Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, 24 February 2018

Menggapai Impian Melalui Training Dare To Be A Champion K-Link Indonesia

Saya mendapat kesempatan sebagai peserta Dare To Be A Champion bersama K - Link Indonesia pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 19 - 20 January 2018. Kesempatan luar biasa ini langsung saya manfaatkan! Jelas saya manfaatkan karena seminar ini dapat dipastikan memiliki manfaat yang dahsyat. Merasa blessing banget deh, apalagi begitu mengetahui bahwa tidak semua member K - Link Indonesia diperkenankan mengikuti seminar ini. Dari "bisikan" yang saya terima dari seorang member , untuk mengikuti seminar ini seorang member harus sudah berada di level Manager Up dan berinvestasi Rp 500.000.

3 Peserta Dare to Be A Champion dari Indoblognet
Dalam seminar tersebut ada 3 pembicara, yaitu : Dato Roslan Abdul Hamid, Dato Radzi Saleh dan DR Rizal Abu Bakar (Praktisi NLP dan doktor otak/pikiran dari Universiti Malaysia Sarawak ). LOOK...pembicaranya saja merupakan para ahli dari negeri tetangga.
Dalam seminar Dare to Be A Champion kami benar-benar merajut impian, merancang masa depan sang juara dan membangun kerajaan nan jaya dalam diri. Yess, saya hebat, saya kuat, saya luar biasa. CHAMPION...CHAMPION...CHAMPION... Pikiran dan aura positif mutlak harus terpatri pada diri kita agar segala impian dan keberuntungan menyertai kita.
Kami ditugaskan menyusun ‘Dream Board’ , papan berisikan impian kita – segala hal yang ingin kita capai. Bahkan Dato Roslan meminta kami membuat riwayat hidup yang tersusun lengkap dengan tanggal/waktunya. Ada kalimat dari Dato’ Roslan yang memicu semangat saya, yakni apabila orang tua kita sudah meninggal dunia – maka kita tetap bisa membahagiakan orang tua tersebut. Cara yang ditempuh Dato’ Roslan adalah berniat membangun masjid atau pusat pembelajaran Islam dengan nama almarhum Ayah beliau. Dari sinilah saya juga bertekad mendirikan Islamic Centre dengan nama almarhum Ayah saya, dan pertanggal 29 January 2018 saya menambahkan impian itu untuk mendirikan Islamic Centre dengan nama almarhumah Ibu saya. Semua jika Allah memberikan nilai amal baik (pahala) maka akan saya persembahkan kepada kedua orang tua. Membangun istana di surga bagi kedua orang tua....Terima kasih, Dato’ Roslan untuk inspirasi mulia ini...
Di hari kedua training, kami peserta berdoa bersama agar Allah Swt melancarkan segala usaha dan kerja keras kami hingga terwujud segala impian kita.

Bersama Dato Roslan (Dok.Mitra Branding/Papih Bambam)

Monday, 30 March 2015

Power of Vision : Muda, Kaya dan Penuh Karya



Ada acara keren nih, di Masjid Baitul Ihsan kompleks Bank Indonesia Jakarta Pusat. Anugerah untuk saya karena selama bulan February 2015 hingga awal Maret 2015 saya mondar-mandir ke Bank Indonesia untuk meeting, indepht dan quantitative interview, melakukan evaluasi untuk riset pemasaran Peruri, klien tempat saya bekerja, sehingga masih familiar di benak kondisi masjid ini.
Saya sempat memberi informasi acara tersebut ke beberapa teman,dan mereka berminat hadir. Tetapiiii, ya karena “kurang fokus” maka ada saja alasan yang menghalangi mereka-ada yang kehujanan, ada yang kelupaan dan seribu alasan lain. Alhamdulillah walaupun sama mengalami hujan deras, menembus kemacetan Jakarta serta masih sibuk mengurus perpanjangan keanggotaan Oriflame ternyata saya dapat tiba di lokasi dengan tepat waktu!
Kami mengisi buku tamu, mendapat kupon doorprize dan beberapa lembar pamflet – informasi lembaga dan acara para Pembicara. Acara dibuka tepat pukul 18.30.



Pembicara Pertama : Kak Ridwan Mukri
Ya, saya terbiasa memanggil beliau dengan panggilan “Kak” karena beliau identik dengan ESQ Teens. Asti, keponakan saya merupakan alumni ESQ Teens. Demikian pula dengan saya yang alumni ESQ Executive angkatan 64 hingga Self Control Collaboration. Mudah-mudahan tahun ini saya ikut dalam training ESQ Total Action sehingga bisa “wisuda” deh :D
Jadi bukan baru pertama kali saya memperoleh tebaran ilmu dari Kak Ridwan Mukri. Semoga bertambah berkah ya ilmunya...Aamiin.
Dengan waktu singkat, hanya sampai waktu Isya alias setengah jam Kak Ridwan memaparkan mengenai visi. Apa yang membedakan 2 orang yang awalnya adalah tukang batu, dan dalam 10 tahun berikutnya yang satu menjadi Presiden Direktur dan temannya tetap menjadi tukang batu? Jelas yang membedakan adalah visi yang mereka miliki.
Oleh karenanya kita harus memiliki visi jika ingin kemajuan dalam hidup kita. Apa impian kita? Kita harus tahu , begitu ada ide harus segera dicatat dan wujud-kan!!! Untuk mewujudkan impian maka kita harus memiliki keyakinan pada ALLAH, harus teguh terhadap tujuan, terus memiliki visi dan berusaha mewujudkannya.
3 Visi yang  kita miliki adalah :
  • Jangka Pendek. Lakukan semua hal baik dengan sebaik-baiknya.
  • Sukses Dunia. Dengan menjadi Pengusaha yang baik, Guru yang baik, Dokter yang baik,dll.
  • Visi Terindah : Berjumpa dengan ALLAH di surga. (Aamiin YRA)

Pembicara ke-2 : Ust. Erick Yusuf – Visi Untuk Masa Depan
Ustadz Pembina iHAQi ini langsung membahas mengenai umur, begitu mengetahui bahwa terdapat kata MUDA dalam pembahasan kita malam itu. Alhamdulillah, soal muda itu relatif menurut beliau. Selama ini kita mendefinisikan umur berdasarkan tahun lahir, yakni tahun. Defenisi putaran bumi 1 tahun, Pluto 3 bulan. Di masing-masing planet berbeda lagi putarannya. Hal ini yang menyebabkan usia kita menjadi relatif, satu dengan yang lainnya berbeda. Namun sebenarnya menurut Islam usia kita sama, bahkan usia kita sebenarnya sama dengan Pangeran Diponegoro. Loh bagaimana bisa? Karena saat Nabi Adam AS dicabut tulang rusuknya maka semua ruh jatuh bersamaan, kemudian di hari akhir kita dikumpulkan di padang Masyar. Berdasarkan ini maka semua ruh sama umurnya, yang membedakan umurnya adalah jasad. Nggak ada tuh sesuatu terbaik berdasarkan umur, kecuali bagi kita yang mengamalkan ilmu ALLAH.
Usia semua manusia “sama”, apalagi yang membedakan? Ya tentu-nya karya! Teruslah berkarya tanpa “mengingat” umur kita. Pantang merasa dan mengatakan,”Ah sudahlah, saya sudah tua...” dalam meraih karya. Jadi-lah orang yang penuh visi/avant garde. Bisa melihat jauh ke depan. Visi kita yang bisa menembus dunia. Persiapkan untuk hari esok!
Defenisi ORANG KAYA :
Di dunia : Semua barang yang menempel di badan-nya atau yang digunakannya, misal jam tangan, kacamata, dress, tas, sepatu, dll.
Sedangkan defenisi ORANG KAYA menurut Al Quran adalah : orang yang paling bermanfaat bagi banyak orang lain. Kaya yang sesungguhnya adalah : Berapa banyak yang kita beri, bukan seberapa banyak untuk diri kita sendiri.
Mantap-lah! Semoga saya dan pembaca blog ini berubah ke arah lebih baik dan bermanfaat bagi banyak umat. Aamiin.

Pembicara ke-3 : Mas Setiawan Tiada Tara – Sukses dengan Kreatifitas
Beliau merupakan Motivator Humor Indonesia, menyatakan bahwa walaupun sedang menjadi Pembicara di masjid bukan berarti beliau adalah seorang Ustadz – apalagi Ustadzah.
Tinggal di Jogjakarta, dan ketika orang menanyakan mengapa nama-nya “Tiada Tara” karena ingin melakukan terbaik dan nama marketing. Nama itu adalah brand!
Pintar-pintarlah memilih nama, jangan asal comot nama. Memberi nama anak dari Al Quran bukan berarti baik loh, bisa aja tuh nama anak : Achmad Syaitoni (Diambil dari Al Quran yang berarti setan) atau Jahanam Putra atau Siti Dzolimah (Dari kata Zholim). Wiiidih, salah kaprah, mau memberi nama yang berasal dari Al Quran kok jadinya hantam kromo gini ya? Hehehe...
Banyak ilmu yang dibagikan oleh Mas Setiawan, tetapi saya tidak sempat mencatatnya karena keasyikan tertawa. Bayangkan jika beliau mengatakan bahwa rezeki suami adalah doa istri, oleh karena-nya banyakin istri...hahaha...tapi buru-buru langsung diralat karena khawatir dijegat sama ibu-ibu yang nggak sependapat.
Motto Hidup : “Jadilah orang yang bisa bermanfaat bagi banyak umat”
Tips Sukses :
•           Punya visi jelas tujuan hidup untuk apa
•           Ibadah tertib
•           Muliakan orang tua
•           Sinergiskan dengan pasangan
•           Banyak syukur
•           Banyak silaturahim
•           Sedekah
•           Kreatif
Pembicara ke-4 : Mr.Ippho Santosa
Bulan lalu – tepatnya tanggal 28 February 2015 My Lovely di negeri seberang mengirim BBM ke saya dan mengatakan sedang menghadiri acara di komunitas muslim Indonesia yang tinggal di negeri itu, salah satu pembicaranya adalah Mr.Ippho Santosa. Saya katakan bahwa beliau bukan Ustadz...hehehe. Mantap khan sekarang, siapapun kita bisa berdakwah sesuai dengan kemampuan kita. Mr Ippho Santosa ini terkenal dengan berbagai buku, diantaranya 7 Keajaiban Rezeki, Moslem Millionaire, dan segala hal mengenai rezeki. Rezeki memang harus kita jemput selagi masih muda, nggak perlu nunggu kalau sampai punya tanggungan deh. Apalagi umroh dan melaksanakan ibadah haji, lebih muda lebih baik. Selagi kuat dan kaya! Ibadah haji merupakan kewajiban, dan sebenarnya kaya juga kewajiban bagi seorang muslim. Memang pasti ada orang miskin di dunia ini , tetapi yang penting yang miskin itu bukan kita! Sama hal-nya dengan orang masuk neraka, pasti ada, tetapi yang penting yang masuk neraka bukan kita! Hukum waris tertahta jelas pembagiannya dalam ayat Al Quran, 90% terjelaskan – tanpa hadist karena sudah jelas. Itu menunjukkan bahwa ALLAH berkehendak kita untuk kaya.
Kamu ingin tahu berapa pendapatan kita? Coba tanyakan pendapatan 10 rekan terdekat kita, kemudian di-total dan bagi rata, maka rata-rata tersebut adalah pendapatan kita. Nah, gimana dong andai beberapa rekan terdekat kita pendapatannya sangat kecil??? Jangan buru-buru kamu depak ya...hehehe, tetapi ada cara untuk membentuk lingkungan, yaitu : Banyak ikut seminar/training dan sejenisnya kemudian bikin komunitas.
Kemudian cara menggerakkan “currency” kita adalah : Usaha (Seperti Rasulullah), Investasi (Seperti bunda Khadijah RA) dan Sedekah.
Masih banyak lagi ilmu yang dibagikan, tetapi yang pasti : Kalau Mau Sukses Jangan Seperti Orang Rata-Rata!!!

Lebih dari pukul 22.00 acara baru selesai. Ketika ingin mengambil sepatu di depan masjid, saya melihat Haris dan Pandu yang sempat menjadi murid-murid saya nan manis. Mereka bersama ibu-nya. Saya langsung menyapa ibu-nya dan kami sempat mengobrol dan setelah itu pulang.
Acara seperti ini tentunya sangat bermanfaat bagi umat, silakan mendaftar di SalingSapa.com untuk bersama dalam kebaikan. 

Saturday, 25 August 2012

Beauty and Business Journey

Ada keputusan yang sepertinya sepele namun ternyata berdampak keyakinan dalam hati saya, yakni dimana saya ingin menikmati masa tercapainya impian bersama Oriflame, sebuah perusahaan MLM asal Swedia.

Diantara pertimbangannya begini :
Saya mengikuti sebuah contest di produk yang sama dengan Oriflame, dan keduanya sama peduli lingkungan, peduli sosial dan visi misi-nya sejalan dengan pribadi saya. Saya sudah menulis essay sebaik mungkin karena jika saya terpilih menjadi "duta" di produk tersebut maka saya harus menuliskan segala produk yang saya gunakan di blog dan social media. Tetapi rezeki saya tidak berada di produk tersebut, walaupun saya telah menyukai dan menggunakan sejak saya kuliah di New Zealand. Saya tidak masuk sebagai "duta" dari produk tersebut. Entahlah apa yang jadi pertimbangan...
Tidak ada rasa kecewa, tetapi saat mengirimkan tulisan pengajuan ke produk tersebut saya merasa bahwa saya sangat memenuhi kriteria dari semua persyaratan, dan saya juga sudah berketetapan andai  tidak terpilih menjadi duta produk tersebut berarti saya harus serius menjalankan bisnis MLM Oriflame yang terbengkalaikan selama ini :) Toh visi dan misi kedua brand ini memiliki banyak kemiripan, dan sama-sama produk import (Khusus produk bodycare dan cosmetic lokal saya juga telah memiliki brand andalan)
Setelah saya tinjau dan  membuat keputusan, ternyata Alhamdulillah dengan mengaktifkan keanggotaan saya di Oriflame saya mendapat benefit lebih selain dari kesesuaian visi misi yang saya tulis diatas. Diantara benefit itu adalah :

Study at Oriflame Academy



Yeaaay, passion saya untuk selalu belajar terasah di Oriflame Academy. Kalian boleh check di academy sebelah berapa yang harus kita bayar andai belajar Bisnis, Kesehatan dan Kecantikan. Nggak cukup sejuta atau 2 juta rupiah! Apalagi yang statusnya diakui oleh dunia international. Bukan berarti saya pelit spending money untuk urusan pendidikan ya? :) Tetapi kalau ada yang menawarkan manfaat kerjasama yang saling menguntungkan tanpa mengeluarkan uang - bahkan kita mendapatkan uang apalagi kwalitas pendidikan bereputasi international  kenapa tidak diterima? Apalagi belajarnya sambil bersenang-senang :)
Oke selama ini saya "menolak" beasiswa dengan alasan bahwa banyak yang lebih membutuhkan beasiswa (khususnya di LN) tersebut,sedangkan saya Alhamdulillah keluarga yang saya cintai masih bisa mendukung dari segi apapun. Jadi saya lebih bahagia "menyumbangkan" kuota tersebut ke orang yang tidak seberuntung saya. Tetapi di Oriflame, walaupun saya mendapatkan fasilitas pendidikan bertaraf international ini semua orang masih dapat kesempatan yang sama. Bahkan semakin banyak saya mengajak orang untuk belajar di Oriflame Academy, semakin banyak bermanfaat bagi orang lain juga.

Tuesday, 1 November 2011

Mimpi Sejuta Dollar : Catatan Perjalanan Sukses Merry Riana

Mrs.Merry Riana, wanita tamatan EEE NTU yang dengan sukses meraih pendapatan sejuta dollar-nya di usia 26 tahun. Sungguh baru beberapa waktu lalu saya berkeinginan untuk dapat bertemu dengan Motivator wanita yang pastinya sukses, walaupun saya belum tahu siapa wanita itu. Puluhan Motivator pria telah saya ikuti pelatihan/workshop/talkshow atau sekedar mendengar dari radio - hingga tercetus dalam hati,"Siapa sih wanita motivator di Indonesia yang sukses memberi pengaruh sekaligus memang jago berwirausaha?"

 Tak saya kira keinginan bertemu langsung dan mendengarkan "petuah" dari Motivator Wanita no.1 Asia dapat cepat terwujud, walaupun waktu-nya tidak banyak ;-) Nexttime kami akan bertemu kembali....I HOPE ;-) Entah kebetulan atau tidak, Merry Riana memiliki rasi bintang yang sama dengan saya, Gemini. Saya lahir tanggal 27 Mey dan Merry Riana lahir tanggal 29 Mey.Kebetulan juga ketika kerusuhan melanda Jakarta tahun 1998 kami tinggal di kecamatan Pulo Gadung ;-)

Bagian yang membuat saya menitikkan airmata justru disaat Mrs.Merry Riana menerjang kerumunan peserta seminar Anthony Robbins di Singapore. Sungguh, bukan sekedar selembar foto yang diharapkan, tetapi sebagai "pembuktian" bahwa mimpi sangat mungkin terwujud. Jikalau sekedar berfoto bersama dengan Sang Motivator saja tidak bisa bagaimana kita memiliki keyakinan dengan ucapan Sang Motivator? Mungkin orang lain menitikkan air mata saat ia bekerja keras menyebarkan brosur atau bekerja sebagai pelayan restaurant. Hhmmm, saya juga pernah tuh jadi pelayan restaurant ketika kuliah di luar negeri, tapi penghasilannya saya gunakan untuk bersenang-senang, membeli makanan yang saya inginkan atau main game...hehehe...Tentang saya menjadi pelayan restaurant pernah saya ceritakan di artikel saya : [Catatan] Asyiknya Jadi Waitress .

Di belakang wanita sukses terdapat pria sukses, yang menjadi penyemangat. Energi dukungan dari Mr.Alva, Sang suami sangat saya rasakan ketika saya membaca 'Mimpi Sejuta Dollar'. Kebayang khan, saya saja merasakan energi dukungannya ;-)

Saya yakin Mrs.Merry Riana juga memiliki bakat yang besar di bidang kepenulisan.
Saya dan Dina membawa buku dan 'banner' buku karya dan tentang Merry Riana. Ketika saya menanyakan ke Mr.Alva apakah beliau yang juga menulis buku 'A Gift From A Friend' (melihat namanya tercantum di cover buku depan), beliau menjawab bahwa istrinya yang lebih banyak menulis buku tersebut.

Hohoho...saya dan Dina juga sempat diwawancara / diminta untuk memberi testimonial mengenai Mrs.Merry Riana. Apa dan bagaimana Merry Riana menginspirasi kami, serta kami diminta menjelaskan 'Mimpi Sejuta Dolar' yang kami miliki ;-) 
(Wah, juru cameranya gak kepotret sama Dina, jadi kok saya seperti ngomong sendiri ya? hehe...didepan saya camera loh #ihnarsissokeksis ;-p)


Untuk resensi bukunya perlu saya buat gak ya? Silakan baca aja deh sendiri...hehe..please, jangan pinjam dari saya karena buku saya sudah ditandatangani oleh Mrs.Merry Riana dan Mr.Alva ;-)
Satu hal lagi yang bikin saya salut dengannya adalah : Seorang lulusan EEE NTU dan SMA Santa Ursula mau berjualan di jalanan. Please deh, saya saja sempat heran ketika saya mengangkut barang-barang dagangan setelah bazaar kemudian teman saya berkomentar,"Loe lulusan luar negeri kok mau sih ngangkut-ngangkut en ngepak barang seperti itu?!"
Mengenai hal ini kalian bisa baca dibuku 'A Gift From A Friend', kalian akan ditanya,"Kualifikasi pendidikan itu sebagai batu loncatan atau batu sandungan?"....Hayoooo,jawab! ;-D