Sunday, 23 June 2013

Gempita di Pesta Media 2013 : Ngeblog (1)

Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta) mengadakan Pesta Media 2013 bertema "Tetap Independen, Tidak Partisan". Berbagai acara di gelar di Galeri Nasional Indonesia, untuk lebih detailnya silakan dilihat di situs acara Pesta Media 2013 :)

Kalau dilihat dari sisi minat dan manfaat bagi saya pribadi, rasanya saya ingin mengikuti semua acara yang ada, selain Lomba Stand Up Comedy :D Setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya dengan percaya diri mendaftar ke acara : Training Menulis Blog dan Workshop Membuat Film Pendek.
Karena "tidak ingin diganggu" maka saya tekadkan untuk tidak mengajak teman. Awalnya sih ingin mengajak seorang teman yang memang memiliki passion sama dengan saya, tetapi karena dia pergi ke luar kota...jadi saya merasa lebih baik mengikuti acara tersebut tanpa mengajak teman, daripada "harus tunggu-tungguan",mengatur dimana dan jam berapa kami bertemu, eh ujung-ujungnya ilmu yang di dapatkan di acara ini tidak diaplikasikan dan mereka hanya sekedar mengisi waktu luang datang ke acara ini...huuft, bikin saya yang memang ingin fokus ngelmu jadi terganggu.

Training Menulis Blog - Sabtu, 22 Juni 2013 Jam 13.00 - 15.00

CSR Danone Aqua
Saya datang terlambat beberapa menit, sehingga saat saya datang seorang wanita telah menjelaskan beberapa slide tentang air. Saat menanyakan ke orang disebelah saya, ternyata yang saat ini tengah berbicara adalah CSR Danone Aqua. Beliau menjelaskan mengenai seluk beluk sumber daya air dan lingkungan. Diantaranya : Pengelolaan Sumber Daya Air (Konservasi Air, Pendayagunaan, Pengendalian Bahaya).
Untuk info yang bisa bikin kita semakin sadar bahwa Indonesia kaya raya nih, menurutnya Perancis hanya memiliki 15 sumber daya air (mata air) di seluruh negeri. Sedangkan di Indonesia? Di daerah Merapi Jawa Tengah dan DIY saja memiliki sumber daya air yang salah satunya memproduksi air 2000 liter perdetik. Bahkan di Pasuruan Jawa Timur ada yang 4000 liter perdetik! Keren banget khan tanah air kita? :)

Wisnu Nugroho - Jurnalis Kompas, Blogger Kompasiana, Penulis Tetralogi Pak Beye

Pembicara berikutnya adalah Jurnalis Kompas yang beberapa waktu lalu bertugas di istana. Kalau menulis di media cetak, apalagi yang berbadan hukum, pastilah ada batasan tertentu yang harus dipenuhi. Padahal beliau menemukan banyak kejadian atau pemikiran yang "melenceng" dari apa yang harus ditulis di media tempatnya bekerja. Nah, tulisan-tulisan yang tipis harapannya dimuat di koran tempatnya bekerja akan dituangkan dalam tulisan yang di posting di blog-nya. Tulisan buangan dong??? Yaa, nggak...justru unik karena hal kecil yang seringkali tidak terperhatikan sebenarnya itu adalah hal yang besar. Misalnya nih Pak Wisnu mengamati merk sepatu yang digunakan oleh para menteri dan pejabat tinggi lainnya.
Kemudian beliau menjelaskan mengenai : Media, diantaranya tentang fakta media. Seterusnya sampai dijelaskan mengenai teknis menulis blog (Yang sebarnya sangat sulit saya aplikasikan - dikarenakan saya menulis blog nggak terlalu berharap tulisan saya dibaca oleh banyak pembaca :))


Bocoran sedikit untuk kamu yang tulisan-nya ingin dibaca banyak orang....:

Panjang Teks
Judul : 8 kata atau kurang
 Kalimat : 15 - 20 kata (twitter)
Paragraf : 40 - 70 kata
 Dokumen : 200 - 500 kata

Eye Tracking 
"F" 
Fakta terpenting di awal teks
Fakta terpenting di awal setiap paragraf
Bantu Pembaca dengan sub-headlines
Foto dan Grafis untuk Menarik Perhatian

Donny BU, Direktur Eksekutif Information and Communication Technology Watch (ICT Watch), Internet Sehat Activist
Beliau nggak berharap Twitter-nya di follow oleh banyak orang kok (Sama dengan saya!), walaupun Follower beliau sejublek-blek dan twit-nya bukanlah yang nyampah  :) Oh ya, sebelumnya saya juga pernah bertemu beliau di event Detik.com (Demang Cafe - Sarinah Thamrin) dan Blogger Bicara (fX). Di kedua acara tersebut saya datang bersama Jeng Jasmine.
Pada pembukaan beliau menjelaskan mengenai "Citizen Media"

Citizen Media
Are You Really You?
What's your context?
Is Your Defenitely Mine?
Dare
Pembahasan mengenai "Copyright" dan tingkatan "Creative Commons" juga tertuang di sini. Materi yang setidaknya memerlukan waktu minimum 1.5 jam harus dipaksakan menjadi 20 menit. Waduuw, padahal penting banget tuh! Berguna banget deh materi-nya untuk "Blogger Profesional", khususnya untuk yang fokus terhadap "Citizen Media"...hhmmm kalau saya pribadi sih blog masih jadi sarana "kuburan pengalaman" , ajang "curcol" serta "jualan" ! :))) Padahal saya menyadari bahwa di blog segala kebenaran bisa tertuang disini tanpa harus ada information control dari seorang Chief Editor, tentunya selama kita tetap berpegang pada kode etik untuk Blogger yang dijelaskan oleh Mr.Donny BU
Intinya gini nih, seperti yang dikatakan oleh beliau di situs Pesta Media 2013 : “Mudah-mudahan peserta acara ini bisa terdongkrak minatnya untuk menulis content yang pro publik yang dikemas cerdas, santun dan bisa dipertanggungjawabkan,” urai penerima penghargaan Fellow of Social Entrepreneur dari Ashoka Foundation ini. *

Friday, 21 June 2013

FX1 Academy, Akademi Trading Forex di Asia

Mau belajar mengenai Trading Forex??? Bahkan ilmu ini barangkali tidak bisa kita dapatkan di universitas/pendidikan tinggi terkenal (baik negeri maupun swasta) di Indonesia. Menurut saya pribadi, kalau niatnya ingin kaya raya, sebaiknya seseorang meraih ilmu pengetahuannya dari lembaga pendidikan semacam FX Academy ini. Apalagi jika passion kita memang di bidang ini...wah, semakin oke tuh! Daripada berharap jabatan di lembaga pemerintahan atau badan usaha negara, rawan "kecelakaan" di masa kini...hihihi.

Terima kasih untuk Mas Harris Maulana, Blogger kondang yang mengirimkan undangannya kepada saya untuk menghadiri Launching FX 1 Academy , Jum'at 31 Mei 2013 di Kempinsky Hotel Jln.Thamrin. Benar-benar membuka wawasan saya di bidang trading forex! Tahun 2011 saya pernah mendapatkan project research dari lembaga keuangan terkemuka swasta, meneliti nasabah mereka yang memang sudah menjadikan uang sebagai "mainan" yang sangat mengasyikkan. Barangkali seandainya mereka kini mengetahui keberadaan FX 1 Academy yang merupakan Akademi Trading Forex No.1, Terbesar dan Satu-Satunya di Asia, maka mereka akan lebih menghasilkan keuntungan positif yang melimpah :)

Dalam acara peluncuran FX1 Academy ini, tentunya hadir Mr.Mario Singh sebagai Pendiri dan Pelatih Forex Utama. Mr.Mario Singh adalah seorang Trader yang sukses serta sudah difiturkan sebanyak 35 kali di CNBC dalam waktu 3,5 tahun. Telah menyentuh hidup lebih dari 20.000 orang dari seluruh Asia melalui metode-metode pengajaran agar murid-muridnya konstan menarik keuntungan dari trading Forex sehingga sangat membantu dalam mencapai tujuan financial mereka. (Tuuuh, kalau mau fokus mencapai kekayaan di bidang Forex harus memiliki ilmu dari ahlinya. Jangan seperti main judi yang cuma modal napsu :D)

Beberapa metode yang ditawarkan FX 1 Academy kepada masyarakat Indonesia yang berminat memiliki keahlian dan pengetahuan untuk melakukan trading Forex diantaranya :
  • Pelatihan Live : Forex Intensive Training (2 hari)
  • Bimbingan Harian : F.L.E.X (Pengalaman Forex Live)
  • Sesi Trading Live (Sesi 2x seminggu dengan durasi masing-masing 1.5 jam)
Lembaga yang mendapatkan penghargaan Brand Unggulan Teratas se-Asia Pasifik ini juga membuka kampus/kantornya di  :

Menara Gracia, 1st Floor
Jl. HR Rasuna Said Kav C-17
Jakarta 12940 – Indonesia
Ph : +62 21 5292 1378
Fax: +62 21 5292 1379

Silakan menanyakan info lebih lengkapnya deh! Banyak fasilitas yang diberikan oleh FX 1 Academy dikarenakan Mr.Mario Singh  ingin lebih mendukung murid-muridnya hingga mereka mencapai keuntungan financial. Beliau tidak ingin hanya mengadakan seminar di Indonesia yang berlangsung 1 - 2 hari saja kemudian 'meninggalkan' murid-muridnya.


Kebayang deh, kita dapat meraih ilmu sebaik-baiknya dan mengaplikasikannya langsung untuk menarik keuntungan financial, karena pada saat launching-nya kami diberikan ilmu keuangan oleh para pakar, selain oleh Mr.Mario Singh, juga dihadirkan Pakar Pasar Uang Indonesia, Prof.Ir.Roy Sembel, MBA,PhD.

Tuesday, 11 June 2013

Garuda vs Oranje, Berkobar di Gelora Bung Karno

Pertandingan antara team sepak bola peringkat 5 dunia melawan team sepakbola peringat 100an dunia. Nggak usah berharap menang walaupun di kandang sendiri. (Yeee, emangnye kite binatang pakek kata kandang2 segala :p) Seharusnya inilah ajang terbaik bagi pemain sepakbola dan supporter Indonesia untuk belajar. Kesempatan yang sangat baik, bisa belajar dari 5 terbaik dunia dan dikunjungi oleh pemain-pemain bola tingkat dunia.
Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung laga yang bersejarah di dunia persepakbolaan Indonesia :) Awalnya mendapat undangan "Latihan Terbuka Tim Nasional Belanda" tanggal 6 Juni 2013 di Gelora Bung Karno Jakarta. Saya sudah bersyukur dengan kesempatan tersebut, eh Allah masih memberikan hadiah ulang tahun saya dengan tiket VIP (Harga tiket @ Rp 1.5 juta/orang)  pertandingan keesokan harinya.
Jadilah saya bagian sejarah, seperti yang tertera pada banner dan web event  ini! 
Are you ready to be a part of history?



Latihan Terbuka Tim Nasional Belanda



Saya penasaran, gimana sih tim yang menjadi Runner Up Piala Dunia 2010 ini mempersiapkan tim-nya untuk sebuah pertandingan? Pukul 19.00 penonton memasuki stadion melalui pintu VIP Barat GBK.Tertib!
Tim Negeri Kincir muncul di lapangan, kami bersorak sorai. Asyiiik, akhirnya bisa satu "ruang" dengan selebrities dunia, seperti Van Persie, Sneijder,Robben,dll. Kalau dengan Ruud Gulit saya pernah bertemu dengannya saat beliau masih menjadi Pemain Sepak Bola (Sekarang sudah menjadi Pelatih), bahkan saya berdekatan - bersama mengaduk barang belanjaan di Sarinah Thamrin...hehehe...
Kebetulan 6 Juni merupakan tanggal lahir Presiden RI Pertama, Soekarno alias Bung Karno yang menjadi nama bagi stadion yang sedang kami duduki. Berasa merayakan ultah beliau deh :D


GARUDA VS ORANJE
Kami (Saya, kakak, kakak ipar, Sekar, Seno dan temannya, Om Fakih dan Rifky) berkumpul di Plaza Senayan karena kami dari berbagai penjuru...hehe. Saya dan kakak ipar naik Xenia dari Kebon Jeruk, Sekar dan Ayahnya naik Honda Accord dari Pasar Minggu, Seno dan temannya naik taksi dari Rafles Hills Cibubur dan Om Fakih beserta Rifky naik mobilnya sendiri dari Ciledug.
Ternyata para supporter lainnya banyak yang makan malam terlebih dahulu di mall yang dekat dengan lokasi pertandingan. Diantara yangterlihat artis dan aktor Indonesia. Lucu-nya kebanyakan yang berkumpul di Plaza Senayan mengenakan kaos berwarna oranye walaupun wajah mereka banyak wajah melayu-nya...hehehe...
Memasuki area Gelora Bung Karno di hari antara 2 Presiden RI berulang tahun (Soeharto berulang tahun 8 Juni. Keduanya berzodiac Gemini!) ada rasa merasuk ke dalam hati saya mendengar lagu Wilhelmus dan Indonesia Raya berkumandang bergiliran. Dua negara yang memiliki arti dalam kehidupan saya pribadi, bukan sekedar negara yang pernah menjajah dan dijajah :)


Jujur saja, saya menyaksikan pertandingan ini bukan seperti menyaksikan 2 timnas sepak bola yang sedang berlaga. Pertandingan ini seakan menjadi hiburan bagi saya yang sudah bertahun-tahun tidak menyaksikan pertandingan sepak bola tingkat nasional/international secara langsung. Berita-berita buruk mengenai pertandingan sepak bola antar timnas kebanggaan tidak saya temukan disini, bahkan saya melihat kekompakan dari semua supporter. Siapapun yang nyaris memasukkan bola ke gawang maka kami beri applaus dengan antusias. Sama sekali nggak ada sisa kebencian atas penjajahan zaman dulu kala...hahaha....
Yang bikin miris khan justru melihat pertandingan sepak bola nasional, seperti Persija melawan Persib atau Timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia. Makanya keren banget nih Indonesia, yang menyaksikan team Garuda dan Oranje bertanding. Hohoho, saya nggak perhatikan deh tuh apakah suporter Persija alias Jakmania datang mengenakan warna oranye-nya atau tidak. Or barangkali crew TransJakarta menyaksikan dengan seragam mereka??haha...Eh, sopirnya kakak saya nonton loh, kebetulan kami ada kelebihan tiket kelas 1 (Harganya @ Rp 300.000. Daripada mubazir dan dia cuma pelangapelongo nunggu mobil akhirnya tiket tersebut kami kasih ke sopir tersebut :))
Eh, tapi saya sempat "menyesal" loh karena nggak beli sticker kecil Indonesia seharga @ Rp 500 - 1000!!! Padahal khan harusnya saya membeli dengan niat membantu pedagang sticker itu yang menawarkannya dengan sopan dan jujur. Rp 5000 saja bisa mendapat banyak sticker...hiks, lebih baik saya bersedekah ke mereka khan daripada ke tukang palak walaupun hanya Rp 1000 yang menurut mereka gak bikin kita miskin!!!

Pertandingan Garuda vs Oranje ini disiarkan langsung ke lebih 12 negara di seluruh dunia. Oke banget khan untuk promosi Indonesia? :) Station televisi/negara tersebut adalah :
  • Indonesia (RCTI)
  • Belanda (SBS)
  • Negara-negara Timur Tengah (Al – Jazeera)
  • Perancis (Be In Sport)
  • Amerika Serikat (Be In Sport)
  • Thailand (Cineplex)
  • Singapura (Starhub)
  • Inggris Raya (ESPN)
  • Israel (Charlton)
  • Negara-negara Afrika (Supersport)
  • Negara-negara Ex Yugoslavia (SportKlub)
Pertandingan usai, kami keluar dengan penonton yang "diprioritaskan" sehingga banyak media yang menanti di pintu yang kami lewati. Diantara yang terlihat oleh saya, Bapak Anindya Bakrie yang diwawancara oleh station televisi miliknya...hehehe...
Saya juga sempat berfoto bersama Mr.Nil Maizar, eks Pelatih Timnas Indonesia (PSSI) yang sebelumnya Pelatih Semen Padang .Ramah sangat loh eks Pelatih ini :)

Foto bareng Mr.Nil Maizar, eks Pelatih PSSI

Tuesday, 21 May 2013

Full Stars in My Heart : Star Trek and Star Wars

Hari yang kami nantikan tiba, menyaksikan Star Trek Into Darkness bersama Indo Star Trek. Sejak beberapa bulan lalu diinformasikan bahwa film STID akan premier tanggal 17 Mei 2013, ternyata tayang di Indonesia saja lebih cepat, yakni tanggal 15 Mei 2013. Beuuuh, kakak saya yang sudah membayar lebih untuk nobar-pun protes karena sudah melunasi pembayaran untuk 8 anggota Kansas 57 tanggal 18 Mei 2013. Menyesal karena harus membayar lebih mahal dan lebih lambat dari perkiraan? Hhhmmm....hahaha, akhirnya justru membuat hati kami penuh bintang kok... :)

Malam menjelang nobar saya agak sulit tidur. Sebenarnya ngantuk, tapi aaah, rasanya kok gimana gitu karena pagi-nya akan menyaksikan film yang saya kenal sejak saya masih balita.Sebelum pukul 7 pagi saya berkemas.Sebelum pukul 8 pagi saya dan Senen Family sudah tiba di depan Gandaria City. Saat saya sedang memilih seat tiba-tiba Sekar muncul membawa print e-ticket. Tepat banget deh! Kami memilih 8 seats di C 1-4 (Cimanggis Family)  dan D 1-4 (Saya dan Senen Family). Di counter ticket sempat diminta untuk nge-like fanpage Nissan Indonesia (Salah satu sponsor nobar) dan nge-tweet berhadiah. Sayangnya saya nggak nge-tweet karena berdasarkan pengalaman di mall tersebut sinyal untuk internetnya kacrut banget, sedangkan wifi-nya lumayan nguras battere.Ikhlas-kan deh hadiah dari sponsor :)

Bisa ketemu dengan Klingon en Borg "beneran"

Selain ada hadiah untuk tweet, juga ada hadiah untuk penonton yang mengenakan pakaian sesuai dresscode. Kami nggak punya, sebelumnya Sekar sih bilang sebaiknya kami mengenakan highneck supaya sedikit mirip dengan Benedict Cumberbatch gituh...hahaha....

STAR TREK INTO DARKNESS

Live Long and Prosper

Jangan minta saya untuk menuliskan review film ini deh, karena apapun yang terjadi dengan film ini saya pasti akan menilainya secara positif karena serial Star Trek adalah salah satu film yang mengawal kehidupan saya pribadi, sejak balita hingga dewasa kini. Terlepas dari objetive atau tidaknya menilai maka saya berani mengatakan bahwa Star Trek Into Darkness adalah film Amerika terbaik di saat saya dewasa! (TLOTR, Harry Potter en Hobbits beda genre yak, en lagi pula ketiga film ini nggak masuk kategori film Amerika deh :D)
Yang awalnya agak "mengganggu" adalah nama tokoh antogonis-nya, yakni : Khan. Secara nama 'Khan' ini khan marga orang India yang umumnya beragama Islam ... jadi agak-agak gimana gituh. Hahaha, tapi it's okay banget dah, apalah arti sebuah nama menurut si pujangga Inggris itu walaupun menurut Rasul nama adalah doa :) Yang pasti sih, selama menyaksikan STID saya-pun jatuh cinta dengan tokoh antagonis yang diperankan oleh Englishman, Benedict Cumberbatch!(*muaaah ;-p) . Tanpa jaim dan tanpa khawatir mengganggu penonton lainnya saat Benadict Cumberbatch muncul saya jejeritan histeris (mirip anak ayam keiinjek Klingon...*bayangin deh suaranya!).Sumpe dah, kagak bakalan bisa jejeritan gini kalau saya nontonnya nggak bareng Indo Star Trek. Sebagian besar dari yang nobar pagi itu juga jejeritan kok saat tokoh cool yang satu ini muncul :)
Gak usah heran kenapa tokoh antagonis kali ini justru banyak yang menyukai. Menurut saya (selain ganteng, cool and body-nya seksih :D) tokoh Khan ini begitu cerdas dan rasional.Lah, Captain Kirk aja masih suka "galau", eh justru Khan yang terlihat punya sikap. Lelaki sekali khan? hihihi...eits, tapi hebatnya lagi, kekaguman terhadap Khan (Atau Benedict Cumberbatch?!) tidak mengurangi kekaguman saya terhadap Capt.Kirk.Saya nggak emosi saat adegan Spock meneriakkan nama Khan dengan kerasnya saat jari-nya membentuk Vulcan Salute : 'First Contact' menempel ke kaca dengan jari Kirk, karena saya telah mengetahui kapan "masa" Capt.Kirk "tiba" :) .
Jangan pernah menuntut Star Trek seperti film superhero kebanyakan yang penuh missi,kejar-kejaran dengan Alien, tokoh antagonis selalu hancur dan jagoan selalu menang walaupun udah babak belur ancur kacrut! Bagi saya menyaksikan Star Trek seperti menyaksikan wayang yang penuh filosofi - keterkaitan kita sebagai hamba Allah dengan semesta yang juga diciptakan-Nya, tanpa memaksakan bahwa bangsa X yang memiliki karakter tersendiri harus sama dengan karakter bangsa Y yang juga memiliki karakter berbeda. Kalau waktu-nya gugur seseorang...yaaa, gugur aja. Nggak usah di super sakti'in jadi hidup terus. Seperti lakon wayang-lah. Ada sunatullah-nya!
Saya nggak ngerti alasan saya mengapa menyukai scienfic. Yang pasti Star Trek dan Star Wars seolah udah menyatu dalam kehidupan saya, sama seperti hal-nya wayang Jawa. Barangkali kebiasaan melihat ayah dan kakak (terutama yang cowok) yang selalu menyaksikan serial ST saat saya masih balita, kemudian saya kecil yang centil suka berdandan dengan menaikkan alis dan eye shadow sehingga ayah saya menegor dengan kalimat,"Kamu kok jadi seperti Spock sih?!" :)) Saya perempuan kecil yang lebih "menikmati" boneka-boneka berkarakter tokoh Star Trek dan superhero lainnya. Saya perempuan kecil yang lebih merasakan bahagia menghadapi panel cockpit pesawat daripada tombol kompor di dapur. Alhamdulillah sih, ayah saya mensuport saya untuk menyukai music klasik atau traditional, serta mendorong saya untuk selalu belajar piano dan mencekoki saya dengan film musical (seperti : The Sound of Music) sehingga ada sisi seksi wanita dalam jiwa saya :)) Saat di NZ, pria *no mention* yang teramat dekat dengan saya juga sangat menyukai scienfic, jadilah kami selalu menikmati  berbagai film scienfic sebagai pengisi hari kami. Seingat saya, apapun yang bergambar Star Trek di Video Ezy Auckland telah kami sewa untuk ditonton bareng deh ...hehehe...Gak peduli kalau sebenarnya film tersebut telah kami tonton saat kami masih SD.
Ketika film ini selesai kami melakukan standing ovation (Hayooo...asyik banget, secara ini bukan konser musik!). Reaksi dari member Kansas 57 :
  • Kakak saya no.5 langsung mengatakan ke anaknya yang berusia 20 tahun dan lebih mengenal Star Wars : "Tuuuuh, bagus banget khan? Percaya khan kamu kalau Star Trek itu bagus banget?!" (Hahaha, ayo deh cekokin tuh anak dengan Star Trek. Btw kakak saya ini menyaksikan Star Trek Generations di tahun 1995 di bioskop Queen Street Auckland NZ bersama saya dan Mr.*non mention* yang sudah saya sebut diatas.)
  • Keponakan cewek yang berusia 17 tahun membuka kacamata 3D sambil menghapus airmata, dan mengatakan,"Beneran, baru pertama kali nonton film sampai nangis karena terlalu bagus-nya." (You know, padahal keponakan saya ini update banget dengan semua film bagus Hollywood!). Ayo, setelah ini kamu harus menulis buku-buku scienfic yang berkwalitas. Dia beberapa kali pernah menang dalam kepenulisan scienfic dan sudah menulis beberapa buku bestseller.
  • Keponakan cowok yang berusia 15 tahun, nge-fans dengan Star Wars dan semula protes waktu dibilangin oleh kakaknya bahwa selama kita menyaksikan STID harus apresiasif dan dia mengatakan "Hah?Ngeganggu banget sih...", tetapi ternyata selama film diputar dia paling antusias dan heboh applaus-nya...hahaha...
  • Kakak cowok saya langsung mengenakan gantungan nametag "Live Long and Prosper" dari goodiebag yang diletakkan di setiap seat oleh panitia nobar. Bahkan sebelum masuk ke theater kakak saya ini beberapa kali saya lihat meminta berfoto dengan banner Star Trek dan Om Klingon :)) *Jadi balik seperti saat kecil deh...*Biasanya sih mana pernah mau foto2 di banner film, Minta difoto-in sama anaknya pulak....
  • Keponakan saya yang lebih mengenal Star Wars akhirnya juga tertarik untuk mengikuti acara yang diadakan oleh komunitas Star Trek.
  • Buat saya...ini hadiah di bulan ulang tahun, bisa menyaksikan film yang saya gemari dengan aura yang hidup. Kapan lagi saya bisa nonton di bioskop dengan tepok tangan kegirangan begitu melihat Enterprise, jejeritan histeris saat Capt.Kirk dan Khan muncul di layar, bertepok tangan saat Scooty dengan kekonyolan dan cerdas-nya menjadi "penyelamat" ? Kalau nontonnya dengan komunitas lain atau public yang nggak ngerti, pasti saya sudah dilempar ke arah Borg! Seru-nya kakak saya yang udah usia "Admiral","Kapten" dan keponakan saya yang belasan tahun ikut-ikutan jejeritan juga - bukan ngingetin saya untuk diam eh malah mereka jejeritannya lebih keras! Btw ketika kecil saya nge-fans banget sama Mr.Spock, tapi kalau yang berperan Zachary Quinto kesannya Mr.Spock jadi "melambai" dah...hahaha..apalagi waktu adegan Vulcan Salute en dia meneriakkan nama 'Khan'. Cara dia memandang en menempelkan jemarinya ke Chris Pine agak gimaaannnaaa gitchu...hahaha ;p

Oleh-oleh goodiebag + Total Film Indonesia Magazine
Setelah menyaksikan STID berarti ada lagi PR untuk saya , yakni menyaksikan (lagi) :



Star Trek II: The Wrath of Khan (1982) - daku nonton saat masih kecil banget, jadi cuma sekilas gituh karena yang saya perhatiin adalah Mr.Spock.


Star Trek VII: Generations (1994) - saya nonton di NZ. Kenapa saya harus nonton lagi 2 film ini??? Karena ada beberapa adegan di STID yang berkaitan dengan film tersebut. Berasa lagi belajar sejarah nabi-nabi dah asyiknya :)) *Satu alasan lagi kenapa saya suka Star Trek!
Kalau sampai STID nggak masuk ke cinema di Indonesia, wah saya belain deh ke negeri  tetangga seperti rencana saya menyaksikan Harry Potter beberapa waktu lalu :)

STAR WARS DAY


Hikmah berikutnya karena nobar STID tanggal 18 Mei 2013 yaitu : kami dapat sekaligus datang ke acara Star Wars Day di Balai Kartini. Scienfic yang film berikutnya juga bakal digarap oleh JJ Abrams! Setelah makan siang bersama di Eat & Eat Gandaria City kami ber-8 menuju Central Park, nganterin dan ngedrop Sekar yang mau les di Wallstreet. Mbak Nana en Mas Ferry gak ikutan karena kondisi kesehatan Mas Ferry yang nggak boleh capek...hehe, tapi tetap ya, kalau nonton Star Trek sih dibela-belain biar jauh juga :D

Begitu sampai saya langsung ngejegat ngajak mereka foto bareng

Yang nge-fans berat dengan Star Wars keponakan saya yang berusia 15 tahun, Seno. Dia beli topeng Storm Trooper di event ini, harga awalnya @ Rp 250rb-an, tapi setelah di discount jadi sekitar @ Rp 100an berapa gituh. Emaknya geleng-geleng kepala en komentar,"Kira'in sih harganya 50-an.Habis deh uang dia untuk barang-barang seperti ini..." . Whehehe...sedangkan ayahnya alias kakak saya sih ngerti banget 'kelakuan' Kansas 57, bahkan ayahnya niat beli Light Saber yang dijual seharga @ Rp 750rb.
Owien beli kaos seharga @ Rp 90rb. Sedangkan saya??? Untuuuuung nggak bawa banyak duit, en stand yang barangnya banyak saya taksir nggak bisa pakai kartu kredit. Aman :D


Sebagian barang yang dipamerkan, tapi nggak termasuk yang berjilbab ya :p

IMPERIAL ACADEMY, Pilot Institute - Coruscant
Saya ikutan ngantri disini untuk nambah jam terbang dan sertifikat kenang-kenangan (souvenir)...hehehe.Hanya dengan membayar Rp 20rb saya bisa mendapatkan :
  • Learn to Pilot Your Own Starfighter
  • Receive an Official Certificate of Course Completion
  • Take a Photo in Imperial Uniform
  • Antri sama cowok-cowok seusia sekolah dasar. Sumpe dah, sepertinya ngantri lebih dari 1 jam yang tante2 cuma saya deh :p
Penyerahan sertifikat Imperial Academy. Haiiyaaah, kenapa eike cengengesan yak? Harusnya khan gagah en sok sangar. Nah itu Instruktur-nya waktu ngasih instruksi en ngomong sama aku ketawaketiwi, eh di foto langsung sok wibawa gituh ..hihihi...

Ini sih patung...ada yang orang beneran, cosplay, tapi si Darth Vader emang sibuk dikerubutin fans, jadi saya gak sempat foto sama doski. Iiiih, padahal keren banget loh yg ada orangnya.

Pengeeeen punya bantal-bantal di kamar pribadi saya seperti ini, juga dengan tokoh-tokoh en pesawat Star Trek. Apalagi kalau ada yang mirip Khan versi STID....eike peluk siang malem dah tuh :p
Ternyata Star Wars awal ditayanginnya tanggal 25 Mei 1977 ya, berarti sebentar lagi ulang tahun dooong :)

Sunday, 19 May 2013

Ethography, Ajang Saya Berlatih Menjadi Backpacker

Sebelum menuliskannya lebih lanjut saya akan menuliskan mengenai definisi Ethnography bersumberkan dari Wikipedia berbahasa Indonesia :

Etnografi (Yunani ἔθνος ethnos = rakyat dan γραφία graphia = tulisan) adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi[1], juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka [2]. Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya mansia. Pengumpulan data biasanya dilakukan melalui pengamatan partisipan, wawancara, kuesioner, dll. Ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan keadaan masyarakat yang dipelajari (misalnya untuk menjelaskan seseorang, sebuah ethnos) melalui tulisan.[3] Dalam biologi, jenis studi ini disebut "studi lapangan" atau "laporan kasus", keduanya digunakan sebagai sinonim umum untuk "etnografi".[4] 

Jadi saya kembali menjadi 'Observer' alias team yang terjun melakukan penelitian ini. Alhamdulillah, saya menyukai pekerjaan ini. Menantang , penuh petualang dan menambah kekayaan wawasan dan pengalaman! :) Banyak orang yang menanyakan kenapa sih saya nggak pilih pekerjaan yang "nyaman dan tentram"? Jawabannya simple, saya sudah terbiasa hidup nyaman dan tentram sesungguhnya sejak saya lahir, oleh karena-nya jika saya melakukan suatu pekerjaan (apapun itu!) maka semata karena hasrat saya untuk mengabdi kepada Allah Swt dengan bermanfaat bagi banyak umat. Materi dan jabatan mah nggak terlalu saya perlukan deh untuk saat ini.Alhamdulillah, semua tercukupi sesuai keperluan pribadi :)

Nah,kali ini, mumpun saya bisa memanfaatkan diri dan diberi waktu saya menerima tawaran Mbak Nina untuk membantu-nya melakukan observasi etnography di 2 tempat yang .... hhhmmmm kalau naik kendaraan  umum tentunya membutuhkan ekstra energi. Apalagi pihak client minta kami menginap semalam di rumah 'Participant' (Orang yang akan di-observasi kehidupannya). Masing-masing 'Participant' kami amati selama 3 hari (2 hari weekdays dan 1 hari weekend/holiday). 

Pendapat saya :
  • Ini-lah ajang saya berlatih menjadi 'Backpacker'...hehehe, karena selama ini jikalau liburan saya selalu mendapatkan rezeki yang serba nyaman dan berbintang :) . Menjadi 'Backpacker' di negeri sendiri sambil menambah kekayaan wawasan budaya, menuliskan laporan (Writing is my passion!), menambah portfolio dan referensi (surat tugas) dari MarkPlus.Inc yang di dunia marketing bereputasi International serta....dibayar!
  • Tekad saya untuk menjadi 'Traveler Sejati' adalah mengunjungi seluruh dunia - bumi Allah ke 'setiap sudut', bukan sekedar tempat-tempat wisata yang terkenal. Untuk wilayah Indonesia saya sampai memiliki buku : Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2005 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. Yang pasti berguna untuk mendata dan mengetahui wilayah mana saja di Indonesia yang sudah saya kunjungi, dan saya berpegang pada sistem KELURAHAN. Pengennya sih, saya dapat berkunjung ke setiap kelurahan yang ada di Indonesia. Kalau begitu khan nggak akan malu-maluin jika menyatakan bahwa saya pernah berkeliling Indonesia. Lucuk kalau ngaku pernah ke Jogjakarta, tetapi baru ke Malioboro atau Candi Borobudur (Padahal Candi Borobudur adanya di wilayah Magelang Jawa Tengah...hehehe,beda propinsi!)   
Saya melakukan observasi etnografi ini di 3 kelurahan : 
1 . Kelurahan Bojong Pondok Terong - Depok , Jawa Barat

Gerbong CL Tebet - Citayam  yang lega, bersih dan nyaman :)
Saat memberikan diary yang harus diisi oleh Partcipant saya dan Mbak Rissa naik motor. Saya dijemput Mbak Rissa di ITC Depok, jadi nggak seberapa jauh. Tetapi kembali-nya kami ke Jakarta ...waaaw, Citayam - Gudang Peluru (Tebet) kami tempuh dengan motor dan saya digoncengin tanpa helm! Nekad banget ya? Tapi bener-bener terpaksa deh, bukan bermaksud meremehkan peraturan yang sebenarnya baik bagi diri sendiri dan bukan mentang-mentang Mbak Rissa bersuamikan dan memiliki mertua polisi. Saya tobaaat kok.... :D
Observasi di kelurahan ini membuat saya menggunakan jasa Commuter Line. Asyik kok, selama 5 - 6 kali menggunakan jasa CL saya selalu mendapatkan gerbong yang nyaman. Pertama kali memang saya masuk ke gerbong campur cowok dan cewek. Alhamdulillah, walaupun saya nggak duduk tetapi leluasa berdiri, bahkan lebih baik saya berdiri karena saya dapat lepas melihat ke station. Baru pertama kali ke Station Citayam, jadi jangan sampai kebablasan...hehehe...Di Station Citayam Participant menjemput saya dengan motor-nya. Kami menuju rumahnya sekitar 1.5 km dari station.
Setelah mengetahui "strategi"-nya saya selalu memilih gerbong khusus wanita. Bisa gelosoran di gerbong...hahaha, seat-nya berwarna Pink, bersih, nyaman, AC-nya dingin dan banyak cewek yang dengan tenang menggunakan gadget-nya, seperti Tablet,iPad,iPhone...dan gadget senilai > 5 juta-an. Tenaaaang aja!
Naik CL juga ternyata lebih cepat daripada saya bawa kendaraan pribadi/taksi tuh. Hari Selasa-nya CL yang saya tumpangi baru melaju dari Station Tebet. Tiba-tiba Yoko, cewek Jepang yang jadi penerjemah client menelpon saya dan meminta ancer-ancer untuk ke Kelurahan Bojong Pondok Terong. Mereka sudah berada di Margonda Depok. Waduuuh, Client yang cowok Jepang bisa sampai lebih dahulu dari saya nih. Gawat, bisa dianggap nggak disiplin nih! Eaaalaaah, horay banget, ternyata saya lebih dahulu sampai ke rumah Participant! Lebih cepat sekitar 15 menitan dari Client :)

2. Kelurahan Margosari , Kecamatan Karawaci - Tangerang, Banten
Ternyata lebih dekat dengan Cimone. Mbak Wiwik yang sempat menyamperi saya di hari ke-2 saja sampai 'teriak2' karena lokasi yang jauh, katanya,"Mending gw ke Jawa sekalian deh..." Hahaha...
Seumur hidup nih saya ke Cimone naik kendaraan umum (bus umum). Syukurnya sih ternyata ada bis AC no.119 AJA dari Kampung Melayu dan langsung menuju lokasi, depan perumahan Bogel Indah. Dari situ naik becak Rp 5000 sampai depan rumah Participant. Saya sempat 'jiper' deh kalau harus menginap di rumah ini, walaupun hanya sehari. Tetapi Alhamdulillah saat saya harus menginap di rumah tempat tinggal Partcipant di sebuah perumahan yang dibangun developer.

3. Kelurahan Gembor, Kecamatan Pasar Kamis - Tangerang, Banten
Menginaplah saya disini....yang ampunya ternyata menempuh perjalanan hampir 1 jam dari rumah orang tua Participant. Lokasi rumah tersebut di Perumahan Permata Regency II. Jadiiii....Alhamdulillah, bersih dan masih baru.Saya jadi bisa mandi dan makan dengan tenang :)

Saturday, 11 May 2013

Perjalanan Di Hari Kiamat

Penyebar hoax terbesar di dunia sepanjang masa adalah Suku Maya! Gimana nggak hoax kalau seluruh dunia sudah sibuk merayakan terjadi-nya kiamat pada tanggal 21 December 2012 tetapi ternyata masih aman tentram?
Saya termasuk orang yang sangat tidak percaya dengan kabar tersebut? Apalagi keluarga besar saya tepat ditanggal tersebut justru melakukan perjalanan, sebagian melalui udara dengan Lion Air dan Wings Air : Cengkareng - Surabaya - Banyuwangi. Sedangkan saya dan My Bro Family (4 orang) akan melalui penerbangan dengan Citilink, Cengkareng - Surabaya. Dilanjutkan perjalanan darat Surabaya - Banyuwangi. Nah, sebenarnya kami berlima juga perjalanan udara Surabaya - Banyuwangi, namun apa mau dikata jika pada tanggal 28 November 2012 kami menerima sms dengan tulisan : "Pelanggan Yth.Penerbangan Surabaya - Banyuwangi tgl 21 DEC MZ3510 Cancel/Batal terbang.Hub 08041 621621.Mohon maaf & Terima Kasih.Merpati Airlines".
Penerbangan Surabaya - Banyuwangi nggak bisa kami alihkan ke Wings Air karena waktu-nya nggak kekejar, pagi My Bro masih ada urusan di sekolahnya Sekar di SMA Negeri 28 Ragunan. Jadilah kami perjalanan darat Surabaya - Banyuwangi dengan KIA Pregio milik travel saudaranya Silvi, calon member Kansas 57 per-22 December 2012.
Saya sudah tiba di Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta pukul 9 pagi lewat beberapa menit. Sengaja naik Damri dari terminal bis Rawamangun supaya cepat! Kalau berangkat bareng mobil rombongan kakak saya pasti memerlukan waktu yang lebih lama karena saya harus ke Ragunan terlebih dahulu. Dugaan saya benar! Rombongan kakak saya macet di toll Gatot Subroto. Seru banget deh...awalnya sms kakak saya perjam 09:47 masih ,"Macet nih.Kalau jam 10:45 kita blm sampai, cek in dulu aja!Ke counter penjualan tiket Citilink, ngeprint tiket.Kode booking XXXYYY dan AAABBB". Sampai akhirnya kakak saya SMS nyuruh saya terbang langsung sendiri saja kalau mereka belum datang. Huaaa.....
Entah kenapa saya kok merasa tenang-tenang aja ya, apalagi melihat belum ada tulisan "boarding" di screen, padahal penerbangan tinggal 10 menit lagi. Hingga 5 menit sebelum jadwal terbang muncul Sekar dan ayah-nya berlari-lari ala atlet marathon...melesat...hingga sampai ke ruang tunggu penerbangan dikabarkan : penerbangan delay 20 menit! Yeaaay....doa saya terkabul euy. Thanks,God :) *Jarang-jarang khan berdoa minta delay penerbangan...hehehe..Waktunya tepat pula, delay nggak sampai 1 jam - kesempatan untuk rombongan kakak saya menghela nafas dari sport jantung menembus kemacetan, kesempatan untuk membeli minuman di vending mesin...serta Alhamdulillah, kita penerbangan Merpati di-cancel karena kalau setiba-nya di Surabaya waktu-nya sudah nggak terkejar.

Cengkareng - Juanda

Kalau emang kiamat,apakah aturan yang terdapat di safetycard ini harus saya turuti?Atau berdoa aja tanpa bertindak apa-apa? Hehehehe...apapun, dan walau kita ribuan kali terbang tetap aja kok saya senang mengamati card ini ya?

Kami duduk terpisah-pisah, tetapi saya dan Sekar mendapat seat yang sesuai dengan keinginan kami, near window :) Kalau nggak salah saya duduk di seat nomer 5A dan Sekar 7A.
Dalam penerbangan kami tidak mendapat makanan dan minuman, maklumlah LCC gitu loh ;-p Bersyukur pesawatnya bagus dan terawat. Penumpangnya juga bersih dan wangi kok...hehe...Pramugari-nya sih kelihatan usia-nya sudah diatas 30-an (bahkan 40-an) tahun. Saya suka penerbangan yang pramugari/pramugaranya separuh baya karena ngelayanin-nya "netral" dan lebih terkesan tulus. Kalau dilayanin sama yang 20-an berasa dilayanin PRT or robot or petugas resto fastfood yang ucapannya sudah saya ketahui sebelum dia ucapkan...hahaha...
Cuaca di atas awan begitu cerah. Nggak ada tanda-tanda kiamat akan terjadi :D Saya mah yakin bahwa kiamat nggak akan terjadi karena saya masih lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang baik hati, bersahaja dan lebih mencintai Tuhan daripada harta dunia. Bukankah kiamat akan terjadi jikalau orang-orang seperti itu sudah habis? ;-)


Di beberapa daerah sempat hujan sih, apalagi saat pesawat sudah mendekati kota tujuan. Saya melihat pelangi mengibar di dekat jendela seat yang saya duduki....Subhanallah....sungguh, bahagia-nya berdampingan dengan pelangi. Berasa jadi bidadari banget deh...hahaha...
Kami tiba dengan selamat di Juanda International Airport. Sopir yang ditugaskan menjemput bolak balik menelpon saya. Saya bilang kami sedang menunggu bagasi, eh dia laporan ke Bimo bahwa kami sedang di Bekasi.Hahaha....
Setelah bagasi komplit kami makan di Rumah Makan Singgalang yang masih di Juanda Airport, sebelumnya beli minuman dulu di Quickly di dekat pintu keluar terminal.

Surabaya - Banyuwangi
Perjalanan justru terasa lebih "hard adventure" kala kami menempuh Surabaya - Banyuwangi. Masalahnya AC tiba-tiba nggak berfungsi dengan maksimal saat kami berada di area lumpur Lapindo Sidoarjo. Berhenti sejenak di daerah Bangil. Loh kami malah cekikikan mengingat beberapa tahun lalu juga berhenti di daerah Bangil - di jalan yang sama, tahun 2003 ban mobil kami bocor dalam perjalanan Malang - Denpasar. Ketika itu kami berwisata bersama Bimo, dan Bimo duduk di kursi paling belakang diantara koper-koper kami (Ketika itu kami naik Isuzu Panther). Kejadian yang nyaris sama terulang setelah 9 tahun kemudian, dan kali ini perjalanan kami menuju Banyuwangi dalam rangka pernikahan Bimo di Banyuwangi. Tuhan Maha Pengatur segala-nya :)

== Mampir KFC Probolinggo untuk makan malam (Check in di Foursquare)

"Hard Adventure" berikutnya adalah kami mengalami macet yang cukup serius. Beuuh, saya di Jakarta nyaris nggak pernah mengalami macet semenjak jam kerja saya fleksible...eh kok ya di ujung Timur pulau Jawa saya mengalami kemacetan. Tepatnya di Watu Dodol....bener-bener dodol deh ;-p Dalam kemacetan tersebut saya sih justru terlelap, malah di Piton yang gemerlap listriknya kece itu saya sempat memaksakan melek karena ingin menyaksikan gemerlapnya Piton yang gak terkalahkan oleh dunia gemerlapnya metropolitan. Nah di Watu Dodol ini malah kebaca SMS dari Mr.Zaki, pilot Lion Air asal Banyuwangi yang saya kenal di New Zealand : "Kl k bwi sbaiknya hindari penyebrangan ketapang gilimanuk,td siang macet parah,ada penumpukan kendaraan yg mau nyebrang k bali."
Selain sms dari Zaki juga ada sms dari Bimo yang kok minta naik mobil bareng kita.Sampai hotel di Banyuwangi saya baru ngerti kalau Bimo berada di ferry dari Bali saat kami di Watu Dodol. Bimo landing di Bali dari Makassar. Beuuuh, calon mempelai cowoknya aja baru sampai Banyuwangi jam 3 pagi!
Pokoknya seru deh perjalanan kami!

Note : Journal yang kelamaan teronggok di draft :D

Wednesday, 1 May 2013

Imagine Concert : Jakarta Concert Orchestra and Batavia Madrigal Singers


Awalnya saya mencari satu  informasi di media sosial Majalah Pesona, dan tiba-tiba pandangan saya mengarah ke tulisan-tulisan tentang The Beatles. Ternyata majalah dengan pasar wanita dewasa ini mengadakan kuis untuk mendapatkan tiket "Imagine Concert : Jakarta Concert Orchetra". Beeuh, langsung deh mupeng berat! Ngecheck dateline-nya, tinggal beberapa jam lagi! Doooh! Nih, kalau pertanyaan kuis-nya : Apakah yang terlintas di benak anda jika Anda melihat pamflet acara ini?? Maka jawaban spontan saya adalah : Mas Bowie! Secara saya baru minta temenin Mas Bowie untuk menyaksikan Palestine National Orchestra. 

Tetapi sayangnya pertanyaan kuis tersebut bukan itu, tetapi :
Mengapa Anda berhak untuk memenangkan tiket ini ?
Eeeeh, jawabannya kok masih sama??? Karena hanya itu yang terlintas dipikiran, makanya saya menjawab bahwa saya akan mengajak Om yang satu ini untuk menyaksikan konser Imagine. Yaaa, saya sih nggak menyebutkan nama dong :)
Maka melajulah saya menulis mengapa saya berhak untuk memenangkan tiket ini, ya intinya untuk diberikan kepada seseorang yang .... ya pokoknya gak bakalan rugi deh kalau kasih ke dia.
Selesai nulis apakah langsung saya kirim??? Nggak, karena tiba-tiba laptop yang saya gunakan ngambek. Duaar, please deh,jangan sampai saya mengulang tulisan tersebut lagi dan batas waktu pukul 12.00 tinggal beberapa menit lagi. Jadilah saya mondar mandir antara laptop dan PC untuk mengirimkannya. Alhamdulillah, sended pada pukul 11.57!! Yes! Saya yakin dapat! Nggak sengaja loh terkirim jam 11.57 yang juga 3 menit sebelum batas waktu pengiriman.


Alhamdulillah akhirnya saya-pun bisa mendapatkan tiket kursi Gold seharga @ Rp 500.000 x 2 yang dimenangkan oleh 2 orang.Jam 10 pagi ditelepon dan dikabarin oleh Majalah Pesona.

Gold Ticket - BG 1 dan BG 2
Seat telah ditentukan di tiket yang sudah kami pegang. Saat melihat posisi-nya saya agak "ngenes" sih karena kok dapatnya di pojokan, nomor 1 dan 2. Bayangannya tuh seperti nonton film bioskop aja yang nontonnya mojok, kurang asyik. Apalagi bulan Oktober 2012 saya juga ada acara di sini dan dapat tempat di pojok kanan...hih pegal! Eeeeh, Alhamdulillah di posisi BG 2 malam  ini malah nggak kehalang dengan kursi lain plus saya bisa mengamati jemari pemain piano-nya! Hehehe...saya emang seneng banget ngamatin tarian jemari pianis loh...sambil dilihat udah pakek cincin belum tuh pianis #halah! Ternyata juga nih, saya menyaksikan konser ini nggak merasa pegal seperti acara bulan October 2012. Ya eyaaalah, harga tiket yang sekarang 500 ribu, jadi pasti ditata ergonomic-laaah! :)



Stage
Stage konser ini terlihat fresh and asyik di pandangan. Image band legendaris dan orchestra yang biasanya orang berpikir jadul dan "serius" jadi lebih segar, muda dan energic. Benerannya dari awal saya penasaran juga dengan sebuah grup orchestra yang seringnya membawakan musik klasik barat plus traditional Indonesia akan membawakan musik The Beatles yang fresh hingga kini. Penata artistik panggungnya bakal gimana tuh?? Juga pengen lihat bagaimana lagu-lagu pop ini dinyanyikan oleh seorang Soprano ...
Fullcolours dan di depan kami pas terdapat mobil Mini Cooper edisi lama yang sudah digambar dengan cat khusus. Weeeh, jadi ingat apa yang sudah saya tanam di mindset dan sudah saya ikhlaskan nih. Mas Bowie sempat memotret Mini Cooper tersebut sebelum petugas memberi tahu bahwa ada larangan memotret :)) (Kenapa, Mas? Mau mobil seperti itu? Insya Allah dan doa-kan aja kalau memang rezeki suatu saat aku bisa ngehadiahin kamu mobil yang "livery"-nya persis seperti itu :) Baca aja postingan-ku ini tentang Mini Cooper .... "gantungan kunci"-nya sudah aku simpan kok sejak tahun lalu.)

The Long and Winding Road & Here Where Everywhere
 Saya termasuk orang yang menyukai sesuatu nggak "freak". Jika menyukai sesuatu...ya sekedar nge-favorit, nggak "tergila-gila". Demikian pula dengan The Beatles, saya sih familiar dengan lagu-lagunya. Kakak ke-3 saya sering menyanyikan lagu Yesterday jika ada acara-acara (Walaupun sering menyanyikan lagu ini, tetapi kakak saya masih suka nyari teks tuh kalau mau nyanyi :D)
Dan di konser ini ada hal yang "ngegeplak" saya banget deh. Tentang 2 lagu, The Long and Winding Road dan Here Where Everywhere. Dua lagu yang sering menyusup jadi backsound mimpi-mimpi saya selama di New Zealand, dan selalu mengikuti kemanapun saya melangkah. Laaah, kok baru saya sadar kalau itu lagu-lagunya The Beatles. Oke-lah, kalau Paul McCartney saya memang menyukai-nya sejak SMP, bahkan termasuk favorit! Baru ngerti juga kalau pencipta utama lagu-lagu band legendaris ini berzodiac Gemini...Tuuuh khan?
Setelah dari sini saya jadi bolak balik muter kedua lagu ini nih, jadi ingat juga kalau George Michael pernah menyanyikan The Long and Winding Road dengan cihuuuy banget! Sayang ye elu gay, George :D
Akhirnya saya-pun bisa "membaca" apa yang ada di lagu ini untuk keindahan masa depan. Lagunya emang terdengar sedih, pun liriknya...tetapi kalau kita iqro maka kita bisa mendapatkan petunjuk-NYA :)

Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers
Kalau mau info lebih jelasnya , silakan check aja di web atau media social-nya. Dalam konser kali ini juga The Resonanz Children Choir membawakan medley : With a Little Help from My Friend - I Want to  Hold Your Hand dan Drive My Car. Bukti bahwa lagu The Beatles juga asyik dan adaptable dinyanyikan untuk anak-anak.
Penyanyi lainnya : Soprano Bernadeta Astari yang tahun lalu menyelesaikan studi Master di bidang vokal klasik.Belajar musik aja sampai Utrecht di didik oleh seorang profesor. Hadeuh, saya jadi pengen diajarin nyanyi sama profesor deh. Kemudian ada Elisabeth Dwi Purna, Teddy Panelewen dan Teza Sumendra - salah satu finalis Indonesian Idol. Pianis Janice Wijaya yang akan melanjutkan studi musiknya di Amerika September 2013. Saya sekarang salut dengan orang-orang yang belajar musik dengan serius, dalam artian ketika kuliah (tamat SMA) mereka bersikap langsung masuk ke pendidikan musik yang lebih profesional. Hebat orang-orang seperti itu! Salut juga untuk orang tua yang mengizinkan anaknya kuliah di jurusan tersebut. Nggak seperti zaman era sebelum 90-an yang kalau nggak kuliah di Teknik,Ekonomi,Hukum,Politik atau Kedokteran dianggap "nggak serius belajar".Kuno banget deh loe andai masih bersikap ala manusia dulu.Ujung-ujungnya malah duit yang dikejar.*Lah kok malah curhat!?
Ya udah, supaya nggak semakin nambah curhat, mendingan udahan dulu ya. Oh ya, satu lagi...yang pegang 'Concert Master' di koneser ini adalah Michelle Siswanto (Biola 1) yang juga ikut sebagai violis The Palestine National Orchestra di Indonesia.Aktif di UPH Conservatory of Music.Hhhmmm, jadi ingat keponakan saya yang lulusan UPH Fakultas Musik (Gimana ya dia bisa ngerayu kakak sepupu saya yang sepengetahuan saya mindset-nya "PNS" banget? :)))
Tanpa jeda istirahat, apalagi jeda iklan Imagine Concert berjalan mulus.Sekitar 20-an lagu The Beatles yang dibawakan. Bersyukur juga sih saya familiar dengan semua lagu...yang malah anehnya "nggak kenal" sama 2 lagu backsound kehidupan pribadi yang ternyata lagu grup ini :))

Wednesday, 10 April 2013

Superblock di Tri-Juction Jakarta

Holland Village, nama superblock yang akan hadir di tri-juction Jakarta. Mengapa disebut Tri-Juction Jakarta? Karena letaknya yang diantara 3 wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat (Cempaka Putih), Jakarta Utara (Kelapa Gading dan Sunter) dan Jakarta Timur (Pulo Mas). Yang ketiga wilayah terdekat dengan proyek Holland Village merupakan perumahan mewah di Jakarta. Nggak usah bicara harga rumah di ketiga wilayah tersebut deh, soal harga lahan daerah tersebut adalah masuk dalam jajaran termahal karena super strategisnya. Lokasi Holland Village, tepatnya di eks Coca Cola Cempaka Putih. Tepat di sisi jalan toll yang menghubungkan ke seluruh lokasi terpenting di Jakarta.
Bukan sekedar promosi nih, tetapi selama 30 tahun saya telah merasakan asyiknya tinggal di kawasan ini dan sangat merasakan keuntungan tinggal di kota besar Jakarta. Oleh karenanya begitu LippoLand Club mengundang saya untuk mengikuti Holland Village Sales Briefing pada tanggal 9 April 2013 di St.Moritz Jakarta Barat, saya dengan yakin hadir! Selama menempuh perjalanan Pulo Mas - St.Moritz saya semakin bersyukur tinggal di wilayah dekat dengan Holland Village.

Silakan pelajari brosur di bawah ini jika Anda berminat untuk investasi, bahkan tinggal di Holland Village Apartment dalam waktu 4 - 5 tahun mendatang. Priority Pass sudah tersedia dan refundable :) So nggak perlu khawatir bakalan "dipaksa" untuk membeli yaaa...Yang kami tawarkan bukan kacang kok :)



Jika sudah membayar Priority Pass maka Anda akan mendapatkan prioritas memilih unit apartment di Holland Village pada saat launching.

HOLLAND VILLAGE LAUNCHING
Sabtu, 18 Mei 2013 
Pukul 09.00 dan 13.00
Bertempat di Ballroom dan Mezzanine 
Aryaduta Hotel, Tugu Tani - Jakarta Pusat

Keterangan lebih lanjut mengenai Holland Village, silakan SMS 081280086827 / 0818477757

Thursday, 4 April 2013

Palestina Damai Mewujud Dalam Orchestra di Tanah Airku, Indonesia

Alhamdulillah , banyak hal yang  dapat saya lakukan di bulan Maret 2013. Sampai harus mengingat-ingat kembali,termasuk bulan February 2013 yang belum saya rekap apa yang sudah saya lakukan di bulan tersebut. Sebelum saya rekap aktifitas February - Maret 2013 saya cerita tentang akhir bulan Maret terlebih dahulu yaa...

Menyaksikan The Palestine National Orchestra

Menutup bulan Maret 2013 dengan sesuatu yang sangat berbekas di hati. Antara bahagia dan haru deh...hehehe, kalau sedih sih nggak lah yaaa...karena saya yakin "dia" telah bahagia disana, dan malam ini saya ditemani oleh cowok yang berzodiak sama dengan beliau, sama-sama menyukai musik - walaupun sikapnya berbeda . Aaah, panjang jika saya ceritakan...nanti di akhir posting saya ceritakan deh.
Awal tahun 2013 saya membuat wishlist, diantaranya adalah berkeliling dunia menapaki sejarah musik dunia (seperti Austria) dan menyaksikan aneka konser musik klasik kelas dunia serta mengunjungi tanah suci. Anugerah banget kalau bisa melakukannya bersama dengan orang yang kita sayangi, walaupun asyik-asyik aja sih kalau sendiri juga :) Nah, kok menyaksikan konser ini saya merasa bahwa ini adalah miniatur terwujudnya wish saya ya?
Pada konser kali ini , diantaranya yang tampil secara menonjol, diantaranya , Conductor   : Matthew Coorey berdarah Lebanon. Ada juga seorang Soprano berayah Palestina dan ibu Jepang bernama Mariam Tamari yang merupakan lulusan Bryn Mawr College jurusan Music dan Filsafat. Kemudian Kinan Azmeh yang saat ini sedang menyelesaikan doktoral bidang musik di City Universitas New York membawakan Wedding dengan Clarinet-nya. Kemudian ada Wissam Boustany, satu-satunya peniup Flute yang sukses berkarier sebagai solois international dan juga Profesor Musik Flute di Royal Northern College of Music Manchester. Woohooo, sekarang banyak banget ya orang yang cerdas di bidang musikal dan menekunimya di pendidikan formal. Saaaallluuut!!!! Nggak seperti pandangan "orang kuno" yang menganggap pelajaran eksata dan pendidikan otak kiri saja yang dianggap sukses! Alhamdulillah, sebenarnya orang tua saya membebaskan anaknya untuk menekuni bidang apapun juga, bahkan kami sejak kecil diharuskan belajar Music (Khususnya Piano,Menari Jawa dan Bela Diri). Entahlah, kok ya sudah dibebaskan demikian kami malah jadi Pilot, Pejabat Pemerintahan, Jaksa, Dokter, Pengusaha dan profesi "otak kiri" lainnya. Hahaha...pengaruh lingkungan nih :p Sepertinya hanya saya yang dominan menggunakan otak kanan. Bersyukur sih, sepertinya saya lebih menikmati hidup ini :)
Nonton konser ini dapat tiketnya juga asyik banget, bisa dapat 2 tiket Gold yang masing-masingnya seharga Ro 1.500.000 (Total Rp 3000.000), dan dapat seat-nya malah di kelas Platinum. Aaah, DIA memang MahaPengatur. Simple, saya hanya menuliskan tentang Musisi Klasik Favorite berikut alasan mengapa saya menyukainya, dalam 100 kata tetapi saya menuliskannya lebih dari itu, karena .... saya emang curcol,hehehe, lantaran ingin fasih memainkan karya-nya melalui piano tapi...gak bisa-bisa sampai sekarang! ;-p
Menyaksikan konser ini teringat ketika saya menjejakkan kaki ke Palestina tahun 1996, dan menuliskan sebuah cerpen yang telah dimuat di Majalah Annida berjudul : Yang Tertinggal di Sudut Palestina.
Aaah, menyaksikan The Palestine National Orchestra di Kemayoran ini memang mengingatkan masa lalu  sekaligus proses mewujudkan masa depan saya :) Di Kemayoran, setiap Senin pagi saya balita melambaikan tangan ke pria terkasih yang berharap saya menjadi Pianis handal. Hingga lambaian pria itu menghilang di balik awan, saya masih terpaku di salah satu tapak Kemayoran.

Hanya bisa motret ini pakai hape, karena selain memang nggak boleh motret selama concert juga camera ketinggalan

Mengenai review konser-nya saya link aja ke beberapa blog ya. Bagi yang memiliki blog dan merasa berkeberatan jika posting-nya saya link, silakan beri peringatan ke saya dan sebelumnya saya mengucapkan maaf dan terima kasih :)
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/04/02/melodi-dari-palestina-pesan-damai-dalam-harmoni-orkestra-547754.html
http://dwimirnani.wordpress.com/2013/03/31/the-palestine/
http://imhp3.blogspot.com/2013/03/pesan-cinta-universal-melalui-musik.html?spref=tw

Wednesday, 20 March 2013

Money Therapy : Do Your Passion and Money Will Follow

Berbekal undangan dari Jeng Laura Khalida (Manager Media EHI) saya merasa mantap hadir dalam Launching Buku Money Therapi yang ditulis oleh Teh Irma Rahayu (Soul Healer). Ternyata acara-nya boleh untuk umum toh? Saya terlanjur sudah mendaftar sebagai Blogger...Alhamdulillah, dapat rezeki goodiebag yang salah 1 isi-nya adalah buku yang akan dilaunching sore itu. Waduh, maaf nih, saya bukan berharap buku gratisan sehingga terdaftar sebagai Blogger. Sungguh deh, apalah arti Rp 38.000,- untuk sebuah buku yang bermanfaat seperti Money Therapy??? Apalagi bagi saya yang banyak mendapatkan "imbal balik" dari dampak menulis dan membaca :)



Tepat dugaan saya mengenai isi buku yang cuma semalam saya lahap di Room 1721 Menara Peninsula Hotel. Bahasa yang digunakan oleh Teh Irma begitu lugas, saklek dan straight to the point. Cocok untuk saya, tetapi barangkali tidak cocok untuk pembaca yang "bermental menya menye". Orang yang tidak gemar membaca bisa langsung mendapatkan inti yang ingin disampaikan oleh buku 142 halaman ini.

Teh Irma en Uni Laura

Buku ini memang tidak tebal, dan tidak menjual mimpi atau kata-kata yang panjang. Makna "kaya" yang dimaksud oleh Teh Irma adalah bagaimana kita berjiwa kaya raya atau barokah. Tercapai segala hal yang kita inginkan (lebih tepatnya apa yang kita perlukan). Yup, memang lebih bahagia hidup dengan meraih apa yang kita perlukan/inginkan yang berguna bagi kehidupan kita. Daripada memiliki uang Rp 500 juta di bank, namun belum mengerti untuk apa uang itu digunakan. Nah, kalau uang  tersebut masih di rekening buku kita khan sebenarnya uang tersebut belum berwujud, belum kita gunakan dan berarti bukan rezeki kita kaliiii...
 Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Republika. Penulis Pendamping : Uni Laura Ariestiyanty.
Royalti dari buku ini akan disumbangkan melalui Dompet Dhuafa loh :)

I Love U, Dad....
Salah satu langkah untuk mengikuti therapy adalah dengan melakukan "Family Therapy" yakni menulis minimal 20 hal yang membuat kita bangga terhadap Ayah, dalam segala hal, termasuk pekerjaan dan keuangan. Hohohoho...saya-pun langsung jumpalitan kegirangan! Di buku ini ditulis bahwa ayahlah yang mewakili energi uang, sebagai pencari nafkah di rumah dan yang menanamkan belief system tentang uang kepada kita. Aiiih, senang deh - senang saya! Karena, jujur aja nih, saya adalah pengagum sosok ayah walaupun ayah saya telah meninggal dunia. Sosok ayah adalah The One and Only dalam kehidupan saya.

Testimonial
Pada akhir acara Launching Buku Money Therapy dan juga di halaman-halaman terakhir buku (sebelum biodata mengenai Penulis) muncul beberapa alumni EHI. Testimonial-nya nyantai, nggak "dagang" seperti para pemberi testimonial di buku-buku sejenis yang karena terlalu semangatnya jadi terkesan lebay. Kalau 3 diantara pemberi testimonial di launching-nya Money Therapy logis and "manusiawi" kok, tapi kok ya cewek semua sih,Teh?hehehe....


Saya juga mau kasih testimonial setelah membaca buku Money Therapy nih....Begini cerita-nya....sehari setelah membaca buku ini, saya bertekad untuk membereskan kamar yang luas-nya melebihi unit apartment type 28! (Alhamdulillah yah, kamar saya luasnya ngelebihin unit apartment milik ibu saya di Kalibata City - belum lagi bathroom di kamar saya yang air-nya belum diaktifin padahal ada bathub-nya segala.Terus lemari pakaian/sepatu saya juga berada di ruang terpisah yang luasnya juga melebihi rumah type 21....*jiaaah,gw malah cerita tentang kamar!). Dengan luas demikian saya nyaris putus asa gimana membereskan kamar ini, karena PRT yang saya percaya khusus membereskan kamar pribadi saya sedang tidak ada. Tahap awal saya bereskan tas-tas yang jumlahnya belasan deh, rata-rata dibeli di luar negeri (Tapi jarang beli sendiri! Hadiah dari kakak or teman...tapi saya nggak ngemis loh dapetinnya ::D). Belum lagi kerepotan dengan buku-buku, majalah, cd saya yang jumlahnya ribuan. Terus hadiah-hadiah goodie bag yang selalu saya dapatkan jika datang ke undangan acara....waw....waw...waw. Baru saja saya mengeluarkan "sampah" (nota/struk belanja/ATM/transaksi debet or creditcard,brosur,dll) yang belum sempat saya keluarkan selama ini ,eh saya nemu uang Rp 50rb yang masih halus mulus yang sudah saya "lupakan"....Alhamdulillah, langsung saya gunakan untuk lunch dengan makanan yang saya inginkan! Terasa berkah en lebih bermanfaat dibanding uang ratusan juta yang sekedar di bilyet deposito atau tercantum di buku tabungan yang masih "blank" mau digunakan untuk apa.
Nah, hal yang pualing "merepotkan" saya dan harus dilakukan jika kita akan melakukan Money Therapi adalah menyingkirkan barang-barang lama, apalagi yang ada kenangannya dengan masa lalu. Waw...waw...waaaw,padahal mantan-mantan saya tuh kalau ngasih hadiah ke saya selalu mahal, original branded , parfum - parfum branded yang sekarang saya cuma mampu ngejualin (Untuk beli pakek uang sendiri mah mikir-mikir dah. Jadi seringan saya jadi Reseller atau Agent ajah....yeee, emang loe aje yang doyan dagang :p)

BBB : Bukan Bintang Biasa?? Bukan! - Beli, Baca dan Barokahlah!
Sekalipun kamu nggak suka baca, tetapi ingin mendapatkan kekayaan yang sesuai dengan keperluanmu, maka bacalah buku ini....Yang nggak gemar membaca masih tetap bisa menangkap isi buku ini dengan mudah deh. Kalau masih nggak ngerti juga? Berdoa dulu aja gih sono, supaya dapet hidayah!
Sebenarnya sih "kunci" dari kekayaan itu adalah "PASSION", seperti yang tertulis di cover/judul : "Do Your Passion and Money Will Follow...."
Alhamdulillah saya sudah menemukan passion saya, yakni : Menulis, Research, Traveling, Volunteer, Mengajar and....Sex (Sssttttt....;p)

Saturday, 16 March 2013

Pernikahan : Journey - Banyuwangi Jatim

Rasanya baru kemarin keluarga besar saya mengadakan hajatan pernikahan Galuh dan Arif yang di blog ini dapat dilihat di "Pernikahan : Journey" , "Pernikahan : Journey II" dan "Pernikahan : Journey III" . Acara tersebut berlangsung di September 2011. Lebih dari 1 tahun kemudian, tepatnya tanggal 22 December 2012 keluarga besar kami mengadakan kembali hajatan Pernikahan Bimo dan Silvy, dilanjutkan acara party dari pihak mempelai pria di Jakarta tanggal 9 Maret 2013 alias minggu lalu :) 
Hajatan (Party/Resepsi) diadakan di 2 kota, yakni : Banyuwangi Jawa Timur dan Jakarta Selatan. Seru pastinya hajatan dilakukan di 2 kota di Indonesia, apalagi keluarga besar kami kembali dapat berjalan-jalan kembali ke Bali dengan formasi generasi ke-2 yang nyaris lengkap (Kecuali Mbak Naning dan Mbak Dien yang masih di Leiden, Belanda)


Sekar nyanyi lagu-nya Maroon 5 yang judulnya "Telepon Umum"


Foto-foto lain menyusul :)

Sunday, 24 February 2013

Lomba Novelet Valentine's Day Peri Penulis 2013

Waktunya tinggal 5 hari lagi nih! Yuk yang mau ikutan Lomba Novelet Valentine's Day Peri Penulis 2013 silakan kirimkan cerita kamu..... :)