Friday, 10 May 2019

Novel Yorick, Novel Genre Motivasi Bisnis Berdasarkan Kisah Nyata


Seorang rekan di WAG memberi informasi mengenai Novel Yorick yang awalnya kurang menarik di hati karena warna cover-nya yang cenderung “suram”. Maklumlah, walaupun saya termasuk gemar membaca buku, namun daya tarik sampul buku merupakan salah satu yang membuat saya lebih berhasrat membaca buku tersebut. Apalagi begitu mengetahui bahwa novel ini berdasarkan kisah nyata. Pasti suram dan sedih! Ampuuuun...kondisi saya sejak awal tahun 2018 “sebatang kara”, Ibu kandung meninggalkan dunia ini di bulan Januari 2018 , assisten rumah tangga yang paling setia kepada Ibu meninggal dunia di bulan September 2018, petugas keamanan rumah  yang selama ini juga menjaga perumahan sejak masa Ayah saya masih ada juga meninggal dunia bulan Desember 2018, terakhir keponakan pertama (Usianya nyaris sebaya dengan saya)  yang merupakan teman bermain sejak kecil meninggal dunia di bulan Maret 2019. Selama 2 tahun terakhir beruntun saya ditinggal oleh orang-orang dekat dalam kehidupan. Waah, bisa nangis bombay saya membaca novel ini!
Tetapi setelah melihat dan membaca sampul belakang buku ini, Saya tertarik untuk membacanya karena ada warna negeri Rusia. Rusia, negeri yang terdapat dalam rencana wisata saya di tahun 2019 – 2020 bersama kakak kandung yang ditinggal suaminya pada bulan September 2018. Meninggal dunia juga... Jadi saya berharap mendapatkan referensi dari novel Yorick mengenai situasi dan kondisi Rusia secara mendalam. Akhirnya di awal Mei 2019 saya membeli buku ini di Gramedia Matraman Jakarta Timur, toko buku favorit terdekat dengan tempat tinggal.

“Aku bangga, walaupun aku tidak punya apa-apa, tidak punya keluarga seperti yang lain, tidak diajari dan dimentori, tapi aku punya Nenek yang tidak dimiliki orang lain. Nenek, adalah “maha guru” dengan seribu pelajaran”

Beberapa bagian dari kisah berselang seling antara kisah saat Yorick dewasa dan Yorick masih bersekolah dan mengaji di Desa Panjalu Ciamis propinsi Jawa Barat. Namun setelah itu alur kisah kembali tentang Yorick bocah Panjalu yang secara bertahap berkelana hingga ke ibukota Jawa Barat, Bandung. Walaupun membaca secara runut dan seolah mengetahui akhir dari kisah Yorick dewasa namun saya tetap tidak dapat menduga jalan cerita kehidupan Yorick sebelum saya membaca lembar demi lembar novel ini. Saya merasa dituntun untuk mengarungi kisah Yorick secara bertahap, dari ia masih belajar dan membantu Nenek Encum hingga akhirnya menjadi konglomerat sukses (Aih Yorick nanganin program cryptocurency juga seperti saya yang sedang senang mengamati dunia cryptocurency...hehehe). Saya menemukan hal lain dari kisah Yorick, yakni kisah yang antimainstream dalam “prinsip” orang Indonesia pada umumnya, dimana orang Indonesia pada umumnya selalu mengobarkan “Harta Yang Paling Berharga Adalah Keluarga”. Tidak bagi Yorick,   saya membaca bagi Yorick  harta yang paling berharga dalam kehidupannya adalah sebagai “Hamba Allah” yang walaupun bagi umumnya masyarakat Indonesia melihat kasat mata bahwa Yorick dan Nenek Encum adalah orang-orang yang lemah, tetapi justru mereka berdua memiliki kekuatan yang sangat kuat! Kekuatan sebagai Hamba Allah yang mencintai Allah dan selalu memenuhi panggilan-NYA bila telah memasuki waktu shalat. Ini hakekat kebahagiaan seseorang. Bahagia tanpa syarat, bahagia yang bukan sekedar menjadi suami/istri, ayah/ibu,anak, tetapi murni sebagai Hamba Allah. (Lah daku kok jadi pengen ceramah kayak Ustadzah sih, mentang-mentang bulan Ramadhan :p)


“Menggantungkan hidup pada orang lain hal yang ia hindari. Prinsipnya adalah bekerja mengimbangi, memberi dan memberi. Maka semua akan kembali dengan takaran yang sama, bahkan lebih, bila niat baik menjadi modal utama dalam melakukan setiap pekerjaan.”
 (halaman 196)

Pesan moral dari kisah Yorick sangat kuat dengan bahasa tutur tanpa terkesan menggurui sedikitpun dari penulisnya, Kirana Kejora yang memang memiliki kekuatan dari ketrampilan menulis kisah-kisah inspiratif. Pada awalnya saya sempat sedikit berpendapat bahwa karakter pada tokoh di novel ini tidak terlalu kuat. Hanya tokoh Yorick dan Nenek Encum memiliki penggambaran karakter yang kuat. Namun saya mengerti bahwa jika sebab musabab kisah perpisahan kedua orang tua kandung Yorick dan 2 wanita yang pernah menjadi kekasih Yorick di ceritakan secara mendalam, hal ini justru akan mengaburkan kisah Yorick sebagai dirinya sendiri. Apalagi sepertinya novel ini bukan bertema romance ala sepasang kekasih umumnya. Bahkan saya seakan membaca bahwa novel ini merupakan novel bergenre “Motivasi Bisnis  yang sangat inspiratif. Langkah demi langkah perjuangan Yorick dalam membangun bisnisnya sangat kuat tertulis sehingga dapat menjadikannya pembelajaran bagi kita yang ingin berbisnis. Kuncinya adalah keyakinan dan tetap menjadi Hamba Allah yang tidak “terganggu” oleh tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Tetapi jelas ada pesan moral kuat dari kisah Yorick dalam hubungan berkeluarga, yaitu sangat menghargai dan menjunjung tinggi orang yang merawat serta mendidiknya sejak ia masih kecil, yakni Sang Nenek.

Friday, 3 May 2019

Ambu, Kasih Sayang Ibu Berlatar Sosial Budaya Baduy

Malam sebelum menyaksikan film Ambu Semesta Pertama Dan Terakhirku saya sudah menduga bahwa saya akan menitikkan air mata dalam press screning di XXI Plaza Senayan (Rabu, 01/05/2019). Maklumlah, baru 15 bulan Ibu kandung tercinta saya meninggalkan dunia fana ini. Serta baru bulan lalu keponakan perempuan (Yang usianya tidak terpaut jauh dengan saya) menyusul Ibu dan meninggalkan seorang anak perempuan.


Pesan moral film Ambu sangatlah kuat. Demikian pula karakter para tokoh-tokoh yang ada di film ini. Pada sosok Ambu Misnah yang diperankan oleh Widyawati kita tidak menemukan karakter monoton yang biasanya tergambar dalam film yang menggambarkan sosok ibu pada umumnya. Sosok dalam film Ambu adalah seorang Ibu yang jutek, tidak merangkul atau menunjukkan kasih sayang pada anak cucunya secara nyata serta berani tegas bersikap terhadap anaknya. Sedangkan tokoh Fatma (Diperankan oleh Laudya Cyntia Bela) adalah sosok anak yang berani menentang orang tuanya demi seorang lelaki yang akhirnya menjadi suami (Diperankan oleh Baim Wong)  dengan konsekwensi  "dibuang" oleh Ibu kandung dan keluarga besar suku-nya. Hingga akhirnya Fatma menjadi Ibu dan memiliki anak remaja bernama Nona (Diperankan oleh Luthesa). Fatma setelah menjadi Ibu justru digambarkan sebagai Ibu yang lemah lembut terhadap Ambu dan anaknya yang bersikap tidak ramah terhadapnya.

Thursday, 2 May 2019

Menunggu Waktu Buka Puasa Dengan Nonton BukaTawa di Bukalapak



Bukalapak berkolaborasi dengan Comika.id membuat program tontonan yang segar dan menghibur bertajuk BukaTawa by Bukalapak. Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, Bukalapak memiliki komitmen untuk mendukung industri kreatif. BukaTawa merupakan langkah nyata dari Bukalapak untuk mendukung industri kreatif di Tanah Air.


Sebagai aksi nyata dalam dukungan tersebut pada tanggal 19 – 20 April 2019 berlangsung acara BukaTawa yang dipandu oleh Pandji Pragiwaksono. Acara yang berlangsung selama 3 malam ini diramaikan oleh 15 Komika terbaik di Indonesia. Setiap malam 5 Komika tampil meramaikan panggung di Nusa Indah Room Balai Kartini Jakarta. Mereka adalah Ridwan Remin, Gilang Bhaskara, Babe Cabiita, Adjis Doalbu, Marshel Widianto, Uus, Rigen, Awwe, Ryan Adriandhy, Wawan Cikuk, Rahmet, Kukuh, Popon Kerok, Sammy Notaslimboy dan sebagai satu-satunya komika wanita adalah Sakdiyah. 




Saya mendapatkan kesempatan menyaksikan BukaTawa secara langsung pada hari Jumat (19/04/2019). Jujur, sangat menghibur, dan saya sampai terpingkal-pingkal dari kursi VIP ruangan tersebut. Terbayang banget dong yach, betapa segarnya kita menyaksikan stand up comedy sambil menantikan waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan. Pastinya rasa lapar dan haus akan terlupa walaupun sudah tertawa terpingkal-pingkal. Diharapkan pula BukaTawa menjadi ajang komunikasi yang positif bagi kita, membangun dan tentunya menghibur. Tuh, kebayang banget asyiknya jika kita dapat menyaksikan secara langsung acara BukaTawa saat live di Balai Kartini bukan? Tetapi bukan berarti kamu ketinggalan kok jika kamu tidak sempat hadir atau berada di luar Jakarta pada tanggal 19 – 21 April 2019 lalu. 



Thursday, 18 April 2019

Kelebihanmu Kecantikanmu Dengan Kulit Sehat Terawat


Menurutmu apakah definisi cantik?! Kalau menurutku kecantikan itu tidak saja diukur dengan tipe fisik tertentu. Bagaimana kalau ada yang berpendapat bahwa cantik itu adalah seorang wanita yang memiliki kulit putih, tubuh langsing semampai dengan rambut terurai panjang? Pendapat tersebut tidak salah dan juga tidak benar, karena karakter seseorang khan berbeda.


Semua wanita diciptakan oleh Mahapencipta dengan kelebihan masing-masing individu. Kita harus menemukan kelebihan diri kita dan merawatnya agar senantiasa sehat. Dengan merawat, mengembangkan potensi kelebihan kita dan bersyukur, maka kita akan semakin cantik. Aura terpancar pada diri berapapun usia kita.
Natur-E Indonesia mengadakan kampanye untuk kita wanita : Kelebihanmu Kecantikanmu. Ya apapun kelebihan dari dirimu maka akan menjadi kecantikanmu. Tentunya kelebihan yang positif dan bermanfaat bagi dirimu dan orang-orang sekitarmu.

Sunday, 24 March 2019

Berkunjung Ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di Karawaci Tangerang

Banyak lokasi dan bidang yang diberdayakan untuk kaum dhuafa, dan lembaga filantropi Islam terbesar di Indonesia adalah Dompet Dhuafa yang melakukan pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan melalui kegiatan filantropis (welas asih) dengan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).
Sudah dua dasawarsa pula saya mengenal Dompet Dhuafa ini. Tidak sekedar menjadi amil zakat, namun kita sering diundang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan, misalnya pengajian selepas kerja, kegiatan seminar, pelatihan, dan lain-lain. Amil zakat tidak sekedar menyalurkan donasi-nya ke Dompet Dhuafa, tetapi mereka juga menjalin silaturahim serta menambah wawasan kepada amil zakat sehingga amil zakat juga dapat menyaksikan secara langsung apa dan bagaimana donasi mereka dikelola oleh Dompet Dhuafa.


Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya dhuafa, disabilitas dan yatim, Dompet Dhuafa mengajak kami untuk menyaksikan Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa yang terletak di area Karawaci Tangerang – Banten. Dalam kunjungan ke sana kami juga disadarkan untuk tidak takut berbagi terhadap sesama, kapanpun dan dimanapun. Dengan semangat tidak takut berbagi maka Dompet Dhuafa mengusung thema “ JanganTakut Berbagi” sebagai tagline menyambut Ramadhan 1440 H.

Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci
Dari Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci ini, kami dapat menyaksikan wujud hasil dari sosok yang selalu berbagi kepada dhuafa , difabel dan anak yatim.  Sosok tersebut adalah Alm.Prof.Drs. Amir Radjab Batubara dan istrinya yang saat aktif bekerja selalu memberikan waktu akhir pekannya untuk mengajar pada anak-anak yatim dan dhuafa di rumahnya. Demikian pula saat  berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia, beliau selalu mencari anak yatim yang dapat dibantu hingga tidak terhitung lagi jumlahnya anak-anak yatim yang beliau sekolahkan diberikan biaya hidup. Yayasan Wakayapa merupakan yayasan milik Bapak Amir Batubara yang dikelola oleh Dompet Dhuafa dan akhirnya menjadi Institut Pemberdayaan Dompet Dhuafa Karawaci yang telah mencapai 6877 orang penerima manfaat. Lahan dan bangunan diwakafkan di tahun 2011 senilai Rp 60 milyar.


Pada kesempatan hari Kamis siang (21 Maret 2019) para blogger visit ke Institut Kemandirian mendengar cerita kesaksian dari Ustadz Syahroni yang merupakan anak asuh Bapak Amir Batubara. Ustadz Syahroni kini menjadi dosen atau ustadz di sekolah tinggi Islam, beliau bisa berkuliah karena kegiatan wirausahanya yang selalu dimotivasi oleh Bapak Amir Batubara. Diceritakan bahwa Bapak Amir yang seorang banker selalu memotivasi anak-anak asuhnya agar mereka cakap berwirausaha. Pak Amir, penyantun anak yatim agar bebas dari belenggu kemiskinan selalu mendoktrin anak-anak asuhnya untuk membuka usaha sendiri daripada menjadi orang gajian. Menurutnya harta orang gajian dapat dibaca jumlahnya oleh orang lain, tetapi pengusaha tidak dapat dibaca pendapatannya oleh orang lain.

Thursday, 31 January 2019

Meraih Financial Freedom Melalui Bisnis Online

Seorang rekan pernah memiliki pengalaman "membakar uang" ketika awal memasuki dunia bisnis. Eiiit dah, kira'in hanya ada bakar bunga atau kemenyan, ternyata bakar uang udah sempat kejadian sebelumnya.
Ceritanya bermula dari orang tua-nya yang memberikan uang kepada masing-masing anak. Terserah masing-masing uang tersebut untuk apa digunakan. Mau buat lanjutin kuliah S2, berwirausaha, menikah atau menunaikan ibadah haji. Dengan tekad bulat Mila menggunakan untuk memulai usaha, biar dapet titel mentereng sebagai "pengusaha" ceritanya, dan pastinya untuk menggapai financial freedom seperti yang selalu didengung-dengungkan oleh motivator yang selalu ia dengar dan teriakkan jika mengikuti seminar atau training motivasi.

Sayang sekali, usahanya tersebut hanya berjalan sekitar 2 tahun dan bangkrut. Padahal dana yang digunakan olehnya sekitar 100 juta rupiah. Lumayaaaan banget uang segitu di saat krisis ekonomi. Nggak disaat krisis aja juga lumayan yach...hihihi...
Yang bikin dia "nangis darah" juga karena saat ini orang-orang seusianya banyak yang usahanya tengah menukik ,padahal dirinya lebih awal memulai usaha dan modal dana yang dikeluarkan lebih banyak. Diantara pengusaha-pengusaha muda yang sukses itu bermodalkan hanya 10% dari yang Mila keluarkan. Atau bahkan ada yang hanya bermodalkan hanya seadanya, dalam artian hanya ada laptop dan smartphone yang terkoneksi dengan kuota bulanan. Serta meluangkan waktu total  1 – 2 jam perharinya.  Wah gimana caranya itu?!
Kamu berminat? Saya juga dong....hahaha...dan saya beruntung karena di pertengahan January 2019 mendapatkan pencerahan mengenai bisnis yang kekinian sekali. Bisa meraih financial freedom tanpa harus ngoyo, tetapi tetap fokus dong ya menjalankan bisnis ini. Mau tauk caranya? Hanya dengan mengenal dan bergabung dengan Geti dan Detalase maka kita akan dapat menggapai “financial freedom” dengan relatif mudah.

Saturday, 26 January 2019

Memanfaatkan Kalkulator Akal Fisik Sosial Agar Si Kecil Hebatnya Beda

Banyak orang tua yang merasa bangga akan kemampuan lebih yang dimiliki anak-anaknya, namun banyak pula orang tua yang merasa gelisah apabila anaknya terlihat (secara kasat mata) terlambat kemampuannya dibandingkan anak lainnya. Sebenarnya manakah yang ideal bagi si anak? Tentunya kemampuan yang sesuai dengan usia sang anak? Selain itu menurut Dr.dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) – Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial mengatakan bahwa tumbuh kembang akal fisik dan sosial anak harus digunakan dan dikembangkan dengan baik karena keseimbangan Akal, Fisik, dan Sosial anak yang sinergis dapat berpengaruh besar terhadap kepintaran dan perilaku anak kita. Perkembangan dan kemampuan Akal, Fisik, Social masing-masing anak berbeda satu dengan yang lainnya loh. Jadi kita nggak perlu khawatir atau membanding-bandingkan satu anak dengan anak lainnya.


Dahulu seringkali orang tua yang mampu ekonomi langsung membawa anaknya ke psikolog apabila menurutnya si anak terlihat berbeda dengan teman-temannya. Beruntungnya kita sekarang yang sangat mudah menemukan jawaban-jawaban jika melihat terdapat sesuatu pada anak kita yang berbeda dengan teman sebayanya. Salah satu cara yang memudahkan kita dalam mengetahui perkembangan si Kecil adalah internet. Jadi sebelum membawa anak ke psikolog atau pendidik lainnya, kita bisa mengamati dan mempelajari terlebih dahulu tentang kebiasaan dan kebisaan si Kecil. Khan kita yang setiap hari berinteraksi dengan mereka secara langsung.
Saya membaca e-newsletter yang dikirimkan oleh Parenting Club ID minggu lalu. Newsletter tersebut memberikan informasi mengenai Kalkulator Akal Fisik Social (Kalkulator AFS)
 
Dok.Parenting Club ID
Kalkulator Akal Fisik Sosial adalah tools terbaru dari Parenting Club ID untuk anak - anak kita yang berusia 6 bulan hingga 7 tahun. Tools ini dikreasikan dan divalidasi oleh Dr. Ahmad Suryawan, dr., SpA(K), Dokter Spesialis Anak - Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial.
Cara memanfaatkan Kalkulator AFS hanya dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kalkulator ini. Untuk memulainya kita hanya harus terdaftar sebagai anggota Parenting Club ID di www.parentingclub.co.id , kemudian klik link http://bit.ly/Kalkulator-AFS dan memasukkan/memilih nama serta tanggal lahir si Kecil yang akan kita ketahui kemampuan atau tingkat sinergi “Akal Fisik Social” sesuai dengan usianya. Bahkan kita juga akan mendapatkan rekomendasi yang tepat untuk mengoptimalkan kemampuan si Kecil pada periode emasl. Praktis dan mudah bukan?

Friday, 9 November 2018

POPBOX, Smart Locker Keren Buat Kirim dan Titip Barang

Dalam beberapa bulan terakhir ini saya merasa terganggu oleh kedatangan kurir yang mengantar barang belanjaan kami. Walaupun kami tidak membiarkan rumah dalam keadaan kosong (tak ada orang) dalam jeda waktu lebih dari 2 jam, tetapi bagi kami rumah adalah tempat istirahat yang nyaman dan tenang. Saya tinggal di area perumahan yang memiliki team security yang ketat sehingga jika ada orang tak dikenal mengetuk pintu pagar atau menekan bel dalam waktu lebih dari 10 menit, maka pihak security akan menghampiri orang tersebut. Kami jadi tidak enak hati dengan security tersebut. Sedangkan kami juga tidak dapat terburu-buru menemui mereka karena rumah yang luasnya hampir mencapai 1000 meter seringkali “terlambat” mengetahui keberadaan tamu, kami harus berlari-lari dari kamar atau ruangan belakang menuju pintu gerbang atau saya harus bergegas mengenakan jilbab. Apalagi jika diantara kami sedang di kamar mandi atau memasak, tentunya kami tak bisa secepatnya menerima barang yang diantar kurir – kurir tersebut. Bahkan tamu yang mengetuk gerbang atau memencet bel saja tidak akan kami bukakan pintu apabila mereka tidak membuat perjanjian. Memang demikianlah peraturan security perumahan kami agar tidak membukakan pintu kepada orang yang dikenal sekalipun berseragam PLN atau PAM. Jika memesan makanan melalui Go Food, Grab Food atau delivery lainnya, petugas security perumahan juga akan menghampiri untuk meyakinkan bahwa mereka memang datang karena sesuai pesanan kami atau bukan.

Yang menyebalkan lagi, waktu atau jam kurir datang tidak memiliki jadwal tetap. Terkadang pagi jam 10 saat saya sudah keluar rumah, terkadang jam 12 saat assisten rumah tangga sedang ke warung membeli makanan untuk makan siang kucing-kucing kami, dan baru 3 hari lalu kurir datang pada pukul 5 sore saat kami tidak memiliki janji untuk menerima tamu. Huh deh....Terkadang kurir meminta izin untuk menitipkan barang tersebut ke pihak security. Oh no, saya tidak mau merepotkan security tersebut yang tugasnya berat menjaga keamanan perumahan kami. Saya seringkali minta kurir memasukkan barang tersebut ke kotak pos di depan rumah. Heraaan saya, kurir masa kini tuh sudah tidak mengerti fungsi kotak post yach?


Wednesday, 7 November 2018

Menjaga Kesehatan Mata Dengan Teknologi Baru Interlaced Optics Dari Signify

World Sight Day yang diperingati setiap bulan Oktober merupakan peringatan tahunan tentang kesadaran untuk memfokuskan perhatian global pada kebutaan dan pengurangan kemampuan penglihatan karena lebih dari 75% dari semua kebutaan dan pengurangan kemampuan penglihatan moderat dan parah dapat dihindari.


Tahun 2018 Signify (Euronext : LIGHT) sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan bagi para profesional dan konsumen serta pencahayaan untuk Internet of Things, memanfaatkan moment ini dengan meluncurkan lini baru bohlam Phillips MyCare LED dengan teknologi Interfaced Optics terpatenkan sehingga semakin meningkatkan kenyamanan mata.


Saya menghadiri acara yang diadakan di Kunstkring Paleis kawasan Menteng Jakarta Pusat pada hari Selasa (30 Oktober 2018). Kebetulan sekali saya memang sedang sangat memperhatikan pencahayaan di rumah agar rumah semakin nyaman dan aman. Saya ingin pencahayaan di rumah dapat diatur agar desain interior di rumah terlihat lebih bersih serta elegan, dan tentunya membuat pandangan kita nyaman serta tetap terjaga kesehatannya. Home sweet home...apalagi saya akan membuat ruang baca khusus atau perpustakaan di rumah dengan kondisi yang nyaman. Tentunya nggak sekedar kursi, sofa atau bantal yang nyaman sebagai tempat baca. Pencahayaan berkwalitas baik dan sehat untuk mata sangat penting! Oleh karenanya beruntung sekali saya dapat diundang dan menghadiri acara ini.

Sunday, 14 October 2018

Liam Dan Laila , Kisah Adat Antara Minang Dan Perancis

Satu lagi karya anak bangsa dengan mengangkat kearifan lokal budaya Indonesia hadir menghiasi layar sinema Indonesia. Terinspirasi dari kisah nyata, film Liam dan Laila menampilkan kisah dengan latar sosial budaya Minangkabau Sumatera Barat. 

Laila diperankan oleh Nirina Zubir, dikisahkan sebagai seorang wanita Minang berusia 31 tahun berstatus single, pendidikan S2 dan beraktifitas memiliki online shop yang sukses dengan pelanggan dari berbagai penjuru dunia. Dengan kecerdasannya, Laila tetap dapat menjalin networking secara luas dengan memanfaatkan internet, walaupun ia tidak pernah meninggalkan kampung halamannya di Bukittinggi.
Hingga akhirnya Laila memiliki kedekatan dengan Liam (Diperankan oleh Jonatan Cerrada, French Idol 2003), seorang pria peternak sukses asal Rouen kota kecil di Utara Perancis. Liam yang awalnya berkenalan dan bertanya mengenai Islam melalui internet datang ke Indonesia untuk lebih mengenal agama serta budaya masyarakat Indonesia. Sekaligus ingin mempersunting Laila yang keluarga besarnya masih memegang adat istiadat Minang.
Walaupun kita menyaksikan pertentangan ideologis pada keluarga besar Laila, namun di film ini kita tidak merasa digurui untuk mengenal lebih dekat adat keluarga suku Minang , salah satu suku besar yang berada di Indonesia. Keadaan yang rumit karena pertentangan ideologis itu membuat Jamil (David Chalik) yang merupakan salah satu paman Laila dan adik Laila bernama Pian (Praz Teguh) menelusuri dan terlibat dalam urusan antara Liam dan Laila. Satu persatu masalah dapat terurai dengan pesan bahwa siapapun kita maka jika urusan ingin lancar harus mentaati segala aturan yang berlaku. Namun disaat segala urusan Liam yang disiplin pada aturan terselesaikan , tiba-tiba muncul Haris (Gilang Dirga) pria yang jelas asal keturunannya pernah melamar Laila untuk menikah.

Wednesday, 26 September 2018

Jati Diri Bahari Indonesia Dalam Naskah Nusantara

Seminar International Pernaskahan Nusantara menjadi bagian dari terselenggaranya Festival Naskah Nusantara IV. Saya mendapatkan kesempatan mengikuti seminar international ini di hari Kamis (20 September 2018) , bertajuk : "Jati Diri Bahari Indonesia : Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan". Sebagai narasumber tercantum DR (HC) Susi Pudjiastuti, DR Mukhlis PaEni, M.Pd dan Prof.Dr. Susanto Zuhdi. Sayangnya Susi Pudjiastuti sebagai Mentri Perikanan dan Kelautan berhalangan menjadi narasumber. Dari pemaparan Dr Mukhlis PaEni, M.Pd (Sejarawan - Budayawan Senior  Indonesia , Mantan Ketua Sejarawan Indonesia dan Mantan Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia) terbuka wawasan dan pengetahuan saya mengenai sejarah dan budaya naskah kemaritiman di Indonesia sejak masa lampau.
Tidak saya duga bahwa kondisi kemaritiman bangsa kita saat ini sangat terpuruk dibandingkan di masa lampau. Memprihatinkan bukan? Lantas bagaimana caranya agar jati diri bahari Indonesia dapat jaya kembali di masa depan seperti halnya kejayaan bahari di masa lalu? Mari kita longok terlebih dahulu tentang naskah-naskah nusantara di masa lalu.


Saturday, 11 August 2018

#KurbanDiKitaAja : Nggak Repot dan Sesuai Panggilan Zaman

Gubernur DKI Anies Baswedan melarang saya dan para tetangga membeli dan berkurban di sekitar rumah kami! Bahkan pedagang hewan kurban dan pengurus masjid perumahan yang setiap tahunnya melaksanakan kegiatan kurban dengan “omzet” senilai ratusan juta tahun ini benar-benar dilarang melaksanakan kegiatan kurban. (Haiiis diskriminasi...orang beribadah kok dilarang? Dan aneka tuduhan lainnya berhamburan jika kita tidak mengerti kebaikan dibalik larangan tersebut). Instruksi gubernur nomor 123 tahun 2017 tentang pengendalian dan pemotongan hewan dengan radius 1 (satu) kilometer dari Equestrian Venues Pulomas dalam rangka dukungan penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018. Yess, bahkan perumahan tempat saya tinggal berhadapan langsung dengan Jakarta International Equestrian Park Pulomas. Pagar rumah keluarga saya hanya sekitar 300 meter dari gerbang Pacuan Kuda Pulomas.
Lantas apakah keluarga kami harus demonstrasi terhadap larangan ini? Oh NO, dan saya bersyukur karena dalam 3 tahun terakhir ini Almarhumah Ibu melaksanakan kurban melalui Dompet Dhuafa.


Sunday, 5 August 2018

Healthy Lifestyle With Gadget

Mall Kelapa Gading hingga saat ini menjadi favorit tempat jajan keluarga saya. Lokasinya relatif dekat dari tempat tinggal kami, hingga saya mendengar bahwa Samsung mengadakan acara bertema healthy lifestyle with gadget, maka dengan yakin saya segera menuju Samsung Store by Nasa yang baru saja di-upgrade hingga lebih modern dan elegan di Mall Kelapa Gading 3 Jakarta Utara.


Baru 2 bulan lalu saya ingin memiliki smartwatch bersamaan dengan munculnya niat untuk selalu bergaya hidup sehat dan memperbanyak gerak yang menyehatkan. Waktu adalah kekayaan yang paling berharga, sama halnya dengan kesehatan yang merupakan kekayaan yang paling berharga. Kebayang khan jika kita memiliki keduanya dengan terbaik, maka betapa kaya raya-nya kita.
Beberapa kali saya menanyakan mengenai smartwacht ke seorang teman, tetapi ia mengatakan bahwa untuk memantau aktifitas geraknya dia masih menggunakan smartphone. Wah, saya rasa nggak praktis deh jika berolah raga dengan membawa-bawa smartphone, apalagi saat ini saya mendengar dan membaca peringatan kewaspadaan kita terhadap jambret. Beberapa berita yang diceritakan oleh seorang teman, rekannya dijambret saat sedang melakukan olah raga lari pagi.

🚶🚶🚶

Tuesday, 31 July 2018

Memanfaatkan Teknologi Untuk Hidup Sehat Tanpa Hepatitis

Saya baru mengetahui bahwa Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 28 Juli. Momen ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai penyakit Hepatitis. Jujur saya baru mengetahui penyakit Hepatitis saat mengikuti Forum Diskusi dengan tajuk Peranan Uji Diagnostik  Dalam Memerangi Hepatitis yang berlangsung di Cocowork Plaza Kuningan Jakarta pada tanggal 24 Juli 2018. Sepertinya saya harus lebih peduli terhadap Hepatitis ini karena tidak ada gejala khusus yang ada pada orang yang mengidap Hepatitis. Hanya satu cara untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit ini, yaitu melakukan test hepatitis khusus. Teknologi kesehatan telah berkembang sangat pesat, maka marilah kita sebagai masyarakat Indonesia memanfaatkan berbagai teknologi ini untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.



Apalagi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan Indonesia bebas Hepatitis pada 2020. Philips Indonesia berkomitmen untuk membantu menciptakan Indonesia yang lebih sehat dengan melakukan edukasi untuk menekankan pentingnya pencegahan penyakit, menular maupun tidak menular. Dengan teknologi tinggi-nya Philips Indonesia telah memasarkan produk kesehatannya yang salah satu-nya alat deteksi atau test Hepatitis ini.
Pada kesempatan forum diskusi siang itu hadir sebagai pembicara Presiden Direktur Philips Indonesia, Suryo Suwignjo beserta 2 pakar di bidangnya, yaitu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan dr. Irsan Hasan SpPD-KGEH , Spesialis penyakit dalam yang juga merupakan Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia


Dalam memperingati Hari Hepatitis Sedunia ini, Philips Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau melakukan deteksi dini dengan cara dan alat apa saja, sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka. Tidak harus dengan teknologi yang dimiliki Philips Indonesia, karena alat deteksi dini Hepatitis ini umumnya di beli oleh rumah sakit atau klinik kesehatan yang banyak menggunakan alat tersebut. Periksakan diri sedini mungkin hepatitis yang ada dalam diri kita masing-masing karena tahun 2030 dicanangkan sebagai Tahun Eliminasi Hepatitis. Tentunya Indonesia sebagai salah satu pencetus WHA Resolution bersama Brazil dan Columbia harus berkomitmen membersihkan negaranya dari penyakit hepatitis.

Sunday, 17 June 2018

Membeli Istana Surga Secara Online di Blibli.com



Bulan Ramadhan 1439 H telah kita lalui dengan keharuan yang mendalam. Bulan penuh rahmat, ampunan yang bahkan di dalamnya terdapat 1 malam yang lebih indah dari malam 1000 bulan telah kita lalui bersama. Insya Allah segala amal ibadah kita selama bulan tersebut diterima Allah Swt dan kita kembali mulia laksana bayi yang terlahir di dunia. Aamiin....
Apa saja yang telah kalian kerjakan di Ramadhan 1439 H? Tentunya kalian sangat memanfaatkan kesempatan dengan segala kebaikan serta berbagi kebahagiaan kepada dunia bukan? Kalau saya sih “yess”. Alhamdulillah, walaupun ini Ramadhan pertama tanpa di Ibu (Karena Ibu saya meninggal dunia di akhir bulan Januari 2018), namun saya sangat memanfaatkan bulan suci ini dengan menebar kebaikan semata karena Allah Swt. Saya harus tetap bahagia walaupun Ibu telah mendahului saya ke alam perjalanan berikutnya menuju pulang ke kampung kami, yaitu kampung akhirat surga nan indah penuh kebahagiaan. Justru saya harus berbagi kebahagiaan ke lebih banyak orang yang merupakan salah satu cara agar saya kembali dipertemukan dalam kebahagiaan bersama kedua orang tua dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami.
Saya berniat untuk membeli istana di surga bagi kedua orang tua dan keluarga lainnya. Terdengar mustahil? Jangankan membeli istana di surga, sedangkan membeli rumah di dunia saja kerepotan menyicil KPR-nya....Itukah yang terlintas di benak sebagian masyarakat kita? Hehehe...padahal untuk membeli istana di surga justru terasa lebih ringan, bahkan membahagiakan diri kita sendiri juga loh!

Dok.repstatic

Membeli Istana di Surga Dengan ZISWAF
ZISWAF seakan merupakan mata uang untuk membeli istana di surga-NYA. Belum tahu apa itu ZISWAF? ZISWAF adalah Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf. Aktifitas filantropi , yakni berdonasi terutama kepada mereka yang berhak memerlukannya. Bersedekah ke pengemis di jalanan atau yang nongkrong di rumah-rumah ibadah dengan wajah memelas? No, BIG NO. Menurut info terpercaya pengemis di jalanan kota-kota besar telah tersistem terorganisir. Pengemis diberi wilayah operasional dan menyetor kepada preman dan oknum tertentu. Seringkali mereka menzhalimi anak-anak, memanfaatkan agar orang-orang kasihan dan memberinya uang. Sudahlah, yang seperti ini, andaipun kita jatuh iba maka yang terbaik adalah memberi mereka makanan dan minuman saja. Jangan uang. Kalau kita terus memberi ke mereka, maka kita memakmurkan preman dan oknum tertentu tadi. Percaya tidak jika ada mereka ada yang memiliki deposito diatas Rp 100 juta, Honda CRV dan masih banyak lagi simbol kemakmuran yang mereka miliki. Hih,mendingan kita bantu pedagang kecil atau penjual jasa deh daripada memberi uang ke pengemis terorganisir ini.
Kalau saya pribadi dan menyarankan agar kita sebaiknya berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya yang secara berkala arus keuangannya di audit oleh lembaga profesional.
Nah inilah yang saya tingkatkan “transaksi”-nya di “Kebaikan Ramadhan”. Berbagi kebahagiaan melalui lembaga-lembaga filantropi terpercaya. Penerima donasi-nya juga pastilah telah disurvey dengan akurat. Masyarakat pra-sejahtera sesungguhnya tanpa drama seperti pengemis jalanan. 

Sunday, 10 June 2018

Dengan CekKLIK Pangan Lebaran Kita Akan Aman

Menjelang hari raya swalayan dan pasar pasti ramai dengan promo produk makanan dan minuman sebagai bahan baku pangan dan parcel yang akan dihadiahkan kepada relasi kerja/bisnis, teman, kerabat atau keluarga. Ketika Ayah saya masih bersama kami di dunia, setiap menjelang Lebaran rumah kami pasti ramai dengan aneka parsel kiriman dari network beliau. Jumlahnya puluhan, bahkan pernah mencapai lebih dari seratus parsel. Kami anak-anaknya di malam khusus diperkenankan memilih parsel-parsel tersebut dan membawa-nya ke kamar masing-masing. Dahulu kami memilihnya berdasarkan desain-nya yang bagus serta isi dari parsel tersebut banyak makanan dan minuman yang kami gemari. Alhamdulillah, kami tidak menemukan kerusakan pada makanan minuman di parsel tersebut.
Setelah Ayah meninggal dunia, kami Ibu masih menerima berbagai parsel dari kerabat dan  keluarga kakak-kakak saya yang telah menikah. Tentu jumlahnya tidak sebanyak ketika Ayah masih ada. Yang pasti lebih dari 5 parsel dan terbanyak belasan parsel saja. Saya jarang memeriksa kondisi barang dalam parsel ketika Ibu menerima parsel-parsel tersebut. Tahun ini merupakan pertama kalinya saya berlebaran tanpa kedua orang tua – Ibu saya meninggal di awal tahun 2018, berarti sudah dapat dipastikan semakin sedikit parsel di rumah saya. Saya masih menerima beberapa parsel, tetapi bukan makanan minuman yang dijual di swalayan pada umumnya. Tetapi menjelang lebaran tahun ini justru saya yang harus banyak memberikan parsel berisikan makanan dan minuman kepada security team di perumahan tempat tinggal saya. Di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran mereka pasti harus lebih baik lagi kerjanya karena penghuni rumah di perumahan kami banyak yang berlibur dan assisten rumah tangga-nya mudik. Mayoritas penghuni perumahan di tempat tinggal kami tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tetapi masjid dan area lapangan di perumahan kami menjadi tempat shalat bagi masyarakat muslim yang melakukan shalat Taraweh dan Idul Fitri. Mereka mayoritas mengendarai kendaraan roda empat milik pribadi, sehingga security team perumahan pasti harus lebih banyak mengawasi parkiran mereka. Menjelang Lebaran mereka harus lebih mengawasi rumah-rumah yang ditinggal penghuninya berlibur. Karena inilah saya harus memberikan parsel berisikan makanan terbaik dan sehat agar menunjang pekerjaan mereka dan tetap sehat serta bugar di hari lebaran dan setelahnya.
Alhamdulillah, saya mendapat undangan untuk menghadiri Talkshow “Pangan Aman Lebaran” yang diselenggarakan BPOM RI pada tanggal 5 Juni 2018 di Pejaten Village. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk masyarakat umum dan khususnya untuk saya yang sudah berniat memberikan parsel berisikan makanan dan minuman terbaik untuk security team di perumahan tempat tinggal saya.

PASTIKAN PANGAN LEBARAN KITA AMAN
Makanan dan minuman yang kita berikan kepada orang lain dan kita konsumsi sendiri tentunya harus yang terbaik. Harus aman dikonsumsi. Oleh karenanya beruntung sekali dapat mengetahui mengenai CekKLIK. Jika kita ingin membeli atau konsumsi pangan maka pastikan kita mengecek KLIK. 



KLIK adalah :
K yaitu Kemasan : Pastikan Kemasan produk dalam kondisi baik, tidak berlubang, sobek, karatan, penyok, dll.
L yaitu Label : Baca informasi produk yang tertera pada Labelnya dengan cermat.
I yaitu Izin Edar : Pastikan memiliki Izin Edar dari Badan POM. Izin Edar dapat dicek melalui aplikasi android Cek BPOM.
K yaitu Kedaluwarsa : Pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.


Sunday, 3 June 2018

Pesta Diskon dan Hadiah di Pameran Terbesar Se-Asia Tenggara, Jakarta Fair 2018

Bloggers Belanja di PRJ , Berburu Harga Promo :D
Jakarta Fair atau sebelumnya juga terkenal dengan Pekan Raya Jakarta merupakan ajang pameran legendaris di pusat kota Jakarta. Bagaimana tidak legendaris jika penyelenggaraan tahun 2018 merupakan gelaran Jakarta Fair ke-51 alias lebih dari setengah abad. Saudara dan kerabat saya yang tinggal di luar Jakarta setiap tahunnya meluangkan waktu berkunjung ke Jakarta Fair. Saya sampai kagum loh dengan antusias mereka meluangkan waktu dari luar kota (Jawa Tengah dan Jawa Timur) demi menghadiri pameran yang berlokasi relatif dekat dengan tempat tinggal saya.
Jakarta Fair Kemayoran merupakan ajang pameran terbesar, terlama dan terlengkap di Asia Tenggara. Nggak heran yach jika saudara-saudara saya bela-belain datang dari daerah untuk mengunjunginya. Beberapa tahun terakhir saya absen tidak berkunjung ke Jakarta Fair Kemayoran karena merasa harga-harga yang ditawarkan tak berselisih jauh dengan harga di pusat perbelanjaan atau marketplace di internet. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu seorang teman mengajak saya berkunjung ke Jakarta Fair Kemayoran 2018. Saya tidak menolak ajakannya. Pas banget deh ada beberapa peralatan rumah tangga yang ingin saya beli, tetapi saya agak ragu jika membelinya melalui marketplace. Siapa tahu di pameran ini saya bisa menemukan barang-barang yang akan saya beli.
Menjelang petang hari Sabtu 26 Mei 2018 saya menggunakan jasa transportasi mobil online dari rumah langsung menuju Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta Pusat. Jika berkunjung bersama keluarga , biasanya kami membawa mobil pribadi – namun karena saya berangkat ditemani oleh seorang saudara maka saya lebih nyaman menggunakan jasa transportasi online, mengingat seringkali kami sulit menemukan tempat parkir dan macetnya di sekitar area Kemayoran. Bersyukur petang itu area Kemayoran masih lenggang sehingga saya dapat lancar dan turun tepat di depan pintu masuk pameran. Barangkali juga karena hari itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan Jakarta Fair Kemayoran 2018 diselenggarakan ke-3 kalinya bertepatan dengan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

ANEKA HARGA PROMO DIGELAR
Ketika kami berkeliling Jakarta Fair 2018, saya kaget loh begitu melihat harga-harga promo-nya yang emang besaaar!! Berbagai kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup lainnya benaran diskon-nya. Nggak bohong-bohongan...hahaha....Saya khan lumayan sering tuh membanding-bandingkan harga barang di mall dan di online shop, ternyata di Jakarta Fair 2018 harga benar-benar sangat terjangkau. Harga karpet yang biasa dibandrol diatas 1 juta-an (bahkan lebih dari 2 juta) terlihat hanya Rp 500,000 ,- , bantal brand terkenal yang biasanya dijual dengan harga lebih dari Rp 150.000 saya lihat hanya Rp 50,000 ,-/satuannya.


Berbagai voucher diskon besar-besaran juga bisa didapatkan melalui mobile aplikasi  bernama “Jakarta Fair” yang dapat di download di Apps Store dan Play Store. Melalui aplikasi ini kita bisa mendapatkan ribuan hadiah langsung dan promo dari JD.ID, Lottemart, Matahari, League, dll.
Bahkan kita dapat memenangkan grandprize dari aplikasi ini loh. Hadiahnya sangat menarik,yaitu : 4 unit mobil dan 40 unit motor. Lantas masih ada Undian Kejutan Lebaran. Bagi yang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa 5 unit sepeda motor, 5 unit smartphone, 5 unit LED TV, 3 unit voucher belanja Lottemart masing-masing 3 juta dan 2 juta.

Aaah, pasti kamu kepengen juga khan?! Mari kita belanja bareng-bareng ke Jakarta Fair 2018.

Sunday, 27 May 2018

Berawal dari Zakat Kita Menjadi Kaya dan Sehat

Kopi dan Gula, beralih ke produk pemberdayaan DD. Lebih hemat dan sehat!
Kaya dan sehat adalah impian semua orang yang berada di dunia ini. Semua orang hidup pasti mendambakan hidup kaya lahir bathin dan sehat jasmani rohani. Bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah menciptakan umat-Nya untuk hidup miskin dan sakit-sakitan. Salah satu buktinya adalah Allah memberikan kewajiban kepada umat-Nya untuk berzakat (Rukun Islam ke-4) dan pergi ke Baitullah menunaikan haji (Rukun Islam ke-5). Rukun Islam ke-1 hingga ke-3 Allah juga seakan menyatakan bahwa hamba-Nya harus memiliki kekayaan bathin dan waktu. Tidak mampu melaksanakan rukun Islam ke-3 berarti kita harus membayar fidyah. Jelas keinginan Sang Mahakaya menginginkan kita untuk kaya dan sehat.
Sayangnya masih banyak orang miskin di Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Kalau menurut Bung Ippho Santosa, Pakar Otak Kanan yang kini sangat mendukung kegiatan wirausaha bersama Dompet Dhuafa, memang banyak orang miskin di Indonesia asalkan bukan kita. Kita harus kaya. Hal yang membuat kita menjadi kaya dan sehat adalah kegiatan zakat, infak dan wakaf (plus sedekah jika kita belum kaya banget secara materi). Tak dapat diingkari, “Perumpamaan orang-orang yang menafkankah hartanya mereka di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus menerus) melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) Lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al-Baqarah : 261)

Tuesday, 15 May 2018

Gaya Hidup Sehat Bersama Allianz Sweat Challenge


Bergaya Hidup Sehat di Allianz Ecopark (Dok.Yulia R)
Sabtu di minggu kedua bulan Mei 2018, tepatnya tanggal 12 saya bersama dengan 4 rekan datang ke Allianz Ecopark di kawasan Ancol Jakarta Utara. Ini kunjungan saya kesekian kalinya ke Ecopark Ancol, tetapi ini pertama kalinya sejak penambahan nama “Allianz” di depan nama “Ecopark”. Penambahan nama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Allianz Indonesia untuk memperkuat proposisi dalam hal kesehatan dengan mendorong orang untuk menjalani gaya hidup sehat. Ya, selain Ecopark memiliki area terbuka hijau berkonsep nature sport edutainment di kawasan Ancol, kini Ecopark menjadi tempat kepada masyarakat Jakarta untuk beraktifitas meningkatkan gaya hidup sehatnya. Allianz Ecopark juga menyediakan beberapa zona dengan fingsi dan fasilitas berbeda-beda seperti zona untuk berlari, jalan kaki dan bersepeda. Di tahun pertama kemitraannya ini, Allianz ingin memberikan tempat dan fasilitas tujuan bagi setiap orang yang ingin memulai  gaya hidup sehat dan juga ingin mengisi waktu berkualitass bersama orang-orang tercinta melalui kegiatan yang dilakukan secara regular di minggu kedua dan keempat setiap bulan. Disamping itu juga diadakan setiap 2 bulan program Tematik yang berkaitan dengan olahraga, kesehatan, budaya, konser atau pertunjukan .

Allianz Sweat Challenge
Meja registrasi ulang sebelum sessie exercise di mulai (Dok.Pribadi)

Di akhir pekan ke-2 bulan Mei 2018 itulah saya bersama 4 rekan hadir di program regular Allianz Indonesia yang diberi nama “Allianz Sweat Challenge”. Allianz Sweat Challenge adalah acara yang dipersembahkan Allianz untuk mengajak Indonesia sehat besama.  Setiap minggu kedua dan keempat Allianz Sweat Challenge diadakan dengan tema olah raga yang berbeda-beda. Pada kedatangan kami itu, kami melakukan kegiatan yoga sekaligus bincang-bincang dengan topik bahasan “Healthy Nutrition During Fasting”. Oh ya, “Allianz Sweat Challenge” ini sudah terselenggara sejak bulan November 2017 dan akan berakhir di bulan Desember 2018.
Aktifitas apa saja saat program reguler ini berlangsung ? Kita dapat melakukan latihan zumba, yoga, pound fit, running exercise dan cardio. Aktifitas ini ada instruktur profesional-nya loh, dan free alias tanpa membayar. Ketika kami mengikuti sessie yoga, semua peserta dipinjamkan matras yoga tanpa dikenakan biaya. Syaratnya memberikan jaminan KTP. 

Gaya Hidup Sehat
Peserta sessie Yoga di minggu ke-2 bulan Mei (Dok.Pribadi)

Monday, 16 April 2018

Idealektika Forum #3 : Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Mungkinkah jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud di tahun 2019? Atau sekedar mimpi di siang hari nan tak berarti? Waaah, saya sebagai warga negara Indonesia yang baik (hhmmm) merasa optimis loh bahwa Seluruh Rakyat Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan dalam ‘Menuju Indonesia Universal Health Coverage 2019’ . Insya Allah...

Pembicara dan Moderator Idealektika Forum #3
Sebelumnya saya ingin bercerita tentang pengalaman keluarga kami dalam mendapatkan  jaminan kesehatan di Indonesia. Tanggal 23 Januari 2018 Ibunda tercinta kami harus dibawa ke rumah sakit, kakak-kakak saya membawa beliau ke Omni Hospital Pulo Mas Jakarta Timur. Rumah sakit ini berjarak hanya sekitar 500 meter dari rumah kami, dan Ibu kami adalah orang yang selalu berupaya agar selalu sehat dengan melakukan tindakan promotif serta preventif. Dengan kesadaran menjaga kesehatannya secara berkala Ibu rutin melakukan check up kesehatan ke Omni Hospital Pulo Mas atau RS Kartika Pulo Mas. Namun beliau sangat menghindari diopname di RS. Prinsipnya jika masih dapat mandi sendiri maka sebaik-baiknya upaya kesehatan yang prima adalah di rumah yang bersih dan terawat. Beliau memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah (dahulu ASKES yang kini berubah menjadi BPJS), tetapi jikalau check up rutin seringkali Ibu tidak menggunakan fasilitas tersebut karena menghindari antrian serta biaya check up-nya diniatkan sebagai sedekah bagi mereka yang benar-benar sakit dan kurang mampu. Pada tanggal 23 Januari 2018  pihak rumah sakit menyarankan kami menggunakan BPJS yang dimiliki oleh Ibu. Pihak rumah sakit benar-benar perhatian dan berupaya yang terbaik bagi kesembuhan beliau. Namun, apa daya ruang ICU di Omni Hospital Pulo Mas sedang penuh. Mereka mengupayakan Ibu kami mendapatkan ruang ICU yang tersedia. Selama di ruangan UGD Ibu mendapatkan pelayanan terbaik dari dokter dan paramedis yang terus memantaunya.. Kami anak-anaknya diperkenankan mendampingi dan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran, tentunya kami tahu diri dengan menjaga ketenangan pasien lainnya. Pukul 3 dini hari Ibu kami berangkat dengan ambulan menuju RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat yang dapat menerima Ibu. Dengan pelayanan yang luar biasa baiknya – dari semua dokter, perawat hingga sopir ambulan dan petugas lainnya benar-benar layak diacungkan jempol! Mobil ambulan-nya juga terlihat canggih, peralatan di dalamnya sudah seperti kamar di ICU. Dokter, perawat dan petugas lain turut mengantar Ibu ke RSPAD dan “menyerah terima-kan” pasien secara profesional. Ketika kami menanyakan berapa yang harus kami bayar, ternyata jawabannya adalah “semua sudah beres” alias 0 rupiah! Bahkan mereka menolak tips sebagai ucapan terima kasih dari kami. Masya Allah...sungguh mulia mereka dan semoga Allah membalas perbuatan tersebut dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Singkat cerita, akhirnya tanggal 29 Januari 2018 waktu Dhuha Ibunda kami menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD. Selama seminggu dalam perawatan kami menyaksikan betapa baik dan komunikatifnya para dokter, perawat dan petugas lainnya (termasuk pihak security) di RSPAD. Kami benar-benar merasakan dan menyaksikan Ibu mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan terbaik dalam upaya kesembuhannya – apalagi RSPAD merupakan rumah sakit kepresidenan dan petinggi Angkatan Darat RI yang tentunya harus optimal memberikan layanan kesehatan bagi pasiennya. Seperti hal-nya di Omni Hospital Pulo Mas, kami tidak dikenakan biaya sepeserpun dari pihak rumah sakit selain untuk jasa ambulan jenazah dari RSPAD ke rumah kami. Jumlahnya juga sangat terjangkau bagi keluarga  yang sudah mempersiapkan dana untuk pengobatan Ibu kami. Masya Allah...Alhamdulillah....
Dari pengalaman ini saya merasa optimis bahwa jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia bukan sekedar mimpi. Asalkan semua rakyat Indonesia patuh terhadap aturan yang berlaku dalam upaya menjaga diri agar senantiasa sehat.


DISKUSI PUBLIK KESEHATAN : IDEALEKTIKA FORUM #3 (Mimpi) Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Peserta Diskusi Kesehatan (Dok.Pribadi)
Pengalaman mendapatkan jaminan kesehatan bagi keluarga tersebut menjadi salah satu alasan kuat saya untuk hadir dalam Idealektika Forum #3 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan IDEAS, IMZ dan Dompet Dhuafa University. Bertempat di Halal Hotel Sofyan Inn Tebet Jakarta Selatan , hari Rabu 11 April 2018 melemparkan saya pada Idealektika Forum di bulan Desember 2018, dimana saya masih memberikan buah naga merah hasil pemberdayaan Dompet Dhuafa kepada Ibu dan menceritakan mengenai kegiatan Dompet Dhuafa ke beliau. [ Alhamdulillah 3 tahun terakhir ini Ibu mempercayakan Dompet Dhuafa untuk menyalurkan kambing kurban yang beliau donasikan ke pelosok negeri.]
Pada forum ketiga ini narasumber yang hadir adalah : Yusuf Wibisono (Direktur IDEAS), dr. Prasetyo Widi Buwono,Sp.PD-KHOM (Wakil Sekjen PB IDI), Chandra Nurcahyo, SKM (Assisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Primer) dan dr.Rosita Rivai (GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa). Sebagai moderator adalah Sifing Lestari (Pemberdaya Kesehatan Masyarakat) dan keynote speaker adalah Yuli Pujihardi (Direktur DD University)
Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga yang berkomitmen dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan kesenjangan akses kesehatan. Dompet Dhuafa telah membangun berbagai infrastruktur dan layanan kesehatan serta modal social kesehatan di beberapa kota di Indonesia, dari Aceh, Palembang, Makassar, Papua, Kupang dan 11 kota di pulau Jawa. Semua ini diharapkan mampu membantu pemerintah untuk mewujudkan jaminan kesehatan di berbagai pelosok wilayah Indonesia. dr.Rosita Rivai, GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa menuturkan,”Layanan Kesehatan Cuma Cuma sebagai salah satu pemberdayaan kesehatan Dompet Dhuafa telah mencapai jumlah penerima manfaat sebanyak 208.232 jiwa. Intervensi dalam program ini lebih banyak kepada aspek promosi dan preventif, hingga mencapai 61,29% sedangkan kuratif hanya 38,72%. Hal ini tentu sesuai dengan semangat Indonesia Universal Health Coverage yang ke depan akan menitik beratkan pada kesehatan masyarakat.”
Selain LKC Dompet Dhuafa juga membangun model wakaf pemberdayaan kesehatan Rumah Sakit melalui mekanisme wakaf produktif sejumlah 8 RS Dompet Dhuafa di Bogor, Lampung, Jakarta, Bekasi, Jawa Timur.

RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Bogor (Dok.Pribadi)