahaha...kebetulan dia juga sedang bertugas di Makassar selama 3 bulan. Bahkan Mr.Echa yang memotret saya di masjid ini. Sedangkan Bimo en Silpi shalat Maghrib. Echa udah shalat di rumahnya, sedangkan saya...hiks, lagi-lagi sedang berhalangan.



Masjid Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin atau biasa disebut Masjid Terapung. Ketika saya berkunjung ke Makassar tahun 2009 masjid di Losari ini belum ada. Iyalah, masjid ini baru diresmikan setahun yang lalu. Padahal waktu itu saya hampir setiap sore menikmati sunset di Pantai Losari. Kalau udah ada masjid ini saya pasti nongkrong terus deh di nih masjid. Eh, nggak juga sih, khan waktu itu saya juga lagi halangan. Eaaa, sebenarnya ada berkahnya juga jika saya traveling seringkali bertepatan dengan "halangan" karena berarti "membebaskan" saya untuk berjalan-jalan tanpa harus "laporan" setiap masa waktu shalat datang. Toh, saya musafir dan sedang menggali ilmu yang saya share di (minimal) beberapa blog...hehehe..jadi banyak-banyakin zikir dan doa saja deh selama traveling. 
Masjid ini memiliki jendela-jendela besar yang menghadap ke laut dan pantai. Kebayang deh kalau shalat Shubuh dan Maghrib shalat dan kemudian memandang lepas ke bagian alam ciptaan-Nya. Subhanallah, bagaimana indahnya surga ya? Anna pengeeeeen, Ya Allah....

Monday, 24 March 2014

Perjalanan Terindah, Kembali Kepada Allah Swt

Banyak tulisan yang ingin saya posting di Never Ending Journey dan Cinta Wisata Kita, karena saya baru saja melakukan perjalanan silaturahim ke keluarga baru di Makassar. Saya sangat menikmati perjalanan singkat tersebut, walaupun ini bukan pertama kalinya saya berkunjung ke bumi Makassar.
Perjalanan saya ini "didampingi" oleh perjalanan 2 kakak pria saya ke keabadiaan. Mereka melakukan perjalanan yang sangat indaaaaah, perjalanan kembali ke MahaCinta. Adakah yang lebih indah dari perjalanan tersebut???

Allah, lancarkan jalannya menuju surga-Mu. See You in Heaven, Mas Ferry...

Sehari sebelum saya berangkat ke Makassar, Ibu saya mengabarkan bahwa sepupu saya - Mas Prie meninggal dunia di Semarang. Mas Prie yang baru menikah kembali dengan gadis Semarang berusia 47 tahunan. Pernikahan mereka hanya berusia 3 bulan. Semoga Allah Swt membukakan pintu surga kepadanya, amal ibadah menikahi gadis berusia 47 tahun. Menyempurnakan dien gadis tersebut :)

Sehari setelah saya kembali dari Makassar. Kakak ipar saya (suami kakak kandung saya ke-5) yang mualaf menghembuskan nafas terakhirnya di hari yang penuh keberkahan, Jum'at 21 Maret 2014 di Rumah Sakit ISLAM Jakarta Pusat. Kakak ipar saya yang nyaris tidak pernah meninggalkan puasa sunah Senen Kamis-nya. Kakak ipar saya yang tidak pernah menyakiti hati istrinya dalam kurun waktu 23 tahun pernikahannya. Kakak ipar saya yang berbakti kepada kedua orang tua-nya, hingga akhirnya ibunda-nya juga menjadi mualaf.

Masing-masing memberi warisan seorang putri yang kini telah dewasa. Saya selalu berpesan kepada kedua keponakan saya tersebut agar mereka sebagai anak kandung tunggal Ayah mereka mendoakan Ayahnya setiap hari. "Menggempur" almarhum Ayah mereka dengan doa-doa, "merayu" kepada Maha Cinta agar senantiasa memberikan cinta kepada Ayah mereka di alam kubur hingga kita semua berkumpul di surga-NYA.

Saya pengen deh, jika saya pergi dari kefanaan menuju keabadian nan indah dengan suasana sederhana seperti ini. Dimandikan dan dishalatkan di suatu tempat khusus (bukan di rumah) dan langsung dibawa ke pemakaman. So jasad saya nggak perlu "dipajang" di rumah tempat saya tinggal selama di dunia :) Saya nggak mau orang-orang menganggap hal ini sebagai duka, karena justru inilah hal yang terindah bagi saya. Saya tidak pernah "iri" dengan orang yang melahirkan atau menikah, namun saya seringkali "iri" atau cemburu jika ada orang yang meninggalkan dunia yang fana ini dengan berbekal cinta dari Allah Swt :) Love You, Allah....
Inilah perjalanan yang sangat saya rindukan....Inilah yang saya yakini bahwa ini adalah perjalanan terindah bagi saya nanti....Ya Allah, kumemohon kepada-Mu, ampuni segala kesalahan kami dan terimalah amal ibadah kami. Jadikan segala amal ibadah kami semata karena-Mu. Amin.

Wednesday, 26 February 2014

Malam Puncak Miss Indonesia 2014


Seperti tahun lalu, saya mendadak mendapat undangan acara Malam Puncak Miss Indonesia 2014 - Senin 17 February 2014. Sehari sebelumnya saya memang sempat mengatakan bahwa saya berminat menyaksikan acara tersebut secara "live". Ada Donnie "ADA Band" Sibarani dan Afgan euuuy!!!

Yang ada waktu, silakan mampir di "Malam Puncak Miss Indonesia 2013" :)
Sayangnya di tahun 2014 posisi duduk saya kurang tepat untuk memotret stage, selain saya tidak membawa kamera. Maklum mendadak, lah saya di kasih kabar saat mendapat undangan saat saya sedang melaksanakan "Mistery Shopper Project" dari Research Marketing Company.
Makanya saya juga tahun ini agak gimana gitu karena tidak mengikuti dresscode : Elegan Formal. Berdekatan dengan Miss Indonesia 2013 - Vania Larrisa yang juga Miss World 2013 kategori Talent berkat suara seriosa yang Tuhan berikan kepadanya, saya nggak mengajaknya berfoto bersama. Padahal dia sedang "santai" menunggu penampilan di akhir acara. Tentunya Miss Indonesia 2013 dress up lengkap dengan mahkota Miss Indonesia. Beuuuh, bisa "drop" dah saya kalau foto berdua dia :p

Malam itu saya datang ke lokasi acara dari Kebon Jeruk naik Honda Brio yang dikendarai oleh sopir keluarga kakak saya. Di Brio hanya saya dan sopir, sedangkan kakak bersama dengan beberapa "anak-anak"-nya naik mobil kantor di depan mobil yang saya naiki. Alhamdulillah gak kena macet.
Mbak Nana (Kakak ke-5 saya) dan Mulia menyusul ke JIExpo Kemayoran naik bajaj dari daerah Senen - rumah kakak saya tinggal. Mereka berdua sih sesuai dengan dresscode...hahaha...Kakak saya malah pakek kebaya :)

Miss Pacuan Kuda di Tahun Kuda :D

Malam Puncak Miss Indonesia 2014 saya tidak sempat memotret Miss World 2013 - Megan Young dari Philipina yang dinobatkan sebagai Miss World di Bali I.N.D.O.N.E.S.I.A. Sayang banget acara sebesar itu tidak diselenggarakan di Sentul Convention Centre Bogor. Khan biar Justine Beiber terbuka wawasannya bahwa tempat yang dia katakan "negeri antah berantah" itu adalah tempat berkumpulnya wanita muda terseleksi dari seluruh jagad!

15 Terbaik Miss Indonesia 2014

4 "Miss Indonesia" yang saya unggulkan (Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Papua Barat) semuanya masuk dalam 7 terbaik. Yang 3 Tebaik adalah : Miss Sulawesi Barat, Miss Papua Barat dan Miss Jawa Timur. Terlihat kami banyak yang terpana saat yang terpilih menjadi Miss Indonesia 2014 adalah Miss Sulawesi Barat, karena kami - barangkali 3/4 undangan menjagokan Miss Papua Barat ketika sudah diumumkan 2 besar. Yaaa...kita nggak ngerti sih bagaimana kemampuan Miss Sulawesi Barat ketika masa karantina. Tetapi saat di stage malam itu penampilan Miss Papua Barat sungguh mengesankan kami. Lagipula mbok ya sekali-sekali Indonesia menampilkan karakter lain dari "wajah" Indonesia. Kebayang deh kalau Miss Papua Barat yang dikirim ke ajang Miss World 2014 mewakili Indonesia - Raja Ampat semakin tersohor. Luar biasa khan Indonesia-ku ini :)

Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya foto lagi dgn Donnie Sibarani di Bakmi GK. Beberapa tahun lalu saya sering nongkrong dgn Donnie di seputaran Tebet,Cilandak,Rawamangun,Kelapa Gading bareng dengan Bang Ronald Sibarani en Mas Alief. Udah lama gak nenggak klorofil bareng,Don! Hahaha....

Friday, 21 February 2014

[IRC 2014] Resensi Non Fiksi : 69 Single Aphrodite The Beauty of Independent Woman


Judul buku   : 69 Single Aphrodite - The Beauty of Independent Woman
Penulis        : Aranda Ara & Reza Syariati
Penerbit      : Warmedia (Cetakan Pertama, Desember 2013)
Halaman     : 221 Halaman

Sesuai dengan judul bukunya, di awal halaman tercantum daftar isi. Uniknya daftar isi 69 Single Aphrodite : The Beauty of Independent Woman ini full colours dengan kertas mengkilat. Yang sungguh saya yang wanita saja mengatakan bahwa semua woman single di buku ini semuanya memiliki paras cantik dan menarik. Setelah membuka lembar demi lembar, walaupun hanya skimming maka dapat terbaca secara pasti mereka memiliki prestasi tinggi serta ekonomi yang mapan. 
Lantas dengan kehampir sempurnaan itu mengapa mereka masih single? Terlalu pilih-pilih dalam memilih suami barangkali ya? Yaaa iya-lah, naik ojek or taksi saja kita pilih-pilih yang pengendaranya gak ugal-ugalan agar selamat sampai tujuan walaupun dalam hati sudah berdoa :)
Di prolog buku Penulis menguraikan perspektif tentang wanita, baik secara sosiologis maupun psikologis, dan hal ini menjadi alasan mengapa buku ini ditulis.
Buku ini merupakan rangkaian awal dari Women Series mengenai 69 wanita lajang dengan berbagai pilihan hidup - mulai dari pengusaha, marketing, dosen, desainer, pengacara, atlet, chef, DJ, model, penulis, penyanyi, politisi, presenter dan lainnya. Boleh dikatakan pendidikan mereka sangat tinggi dari berbagai universitas di Indonesia maupun di luar negeri. Bercerita pula tentang bagaimana wanita mengaktualisasikan dirinya bersama keluarga dan lingkungan sosialnya. 69 wanita ini bukan hanya dari kalangan public figure, namun yang pasti mereka berprestasi dan memiliki fisik yang cantik menarik. Usia-pun beragam, minimal 23 tahun.
Sayangnya cerita mereka kurang terlalu banyak, masing-masing Independent Woman ini hanya mendapat 2 - 4 halaman kisahnya. Harusnya prestasi dan kontribusi positif mereka ke masyarakat bisa digali lagi lebih mendalam, khususnya kehidupan pribadi mereka dengan keluarga lainnya. Hal ini dapat meluruskan pandangan masyarakat yang sering mendesak anaknya yang belum menikah untuk "menikah asal-asalan" dan akhirnya justru melahirkan masyarakat sampah yang tidak memiliki kwalitas.Berkah menjadi wanita lajang khan salah satunya adalah mereka bisa lebih berbakti kepada orang tua atau masyarakat sekitarnya. Itu-lah undangan mereka ke surga :)
Ada statement 1 Single Aphrodite yang saya sukai di buku ini, yakni : Mematuhi perintah ibu adalah hal mulia, tetapi mengorbankan cinta seorang wanita juga bukanlah cara yang beradab (hal 66). Jleb banget khan tuh untuk cowok2 yg nurut sama emaknya untuk dijodohin tapi sempet macarin cewek! Gak punya sikap dan dzolim! Kalau memang sudah ada tanda bakal dijodohin sama ibu-nya, ya jangan nge-zholimin perasaan orang lain dong. Sabar ya, Mbak, cepat atau lambat Allah akan membalas ke-dzaliman pria yang tidak punya sikap itu kok :)

Membaca buku ini saya semakin menemukan kekuatan wanita lajang dalam menjalani hidupnya. Mereka bukan wanita yang sengaja menghindari lembaga pernikahan nan suci. Tetapi mereka lebih cerdas dalam mengisi waktu dan mencapai tujuan hidup mereka :)

Berminat untuk menceritakan keberkahan Anda sebagai wanita lajang? Silakan jika itu dapat bermanfaat dan menginspirasi banyak umat, syaratnya : kamu wanita lajang yang memiliki segudang aktifitas, baik bisnis maupun karir, usia 23 - 50 tahun, good looking, mempunyai achievement di profesinya masing-masing dan ingin berbagi ke masyarakat tentang kehidupan menjadi Independent Woman.


From : Timeline Cita Cinta - Majalah Dwi Mingguan Wanita (Jumat, 21/02/2014)


Thursday, 20 February 2014

Plagiat...Oh Plagiat...

Beberapa hari ini lagi ramai dibicarakan mengenai "plagiat". Bapak DR.Anggito A dituding melakukan plagiat. Salah satu beritanya ada di Kompas.  Sebenarnya apa sih definisi plagiat? 

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
(Ini saya ambil dari id.wikipedia.org. Tuh saya bilang ya, berarti definisi plagiat ini saya tidak sedang menjadi Plagiator :D)

Mengapa tiba-tiba saya menuliskan tentang Plagiat or Plagiator di blog ini? Karena beberapa hari yang lalu saya sudah berpesan ke keponakan saya untuk menghubungi anak kandung Bapak Anggito A yang secara ksatria mengundurkan diri dari UGM - walaupun beliau boleh dikatakan "kesandung" dalam hal ini.
Mengapa saya berpesan ke keponakan saya untuk menghubungi anak kandung Bapak Anggito A? Karena sebelum berita ini ramai dibicarakan saya akan mengajak "kerjasama" dalam urusan naskah saya mengenai tanah suci. Dengan Bapak Anggito-pun saya pernah bertemu langsung di SMA Taruna Nusantara Magelang. Saya menengok keponakan, dan beliau menengok ke anaknya. Cerita saya ke Magelang nih....

Bpk Anggito, saya, anak Bpk Anggito dan Keponakan saya
Berbicara mengenai plagiat juga nih. Beberapa hari lalu saya mengikuti lomba blog. Setelah saya posting dan memasukkan link ke list peserta lomba blog, keesokan harinya saya melihat seseorang posting dan mendaftar lomba blog yang sama. Doh! Kalimat yang dia tulis memang berbeda, soal sumber juga saya ada yang mengutip dari media lain. Namun saya melihat dengan matahati bahwa postingannya setipe - bahkan menjiplak dari ide saya. Saya membaca postingannya yang lain. Doh! Ternyata nih orang yang menang juara pertama dalam lomba blog beberapa bulan lalu. Yang konsepnya juga mengambil dari konsep tulisan saya. Awalnya saya tidak peduli, toh selama ini saya nge-blog bukan maksud berharap dibaca orang banyak - apalagi berharap menang dalam suatu lomba. *Nggak berharap saja udah sering menang kok!hehe, karena saya menulis dari hati dan saya senang. Nggak ada yang baca juga saya nggak pernah mempermasalahkan. Berpartisipasi dalam lomba juga tidak memaksakan diri. Yaaa walaupun jika tulisan saya bermanfaat bagi banyak umat, maka saya lebih bersyukur lagi.
Alhamdulillah, juri lomba beberapa hari lalu itu menilai secara profesional. Si plagiat ide itu sama sekali tidak menang dalam lomba blog tersebut. Saya menang 2 kategori, yakni : Pemenang Hiburan dan Penghargaan khusus Foto. Sedangkan juara 1 - 3 memang tulisannya orisinil dan pastinya bagus.
So buat apa sih ngebela-belain jadi "plagiator ide" dalam suatu lomba? Ngincer hadiah? Ketenaran? Iiiih....nyantai aja :p


Wednesday, 19 February 2014

[IRC 2014] Novel : Blackjack


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZpx1dECqCKT4XE1nClV1dpePsdes_lPOyQ-tZioCuLBdnWBb_5QpMGsm98gqtLej7p4Pvj2vcPiYYJR4YwAa8Zvi618sQBKvR52MiyYBXvBXJKF7TxPYVLvZSyAca1xAdgwQqjd-fSp6N/s1600/novel+black+jack.jpg
Saat Mencintai Seseorang Sama Dengan Berjudi
Judul Novel : Blackjack
Penulis : Clara Ng & Felice Cahyadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Girang banget waktu menemukan novel dengan thema perjudian. Aaaah masa lalu....hahaha. Dunia Blackjack pernah akrab mewarnai masa lalu saya. Kalau lihat tampilan saya sekarang (atau bahkan dahulu) nggak ada yang percaya khaaaan? Makanya don’t judge the book by its  cover. Baca dong...baca setiap bab hingga mendalam :D Masih nggak percaya bahwa saya mantan penjudi??? Nanti deh ya saya perlihatkan membercard dari kasino terbesar di luar negeri sonoh (Huuus,  ini aib yang harus ditutupi!)
Tapiii sekarang saya sudah tobat kok! Lagipula saya kalau nge-bet di meja kasino nggak sampai tekor, kalau udah menang saya langsung ngeloyor. Bandar-nya sampai sebel sambil bersyukur kaliiii, bersyukur karena gak saya bikin tekor :D

99,9 % kisah ini (mungkin) pernah terjadi di tempat lain, pada zaman yang berbeda, pada dunia yang tak lagi sama.

Membaca novel ini memang seakan melempar saya ke masa lalu yang menurut saya konyol  namun penuh hikmah yang buaaanyak banget di dapat dan bertubi-tubi saya syukuri sampai detik ini. Novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Sebelum membaca bab pertama buku ini maka kita akan membaca kalimat diatas. Ya, kisah seorang gadis muda – mahasiswi cantik dan baik hati yang kuliah di luar negeri bernama Ashlyn. Berpacaran dengan mahasiswa asal Indonesia. Si cowok ini punya hutang ngejublek.
Hutang Jaeed yang ngejublek dengan banyak mahasiswa Indonesia serta mahasiswa asing lainnya teramat sangat merepotkan Ashlyn, sang kekasih. Berulangkali Ashlyn ditipu dengan sandiwara ala drama oleh Jaeed. Dari alasan Jaeed memiliki masalah dengan chavas sampai harus dioperasi di rumah sakit. Bahkan Jaeed seringkali menggunakan nama Ashlyn untuk meminjam uang ke mahasiswa Indonesia lainnya.
Tetapi dasar Ashlyn yang cinta mati dengan cowok doyan judi ini, maka dia seringkali lari dari kenyataan – dalam artian walaupun beberapa kali dia melihat kenyataan namun alam sadarnya berusaha menyangkal kenyataan bahwa si cowok yang dicintainya banyak memanfaatkan dirinya.

Saturday, 1 February 2014

Resensi Fiksi : Mahameru.Bersamamu

MAHAMERU. BERSAMAMU.
Penulis    : Ken Ariestyani
Penerbit  : Grasindo (September 2013)

Judul novel ini : Mahameru.Bersamamu.
Kesan saya setelah membaca novel ini : Tanpamu. Kuingat Masa Lalu Ketika Bersamamu.
Membaca novel Mahameru.Bersamamu. membuat kerinduan saya terhadap kegemaran lama saya kembali hadir. Kegemaran? Entahlah apakah saya gemar mendaki gunung, walau dulu saya menjabat ketua pecinta alam di SMA serta pernah menjuarai lomba kebut gunung, hikking dan trekking. Menyaksikan puncak gunung sesungguhnya di tahun 2011, romantisnya penerbangan nan menawan itu J
Mahameru. Bersamamu. Debut pertama di dunia fiksi penerbitan bagi Ken Ariestyani yang awalnya seorang Jurnalis, profesi pengantar ke tempat-tempat eksotis di Indonesia. Barangkali boleh dikatakan buku ini merupakan semi fiksi. Di dekat ISBN tertulis bahwa buku ini masuk kategori Memoar. Tetapi buku ini saya ambil dari deretan kategori novel di salah satu toko buku terbesar di Indonesia, di Jakarta Timur.

Cerita Mahameru.Bersamamu.
Seorang gadis usia 30-an jenuh akan pertanyaan mengenai pasangan hidup. Sampai akhirnya dia memiliki mimpi yang sederhana : Seorang pria mewujudkan lirik lagu Janji Suci-nya Yovi and Nuno di Mahameru.
Sang gadis mengikuti kelompok pendakian ke Mahameru pada malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Hebat sekali ya, padahal itu khan puncak gunung tertinggi di Jawa. Saya tidak tahu pasti apakah kisah ini nyata dan penulis terinspirasi dengan film yang pada saat itu tengah booming, film yang bersetting Mahameru dan terkesan mendaki Mahameru ibarat dari Blok M menuju Gunung Sahari dengan melalui jalur Busway :D
Jadi seusai membaca novel ini saya merasa novel ini bisa “meluruskan” anggapan bahwa mencapai Mahameru memerlukan perjuangan tersendiri.
Jujur saja, saat membaca buku ini saya tidak merasakan “kegalauan” seorang gadis berusia tigapuluhan yang mendambakan pasangan hidupnya sambil berpetualang di alam bebas. Suasana dan peristiwa yang tertulis justru apa yang saya rasakan saat saya masih SMP – SMA. Apa karena saya merasakan cinta yang lebih dari sekedar “Janji Suci”-nya Yovie en Nuno??
Tetapi novel ini sangat cocok untuk wanita usia berapapun yang senang berpetualang . Penulisannya lugas dan tetap memiliki unsur romantis. Percaya deh, mendaki gunung sambil jatuh cinta itu indah bangeeet....

MahaMERU aku cinta kamu, karena MAHApencipta-mu.

* Saya juga punya kisah pribadi berkaitan dengan Mahameru loh , nih : Penerbangan Menawan di Hari Kasih Sayang 

Beli buku2 ini tgl 03/01/2014 di Gramedia Matraman sebagai investasi mewujudkan impian learning centre terbaik di dunia

Menyambut Tahun Kuda di Pacuan Kuda

Tahun baru or "lebaran" China. Di darah saya memang mengalir keturunan China, tapi paling tinggal 3 tetes...hehehe...Merayakan Imlek??? Sejak saya kecil tetangga kami di daerah Senen Jakarta Pusat sering mengirimkan kue Kranjang dan beberapa kue lainnya ke keluarga kami.
Kini saya bertempat tinggal "dikepung" warga keturunan China. Kanan - kiri - belakang dan seberang rumah keluarga kami adalah keturunan China, termasuk Pak RT kami :)

Model : Hana Sadewa yang awalnya susah dipanggil2in, tp begitu saya bawa kamera trus ngomong,"Sini, Mamik Anna foto ya."...eh dia lgs gaya. Minta difoto lagi pulak saat saya udah selesai motret. Sorry ya, Han....camera-nya lowbatt :D
Menyambut tahun Kuda Kayu alias 2014 Masehi justru rumah kami yang di datangi banyak tamu. Hampir 200an orang bertamu ke rumah keluarga besar kami, setelah mereka melaksanakan shalat Jumat. Jadilah di jalan depan rumah saya berderet mobil para tamu. Alhamdulillah, tetangga sebelah kanan merayakan Imlek-nya justru hari Sabtu - kalau barengan hari Jum'at sih mending saya jadi tukang parkir aja yak? ;p Sebenarnya kami merayakan ultahnya Seno ke-17 tahun. Ultahnya sih tanggal 28 January, tapi makan-makannya tanggal 31 January - pas tanggal merah. Jadi yang datang dari beragam usia, dari usia 77 tahun sampai 1 tahun. Urusan konsumsi kami nggak mau repot...hahaha, jadi pesan catering - praktis, gak resek nyuci piring and selesai kumpul-kumpul ruangan sudah beres kembali :)


Pokoknya imlek tahun ini ramai-lah di kehidupan keluarga saya. Bahkan Bimo dari Makassar Sulawesi Selatan meluangkan waktu untuk hadir , sebelum ke airport untuk kembali ke Makassar. Saya jadi inget waktu Imlek "sendirian" di Surabaya tahun 2011, walaupun asyik juga sih imlekan saat itu. Khan sambil menjajal SURABAYA HERITAGE TRACK ke klenteng tertua di Surabaya. Asyeeeekkk...



Selamat datang tahun kuda di Pacuan Kuda. Yup, kami merayakannya di rumah keluarga besar di Pacuan Kuda :) Saya menyukai karakter kuda, bayangin kalau kita kuat maka di sebutnya tenaga kuda. Hewan ini dapat menjadi alat transportasi. Bahkan olahraga berkuda menjadi salah satu olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Aaaah, saya jadi teringat berkuda di New Zealand. Saya mau lagiiiii.......

Eh iya, baru inget deh kalau tahun 2012 saya en keluarga juga "Imlek Holiday"" di ""Ancol Superblock" - stay 2 malam di Mercure Hotel. Saya posting juga kok di blog "Cinta Wisata Kita"